Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia UPI (Debby)

Assalamualaikum,

Halo kawan intipers!

Perkenalkan, nama saya Debby Fajarahmi. Kawan-kawan bisa memanggil saya Debby. Saya adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI 2016.

Langsung saja, jadi di sini saya akan berbagi sedikit pengalaman di jurusan yang sedang saya jalani saat ini. Semoga bisa menambah informasi buat kawan intipers, ya!

Sebelumnya, kita bahas dulu, deh, persepsi masyarakat umum tentang jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Jurusan Bahasa Indonesia? Nggak penting banget deh. Buat apa coba? Mau jadi apa?’.

Mungkin ungkapan di atas sudah nggak asing di telinga kita, atau mungkin kita sendiri yang pernah mengatakannya? Ya, menurut sebagian masyarakat Indonesia, mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ataupun Sastra Indonesia (murni) adalah suatu hal yang hanya akan membuang-buang waktu saja. Secara gitu ya, bahasa sendiri, yang dipake sehari-hari, buat apa dipelajari?

Yup, kebanyakan dari mereka memandang bahasa Indonesia adalah bahasa sehari-hari yang nggak perlu dipelajari. Waktu masih duduk di bangku SMA, saya sering sekali mendengar keluhan dari teman-teman di kelas tentang pelajaran bahasa Indonesia. Katanya, pelajaran bahasa Indonesia adalah pelajaran yang membosankan, nggak seru, nggak jelas, dan lain-lain. Bukan hanya teman-teman saya yang memiliki pandangan seperti itu, saya pribadi pun pada saat masih duduk di bangku sekolah pernah berpikiran yang sama. Namun, pada akhirnya saya sadar bahwa persepsi itu muncul karena kita belum mengetahui betapa penting dan berharganya ilmu kebahasaan.

Emang pentingnya apa?

Ilmu bahasa Indonesia itu penting sekali, kawan. Tanpa bahasa Indonesia, tidak akan ada professor, dokter, insinyur, bahkan penulis buku di tanah air. Ya, bahasa Indonesia merupakan media penyampai ilmu-ilmu lainnya di Indonesia. Apalagi mengingat bahasa Indonesia adalah bahasa nasional atau bahasa persatuan yang menjembatani beragam bahasa daerah yang ada di Indonesia. Kawan-kawan tahu tidak? Masih banyak daerah-daerah terpencil di negara kita yang masyarakatnya mengalami ketertinggalan di zaman yang serba modern dan berteknologi seperti saat ini. Nah, salah satu faktor penyebabnya adalah karena mereka tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga mereka mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang-orang yang latar belakang bahasanya berbeda dengan mereka. Bayangkan, kita begitu meremehkan bahasa Indonesia, sementara di luar sana mereka justru ingin bisa berbahasa Indonesia agar mempermudah komunikasi mereka dengan daerah luar.

Ternyata bukan hanya di dalam negeri saja, loh, kawan-kawan. Di luar negeri pun banyak sekali warga negara asing yang ingin bisa berbahasa Indonesia. Kabar baiknya, ada beberapa universitas di negara-negara dunia yang saat ini telah membuka program studi bahasa Indonesia, seperti di Jepang, Rusia, China, Korea Selatan, Australia, Ukraina, dan masih banyak lagi. Bahkan, beberapa sekolah di Australia dan Jepang sudah memasukkan bahasa Indonesia ke dalam kurikulum pelajaran! Waw! Masih mau bilang bahasa Indonesia itu nggak keren atau nggak jelas? Mereka saja mau mempelajari bahasa Indonesia, masa kamu nggak?

Jadi, lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bakal jadi guru?

Tentunya peluang kerja paling utama bagi mereka yang mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, adalah menjadi guru bahasa Indonesia. Eits, tapi jangan salah, dengan menjadi guru bahasa Indonesia teman-teman bisa keliling daerah bahkan dunia, loh! Kok bisa? Iya bisa, seperti yang sudah saya jelaskan, saat ini banyak sekolah-sekolah di luar negeri yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran, sehingga kebutuhan akan guru bahasa Indonesia di luar negeri pun cukup besar.  Perlu teman-teman ketahui, saat ini Badan Bahasa sedang menggencarkan program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Biasanya, setiap tahun akan ada seleksi untuk pengajar BIPA ke luar negeri.

Di UPI sendiri, yang saya ketahui sudah banyak sekali alumni yang menjadi pengajar BIPA di luar negeri. Jadi, dengan menjadi guru ataupun dosen, teman-teman bisa mengajar di dalam maupun di luar negeri. Selain itu, dengan berlatar belakang jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, teman-teman juga bisa menjadi sastrawan, jurnalis, ahli bahasa, PNS, editor, dan masih banyak lagi.

Nah, ketika teman-teman akhirnya mantap ingin mengambil jurusan ini, mungkin selanjutnya teman-teman akan bertanya, “Emang mempelajari apa saja sih? Banyak hitung-hitungan, hafalan, atau analisisnya?”

Saya jawab, “Banyak serunya!”

Di sini teman-teman akan mempelajari 4 keterampilan bahasa yang menjadi mata kuliah di beberapa semester awal, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Hah? Memangnya kita belum bisa berbicara, menyimak, membaca, dan menulis? Hei, jangan salah, kawan. Dulu saya juga tertawa mendengar nama mata kuliah itu, nggak penting banget. Akan tetapi, pada kenyataannya nggak sesederhana itu. Empat mata kuliah ini mengajarkan kita bagaimana menyimak, berbicara, membaca, dan menulis yang baik dan efektif. Setelah itu, kita juga akan belajar bagaimana cara mengajarkannya, yaitu melalui mata kuliah pembelajaran menyimak, berbicara, membaca dan menulis.

Selain itu, kawan-kawan akan mempelajari ilmu kebahasaan (linguistik) seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, sosiolinguistik, dan masih banyak lagi. Nah, ini yang seru bagi kalian yang suka analisis. Linguistik itu bisa dikatakan sebagai sains-nya bahasa. Kalau ingin menjadi ahli bahasa atau linguis, kawan-kawan harus suka dan mahir bergelut di bidang ini. Di sini kita akan belajar segala hal tentang bahasa, mulai dari pengucapannya, bagaimana pembentukkan kata, tata kalimat, gejala variasi bahasa, dan masih banyak lagi.

Ada juga mata kuliah di bidang kesusastraan, mulai dari apresiasi puisi, prosa fiksi, drama, sampai pada pengkajiannya yaitu kajian puisi, prosa fiksi, dan drama. Ini juga termasuk yang seru banget. Khususnya bagi kalian yang suka sastra. Di sini kalian akan lebih tahu tentang dunia kesusastraan, belajar mengapresiasi puisi, prosa (cerpen), dan drama karya sastrawan-sastrawan ternama, belajar mengenai teori-teori pengkajiannya, bagaimana mengkajinya, dll.

Apresiasi dan Diskusi Antologi Puisi Berbagi Zikir oleh Lembaga Seni Sastra Reboeng (LSSR) dan Sanggar Ari Kpin. (Foto ini milik kawan saya : Pungki).

Ada juga mata kuliah kependidikan. Seperti Landasan Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Pengelolaan Pendidikan, dan lain-lain. Mata kuliah inilah yang akan menunjang teman-teman untuk menjadi seorang guru.

Kalau ditanya mata kuliah apa yang paling Favorit, jawaban saya untuk saat ini adalah Morfologi dan Apresiasi Bahasa dan Seni (Ohiya mata kuliah ini belum saya jelaskan, ya.). Kenapa? Sebab, meskipun Morfologi terkesan memusingkan tetapi benar-benar menantang dan menarik! Dari Morfologi saya jadi tahu bagaimana suatu kata bisa terbentuk, dan apa saja problematik pembentukan kata yang biasa terjadi di masyarakat. Kalau apresiasi bahasa dan seni, saya menyukainya, sebab selain mengapresiasi bahasa, kita juga akan belajar mengapresiasi berbagai seni nusantara mulai dari tarian, pakaian adat, makanan daerah (biasanya yang ini kudu bawa contoh makanannnya nih), seni bela diri, dll.

Tugas-tugas yang diberikan oleh dosen biasanya seperti apa?

Macam-macam. Ada tugas makalah dan presentasi (yang ini mungkin teman-teman udah bosan ya^^), tugas membaca novel dan antologi puisi (ini yang paling saya suka), menganalisis cerpen (ini juga saya suka), tugas bermain drama di kelas, menganalisis wacana (ini tugas ilmu kebahasaan biasanya. Cukup menantang, lho!),  observasi ke sekolah-sekolah, membuat film kelas (ini menguji solidaritas banget, haha), tugas menonton pagelaran drama, dan yang saat ini paling saya tunggu-tunggu adalah tugas membuat pagelaran di mata kuliah Pagelaran Sastra semester empat nanti (Saat ini saya masih on the way semester 4^^). Konon katanya, tugas ini adalah tugas yang cukup berkesan (bagi sebagian alumni dan kakak tingkat yang saya kenal). Sebab, tugas membuat pagelaran ini akan banyak menguji solidaritas, kekompakkan, dan kesabaran kita dengan teman-teman sekelas. Ohiya, di semester lima nanti juga akan ada tugas membuat buku bahan ajar untuk siswa, loh!

Saat menonton Pagelaran Drama yang dilaksanakan oleh kakak tingkat semester 4. Pagelaran ini merupakan tugas akhir mata kuliah Pagelaran Sastra di semester 4. (Foto ini milik kawan saya : Pungki).

Terakhir nih, jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, memiliki 3 konsentrasi, yaitu BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing), Jurnalistik, dan Sanggar Sastra. Oke kawan-kawan, sepertinya cukup sekian deskripsi program studi saya, semoga bermanfaat, dan tetap semangat!


Tentang Penulis : Debby Fajarahmi

Seorang pecinta sastra yang sedang mengenyam pendidikan di jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI angkatan 2016. Saat ini, yang bersangkutan sedang berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya, mohon doanya, ya!

Ig: @debbyfjrhm | blog: debbyfajaa.wordpress.com | e-mail: byfajarahmi@gmail.com

Kode Konten: X318

3 thoughts on “Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia UPI (Debby)”

  1. assalamualaikum wr wb
    kak, boleh tanya dong?
    buat masuk BIPA itu kita bisa milih, atau ditentukan dari nilai nilai kita?
    terus negara apa aja kak yang termasuk BIPA?
    BIPA ini hanya ada di UPI atau di univ lain jg ada kak?
    terima kasih banyak~~
    wassalamualaikum wr wb

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *