Farmasi Universitas Pancasila (Ruben)

Hai! Perkenalkan, Saya Ruben Andrianto. Saya biasa dipanggil Ruben. Saya alumni program studi S1 Farmasi Universitas Pancasila angkatan 2013. Saat ini saya sedang melanjutkan pendidikan di program studi profesi Apoteker Universitas Pancasila.  Yupp, langsung saja sharingnya. Teman-teman sudah pernah dengar tentang prodi S1 farmasi dari Universitas Pancasila?  Kira-kira apa saja ya yang dipelajari di program studi ini? Apa cuma meracik dan membuat obat saja? Untuk teman-teman yang baru dengar farmasi universitas pancasila, program studi ini sudah berdiri sejak tahun 1963 loh! Kebayangkan sudah berapa alumni farmasi yang dihasilkan? Wuihhhh…

Program Studi S1 Farmasi

Waktu pertama kali kamu dengar “Farmasi” yang terlintas di pikiran kamu apa? Pasti membuat obat atau hapalan yang banyak banget. Yup, itu ga salah kok! Tapi itu hanya sebagian kecil dari apa yang dipelajari di farmasi. Saya sedikit ceritakan tentang S1 Farmasi di Universitas Pancasila yaa dan setahu saya sih farmasi di universitas lain, tidak jauh beda. Biar mempermudah, waktu SMA kamu pernah belajar MIPA kan? Yupp, itu ilmu MIPAnya kepake semua. Misalnya Pelajaran Matematika, kita farmasi belajar matematika dasar dan statistik tujuannya sih untuk membantu pengolahan data hasil penelitian kita nanti (pas skripsi). Pelajaran Kimia, kalau kimia ini banyak banget, mulai dari kimia dasar, kimia analisis, kimia organik, analisis instrumen, analisis makanan, analisis farmasi dan masih banyak lagi bumbu-bumbu ilmu kimia yang digabung dengan ilmu lain. Salah satunya kita dapat mengetahui jenis kandungan zat yang terdapat dalam obat itu. Pelajaran Fisika, nanti kita akan belajar fisika dasar dan farmasi fisika . Lalu Pelajaran Biologi, kalau yang ini, di Farmasi Universitas Pancasila memang banyak bahas istilahnya “back to nature” setahu saya ini juga menjadi fokus diberbagai institusi pendidikan farmasi lain juga. Pengembangan obat sekarang-sekarang ini juga menggunakan bahan alam / herbal kan? So, Pelajaran Biologi bakal menjadi dasarnya. Kita akan belajar mata kuliah Biologi Sel, Biologi Molekuler, Botani Farmasi, Farmakognosi,  Farmakologi, Patofisiologi, Mikrobiolgi, Anatomi tubuh dan banyak lagi. Lalu untuk kamu yang dari SMF (Sekolah Menegah Farmasi) ? Pasti kamu sudah lebih paham tentang farmasi dibanding teman-teman dari SMA kann hehe.

Adilah_Nidaulyumna_1

Gambaran beberapa mata kuliah diatas yang saya sebutin tadi, jadi sedikit kebayangkan kalau ilmu di farmasi itu luas bukan tentang kimia-kimia aja tapi kepake semuanya se-MIPA.

Webp_net_resizeimage
Foto suasana praktikum

Belajar Apa Aja dan Mata Kuliah yang Paling Berkesan

Di semester pertama, ada pelajaran Botani Farmasi.. ini super duper luarbiasa banyak hapalannya. Matkul (mata kuliah) ini pelajarin jenis-jenis tanaman bukan cuma nama indonesianya aja tapi segala jenis nama latinnya dan bukan cuma itu aja, kamu juga harus hapalin bentuk tanaman-tanamannya. Daun bentuknya itu ada yang oval, lancip ujung, lonjong bawah dan sebagainya kan? Itu semua di hapalin dengan nama latinnya hahaha. Luarbiasa bukan? Lalu setelah naik tingkatan ada lagi lanjutan mata kuliahnya yaitu Farmakognosi. Setelah kamu di semester satu hapalin jenis tanaman-tanaman itu, di matkul Farmakognosi, kamu pelajarin jenis kandungan kimia di dalam tanaman-tanaman itu misalnya Alkaloid, Terpenoid, Minyak Atsiri dan banyak lagi (ini saya sebutin nama kandungan senyawa kimia dalam tanaman). Tujuannya belajar itu, sederhananya begini. Kalau kamu mau buat obat herbal, kamu harus tahukan kandungan tanaman itu yang  mana dapat berkhasiat untuk mengobati sakit tertentu? Yup itu yang farmasi pelajari dan pelajaran ini paling menguras daya ingat saya ahaha berkesan banget dehh mata kuliah ini. Istilahnya “ngapalin satu, nguap satu” karena banyak banget hapalannya hahaha.

Yang kedua, saya coba pilih yang agak beda jauh jenisnya dengan mata kuliah dari tanaman-tanaman itu ya. Mata kuliah ini Farmasetika Dasar, Farmasi Formulasi Teknologi Sediaan Padat, Sediaan Cair, Setengah Padat-Cair dan Sediaan Steril. Yup, mata kuliah ini berfokuskan pada formulasi sediaan farmasi (untuk yang belum tahu, sediaan farmasi itu terdiri dari obat, bahan obat, obat tradisional dan kosmetika). Di mata kuliah ini, sederhananya kita akan belajar tentang cara membuat obat yang bentuknya beragam, mulai dari salep, krim, gel, pil, kapsul, tablet dan banyak lagi.

Selanjutnya, tentang analisis farmasi dan analisis intrumen, kita tidak hanya belajar membuat obat, mempelajari bahan alam, selain itu semua kita juga mempelajari bagaimana cara mengecek jumlah kandungan obat dipasaran. Kurang lebihnya begini, Kamu percaya darimana kalau obat parasetamol yang beredar itu dosisnya 500 mg?  Nah, kita juga pelajari pemastian kandungan tersebut. Tujuannya supaya masyarakat itu mendapatkan efek obat yang sesuai dan aman dikonsumsi hehe.

Foto waktu saya menjadi asisten praktikum mata kuliah analisis instrumen (bersama teman-teman)

Yang terakhir nihh, tentang farmakologi, farmakoterapi dan mikrobiologi. Yupp, kalau untuk jenis mata kuliah seperti farmakologi, farmakoterapi dan semacamnya pelajaran ini sama banget sama jurusan kedokteran. Tapi jurusan kedokteran harusnya lebih mendalam dibandingkan kita farmasi yaa. Jadi yang belum tahu bedanya kedokteran sama farmasi, farmasi itu juga pelajari beberapa mata kuliah kedokteran (walau ga sedalam kedokteran) tapi pelajarannya juga cukup banyak (menurutku sih hehe). Jadi farmasi juga mempelajari penyebab sakit penyakit, jenis bakteri atau virus, anatomi dan fisiologi tubuh. “Tapi”, tujuan kita mempelajari itu semua bukan untuk mendiagnosa penyakit pasien. Tetapi tujuan kita sebagai farmasi adalah lebih fokus ke “obat” yang kita buat itu nantinya digunakan untuk penyakit apa dan ditujukan ke organ tubuh apa. Kamu ga mungkin memperbaiki sesuatu tanpa memahami dulu apa penyebab kerusakannya. Sama seperti itu, kalau mau buat obat untuk menyembuhkan orang sakit, kamu harus tau juga segala jenis penyebab penyakit itu. Supaya nantinya saat dokter mendiagnosa penyakit A, B, C itu segala jenis obat sudah tersedia sesuai dengan penyebab sakit masing-masing.

Kegiatan dan Tugas Perkuliahan

Lalu bagaimana untuk kesibukan perkuliahan di Farmasi? Yang saya jawab adalah tugas, praktikum, tugas lagi, praktikum lagi. Kalau waktu saya kuliah S1 Farmasi itu, kuliah dari senin-jumat mulai dari jam 8 sampai jam 3 sore (ini full setiap hari seriusan), kadang masuk sabtu dan kadang masuk sampai jam 5 sore di hari weekday. So, buat kamu yang mau kuliah Farmasi sambil kerja, coba untuk berpikir dua kali ya  karena jadwalnya padat. Emang sebanyak apa sih mata kuliahnya kok bisa full kayak gitu? Kalau di Farmasi Universitas Pancasila, kita ada praktikum yang durasinya itu 3 jam dan ada juga yang 6 jam. Jadi kalau yang 6 jam, mulainya jam 9 pagi selesai praktikumnya itu jam 3 sore dan setelah itu kamu mau pulang? Gabakal bisa hahaha, lanjut lagi kuliah jam 3 sampai jam 5 sore. Seru kan? Nanti juga bakal terbiasa kok. Untuk jadwal praktikum itu jumlahnya 3-4 kali dalam seminggu. Jadi hampir setiap hari kita bawa “jas lab” untuk kuliah praktikum dan untuk ujian praktikum tertentu (kayak Lab Formulasi Sediaan), kalau ujian itu bawa koper. Whattt koper? Iyaa koper isinya buku referensi semuaa hahahaha. Ga percaya ?

Foto waktu ujian praktikum mata kuliah formulasi sediaan setengah padat dan cair

Well, dari semua hal yang udah diceritain, semua itu seru kok! (beneran) Dari hati kecil saya yang paling dalam sebenarnya kangen juga dengan pengalaman-pengalaman itu karena waktu kita bersusah payah itu ga cuma sendirian tapi bareng-bareng sampai belajar bareng buat ujian praktikum. Itu memoriable banget ! hahaha..

Foto kemasan-kemasan yang berisikan obat buatan sendiri (berkelompok buatnya)

Prospek Kerja

Lalu lulusan Farmasi itu dapat kerja dimana saja? Jadi, biasanya lulusan farmasi itu dapat bekerja di Pelayanan Kesehatan seperti Instalasi Farmasi Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik dan Apotek. Lalu dapat bekerja di Industri seperti Industri obat, kosmetika, pangan, Distributor obat, kosmetika dan pangan. Di industri bisa di bagian Quality Control, Quality Assurance, Marketing, Research and Development dan Produksi. Lalu dapat bekerja di Pemerintahan seperti contohnya lembaga Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Masih banyak lagi sebenernya untuk lapangan pekerjaannya. Misalnya seperti tadi, sediaan farmasi itu bukan hanya obat saja melainkan kosmetika juga. Istilah kosmetika disini bukan hanya yang dipakai wanita saja (alat make-up) melainkan sejenis seperti sabun dan shampoo juga termasuk kosmetika  yang artinya banyak banget contoh sediaan farmasi dan kamu pelajari  dasar itu semua.

Nah gimana seru kan kuliah Farmasi? Masih banyak banget hal-hal menarik lainnya. Feel free aja kalau mau bertanya, silahkan J

Your passion is everything ! Tetap semangat ditunggu ya para generasi farmasi selanjutnya !


Tentang Penulis : Ruben Andrianto

Alumni program studi S1 Farmasi Universitas Pancasila – FFUP. Menulis di blog, sharing mengenai isu-isu kefarmasian. Saat ini sedang melanjutkan studi di program studi Apoteker di Universitas Pancasila.

Web: www.rubenandrianto.com | Instagram: @rubenandrianto | twitter: @ruben_uben  | Facebook: https://www.facebook.com/ruben.andrianto

Kode Konten: X302

4 thoughts on “Farmasi Universitas Pancasila (Ruben)”

  1. Kak aku sekarang semester 4 DIII farmasi di di akademi farmasi suasta, rencana setelah lulus D3 mau lanjut ke farmasi UP, itu adalah harus bunda 1 tahun dulu apa bisa langsung? Terus untuk ektensi apakah ada bisa kuliah sambil kerja (kelas karyawan) kalau misalkan ada biasanya kuliah hari apa, dari jam berapa sampai jam berapa. Oiya satu lagi untuk lanjut dari D3 ke S1 berapa tahun? Terimakasih kak untuk jawabannya.

    1. haii Hepi, untuk lulusan D3 setau saya harus kerja dahulu setahun baru dapat melanjutkan kuliah S1 (bila mau). Untuk ekstensi dari D3 ke S1 di UP itu setara dengan semester 3, jadi nanti kamu masuk langsung semester 3. kalau untuk kuliah karyawan setau saya sampai saat ini di S1 UP belum ada kelas karyawan. Sekian, semoga membantu 🙂

  2. Kak, di UP itu gurunya (S1 farmasi) banyakan yg asik atau yg menyeramkan?wkwkwk
    Masuk di otak gak kak kalau ngajarin? Saya orangnya lemot dan harus di ajarin dengan sabar hehe.
    Trus disana itu, emang gurunya pada pelit nilai ya kak? Di jawab tiga-tiga nya ya kak. Makasih kak.

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *