Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Riau (Novia)

Assalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh. Apa kabar, Intipers? Semoga dalam keadaan baik dan masih setia dengan kata. Perkenalkan, saya Novia Fahronnisya, panggil saja Ovi. Saya seorang mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Riau (UR). Mulanya saya tak begitu berpuas diri lulus di Prodi ini, tetapi waktu dan pengalaman perlahan memahamkan saya, bahwa takdir tak akan pernah salah alamat. Alhamdulillah, sambil terus memahamkan diri, akhirnya saya bertahan hingga semester 5. Kesibukkan saya dalam bidang akademis saat ini tidak banyak, hanya sedang memperjuangkan IP agar sama seperti semester sebelumnya,  dan sedang bimbang memilih konsentrasi apa yang akan saya ambil sebagai langkah awal menulis proposal. Selain kesibukan akademis, saat ini saya juga sedang menaruh perhatian besar pada Himaprodi PBSI FKIP UR, lembaga yang menghimpun mahasiswa PBSI. Di sini saya diberi amanah sebagai Ibu Rumah tangga-nya Hima, sebut saja Sekretaris Umum. Sebagai seorang yang bertugas mengurus administrasi dan kesekretariatan, saya dituntut untuk pandai-pandai mengatur waktu agar tujuan utama saya datang ke kampus ini tidak terkesampingkan.

Pada tulisan ini saya akan berbagi cerita tentang bagaimana pengalaman saya memaksa hati untuk mencintai Prodi ini, sampai akhirnya saya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.

Pada 9 Juli 2015, layar gawai saya mengabarkan sebuah berita gembira tentang kelulusan saya pada tes SBMPTN yang telah saya lalui satu bulan sebelumnya. Alhamdulillah, di tanggal kelahiran Ummik, saya bisa menghadiahi beliau berupa kenyataan bahwa saya diterima di Prodi PBSI, FKIP, UR.

Adilah_Nidaulyumna_1

PBSI UR merupakan Prodi PBSI yang berada di bawah naungan Perguruan Tinggi yang satu-satunya berstatus Negeri di Riau. Di lingkungan UR sendiri nama PBSI dikenal sebagai Prodi yang mendulang banyak prestasi di bidang seni dan sastra. Yah, di sini kami memang tidak hanya ditempa untuk menjadi seorang guru Bahasa Indonesia, tetapi kami juga dibekali banyak teori tentang kebahasaan (linguistik), kesenian, dan kesastraan. Pada tataran fakultas, Prodi PBSI tak jarang memborong juara dalam ajang bergengsi berbasis seni. Alhamdulillah, sejak 3 tahun terakhir PBSI menjadi juara umum dalam agenda seni dan pendidikan tahunan di FKIP, yakni Pendidikan Expo. Luar biasa, bukan? Yah, paling tidak melalui pencapaian-pencapaian itu PBSI bisa mempertanggungjawabkan wajahnya yang dikenal sebagai Prodi yang kaya akan seni dan sastranya.

Webp_net_resizeimage

Tidak biasa dipungkiri bahwa sebagian besar orang beranggapan bahwa PBSI merupakan Prodi dengan tingkat kesulitan yang tak seberapa (bahkan saya sempat menjadi satu dari sebagian besar itu). Di sini lah berlaku kalimat yang berbunyi ‘kamu tidak akan pernah tahu bagaimana suatu sistem, sebelum kamu masuk ke dalam sistem itu’. Salah satu yang menjadi alasan mengapa saya tak cukup berbahagia ketika lulus di Prodi ini tidak lain karena PBSI banyak dianggap sebagai Prodi ‘pelarian’; bagi orang-orang yang enggan bergulat dengan rumus. Setelah beberapa bulan memaksa diri untuk mencintai Prodi ini, akhirnya saya memahami bahwa PBSI tak seperti yang dibayangkan banyak orang. Benar bahwa kami tak menemui banyak rumus, tetapi bukan berarti kami tak menemukan kesulitan pada tiap mata kuliah yang menjadi beban di setiap semesternya. Sebagian orang mungkin berpikir bahwa yang kami pelajari hanyalah unsur intrisik pantun dan puisi, serta bagaimana cara menulis dan membaca yang benar. Lewat tulisan ini saya ingin sedikit meluruskan, bahwa mata kuliah yang saya pelajari sejak 5 semester ini tidak semudah yang saya dan sebagain orang duga. Kami berkenalan dan wajib mengakrabkan diri dengan beberapa istilah asing dalam linguistik, beberapa teori dalam kesastraan, serta sejarah kesastraan yang tidak hanya pada tataran Indonesia, melainkan dunia.

Jika kamu adalah seorang yang senang mengajar, menulis,  dan berkesenian, maka Prodi PBSI merupakan pilihan yang paling tepat.

Sebagai Prodi yang berada di jurusan FKIP, tentunya di sini kita akan ditempa menjadi seorang pengajar dan pendidik. Pada semester-semester tertentu kita akan menemui mata kuliah yang menuntun kita bagaimana menjadi seorang guru yang baik, misalnya mata kuliah Pengembangan Peserta Didik (PPD) yang telah saya temui pada semester 4. Dengan mempelajari mata kuliah ini, tentunya kita diharapkan agar kelak  menjadi seorang guru yang mampu memenuhi hak-hak murid dengan cara memahami apa sebenarnya yang menjadi kewajiban kita sebagai tenaga pendidik.

Apakah kamu memiliki ketertarikan dalam dunia literasi? Nah, di Prodi ini kamu akan menemukan banyak ilmu kebahasaan yang insyaa Allah akan menunjang kemampuan kamu dalam kegiatan menulis. Setelah beberapa semester menghadapi teori, pada semester 3 sampai semester 5 kamu akan diminta untuk mempraktikkan teori yang sudah kamu pelajari melalui tulisan yang kemudian akan dibukukan. Saya sendiri telah melewati fase ini pada semester 5, dimana kami ditugaskan menulis beberapa buah puisi yang insyaa Allah dalam waktu dekat akan diterbitkan.

Apakah kamu juga memiliki ketertarikan dalam bidang seni? Di Prodi ini kamu juga bisa mengeksplor minat dan bakat seni yang kamu miliki, lho. Pada semester 5 kamu akan mempelajari mata kuliah Sanggar Sastra, dimana nantinya kamu akan dibimbing untuk menampilkan sebuah pertunjukan yang berbau sastra dan seni. Mungkin ilmu kesenian yang didapat di sini tidak cukup dalam jika kamu bandingkan dengan jurusan Sendratasik, tetapi setidaknya minat dan bakat kamu tidak akan dibiarkan terpendam selama kamu memang ingin memperbaharuinya. Himaprodi PBSI juga akan memfasilitasi kamu untuk mengeksplor minat dan bakat seni yang kamu miliki melalui ‘Sanggar Tempa’, sebuah sanggar yang berada di bawah naungan Divisi Minat dan Bakat yang menjadi wadah untuk mengembangkan dan menyalurkan minat dan bakat mahasiswa PBSI dalam bidang seni dan sastra.

Jika salah satu dari alasan calon mahasiswa masuk ke Prodi ini untuk menghindari sulitnya rumus, maka PBSI merupakan satu dari beberapa Prodi yang bisa dijadikan pilihan. Di Prodi ini, khususnya mata kuliah berbasis sastra, kita cenderung belajar dengan cara menalar, menafsir, dan menginterpretasi. Salah satu mata kuliah sastra yang akan menuntut kita untuk banyak menalar dan menafsirkan ialah Apresiasi Sastra. Nah, pada mata kuliah ini kita harus menafsir, menginterpretasi, dan mengapresiasi karya sastra milik beberapa sastrawan ternama di Indonesia.

Nah, untuk mata kuliah berbasis linguistik sendiri kita dituntut untuk memahami teori dan menganalisis bahasa, baik bahasa tulis maupun lisan. Misalnya mata kuliah Semantik yang mempelajari tentang pemaknaan bahas. Untuk mengetahui makna maka kita harus memahami teorinya lebih dulu.

Selama 5 semester menjejaki perjalanan ini, mata kuliah yang paling saya senangi adalah Aliran Linguistik (AS). Pada mata kuliah ini saya mulai mengenal beberapa aliran dalam kebahasaan. Sebenarnya bukan aliran-aliran itu yang membuat saya terkesan, tetapi pada mata kuliah inilah pengetahuan saya dalam hal menulis sedikit banyak bertambah. Pak Ilham Hapadean,  dosen pengampu mata kuliah AS, telah mengajarkan saya banyak hal sederhana namun sangat penting untuk ketahui oleh penulis atau ‘calon’ penulis. Misalnya ketepatan penggunaan spasi dan tanda baca. Jika kita perhatikan pada beberapa karya tulis, baik di media cetak maupun media dalam jaringan (daring), hal sesederhana ini terkadang terkesan tidak begitu diperhatikan. Sering saya dapati kasus ketidaktepatan penulisan semacam ini, salah satunya pada tulisan saya sendiri, hehe. Namun, sejak adanya mata kuliah ini, kesederhanaan-kesederhanaan tersebut justru menjadi perhatian saya. Sejak saya mulai sedikit memahami tentang penggunaan spasi dan tanda baca yang benar, saya selalu berharat tertarik mencari kesalahan penulisan pada tulisan-tulisan yang saya baca, baik dari media cetak maupun media daring, tujuannya ialah tidak lain untuk mengasah kemampuan yang saya miliki.

Di Prodi PBSI mahasiswa lebih sering ditugaskan untuk membuat makalah yang berisi kajian-kajian ilmu kebahasaan dan menganalisis karya sastra. Tugas yang paling berkesan bagi saya ialah tugas membaca dan menganalisis 15 buah novel ini saya temui pada semester 2. Ini tentu menajdi jumlah yang luar biasa bagi orang yang tak begitu gemar membaca seperti saya. Selama proses penyelesaian tugas itu, saya mendadak menjadi orang yang mencandui novel, dimana ada saya di situ ada novel. Dalam seminggu saya pernah melahap 3 buah novel dengan ketebalan menengah. Luar biasa, bukan?

Selain itu, tugas yang paling berkesan bagi saya ada pada mata kuliah Sanggar Sastra. Tugas kali ini bukanlah teori dalam bentuk tertulis, melainkan berupa praktik. Selama kurang lebih dua bulan, saya dan teman-teman satu kelas bertungkus-lumus mempersiapkan banyak hal demi berhasilnya sebuah pertunjukan yang durasinya tidak lebih dari dua jam. Selama proses persiapan hingga pertunjukkan berlangsung, banyak hal yang terjadi dan akan menjadi satu dari beberapa kenangan terindah yang pernah kami lalui selama berada di ‘Kampus Biru Langit’ ini.

Pada Prodi PBSI terdapat tiga konsentrasi yang harus kita pilih saat ingin memulai mengerjakan proposal, yakni linguistik, sastra dan pengajaran. Seperti yang sudah saya jabarkan di atas, linguistik merupakan ilmu kebahasaan, sedangkan sastra merupakan ilmu kesastraan, dan pengajaran merupakan ilmu kependidikan.

Pada bagian ini saya tidak akan menceritakan banyak tentang tugas lapangan, karena yang lebih banyak kami lakukan selama 5 semester ini ialah mengkaji, mengkaji, dan mengkaji karya sastra. Selain itu sejauh ini saya juga memang belum pernah ditugaskan untuk turun ke lapangan melakukan praktik atau penelitian tertentu. Namun, seperti Prodi yang berada di lingkungan FKIP pada umumnya, di awal semester 7 kita akan melewati masa KKN dan PPL yang kata kebanyakan senior terdahulu masa-masa itu akan diliputi banyak kesan dan kenangan indah. Mungkinkah demikian? Saya hanya bisa menjawabnya apabila saya sudah masuk kepada fase itu.

Mengingat bahwa PBSI merupakan Prodi yang diperuntukkan bagi calon tenaga pendidik, maka tentu saja sebagian besar dari alumni kini telah bekerja sebagai dosen bahasa dan sastra, serta sebagai guru Bahasa Indonesia dan/ atau guru Kesenian pada tingkat SD, SMP maupun SMA. Selain itu, tidak sedikit juga lulusan PBSI yang kini namanya dikenal sebagai seorang sastrawan dan sering diundang sebagai pengisi acara atau juri dalam agenda berbau sastra. Tak cukup sampai di situ, berkat ilmu menulis yang didapati setelah lebih kurang 8 semester, beberapa alumni PBSI juga telah berhasil menerbitkan buku, baik buku ilmiah maupun buku fiksi.

Sepertinya sudah cukup panjang dan jelas, ya, cerita mengenai Prodi yang saya cintai ini. Jadi, bagi teman-teman yang sedang mencari jurusan yang ketika lulus tak hanya bisa menjadi guru, melainkan juga menjadi penulis sekaligus pegiat seni, PBSI UR wajib menjadi salah satu dari daftar pilihanmu. Sekian dan terima kasih. Wassalamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokatuh.

(Keterangan: foto penampilan Sya’ir pada pertunjukan Sanggar Sastra)
(Keterangan: foto bersama pasca sukses dalam pertunjukan Sanggar Sastra)

Bio: Novia Fahronnisya

Seorang mahasiswi semester 5 Prodi PBSI FKIP UR. Saat ini sedang sibuk mempertahankan IP, memikirkan konsentrasi untuk menulis proposal, dan mengemban sebuah amanah dalam bidang administrasi dan kesekretariatan. Saya sangat senang menulis, hampir setiap kejadian saya abadikan melalui tulisan, karena saya tahu bahwa saya bukan pengingat yang baik. Dengan menulis saya berani lebih jujur, jujur untuk menyatakan tanpa harus melisankan.

Kode Konten: X307

2 thoughts on “Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Universitas Riau (Novia)”

  1. Assalamu’alikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam kenal kakak😊😊😊
    Perkenalkan nama saya Dina Novita dari Riau, Kabupaten Inhil. Kebetulan saya sebentar lagi akan menghadapi kelulusan dan menginjak ke perguruan tinggi, di UNRI saya memang berniat pada jurusan ini kak, kebetulan juga saya trauma dengan pelajaran yang berbaur rumus hehe. Nah, Saya ingin bertanya, apakah ketat untuk persaingan pada tahun ini?? Lalu apakah IPK selalu naik?? Dan apa pendapat kakak dengan tingkat kesulitan dalam jurusan ini ??
    Mohon jawabannya kakak
    Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *