Akuntansi UGM (Belfast)

Halo sobat muda Intipers! Gimana kabar kalian? Masih pada semangat kan untuk mengejar cita-cita? Nah, disini aku mau berbagi cerita nih tentang jurusan dan kampusku.

Oiya, kita kenalan dulu yuk, kan ada tuh pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Oke, kenalkan namaku Dominikus Belfast Panindya, sehari-hari orang biasa memanggil aku Belfast. Saat ini aku masih duduk di bangku kuliah, tepatnya di semester 5 Jurusan (sekarang Departemen) Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Aku angkatan 2015 ya teman-teman, jadi belum terlalu tua lah ya hahaha

Sobat Intipers sudah pernah dengar adanya jurusan akuntansi kan? Yap, pastinya sudah dong ya! Jurusan ini sangat terkenal dengan mahasiswanya yang super teliti dan disiplin. Lalu, apa sih yang ada di benak kalian tentang mahasiswa akuntansi? Well, sering ada persepsi nih kalau anak akuntansi tuh hanya terpaku sama masalah debit kredit, hitung menghitung, hukumnya wajib buat bawa kalkulator, harus bawa buku yang berat-berat tiap harinya, sampai banyaknya tugas yang harus dikerjakan. Persepsi itu ada benernya juga sih, tetapi tenang aja, kehidupanku dan mahasiswa-mahasiswi akuntansi UGM lainnya gak sesuram itu kok. Ada banyak cerita-cerita menarik tentang Jurusan Akuntansi FEB UGM serta kehidupan mahasiswanya yang harus kamu ketahui. Penasaran kan? Yuk kita intip bersama berbagai cerita tentang jurusanku ini.

Yang pertama, tentu saja tentang kualitas dari kampusku ini. Jenjang sarjana (S1) program studi Akuntansi FEB UGM meraih peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Selain itu, sejak 12 Mei 2014 Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM juga berhasil memperoleh akreditasi AACSB lho! Pasti pada bertanya-tanya, apa sih akreditasi AACSB itu? AACSB (The Association to Advance Collegiate Schools of Business) adalah akreditasi internasional yang menunjukkan standar pencapaian tertinggi bagi sekolah bisnis di seluruh dunia. Menariknya lagi, hanya 4,52 persen sekolah bisnis di seluruh dunia yang dapat memperoleh akreditasi ini. Di tingkat asia, FEB UGM menjadi perguruan tinggi ke-8 yang mendapatkan akreditasi AACSB Internasional, sementara di Indonesia menjadi yang pertama dan pemilik satu-satunya hingga saat ini. Wow, keren sekali ya, dan yang pasti kualitas dari jurusanku ini sudah tidak perlu diragukan lagi.

Oke lanjut yang kedua, yakin deh pasti ada rasa prestise tersendiri kalau kalian berhasil masuk menjadi mahasiswa baru akuntansi FEB UGM. Rasa ini enggak bisa disembunyiin guys dan aku pun merasakan hal yang sama. Yap, tentu saja karena ada persaingan ketat yang harus dilalui selama proses pendaftaran. Tidak bisa dipungkiri bahwa jurusanku ini merupakan salah satu jurusan yang paling banyak diminati di klaster sosio-humaniora (SOSHUM). Faktanya, beberapa tahun belakangan ini ada ribuan calon mahasiswa mendaftarkan diri melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri untuk menjadi mahasiswa akuntansi UGM, namun daya tampung untuk kelas reguler hanya sebesar 150 kursi saja pada tahun 2017. Hmm, sangat ketat ya!

Aku sendiri sangat bersyukur bisa menjadi mahasiswa akuntansi UGM lewat jalur SNMPTN/Undangan, jadi aku tidak perlu tes. Nah, ada dua tips dari aku agar bisa lolos jalur SNMPTN UGM, yaitu berprestasilah dan bijaklah saat SMA. Sebisa mungkin capailah nilai yang terbaik sejak kelas 10 dan jagalah agar tetap konsisten. Terus nih ya coba-coba aja ikut suatu perlombaan baik tingkat nasional maupun internasional, kalau kalian menang wah bisa jadi nilai tambah buat kalian. Yang gak kalah penting, mulailah menemukan cita-cita dan passion-mu, semakin dini semakin baik, dan tetap disesuaikan dengan potensi dirimu ya. Aku sendiri sih dulu waktu SMA memang sengaja memilih jurusan IPS, karena dari kelas 10 aku sudah punya cita-cita buat masuk jurusan akuntansi UGM, dan syukurnya kesampaian deh. Hehe. Nah, jika kalian belum beruntung di jalur SNMPTN, kalian masih memiliki kesempatan untuk masuk jurusan akuntansi lewat jalur SBMPTN atau UTUL kok.

Kalau kalian jago bahasa inggris, jurusanku juga membuka kelas internasional lho atau lebih dikenal dengan nama International Undergraduate Program (IUP). Buat kalian yang tertarik untuk masuk kelas internasional, kalian dapat mengikuti tes intake (tes IUP) yang diselenggarakan sebanyak 3 kali. Sebagai gambaran, tes IUP terdiri dari tes potensi akademik dan tes pemecahan kasus tertentu menggunakan sistem forum group discussion.

Seperti yang sudah aku ceritakan di awal, di jurusan ini kita tidak hanya diajarkan tentang sisi debit dan kredit yang harus seimbang, tetapi juga diberi pemahaman mengenai proses akuntansi yang dimulai dari mencatat transaksi hingga menyiapkan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, mahasiswa akuntansi UGM juga dituntut untuk berani mengutarakan pendapat, saran, dan kritik di dalam kelas. Banyak nih dosen-dosenku yang mengharuskan mahasiswa di kelasnya untuk selalu aktif bertanya dan berpendapat. Biasanya, mahasiswa akan diberi kasus atau makalah yang harus dianalisis dan dibahas untuk dijadikan bahan diskusi di kelas, sehingga mahasiswa akan terbiasa dengan kasus-kasus akuntansi/ekonomi yang nantinya akan dihadapi di kehidupan kerja dan bisa memberikan solusi terbaik atas kasus yang muncul tersebut. Oiya teman-teman, akuntansi itu luas lho! Buktinya di jurusan ini, ada 6 pilihan konsentrasi yang dapat dipilih oleh mahasiswa, yaitu keuangan, audit, sistem informasi, manajerial, sektor publik dan perpajakan, serta akuntansi syariah.

Kalau menurutku, ada dua mata kuliah yang paling berkesan selama aku menjalani kehidupan kuliah ini, yaitu Akuntansi Sektor Publik dan Akuntansi Lanjutan 1. Aku memiliki kesan yang baik dengan mata kuliah Akuntansi Sektor Publik karena sedari awal aku ingin mengambil konsentrasi sektor publik, nah kebetulan juga aku cocok dengan dosen yang mengampu mata kuliah ini. Pada mata kuliah ini, aku benar-benar dituntut untuk aktif bertanya dan berpendapat di kelas (Sampai-sampai dosennya hafal sama aku hehe). Satu lagi, di kelas ini semua mahasiswa dibagi per kelompok dan diminta untuk mempresentasikan masing-masing bab setiap minggunya. Unik gak sih, kita belajar akuntansi yang notabene lumayan banyak hitungannya, tetapi di sisi lain kita juga diharuskan untuk memahami teori akuntansinya dan bisa mempresentasikannya.

Mata kuliah kedua yang berkesan banget adalah Akuntansi Lanjutan 1. Ngomong-ngomong waktu aku nulis ini nilaiku Akuntansi Lanjutan 1 belum keluar lho, mohon doanya ya Intipers, semoga nilaiku memuaskan hehe. Kenapa sih kok mata kuliah ini bisa berkesan? Jawabannya, karena susah! Menurutku, justru karena susah itu maka aku merasa tertantang untuk bisa menaklukkan mata kuliah ini. Oiya, meskipun mata kuliahnya susah, tetapi aku cukup beruntung bisa mendapatkan dosen yang baik banget di mata kuliah ini. Bayangkan, kamu dan teman-teman sekelasmu ditraktir makan siang dua kali sama dosennya, seru banget deh pokoknya. Yah semoga aja dosennya juga baik dalam memberi nilai. Hehe.

Mahasiswa akuntansi UGM kerjaannya belajar terus ya? Enggak juga kok, justru banyak sekali mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi maupun menjadi panitia di sebuah acara. Ada banyak lembaga di kampusku yang bisa menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan softskill-nya. Contohnya ada BEM, BPPM EQUILIBRIUM (badan pers), PALMAE (pecinta alam), organisasi berbasis keagamaan, komunitas seni maupun olahraga, dan himpunan mahasiswa jurusan (HMJ). Untuk jurusan akuntansi, kami memiliki HMJ yang mewadahi, melayani, dan mengelola kegiatan mahasiswa di jurusan ini, yaitu Ikatan Mahasiswa Akuntansi Gadjah Mada atau bisa disingkat IMAGAMA. Aku sendiri sudah menjadi pengurus selama dua periode di IMAGAMA dan saat ini masih menjabat sebagai Manager of Organizational Affinity dan Service (OAS) Department. Kalau kalian penasaran dengan organisasi ini, bisa dibuka webnya ya http://imagama.feb.ugm.ac.id.

Oiya sobat Intipers, ada satu pakaian yang menjadi kebanggaan dari mahasiswa akuntansi UGM. Penasaran kan? Nah, nama pakaiannya adalah korsa IMAGAMA. Ada yang unik disini, dimana korsa ini selalu dipakai bersama-sama setiap tanggal 19 tiap bulannya. Para mahasiswa jadi bisa tahu nih mana kakak tingkat dan adek tingkat yang juga berasal dari jurusan akuntansi. Kompak kan.

Terakhir nih, kebanyakan lulusan akuntansi FEB UGM bekerja sebagai auditor, akuntan, konsultan pajak, dosen, atau berwirausaha. Tempat bekerjanya pun bermacam-macam, ada yang bekerja di Kantor Akuntan Publik, seperti EY, Deloitte, PwC dan KPMG. Ada yang bekerja di sektor publik/pemerintahan, seperti BPK, Kementerian Keuangan, OJK, atau Direktorat Jenderal Pajak. Ada juga yang bekerja sebagai auditor internal atau akuntan di perusahaan-perusahaan besar/BUMN, seperti Unilever, Pertamina, Bank Mandiri, dan lain-lain. Selain itu, banyak juga kok lulusan jurusan akuntansi yang memilih menjadi pengusaha. Jadi dapat disimpulkan bahwa jurusan ini memiliki prospek kerja yang menjanjikan dan selalu dibutuhkan di setiap perusahaan.

Terima kasih sudah mau membaca! Selamat berjuang!

Salam semangat,

Belfast Panindya


Tentang Penulis : Dominikus Belfast Panindya

Mahasiswa Jurusan Akuntansi – FEB UGM angkatan 2015. Memiliki hobi bercerita, berolahraga, dan menjalin relasi dengan siapa saja. Senang bisa berbagi cerita denganmu!

Find me at:

Email: belfast.panindya1996@gmail.com

Linkedin: https://www.linkedin.com/in/dominikus-belfast-panindya-1a7478155/

Instagram: @dominikusbelfast

Facebook: https://www.facebook.com/belfast.panindya

Kode Konten: X311

1 thought on “Akuntansi UGM (Belfast)”

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *