Ilmu Hukum Universitas Brawijaya (Shafira)

Perkenalkan, nama saya Shafira Noor Adlina. Mahasiswi angkatan tahun 2016, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Saya diterima di FH UB melalui jalur undangan setelah menyisihkan teman-teman SMA yang dianggap potensial dibandingkan saya. Tetapi, saya sadar Allah tidak akan pernah salah memberikan takdir kepada hamba-Nya. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum tersebut mengubah nasibnya sendiri. Jadinya, saya mencoba hijrah dari Surabaya ke Malang yang meskipun lokasinya berdekatan tetapi berhasil mengubah kehidupan saya 180 derajat. Saya yang awalnya apatis terhadap lingkungan sekolah kini berubah menjadi mahasiswi organisatoris yang semoga suatu hari nanti bisa menjadi memanfaatkan keilmuannya melalui jalur aktivis.

Mahasiswa Fakultas Hukum?

Kata orang-orang sih mahasiswa Hukum harus bisa hafal pasal-pasal. Ada benarnya juga, karena nantinya kita berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, bahkan Pancasila itu merupakan sumber dari segala sumber hukum tertinggi di Indonesia secara tidak langsung mengatur kehidupan kita. Jadi kalau bisa seluruh pasal-pasal itu jangan dihafalkan, tetapi dipahami agar selalu diingat dalam hati dan pikiran.

di-web

Kebanyakan, tugas di kampusku cuma meresume, bikin makalah, sampai mempresentasikan hasil kerjanya aja kok. Dan menurut aku dosen FH UB tidak memberatkan mahasiswanya dalam pemberian tugas. Jadi, jangan takut dan santai saja ya!

Mata Kuliah Favorit?

Saya penggemar berat konsentrasi Hukum Tata Negara atau HTN.. Jadinya ya menyukai mata kuliah yang berhubungan dengan HTN, seperti Hukum Pemerintahan Daerah, Hukum Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Hukum Hak Asasi Manusia merupakan mata kuliah yang saya ambil saat semester tiga.

Tetapi, sewaktu semester 1 pernah dapat tugas untuk menyaksikan persidangan di Pengadilan Negeri Pasuruan karena kebetulan dosen saya menjadi saksi ahli dalam salah satu kasus perdata. Jadinya, satu kelas ramai-ramai pergi ke Pasuruan untuk melihat jalannya persidangan. Dan ini menarik sekali buat saya yang masih mahasiswa baru pada saat itu.

Mahasiswa Hukum harus bisa apa?

Ikut organisasi!! Itu wajib banget hukumnya! Sebagai calon penegak hukum di masa depan sudah seharusnya kalian bisa mempunyai bekal untuk kesuksesan di masa depan ๐Ÿ™‚

Dengan berorganisasi sangat melatih kemampuan kalian. Dengan berorganisasi saya belajar menulis, belajar membuat acara dengan berpartisipasi sebagai panitia di dalamnya. Sebelumnya saya tipikal orang pemalu, tapi karena ikut organisasi saya belajar berbicara di depan forum dengan banyak orang. Bahkan untuk pertama kalinya saya menulis monolog dan dipentaskan di hadapan mahasiswa baru pada acara PK2MABA FH UB sejenis ospek kalau di fakultas saya.

Kalau di Fakultas Hukum kampus saya ada banyak sekali lembaga otonomnya. Lembaga otonom itu sejenis ekstrakulikuler di kampus. Kalau kalian suka Bahasa Inggris bisa ikut Asian Law Student Association (ALSA). Kalau kalian ingin merasakan suasana asli di persidangan dan dilombakan ada Komunitas Peradilan Semu (KPS). Di KPS kalian bisa merasakan peran sebagaimana hakim, jaksa, pengacara hingga tersangka sewaktu persidangan lengkap dengan kostum aslinya.

Ada lembaga otonom Komunitas Debat, Forum Kajian dan Penelitian Hukum, Teater Kertas, dan LPM Manifest yang merupakan lembaga jurnalistik fakultas.

Kalau organisasi ekstra kampus bisa ikut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), ataupun Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Ada pula Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Kalau organisasi ekstra lebih ke arah pergerakan untuk melindungi masyarakat tertindas. Kalian tau Reformasi pada tahun 1998 silam? Keberadaan organisasi ekstra merupakan penggerak apabila pemerintahan tidak lagi berpihak kepada masyarakat. Di organisasi ekstra juga mengajarkan kalian banyak hal, terkait retorika hingga jaringan yang luar biasa banyaknya sehingga mampu menunjang karir nantinya.

Kak Shafira ikut organisasi apa?

Semester 1 saya ikut 3 organisasi dan Alhamdulillah masih bisa membagi waktu, meskipun terkadang waktunya bertabrakan terutama saat rapat akhir tahun kemarin. Saat ini saya merupakan redaktur pelaksana khusus di LPM ManifesT Fakultas Hukum Universitas Brawijaya yang khusus mengurusi pembuatan produk jurnalistik berupa majalah besar, dan buletin. Jadinya kerjaan saya ya menulis. Selain itu saya menjadi staf keagamaan Forum Studi Agama Islam (FORSA). Selain itu, saya juga menjadi anggota Teater Kertas FH UB.

Ikut Organisasi = Nilai Jelek?

Ah, enggak juga. Alhamdulillah semester pertama IP di atas 3,50. Semester berikutnya IP masih aman di atas 3,00 terus.

Kalau di kampus saya ada kelas belajar bareng juga. Kebetulan saya tentor Dynamica Study Club (DSC) yang masih merupakan kesatuan dari FORSA. Setiap minggu selalu ada sesi belajar bareng untuk mahasiswa baru lengkap dengan modul mata kuliah yang bisa kalian dapatkan dan soal latihannya dibahas bersama waktu kelas DSC. Sewaktu memasuki minggu UTS dan UAS selalu ada kelas intensif dari DSC, jadi tenang saja kakak-kakak kalian siap membimbing di FH UB ๐Ÿ™‚

Konsentrasi Ilmu Hukum?

Konsentrasi gunanya untuk apa sih kak? Konsentrasi berguna sebagai bekal kalian menulis skripsi saja sih.. Selama kuliah juga nantinya kalian akan mempelajari keseluruhan mata kuliah Ilmu Hukum dari berbagai sudut pandang. Setelah menginjak semester 6 atau 7 kalian bisa memilih konsentrasi idaman kalian ๐Ÿ™‚

Hukum Tata Negara

Hukum Tata Negara atau disingkat HTN ini adalah konsentrasi yang membuat saya jatuh cinta sejak semester 2. Pada saat itu HTN bagi saya hanya mempelajari konstitusi dan tata pemerintahan saja. Namun, HTN sangat luas sekali jangkauannya. Kakak tingkat saya ada yang mengambil tema skripsi soal Pemilu, hingga sejarah Perppu Ormas dari masa ke masa. Kalau kalian senang membaca buku dan tertarik dengan dinamika perpolitikan Indonesia dari masa ke masa, monggo ambil konsentrasi HTN yaa ๐Ÿ™‚

Hukum Administrasi Negara

Kalau di kampus saya disebut konsentrasi HAN. Menurut saya HAN itu konsentrasi yang sangat dinamis. Kalo HTN membahas sistem hukum secara abstrak, maka HAN adalah implementasi konkretnya. Apabila HTN membahas ketatanegaraan secara filosofis, maka HAN meninjau langsung kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berupa peraturan terkait. Kalian tau Pengadilan Tata Usaha Negara? Nah, itu termasuk bagian lingkup HAN dalam mewujudkan salah satu asas pemerintahan umum yang baik. Hukum dan Kebijakan Publik, Hukum Keuangan Negara dan Hukum Perijinan merupakan beberapa mata kuliah wajib konsentrasi ini.

Hukum Perdata

Penasaran dengan Hukum Perdata? Bisa mencoba baca Burgerlijkwetboek atau biasa disingkat BW yaa.. Atau Pokok-Pokok Hukum Perdata karya Subekti, biar temen-temen punya pandangan lebih ๐Ÿ™‚

Lebih jelasnya, konsentrasi Keperdataan dibagi lebih spesifik lagi:

  1. Perdata Murni

Notaris itu basicnya ya Perdata Murni. Kalian akan belajar membuat surat perjanjian, akta-akta seperti itulah.. Hukum waris, Hukum Perikatan, Perancangan Kontrak itu beberapa mata kuliah yang bisa kalian temui.

  1. Perdata Bisnis

Ingin menjadi Legal Officer di suatu perusahaan? Ingin bekerja di sektor Perusahaan BUMN tapi ijazah Sarjana Hukum? Bisaa.. Perdata Bisnis siap mewujudkan cita-cita kalian. Perdata Bisnis ini bisa kerja ke mana saja karena setiap perusahaan pasti membutuhkan pegawai yang ahli di bidang hukum. Hukum Dagang, Hukum Perusahaan, dan Hukum Kepailitan akan kalian jumpai dalam konsen yang akrab disebut Perbis.

  1. Perburuhan

Penasaran kenapa bisa ada Hari Buruh setiap tanggal 1 Mei di seluruh dunia? Apakah kalian tau kisah hidup Marsinah? Pilih konsentrasi ini ya.. Konsentrasi ini menarik karena bisa mewujudkan rasa kepedulian sosial. Hukum Organisasi Buruh, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dan Perselisihan Hubungan Industrial bisa kalian pelajari di sini. Btw, jurusan ini cocok buat kalian yang ingin menjadi aktivis kemanusiaan, dosen juga sabi banget.

  1. Agraria

Sesuai dengan namanya, Agraria fokus terhadap keperdataan dari segi lingkungannya. Hukum tanah pada umumnya, Hukum Perairan, bahkan sampai Hukum Tanah adat juga bisa lho masuk dalam klasifikasi ini. FYI aja, FH UB terkenal dengan Hukum Agrarianya karena dosennya kebanyakan profesor di bidang tersebut. Hukum Pengelolaan Sumber Daya Air, Hukum Pengelolaan Hutan dan Tambang, dan Politik Agraria nantinya akan kalian temukan saat semester 6-7.

Hukum Pidana

Hukum Pidana bahas kejahatan-kejahatan gitu ya. Kalau mau tau sedikit soal Hukum Pidana bisa coba baca KUHP. Prospek Hukum Pidana? Hakim? Jaksa? Pengacara? Sabi banget nih. Kalau mau lanjut Perwira Karir polisi bisa lanjut lewat sini juga kok.. Ada mamanya temen aku polisi yang berdinas di Polrestabes Blitar, beliaunya bercerita kalo merupakan alumni FH UB ๐Ÿ™‚

Hukum Internasional

Hukum Internasional atau HI itu sangat menarik bagi saya. Karena mempelajari banyak hal. Kalau penasaran sama HI bisa coba-coba baca Hukum Humaniter Internasional atau hukum perang, Hukum Laut Internasional, Hukum Perjanjian Internasional. Skripsi HI? Wah, membludak bosque. Bahkan kakak tingkat saya mengambil skripsi bertemakan hukum ruang angkasa.. Terdengar menarik, bukan?

Nih, aku sertakan mata kuliah yang akan kalian pelajari saat menjadi mahasiswa FH UB biar temen-temen punya gambaran jelas mengenai perkuliahan sekaligus memantapkan jalan menuju cita-cita kalian ๐Ÿ™‚

Kegiatan dan Tugas Lapangan

Tugas lapangan kalau di fakultas saya bisa magang ke mana-mana sih. Kakak tingkat saya konsentrasi HTN magang di Kantor DPRD Tulungagung. Kakak tingkat saya yang konsentrasi Pidana bisa magang di Pengadilan Negeri Kota Surabaya. Kalau ambil konsentrasi Perdata Murni bisa magang di kantor notaris. Konsentrasi Perdata Bisnis bisalah magang di perusahaan ataupun sejenisnya.

Kenapa Harus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya?

Seorang senior saya-saat itu menjabat sebagai koordinator Dewan Perwakilan Mahasiswa (Senat) fakultas sempat mengatakan, โ€œKota Malang itu intelektualnya hidup sekali, Fir. Amat disayangkan apabila kamu hanya berdiam diri dan tidak terlibat di dalamnya.โ€ Sebagai Kota Pendidikan memang tidak bisa ditepis bahwa kehidupan intelektualnya sangat berkembang. Kegiatan sosial postitif seperti volunteer ataupun komunitas lainnya banyak ditemukan di sini! Tempat diskusi keilmuan dan kritis dari warung kopi hingga cafe menjadi bukti bahwa intelektualitas Kota Malang siap menghasilkan calon penerus generasi bangsa yang dirindukan. Sebut saja akun Sabda Perubahan, Gubuk Tulis, atau Perempuan Bergerak yang postingannya sangat menginspirasi berasal dari Kota Malang.

Prospek Ke Depannya?

Sarjana Hukum mau ke mana? Zaman modern seperti ini pastilah setiap perusahaan membutuhkan penasihat hukum. Baik perusahaan pemerintah ataupun swasta sekalipun. Hakim, Jaksa, Pengacara, Polisi melalui jalur Sarjana? Semuanya bisa! Tenang saja! ๐Ÿ™‚

Beberapa alumni FH UB yang pernah saya temui bekerja di bidang yang sangat strategis. Ada yang bekerja di Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, pengacara, notaris dan lain sebagainya.

Kalian tau Alm. Munir, sang pejuang HAM itu? Beliau alumni FH UB juga.

Namun, apabila kalian telah menjadi mahasiswa Hukum, saran saya tetaplah ingat pada tujuan awal kuliah anda. Jangan menjadi mahasiswa apatis, mahasiswa hukum outputnya sebagai pembuat kebijakan; penentu arah masa depan bangsa. Mau dibawa ke arah manakah bangsa ini berkelana? Mahasiwa Hukumlah yang menjawab.

Saya teringat kutipan dari Tan Malaka, โ€œBila kaum muda yang telah belajar di sekolahย dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali”

Atau kutipan Victor Serge, โ€œKau ingin jadi apa? Pengacara, untuk mempertahankan hukum kaum kaya, yang secara inheran tidak adil? Dokter, untuk mempertahankan kesehatan kaum kaya, dan menganjurkan makanan yang sehat, udara yang baik kepada mereka yang memangsa kaum miskin? Arsitek, untuk membangun rumah nyaman untuk tuan tanah? Lihatlah disekelilingmu, dan periksa hati nuranimu. Apakah kau tak mengerti bahwa tugasmu adalah sangat berbeda: untuk bersekutu dengan kaum tertindas, dan bekerja untuk menghancurkan sistem yang kejam ini.โ€

Jadi, tunggu apalagi? Tetapkanlah Fakultas Hukum Universitas Brawijaya sebagai pilihanmu untuk merajut masa depan Indonesia ! ๐Ÿ™‚

Saat membacakan monolog buatan saya berjudul Surat Dari Penjara pada saat Dies Natalis Teater Kertas
Saya bersama teman-teman Teater Kertas setelah penampilan di Opening Ceremony Brawijaya Law Fair 2017; salah satu kompetisi nasional yang diselenggerakan BEM FH UB
Kunjungan Redaksi LPM ManifesT ke Hukum Online saat liputan di Jakarta. Btw, mas-mas yang pakai baju putih itu pegawai Hukum Online yang merupakan alumni FH UB angkatan 2012.
Saya saat mewawancarai Kapolres Kota Malang, AKBP Hoiruddin Hasibuan

Bio:

Sial, aku terlahir sebagai pengamat sosial; kemudian menjadikannya banyak hal. Organisatoris yang semoga bisa menjadi aktivis. Tipikal orang penulis bukan vokalis, apalagi retoris. Kuli tinta sejak duduk di bangku dasarnya sekolah, dan semakin โ€˜menggilaโ€™ semenjak jadi mahasiswa. Suka sastra namun seringkali kebingungan meluapkannya karena seringnya pendengar menanyakan maksud dan tujuan penulisan. Mengidolakan Nabi Muhammad SAW dan berharap termasuk dalam umat yang dirindukannya. Mengidolakan Muhammad Natsir sebagai kerangka berpikir, begitupun Buya Hamka dalam berdakwah. Mengagumi Soekarno dengan Pancasilanya, serta Bung Hatta sebagai teladan bangsa. Semoga orang tua saya tidak melihat ini semua. Need help, atau diskusi lebih? shafiranooradlina@yahoo.co.id.

www.instagram.com/adlinafira dan www.linkedin.com/adlinafira

Kode Konten: X305

4 thoughts on “Ilmu Hukum Universitas Brawijaya (Shafira)”

  1. Maaf mau memperbaiki, sebenarnya kalau ingin melanjutkan studi S2 kenoktariatan basic nya dari perdata bisnis, bukan dari perdata murni

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *