Hai intipers ! Kenalan yuk! Saya Ai Nurlaelasari Rusmana, nama hematnya Ai (hehe). Saat ini saya menjadi mahasiswa “tingkat akhir” prodi Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia. Sebagai mahasiswa “tingkat akhir”, saat ini saya sedang disibukkan dengan aktivitas magang di sekolah sebagai “bu guru Biologi” juga sedang menulis skripsi. Ehm, mohon do’anya ya semoga semuanya dilancarkan dan dimudahkan sampai topi toga bertandang di kepala saya hehe aamiin.
Well, kali ini saya akan mencoba berbagi cerita tentang pengalaman saya berkuliah di prodi Pendidikan Biologi UPI sejak tahun 2013 lalu. Mulai darimana ya?
At first, saya mau kenalin dulu nih prodi Pendidikan Biologi UPI. Tahukah kamu? Prestasi membanggakan yang baru saja diraih oleh prodi Pendidikan Biologi UPI adalah menjadi prodi Pendidikan Biologi “satu-satunya” di Indonesia yang mendapatkan assessment AUN-QA. Wait, AUN-QA itu apa ya? AUN-QA kepanjangan dari ASEAN University Network-Quality Assurance merupakan kegiatan yang dilakukan AUN untuk melakukan penjaminan mutu program studi pendidikan tinggi yang menjadi anggota AUN. Singkatnya, prodi Pendidikan Biologi UPI tidak hanya meng-Indonesia, tetapi juga sudah diakui di lingkup ASEAN, intipers! FYI, tiap tahunnya prodi Pendidikan Biologi UPI tidak pernah kesepian peminat lho. Even, diantara prodi-prodi lainnya di UPI, prodi kami adalah salah satu prodi terfavorit yang diminat dedek-dedek emesh dari SMA yang mau masuk UPI. Bayangkan saja, untuk mendapatkan satu kursi di prodi ini, para pendaftar harus bersaing dengan kurang lebih 30 orang lainnya. Wiih, cukup kompetitif ya?
Kedua, seringkali orang menganggap kalau di prodi Pendidikan Biologi kita hanya belajar pelajaran biologi tingkat SMA karena asumsi mereka lulusan prodi ini hanya akan bekerja sebagai guru biologi di SMA. No, it’s totally wrong. Selama perkuliahan di prodi Pendidikan Biologi ini kami dituntut untuk belajar secara mendalam ilmu-ilmu biologi sehingga tidak jarang kami mempelajari apa yang dipelajari mahasiswa-mahasiswa Biologi. So, di prodi ini kami tidak hanya belajar mendalam tentang ilmu-ilmu pendidikan tetapi juga ilmu biologi nya. Lengkap kan?
Mata kuliah yang paling berkesan versi saya adalah penelitian pendidikan dan ekologi umum. Kenapa coba? To be honest, semester 3 adalah semester yang bisa dibilang paling mengubah mindset saya tentang dunia pendidikan. Pada awalnya, saya selalu berpikiran bahwa dunia pendidikan gitu-gitu aja, kurang menantang, monoton. Akhirnya, semester 3 saya dipertemukan dengan seorang dosen mata kuliah penelitian pendidikan yang sangat luar biasa dan sangat expert di bidang pendidikan. Beliau telah membuka pikiran saya, mengubah paradigma saya tentang pendidikan sampai-sampai saat ini saya yakin berkata “Education is my passion and become educator is my future”. Di mata kuliah ini saya belajar bahwa dunia pendidikan terus berinovasi. Banyak sekali research yang terus dikembangkan dalam dunia pendidikan. Besides, saya pun bertemu dengan mata kuliah ekologi umum di semester 6. Mata kuliah ini memiliki menawarkan pengalaman yang super duper unik. Setiap weekend mahasiswa pergi berlibur ke alam. Bukan hanya berlibur, tapi kami membawa seperangkat alat pengamatan untuk mengukur kondisi lingkungan yang diamati. Misalnya saja waktu pengamatan akuatik (lingkungan air). Disaat banyak orang sedang berlibur di teras Cikapundung yang merupakan salah satu spot sungai instagramable karya kang Emil, saya dan teman-teman rela nyebur ke sungai untuk mengukur suhu air sungai, kekeruhannya, kecepatan aliran sungai, dll. Bisa ditebak kan kalau pada saat itu kami menjadi bahan tontonan para pengunjung disana haha pasang muka tebal sajalah. Yang tidak pernah terbayangkan seumur hidup saya adalah saat saya dan teman-teman lainnya harus menembus rimbunnya hutan mangrove ketika kuliah lapangan besar ekologi umum ini. Saya yang tidak pernah ke hutan mangrove sebelumnya sangat kaget saat harus menyusuri hutan mangrove sambil bawa-bawa alat pengamatan. That’s so cool experience, guys. Ga semua orang bisa merasakan sensasi berjalan menembus kerapatan akar-akar besar pepohonan di hutan mangrove. Terbukti, mata kuliah ini menantang kami untuk survive dan berbaur dengan alam. Ga cuma jadi future biology teacher, kami pun dibentuk menjadi sosok-sosok pecinta lingkungan dan para survival di prodi ini. Cielaaah.
Selain memotivasi di bidang akademis, dosen-dosen di prodi pendidikan biologi pun tidak bosan-bosannya memotivasi dan membimbing mahasiswanya untuk cemerlang di bidang non-akademis. Alhasil, banyak mahasiswa pendidikan biologi yang aktif dalam kegiatan olimpiade, kewirausahaan, kepenulisan, kepemimpinan, dan lain-lain. Saya sendiri sudah tertarik dalam bidang kepenulisan ilmiah sejak awal masuk UPI sehingga saya masuk ke dalam UKM keilmiahan di kampus. Dididik dan ditempa menjadi seorang peneliti dan penulis karya ilmiah, seringkali saya mendapatkan kesempatan untuk pergi-pergi keluar kota bahkan ke luar negeri untuk mengikuti kegiatan keilmiahan, seperti konferensi, kompetisi karya tulis ilmiah, dan lainnya. Saya menyebutnya scientific traveling alias jalan-jalan ilmiah. Lumayan kan, jalan-jalan gratis didanai kampus apalagi kalau dapat juara, uh double-double bonusnya hehe. Sebagai mahasiswa pendidikan Biologi bukan berarti penelitian saya pun terbatas pada bidang pendidikan Biologi. Di kampus, dosen-dosen membiasakan mahasiswanya untuk melakukan penelitian di bidang Biologi. Misalnya di mata kuliah mikrobiologi dan fisiologi tumbuhan, kami diberi tugas akhir untuk melakukan mini riset, penelitian sederhana di bidang mikrobiologi dan fisiologi tumbuhan. Tuh kan, bidang pendidikan oke, bidang biologi pun siapa takut?
Karena pembiasaan inilah, tidak jarang mahasiswa pendidikan biologi pun mendapatkan hibah penelitian di bidang biologi misalnya program kompetitif dari DIKTI yang biasa disebut PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Selain itu, lulusan-lulusan prodi Pendidikan Biologi pun banyak yang melanjutkan studinya ke bidang Biologi. Memang, lulusan prodi Pendidikan Biologi yang masuk melanjutkan ke bidang Biologi seringkali dipandang sebelah mata. Eh, jangan salah. Banyak kok dari lulusan prodi Pendidikan Biologi UPI mampu beradaptasi dengan lingkungan studi bidang Biologi. Saat ini, prodi Pendidikan Biologi UPI telah banyak menghasilkan alumni yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya di luar negeri, seperti UK, Jepang, dan Korea. Mantap tenaaan.
Oh ya, sebagai calon guru Biologi, kami pun diberikan kesempatan untuk magang atau istilah kerennya PPL di lingkungan sekolah. Tidak hanya di SMA, kami pun diberikan pilihan untuk magang di SMP. Yang lebih keren lagi, prodi Pendidikan Biologi UPI sudah beberapa kali mengirimkan delegasinya untuk magang di sekolah luar negeri, misalnya di Thailand dan Singapura. Wah wah wah, gimana tuh rasanya mengajar anak-anak Thailand dan Singapura? Unforgetable experience pastinya.
So, buat teman-teman yang sedang mengintip-intip program studi Pendidikan Biologi, mari kemari. Prodi Pendidikan Biologi UPI patut kamu pertimbangkan! Kami tunggu kedatanganmu ya !
Oh iya kalau ada pertanyaan langsung aja yaa tanyain di kolom komentar 🙂
Ai Nurlaelasari Rusmana
Mahasiswi semester 8 prodi Pendidikan Biologi FPMIPA UPI. Aktivitas saat ini adalah magang di sekolah, menulis skripsi, mengikuti beasiswa pelatihan kepemimpinan “Young Leaders for Indonesia” dari Mc Kinsey, dan mengembangkan social project di bidang pendidikan. Hobby saya menulis, karena dengan menulis saya hidup dan ada.
Kode Konten : X125