Pend. Bahasa Perancis UPI (Nadia)

Bonjour à tous!

Hai para sahabat Intip Jurusan. Pertama, saya ingin kenalan sama kalian. Nama saya Nadia Rahmania, saya sedang menjalani semester 8 di departemen Pendidikan Bahasa Perancis UPI, sama seperti Aprilia, yang pertama kali berkontribusi sebagai perwakilan dari departemen ini. Saya sendiri mewakili angkatan 2013, selaku kakak kelas Aprilia. Dalam artikel ini, saya akan menyampaikan tentang pengalaman saya sebagai angkatan pertama yang menggunakan kurikulum 2013 di departemen ini karena empat keterampilan berbahasa (Compréhension Orale, Compréhension Écrite, Production Orale & Production Écrite), tata bahasa (Grammaire), Peradaban dan Kebudayaan Perancis (Civilisation Française), dan Sejarah Perancis (Histoire de France) sudah dibahas oleh Aprilia.

Sebagai angkatan pertama yang menggunakan kurikulum 2013 (kurikulum di universitas, maksudnya), ada beberapa mata kuliah yang pada saat semester 5 harus memilih dan melanjutkan pilihan tersebut pada saat semester 7, alias dijuruskan. Kalian bisa memilih di antara 3 pilihan berikut:

  • Français pour les Objectifs Spécifiques (FOS), yaitu penjurusan di mana para mahasiswa/i akan dibekali ilmu tentang Pariwisata (pada matkul Français du Tourisme saat semester 5), dan saat semester 7 akan dibekali ilmu tentang perhotelan (Français de l’Hôtellerie et de la Restauration), kesekretariatan (Français du Secrétariat), bisnis (Français des Affaires) dan tentang media (Français des Médias) baik itu ilmu tentang media cetak, video, dll.
  • Linguistique, yaitu di mana para mahasiswa/i akan dibekali ilmu tentang pembentukan kalimat (pada matkul Syntaxe du Français saat semester 5), dan saat semester 7 akan dibekali ilmu tentang pembentukan kata (Morphologie), makna kata dan kalimat (Sémantique), ilmu penggunaan bahasa di ranah sosial (Sociolinguistique) dan bagaimana cara menganalisis teks-teks baik secara sintagmatik maupun secara paradigmatik (pada matkul Analyse de Discours).
  • Traduction, yaitu di mana para mahasiswa/i akan dibekali ilmu tentang penerjemahan, baik secara lisan (Interprétation) maupun secara tertulis.

400

Saya secara pribadi memilih dijuruskan di bidang linguistik karena ada prospek untuk menjadi ahli bahasa, leksikografis (yang berurusan dengan penulisan kamus), guru/dosen bahasa, dll. Selain alasan sebelumnya, sejak pertama kali saya mempelajari linguistik secara umum (yaitu ketika saya duduk di semester 2), saya langsung tertarik di bidang itu. Saya sendiri juga baru mengetahui bahwa ketika mempelajari ilmu linguistik, ada 6 aspek linguistik yang saya telah pelajari secara mandiri setelah mata kuliah Linguistik Umum (Linguistique Générale), yaitu:

  • Fonetik: ilmu yang mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa dilafalkan serta cara kerja organ tubuh yang berkaitan dengan pengucapan.
  • Fonologi: ilmu yang mempelajari tentang ilmu pembendaharaan bunyi (fonem) bahasa, yaitu bunyi sebagai satuan terkecil dari ujaran/gabungan bunyi yang membentuk suku kata.
  • Morfologi: ilmu yang mempelajari tentang pembentukan kata.
  • Sintaksis: ilmu yang mempelajari tentang pembentukan kalimat.
  • Semantik: ilmu yang mempelajari tentang makna kata dan makna kalimat.
  • Pragmatik: ilmu yang mempelajari hubungan antara makna kata/kalimat dan konteksnya, entah itu tersirat atau tersurat (correct me if I’m wrong, yaaaa).

Berkat bidang linguistik, saya pun mampu menghafal banyak pola jenis kelamin kata-kata benda berbahasa Perancis melalui ilmu morfologi, serta alhamdulillah saya bisa mengembangkan pelafalan bahasa Perancis yang baik dan benar melalui ilmu fonetik dan fonologi yang saya ikuti di luar kampus. Seluruh ilmu yang telah saya share di sini merupakan linguistik murni dan semoga saja saya bisa langsung lanjut S2 dan mengambil bidang Linguistik di Perancis. Aamiin….

follow_intipjurusan_COMPRES

Untuk kalian, para calon kontributor Intip Jurusan, perwakilan departemen Pendidikan Bahasa Perancis UPI yang memilih penjurusan FOS dan Traduction bisa ikut berkontribusi di postingan selanjutnya untuk berbagi ilmu dan pengalaman agar para calon mahasiswa/i di luar sana termotivasi untuk memilih salah satu di antara ketiga pilihan tersebut.

Bagaimana dengan kuliah semester 8? Nah, saat ini saya sedang menjalani kuliah keahlian profesi yang bernama Program Pengalaman Lapangan alias PPL. Mata kuliah ini juga dapat diambil di baik semester ganjil maupun semester genap, asalkan tidak ada lagi mata kuliah yang mengulang kecuali bagi yang mengambil jalur non-skripsi (saya akan membahasnya di paragraf selanjutnya). Sebelum PPL, mahasiswa/i memiliki hak untuk memilih sekolah (SMA/SMK/MA) tempat pengabdiannya, namun keputusan akhir tetap ada di tangan departemen, jadi bisa saja kalian tidak dapat pilihan sesuai keinginan dan mau tak mau kalian harus belajar survive di tempat sesuai keputusan akhir. Mungkin kalian akan dapat pengalaman baru ketika mengabdi di sekolah. Di sini lah, kalian dapat membagikan ilmu bahasa Perancis kalian kepada para siswa/i SMA/SMK/MA se-Jawa Barat.

Bagaimana dengan tugas akhir, alias skripsi? Di sini, para mahasiswa/i mengajukan setidaknya dua judul yang akan dibimbing terlebih dahulu oleh dosen wali masing-masing para mahasiswa/i. Kemudian dipresentasikan salah satu judulnya di depan seluruh dosen. Ada tiga kemungkinan, yaitu bisa saja judul pilihan pertama diterima (baik diterima langsung maupun dengan perubahan), bisa saja malah judul pilihan kedua diterima karena kemampuan menjawab pertanyaan para dosen, bisa saja judul pilihan kalian benar-benar ditolak karena berbagai alasan, misalnya teori kurang kuat atau bahkan ada yang hanya sekedar membuat saja.

Tapi jangan khawatir, kalian masih bisa lulus, kok! Ada jalur alternatif agar mahasiswa/i bisa cepat lulus, yaitu melalui jalur non-skripsi. Jalur tersebut biasanya diperuntukkan untuk para mahasiswa/i yang kuliahnya banyak masalah (misalnya: cuti, semester 14, dll.), bahkan untuk mahasiswa/i yang proposal skripsinya ditolak dan merasa sudah menyerah.

Jalur non-skripsi di departemen ini memuat 3 mata kuliah (masing-masing 2 SKS) setara skripsi yang berjumlah 6 SKS, yaitu:

  • Analyse des Textes Littéraires, yaitu menganalisis karya sastra yang mengandung pesan, artistik dan gaya bahasa.
  • Travaux Dirigés, yaitu membahas kajian atau studi lapangan based on tema-tema yang ditentukan oleh dosen, misalnya ada tema-tema: situs-situs turistik (di Indonesia, ya… bukan di luar negeri), perayaan tradisional, seni tradisional dan budaya Indonesia yang akan dipaparkan menggunakan bahasa Perancis. Nanti sekelas hanya memilih satu tema yang telah disebutkan di atas dan observasi di tempat berbeda-beda.
  • Mini-mémoire, yaitu membuat karya ilmiah seperti skripsi namun tidak melakukan penelitian lebih jauh. Yang penting mahasiswa/i mampu membuat karya ilmiah yang memiliki manfaat bagi pembelajaran bahasa Perancis.

Et voilà, kalian tetap bisa lulus kok, karena ketika kita bekerja, apakah judul skripsi dipertanyakan? Mungkin ketika ingin mendapatkan beasiswa akan dipertanyakan, tapi mudah-mudahan para mahasiswa/i yang mengambil jalur non-skripsi, tetap bisa mendapatkan beasiswa untuk lanjut studi S2 hingga S3. Aamiin…

Seperti yang dikatakan Aprilia, departemen ini is FULLY RECOMMENDED, karena mempelajari bahasa sebagai ilmu benar-benar membuat kita menjadi ahli bahasa yang in syaa’ Allah baik dan benar. Berbeda halnya dengan yang hanya mengikuti les, tapi di sini saya nggak bermaksud menjatuhkan yang les bahasa, karena perbedaan yang mencolok terlihat antara yang belajar bahasa lebih dalam dan yang belajar bahasa untuk keperluan khusus saja. Namun bagi saya, keduanya sama-sama belajar bahasa 🙂

If you have any questions or if there is anything you don’t (quite) understand, please comment below (tapi jangan nyindir loh!), plus aku juga menerima rekomendasi di kolom komentar, agar artikel saya kedepannya lebih baik dan lebih koheren lagi.

Merci beaucoup pour votre attention 🙂

Kode Konten : X159

5 thoughts on “Pend. Bahasa Perancis UPI (Nadia)”

  1. Kak, masuk jurusan ini harus udah ada bekal bahasa prancis kgk,
    Propek kerjanya apa
    Bahasa pengantarnya full prancis??

    1. Hai Hilmi 🙂

      Nggak harus kok. Beberapa dari kami ada yang belum belajar sama sekali sebelumnya, ada juga yang udah punya basic, tapi semuanya belajar dari nol.
      Ada yang kerja di Kedutaan Perancis, lembaga les bahasa Perancis (seperti IFI, AF, dll), bahkan ada juga yang kerjanya nggak linear, misalnya kerja di bank, bartender di Starbucks, air hostess di berbagai macam maskapai, dll.
      Bahasa pengantarnya nggak semua full Perancis kok, cuman beberapa matkul tertentu aja 🙂

      Semoga bermanfaat yaaa 🙂

    1. Betul! Ada jalur non-skripsi. Biasanya diperuntukkan untuk yang memang harus cepat bekerja karena masalah ekonomi atau untuk yang memang ingin segera menikah (serta sejumlah alasan lain yang rasional untuk mempercepat masa studi).

      untuk program transfer… ada! kami bekerja sama dengan Universitas Negeri Yogyakarta dan nama program tersebut adalah PERMATA (pertukaran mahasiswa tanah air, kalo gak salah itu panjangnya), jadi ada delegasi dari kami yang akan melalui 1 semester di Yogyakarta, dan sebaliknya (delegasi UNY melalui 1 semester di UPI). biasanya yang terpilih adalah mahasiswa/i yang IP dari semester 1-3 nya paling bagus. dan sebisa mungkin, mata kuliah selama pertukaran akan disetarakan meski nama-namanya ada yang berbeda.

Ayo tanya kak Nadia disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *