Bimbingan dan Konseling Unesa (Intan)

Semangat pagiii intipers!!! Salam hangat nih dari Surabaya. Perkenalkan, namaku Intan Prawitasari NIM 15010014008 dari jurusan BK (Bimbingan dan Konseling) atau nama kerennya Psikologi Pendidikan tepatnya kelas 2015 A dari Universitas Negeri Surabaya semester 6.

Ada yang belum tahu apa itu BK? Jadi, BK itu adalah singkatan dari Bimbingan dan Konseling. Di sekolah kalian pasti ada BK-nya dong? Dan mungkin nama ini cukup dikenal kids jaman now, karena sebelum berubah menjadi nama BK dulunya bernama BP (Bimbingan dan Penyuluhan). Kenapa diganti? Panjang ceritanya, tapi biar enggak penasaran aku kasih tahu dikit, diganti karena BK dianggap lebih dari sekedar usaha preventif, dimana terdapat upaya konseling (kuratif, atau yang sudah terjadi) sedangkan BP lebih bersifat ke preventif (upaya pencegahan).

Ada yang tahu sebenarnya fungsi, tugas, peran seorang guru BK di sekolah? Sebagai tatib? Atau guru yang menangani anak – anak nakal? Guru paling gabut satu sekolah? Polisi sekolah? Apalagi itu. Enggak. Enggak semua salah dan enggak semua benar. Perlu diketahui bahwa guru BK juga mempunyai tugas dan peran yang mulia seperti guru mata pelajaran pada umumnya. Guru BK tidak memberikan pelajaran pada murid, lebih tepatnya memberikan layanan. Layanan apa? . Pernah mendapat penyuluhan narkoba? Lalu lintas? Mendapat materi motivasi dari guru BK? Nah itu salah satunya tugas guru BK. Menangani anak – anak nakal? Well, ini tidak seratus persen salah. Namun dalam pembelajaran di BK, guru BK seperti aku (calon) tidak menganggap mereka adalah murid – murid yang nakal. Kenapa? Karena setiap kali mereka melakukan penyimpangan, kesalahan, ketidakdisiplinan, tidak bertanggung jawab mereka mempunyai alasan, mempunyai sebab-akibat. Dan inilah yang dilakukan guru BK, guru BK akan membantu memperbaiki hal – hal yang seharusnya tidak murid lakukan, dengan cara? Dengan cara konseling jika itu sudah terjadi dan melihat penyebab murid tersebut melakukan hal itu. Namun guru BK juga bisa melihat fenomena yang ada untuk dijadikan bahan bimbingan. Misalkan nih, sekarang banyak beredar informasi – informasi hoax jadi guru BK bisa memberikan bimbingan bagaimana cara menyikapi dan lain sebagainya. So, kesimpulannya guru BK enggak old fashion ya, atau bahasa kasarnya kolot, tapi guru BK sebenarnya harus dituntut untuk selalu uptodate. Itu sedikit banyak mengenai BK jika dikaitkan dengan lingkungan pendidikan. Tapi jangan minder dulu, karena kuliah dijurusan BK tidak hanya kerja di pendidikan saja atau menjadi guru BK saja, masih bisa berkesempatan untuk menjadi konselor dan bekerja dibiro konsultan psikologi, bisa juga memberikan tes psikologi (ini ada syaratnya, salah satunya mengurus lisensi dan lain sebagainya). Guru BK kurang lebih seperti itu gambarannya, dan masih banyak kejutan didalamnya, aku hanya ingin curhat sedikit tentang pandangan – pandangan terhadap guru BK yang notabene tidak seperti itu.

Nah, sekarang kita akan mengupas lebih jauh tentang jurusan BK sendiri. BK atau Bimbingan dan Konseling mempunyai nama keren lainnya. Namanya adalah Psikologi Pendidikan. Psikologi? Ada yang pernah tertipu? Psikologi ranahnya pendidikan gitu? Nah, banyak yang bilang BK ini merupakan ilmu terapan dari psikologi. Ada beberapa mata kulaih yang sama dengan psikologi lhoo. Bedanya lagi, pada jenjang S1 Psikologi kalian akan lebih banyak mempelajari teori, sedangkan pada S1 BK kalian sedikit satu langkah lebih maju. Apa saja mata kuliah di S1 BK Unesa? Aku kasih tahu mata kuliah yang seru – seru ya, ada Dasar Pemahaman Perilaku, Teori Konseling, Strategi Konseling, Psikologi Pendidikan, Kesehatan Mental, Psikologi Kepribadian, Psikologi abnormal, Konseling Lansia, Konseling Krisis, Konseling Keluarga atau Perkawinan, Komunikasi Antar Pribadi, Psikologi Perkembangan, Profesi BK, Teknologi dan Informasi BK, Analisis Masalah dalam Konseling. Ada juga mata kuliah umum seperti Statistik Deferensial dan Inferensial (hayo, ada yang berpikiran cari jurusan untuk menghindari matematika?), Filsafat Pendidikan, Bahasa Indonesia, Manajemen Pendidikan, Penelitian Pendidikan, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan dan masih banyak lagi. Oh ya, di Universitas Negeri Surabaya, untuk jurusan BK atau Psikologi Pendidikan sudah terakreditasi A. Mata kuliah yang dipelajari tidak mengandalkan menghafal atau berhitung ya, tetapi sejatinya belajar itu memahami, terutama memahami muird dan client.

di-web

Sekarang kita akan bahas dua mata kuliah yang aku anggap itu pengalaman luar biasa. Yang pertama ada, Kesehatan Mental. Ini agak berat ya. Perbedaan sesungguhnya antara BK dan Psikologi juga ada di sini, karena BK hanya menangani masalah orang yang normal tapi bermasalah, berbeda dengan psikoloogi yang orangnya abnormal-bermasalah. Ada beberapa ranah yang bukan merupakan ranah BK atau yang tidak ditangani oleh BK yang pertama orang abnormal (mungkin kalian menyimpulkan orang gila dan sebagainya, tapi dengan mata kuliah Kesehatan Mental kalian akan menemukan banyak hal yang menarik mengenai gangguan kejiwaan, gangguan mental, penyakit mental, dan istilah – istilah tersebut terlihat senada nyatanya tidak sama ya), selanjutnya ada black magic atau yang berbau – bau mistis, BK juga tidak menangani ini, narkotika (hanya sekedar penyuluhan ya), dan yang terakhir tindak kriminal. Kesehatan mental ini perlu dipelajari oleh BK, agar kita bisa mengetahui ciri – ciri dari seseorang yang depresi, stress, gejala – gejala gangguan mental atau kepribadian, gejala – gejala penyakit mental, kerpibadian, kejiwaan agar BK bisa lebih peka atau tanggap untuk tidak membiarkan masalahnya berlarut – larut. Kan BK juga peka. Dan kalian akan mengetahui berbagai macam gangguan dan penyakit baik mental dan kepribadian. Jadi akan banyak istilah yang kalian sering dengar seperti psikopat, sosiopat, antisosial, paranoid, dan kalian bisa membedakannya. Dimana gangguan itu adalah masih gejala, dan penyakit itu artinya gangguan yang parah. Lantas kalau ini bukan ranah BK dan kita mengetahui seseorang mengidap atau menunjukkan gelaja – gelaja seperti itu apa yang harus dilakukan? Ini, dalam hal ini seperti stress, atau gejala yang bisa diatasi BK akan diatasi, namun jika sudah berat maka BK akan mereferalkan atau alih tangan kasus (atau dengan kata lain melimpahkan ke pihak yang lebih ahli seperti psikolog atau psikiater). Yang lebih menarik selain mempelajari jenis – jenis gangguan dan penyakit mental serta kepribadian setiap tahun pada mata kuliah Kesehatan Mental kita mengadakan karyawisata, atau yang biasa dikenal dengan studytour. Kemana? Bukan ke Bali atau Yogyakarta ya, tapi ke Rumah Sakit Jiwa. Nah menantang enggak? Biar all out kita terjun langsung ke Rumah Sakit Jiwa untuk melihat secara realnya.

Nah itu adalah pasung yang digunakan orang zaman dahulu untuk memasung orang yang dianggap mempunyai gangguan kejiwaan atau mental.

Mata kuliah yang kedua yang menurutku enggak kalah seru yaitu, Asessmen Teknik Tes. Yep! Di sini kita akan mempelajari berbagai alat tes psikologi. Apa saja? Tes bakat, tes minat, tes kepribadian, tes intelegensi. Dan masing – masing tes ini juga banyak lho. Seperti tes bakat itu dibagi lagi, tes kepribadian akan dibagi lagi. Kalian enggak bakal bosen, karena tugasnya kita bisa mengecek pada diri sendiri ataupun orang lain. Tugasnya memang sangat mengasyikkan, namun untuk interpretasinya yang terkadang agak rumit. Kalian tertarik?

Nah, tadi sudah dijelaskan mata kuliah yang ada di BK. Sekarang kita akan membahas lapangan pekerjaan. Sebelumnya, lulusan S1 BK akan mendapat gelar S. Pd ya, karena termasuk fakultas pendidikan jadinya sarjana pendidikan. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, BK bukan saja bisa menjadi guru BK di sekolah, tetapi juga bisa bekerja di biro konsultasi psikologi jika kalian tidak ingin menjadi guru. Namun syarat yang harus ditempuh adalah melanjutkan pendidikan profesi, dimana nantinya kalian akan mendapat gelar Kons. Kalian juga bisa melanjutkan S2 dan menjadi dosen, jika kalian menginginkan kalian bisa mengurus lisensi untuk menyelenggarakan tes psikologi namun dengan syarat sudah lulus S2 atau lulus pendidikan profesi. Kalian juga bisa membuka praktek sendiri seperti seorang psikolog, tentunya dengan syarat – syarat tertentu seperti mengurus lisensi dan lulus profesi BK atau S2 BK. Pengalaman saja nih, salah satu dosenku ada yang S1 BK dan S2 psikologi jadi gelarnya beliau adalah Drs. Bla bla bla M. Si. Alumni BK mayoritas akan kembali menjadi guru BK, namun tidak sedikit juga yang memutuskan untuk menjadi dosen dan konsultan di sebuah tempat.

Untuk membantu kalian yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, semoga artikel ini bisa membantu. Dan akan dilampirkan daftar akreditasi jurusan di Universitas Negeri Surabaya update terbaru 2017, dan ya, kemarin Universitas Negeri Surabaya mendapatkan akreditasi A!


Tentang penulis: Intan Prawitasari

Mahasiswa semester 6 BK – Univeritas Negeri Surabaya. Hobi baca apapun bukunya dan menulis. Suka banget sama film horror.

Instagram: @intanprawita

Kode Konten: X317

7 thoughts on “Bimbingan dan Konseling Unesa (Intan)”

  1. Saya ingin daftar bk di unesa lewat jalur snmptn, tp koq dipihan prodinya ga ada yha kak? Adanya pendidikan psikologi dan bimbingan apakah itu sama dengan bk?

    1. Iya kak itu sama. Itu dikarenakan dulunya BK masih berstatus sebagai prodi dan jurusannya adalah Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling (PPBK), saya lupa, tapi sepertinya saya mulai menginjak semester 1 atau 2 BK sudah resmi menjadi jurusan BK. Mungkin yang disistem belum diperbarui makanya masih bertuliskan (PPBK)

    1. Banyak kak. Apalagi tiap semester selalu rutin SKS nya kalo ga 21 ya 22 SKS. Dan yang 4 SKS per matkul juga jarang (tapi Alhamdulillah juga, kalo banyak yang 4 SKS rasanya juga berat ??). Kalo jadi masuk BK belajar aja sama mbak Intan. Dia super duper rajin dan kemarin kandidat mawapres ??

  2. kak mau tanya kaitan dengan bk ea saya dari mahsiswa iain ponorogo fakultas adab dan dakwah jurusan bimbingan penyuluhan islam nanti apa bisa guru psikoterapi ea ?

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *