Sosiologi UIN SGD (Desti)

Perkenalkan nama saya Desti Wiranti biasa dipanggil Desti. Tapi ketika di kampus seringkali dipanggil dengan kata “ledom”. Anak hits pasti tau apa maksudnya, saya sih agak kebingungan ketika teman-teman memanggil kata itu. Entah saya terlalu kudet (huuu). Saat ini saya seorang mahasiswi aktif di UI Negeri alias Universitas Islam Negeri Bandung hehe’. And than, saya adalah salah satu mahasiswa Sociology semester empat.

Okeh, saya akan sedikit berbagi nih buat adik-adik calon maba unchh seputar Universitas dan jurusan saya. Siapa sih yang engga tau sama “UIN”, yupss salah satu dambaan banget bagi para anak Aliyah atau Pasantren ini. Namun bukan hanya itu, tidak sedikit dari kalangan bocah ber rok atau celana abu-abu mengidolakan Universitas Islam yang berlebel Negeri ini. Bukan hanya itu loh guys! Info menarik dari Universitas Islam Negeri Bandung ini adalah hal yang menjadi daya tarik banyak kalangan. Yupss, harga yang sangat terjangkau serta fasilitas yang tidak kalah lengkap dengan Universitas lainnya yang terkenal di Indonesia.

Mmmm, berbicara mengenai Sosiologi ada dua aspek yang perlu diketahui di Universitas Islam Negeri Bandung ini. Sosiologi terapan dan Sosiologi murni. Wuhh menarik bukan? Ketika dari kalian yang ingin mengambil prody Sosiologi terapan, kalian harus banyak-banyak membaca reverensi atau buku dari berbagai penulis yang nantinya akan memudahkan kalian memecahkan masalah. Karena Sosiologi terapan ini literaturenya bisa dari text book, jurnal, internet, dan informasi lainnya yang mudah dicari. Selain itu tujuan penelitian untuk mengembangkan atau menyelesaikan masalah yang ada dari massa yang terdahulu. Alat laboratorium banyak ditemukan karena sering dipakai untuk analisa rutin. Hasil penelitiannya juga diminati oleh masyarakat karena berekonomi tinggi. Yaa hasilnya bisa jadi cagur gituuu hihi… Bagaimana dengan Sosiologi Murni yang saya ambil? Saya flashback dulu ya sebelum berlanjut ke inti jurusan biar kalian fresh gitu.

Awalnya saya masuk Sosiologi Murni itu ketidaksengajaan karena informasi yang saya dapat sangat minim. Dan kebetulan orangtua saya tidak mengenyam masa kuliah. Jadi bisa dikatakan saya adalah makhluk peralihan. Mengapa? Karena dulu saya bersemedi di Tsanawiyah dan Aliyah jurusan Agama. Orangtua saya hanya ingin saya menjadi seorang guru. Katanya sih katanyaaa.. Seorang guru adalah profesi yang sangat mulia. Karena ilmu yang kita miliki akan terus berlanjut pada generasi selanjutnya. Namun, saya ternyata terjebak di Jurusan yang sangat asing. Bukan hanya masalah sosialnya, tapi Murninya itu. Bahkan guru Tsanawiyah saya bilang lulusan Sosiologi Murni dibilang banyak yang menjadi pengangguran. Woww, awalnya seneng bisa lulus di UIN tapi seetika hati terpatahkan oleh kabar burung itu huhu.

But, Takdir Kuasa sang Maha Pencipta ternyata begitu besar untuk saya. Sosiologi murni merupakan salah satu prody di Universitas Islam Negeri Bandung yang berstatus ISO. Tau engga ISO itu apa? Itu loh mahasiswanya yang bisa hijrah ke Negeri orang. Dan itu hanya ada di FISIP, yang terdiri dari jurusan Sosiologi, Manajemen dan Administrasi Negara. Sosiologi Murni ini sangat unik dan penuh dengan tantangan. Karena literaturenya susah didapatkan. Tujuan penelitiannya untuk mengembangkan Teori serta membuktikan Teori yang ada. Tidak ada lab, karena penelitian selalu langsung terjun ke lapangan. Tidak harus selalu lapang yang panas loh guys, kita pergi ke Minimarket saja bisa memahami perilaku mereka. Bahkan lebih dari perilaku. Mantap kaan?

Banyak yang bertanya gimana sih setelah menjalani rutinitas menjadi seorang Mahanya dari siswa yang nantinya berstatus Sosiolog? Nah, bagi kalian yang banyak mengeluh masalah tugas sekolah, don’t panic, dinikmati saja. Karena hal tersebut sebagai pelatihan kalian agar nantinya tidak kaget. Kaget? Iyalah, karna menjadi mahasiswa tidak terlalu begitu indah seperti adegan di sinetron yang hanya mengulas percintaan. Ada sejuta tugas didalamnya. Tugas apa saja sih? Mencari reverensi, menganalisa, membandingkan permasalahan yang ada, mencari jalan keluar, mengola nalar filsafat, da nada hitung menghitung. Jangan salah loh, menjadi seorang sosiolog juga harus pandai statistika. Bermanfaat loh untuk jenjang karir kalian. Cukup mudah asal kalian serius dan rajin.

Saya kasih contoh mengenai salah satu kegiatan mahasiswa Sosiologi. Akhir tahun kemarin ceritanya kita tamasya tapi harus bikin hasil laporan analisa gitu. Tepatnya di Desa Cikoneng Kabupaten Pangandaran. Disana kami mempelajari bagaimana suatu desa ingin mengembangkan citra wilayahnya menjadi suatu “Desa Wisata”. Prospeknya keren kan? Tapi setelah diamati beberapa point penting terabaikan. Salah satunya bagaimana desa wisata itu cepat berkembang jika teknologi yang mereka pakai sangat minim. Serta harus adanya kerja sama dengan pemerintah. Karena siapa lagi yang akan memberi anggaran jika bukan pemerintah? Hihi. Kita sebagai mahasiswa memberi arahan bagaimana cara memelihara kebudayaan yang mereka miliki, serta apa saja yang perlu diperbaiki sehingga desa wisata yang mereka inginkan segera terealisasi. Begitupula dengan menyebarkan keindahan pesona alam Indonesia bagian Barat ini. Menarik kan?

Lebih dalam lagi pembahasan pokok yang ada di Sosiologi adalah, mata kuliah yang berciri khas Sosiologi dan Ilmu kemasyarakatan. Apa saja sih? Teori Sosiologi Klasik, Teori Sosiologi Modern, Perubahan Sosial, Konflik Sosial, Gender, Keluar, dan lain sebagainya yang memang perlu daya talar analisa yang sangat kuat. Ketika ditanya Sosiologi itu banyak hitungan atau hapalan? Sebenarnya, dari rincian diatas udah ketebak dong ya, kedua-duanya bisa saja masuk kategori, namun yang lebih dominan dalah daya nalar Analisa yang memang harus berdasarkan teori. Dan perlu kalian tahu bahwa teori bukan hanya untuk dihapal namun untuk menjadi daya nalar. Bisa dikatakan sebagai kitabnya mahasiswa Sosiologi.

Jangan pernah takut untuk prospek kedepannya, karena jejang karir lulusan Sosiologi ini sangat luas. Bukan hanya menjadi seorang guru atau sosiolog saja. Namun, dunia perusahaan, pemerintah dan lembaga Internasional, serta organisasi Non pemerintah juga bisa kita raih loh. Buktinya Ketua DPRD Bandung adalah lulusan Sarjana Sosiologi, Wanita lagi. Uhh yang mau kuat ayo buktikan di Jurusan ini. Dijamin ga akan bosen soalnya ga muluk di kelas terus, sering jalan-jalan keluar. Menganalisa layaknya seorang intel (wkwk).

Oiya saya sarankan kalian harus berorganisasi, terus kalau Universitas kalian nanti ada pemilihan Duta harus ikut serta ya. Banyak manfaat loh, selain bisa jalan-jalan dan makan gratis kita juga punya kemampuan public speaking dan kemampuan intelektual diatas rata-rata mahasiswa biasa. Tunjukan bahwa menjadi seorang aktivis tetap bisa berprestasi dan bisa meraih Cumlaude. Yeayy!

Ayo guys pilih jurusan sesuai kata hati kalian. Dan ketika kalian mendapat jurusan yang sama sekali tidak kalian suka atau tidak ada kaitannya dengan kemampuan kalian jangan sedih. Ada jalan dibalik kesulitan. Orang sukses tercipta dari usaha dan doa serta ridho orangtua. Bukan Universitas dan Jurusan yang kalian pilih. Semangat untuk Ujian Nasionalnya, jangan lupa budayakan membaca. See you!!

Kode Konten : X163

One thought on “Sosiologi UIN SGD (Desti)

  1. Assalamualaikum kakak, kalo misalnya kita tadinya sekolah di smk kira2 nyambung ga ya sama sosiologi?
    Makasih kak

Ayo tanya kak Desti disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *