Assalamu’alaikum wr wb
Haloo Intipers. Perkenalkan nama saya Rusli Akhmad Junaedi atau akrab disapa Rusli tapi kalau di rumah saya biasanya dipanggil Rudi. Saya merupakan mahasiswa Ilmu Filsafat, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta angkatan 2014. Sebelumnya, saya menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di SMK Muhammadiyah 2 Taman–Sidoarjo jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Lah kok anak teknik masuk filsafat. Memang apa menariknya? Mungkin teman-teman bertanya-tanya mengenai saya yang banting setir dari yang dulu belajar teknik justru kini menekuni filsafat. Selain itu, teman-teman mungkin juga sering bertanya-tanya filsafat itu belajar apa?
Baik, salah satu yang motivasi saya ketika mengikuti SNMPTN pada tahun 2014 lalu dengan memilih jurusan filsafat UGM (alhamdulilah keterima), karena kurangnya ahli filsafat di Indonesia padahal filsafat merupakan ibu dari segala ilmu. Tidak hanya itu, filsafat sebagai jalan hidup juga memberi sudut pandang lain yang tentu sangat berguna saya dalam memandang realita kehidupan di masa mendatang agar saya dapat memandang hidup lebih luas dan menyeluruh.
Alasan saya memilih UGM sebagai tempat melanjutkan studi, karena UGM memiliki jati diri sebagai universitas Pancasila tentunya merupakan lembaga pendidikan yang tepat untuk saya belajar mengenai filsafat, khususnya filsafat Pancasila dan filsafat Nusantara. Selain itu, PTN di Indonesia yang membuka jurusan filsafat sementara ini UI dan UGM. Tentu saya memilih UGM, karena UGM berlokasi di Kota Yogyakarta yang dijuluki sebagai kota budaya dan kota belajar. Saya yakin akan sangat kondisif manakala menempuh studi di Kota Yogyakarta.
Namun, beberapa stereotype yang berkembang di masyarakat mengenai jurusan filsafat sering kali kurang baik, semisal jangan kuliah filsafat nanti ateis, ngapain kuliah di filsafat susah dapat kerja, dikira orang gila, ngapain belajar filsafat mau jadi ahli nujum, dan selalu ditanya filsafat itu belajar apa? Ya, streotipe itu sering didengar oleh mahasiswa filsafat. Padahal, belajar filsafat justru memperkuat iman kita, karena filsafat mempelajari hakikat segala sesuatu termasuk hakikat agama dan Tuhan itu sendiri. Ketika tahu apa hakikat agama, maka secara tidak langsung pemahaman tersebut dapat meningkatkan keyakinan Tuhan bahwa Tuhan itu ada dan bagaimana keberadaan Tuhan itu dibuktikan serta diuraikan dengan akal sehat.
Belajar filsafat bukan untuk meramal apalagi menjadi ahli nujum. Ketika kuliah filsafat ada mata kuliah logika yang mana dalam perkuliahan tersebut dijelaskan hukum-hukum penalaran yang lurus sehingga dapat membuat proposisi serta argumentasi yang logis. Tentu tidak tepat mengatakan belajar filsafat dapat menjadikan seseorang percaya hal-hal yang bersifat klenik. Filsafat sangat menunjung tinggi akal budi dan suara hati manusia bukan mempercayai mitos-mitos yang sulit dibuktikan kebenarannya.
Terkait dengan meluruskan anggapan miring yang selama ini berkembang di masyarakat, beberapa hal yang dipelajari ketika kuliah di Fakultas Filsafat UGM, yakni Logika, Filsafat Barat, Filsafat Cina, Filsafat India, Filsafat Nusantara, Filsafat Pancasila, Metafisika, Epistemologi, Aksiologi, Etika, Filsafat Politik, Filsafat Sejarah, Filsafat Pendidikan, dsb. Oh iya, S1 Ilmu Filsafat UGM memiliki empat konsentrasi studi, antara lain: (1) ilmu dan teknologi; (2) sosial dan politik; (3) religi dan budaya; dan (4) etika terapan. Kalau saya sendiri mengambil konsentrasi studi sosial dan politik.
Kebanyakan kuliah filsafat bersifat pemahaman, artinya kuliah filsafat bukan hanya sekadar menghafal namun kita juga dituntut untuk memahami teks, pemikiran filsuf dari berbagai aliran filsafat, serta skema pemahaman filsafat sistematik. Ketika kuliah di filsafat, secara tidak langsung kemampuan membaca dan memahami teks, menulis artikel ilmiah maupun makalah, serta kemampuan beragumentasi akan sangat terasah sebab tugas-tugas kuliah di filsafat sangat erat dengan aktivitas membaca, menulis, serta diskusi.
Salah satu mata kuliah yang saya minati dan berkesan ketika kuliah di Fakultas Filsafat UGM adalah filsafat sejarah. filsafat sejarah. Filsafat sejarah merupakan cabang filsafat khusus yang mengkaji persoalan kesejarahan yang merupakan salah satu ciri khas eksistensi manusia. Filsafat sejarah berurusan dengan pemaknaan, tujuan sejarah, serta hukum-hukum pokok yang mengatur perkembangan dan perubahan dalam sejarah.
Mata kuliah filsafat sejarah sangat berkesan bagi saya sebab pada saat saya mengambil mata kuliah tersebut saya sedang bersama dengan tim sedang meneliti mengenai pemaknaan sejarah dan historisitas pemeluk agama lokal Islam Wetu Telu di Bayan, Lombok Utara. Hal yang membuat saya begitu terkesan dengan pemeluk agama lokal Islam Wetu Telu, yakni pandangan hidup mereka “Pantang Melupakan Leluhu”. “Pantang Melupakan Leluhur” sebagai filsafat masyarakat Islam Wetu Telu merupakan tradisi serta strategi kebudayaan yang menurut saya relevan dan diperlukan di zaman sekarang. Nilai-nilai filosofis yang ada pada “Pantang Melupakan Leluhur” sangat relevan apabila dirumuskan sebagai konsep pembangunan di Indonesia yang berasaskan historisitas manusia atau “bangsa sadar sejarah”.
Tugas-tugas yang diberikan selama menjalani perkuliahan lebih banyak berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis, seperti review litelatur, menulis makalah, membuat paper, bahkan membuat mini riset yang nantinya di mata kuliah lain yang berkaitan dengan tugas tersebut dapat dikembangkan sebagai bahan untuk menulis artikel di jurnal ilmiah atau bisa jadi digunakan sebagai bahan awal untuk menulis skripsi.
Tenang aja, kuliah di filsafat nggak melulu teoretis dan selalu bergelut dengan buku serta pemikiran yang sifatnya abstrak nan konseptual. Di filsafat UGM juga terdapat kuliah lapangan. Saya sendiri mengikuti kuliah lapangan sebanyak dua kali pada tahun 2015 dan 2016. Pada tahun 2015, sistem perkuliahan lapangan ditentukan dari mata kuliah yang diambil, biasanya mata kuliah yang dijadikan perkuliahan lapangan merupakan mata kuliah semester lima dan enam. Kala itu, saya sedang mengambil mata kuliah filsafat pendidikan dan alhamdulilah mata kuliah tersebut terpilih sebagai mata kuliah dengan sistem perkuliahan lapangan. Perkuliahan lapangan pada tahun diadakan di Bali dengan mengunjungi berbagai lokasi yang kuat akan nilai budaya dan historis. Salah satu tempat yang saya kunjungi waktu itu, yaitu Desa Adat Panglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.
Namun, pada tahun 2016 sistem perkuliahan lapangan diadakan berdasarkan sistem angkatan, yakni angkatan yang telah memasuki semester lima atau enam. Alhamdulilah, ketika sistem tersebut diberlakukan saya tengah memasuki semester lima serta kembali mendapatkan kesempatan untuk mengikuti kuliah lapangan yang lokasinya kebetulan sama dengan tahun sebelumnya di mana waktu itu saya juga ikut, yaitu di Bali. Lokasi-lokasi yang dikunjungi secara umum tidak terlalu berbeda jauh dengan yang saya kunjungi ketika mengikuti kuliah lapangan pada tahun sebelumnya.
Bagaimana dengan prospek dan karier alumni filsafat UGM? Alumni filsafat bekerja di berbagai sektor, namun sepengetahuan saya alumni filsafat lebih banyak yang bekerja sebagai dosen, penulis, peneliti, maupun akademisi. Beberapa alumni Fakultas Filsafat UGM yang memiliki prestasi yang membanggakan di tingkat nasional bahkan internasional serta menduduki jabatan penting di berbagai institusi, antara lain: Eka Kurniawan (novelis), Puthut EA (salah satu founder Mojok.co), B.W. Purba Negara (sutradara dan penulis skrenario), A.M Hendropriyono (Mantan Kepala BIN), Prof. Sutrisna Wibawa (Rektor UNY), Prof. Warsono (Rektor Unesa), Dr. M. Mukhtasar Syamsuddin (Akademisi), Darmaningtyas (Pegiat LSM Pendidikan dan Transportasi), Nezar Patria (Redaktur Vivanews.com), Dhohir Farisi (Politisi). Klo ada pertanyaan seputar jurusan filsafat bisa langsung komen di bawah yaaa 🙂
Rusli Akhmad Junaedi
Laki-laki kelahiran Surabaya, 24 Mei 1996. Memiliki minat terhadap filsafat pendidikan, etika lingkungan, dan filsafat sejarah. Ia kini aktif sebagai ketua umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Ibnu Khaldun UGM dan sekretaris Jurnal Filsafat UGM. Sedang menyelesaikan skripsinya tentang pendidikan kepramukaan.
Kode Konten : X136
Kak kalo mau masuk ilmu filsafat ugm jalur sbmptn susah ga ? Misal kayak pesaingnya gitu atau passing grade.nya
Enggak kok, yang penting tetap semangat belajar dan yakin kalau kamu bisa kuliah di UGM. Memang beberapa tahun ini peminat filsafat UGM meningkat, akan tetapi bukan berarti itu menjadi halangan
Ka saya sekarang kelas 11 MIA.. dan kbtulan saya tertarik dengan ilmu filsafat.. Tolong rekomendasiin dong buku filsafat bagi pemula seperti saya😊 Buku apa yaa?
Tetap semangat untuk mendalami. Mungkin sedikit buku yang bisa saya rekomendasikan seperti “Dunia Sophie” by Jostein Gaarder, “Pintu Masuk ke Dunia Filsafat” by Harry Hamersma, “Pengantar Filsafat” by L. Kattsoff, dan seri filsafat untuk pemula by Richard E. Osborne
Oh sipp kaa👍 Mkasihh banyakk ☺
Kira” prospek kerja apalagi ya kak untuk lulusan filsafat selain kaya diatas ?? Aku thun ini dftr snmptn ambil filsafat krna aku suka. Aku mau jd dosen yg brrti lnjut S2. Nah, aku bingung ka saat llus S1 nnti aku krja apa.
Di jawab ya kak, Makasih 🙂
Thanks buat Hany atas pertanyaannya. Kalau untuk prospek kerja sebenarnya jurusan filsafat itu jurusan yang cukup fleksibel dalam melamar pekerjaan. Sekarang ini kebanyakan lowongan kerja mensyaratkan pada semua jurusan. Sepengetahuan saya, lulusan S1 filsafat ada yang bekerja sebagai administrator akademik di sebuah universitas, kerja di berbagai kementerian seperti kementerian dalam negeri, kementerian pembedayaan perempuan dan perlindungan anak, ada yang juga yang kerja di bank, dsb. Saranku kalau untuk prospek jurusan tak perlu untuk terlalu dibikin ribet. Follow your passion.
Saya masih kelas 11 SMK sih. Jurusan filsafat ini jadi salah satu rekomendasi jurusan kalo nanti kuliah. Kalo boleh tau selain UI dan UGM yang ada jurusn filsafat dimana lagi ya kak?
Oh ya, kebetulan saya aktif sekali di kegiatan kepramukaan. Kalo kakak berkenan mungkin saya bisa sedikit bantu untuk skripsinya yang mengenai pendidikan kepramukaan.
Hai, elita thanks buat pertanyaannya. Sekolah filsafat selain di UI dan UGM dikelola oleh swasta, seperti STF Driyakara Jakarta, Sekolah Tinggi Filsafat Islam Jakarta, Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jakarta, Sekolah Tinggi Filsafat Widya Sasana Malang, dsb.
Boleh banget kalau mau bantu aku skripsian. Nanti aku minta id-line, mau wawancara sama temen2 sd, smp, dan sma/smk tentang kebijakan pendidikan kepramukaan sebagai ekstrakulikuler wajib.
Makasih kak atas jawabannya. Semoga saya bisa diterima dijurusan filsafat. Aamiin.
Ini id line saya kak➡ elitaindrawati9
Terima kasih ya..