Teknik Konstruksi Gedung Polban - Deasy

Sumber foto: http://bit.ly/1lWt6Ny

Hallo Intipers! Kenalin nama Saya Deasy Monica Parhastuti atau biar lebih akrab panggilnya Desmon aja ya. Saya adalah alumni dari jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung Prodi Teknik Konstruksi Gedung angkatan 2013 dan sekarang lagi ngelanjutin kuliah S1 ekstensi di UNJANI.

Sebelumnya, pasti diantara kalian banyak yang bingung bedanya teknik sipil dengan arsitektur tuh apa sih? Nah kalo teknik sipil itu adalah sebuah cabang ilmu yang mempelajari tentang merancang, membangun, merenovasi ga hanya gedung dan infrastuktur tetapi juga lingkungan dan kemaslahatan hidup manusia. Sedangkan Arsitektur adalah ilmu yang mempelajari tentang desain atau bentuk sebuah bangunan. Atau singkatnya di jurusan Teknik Sipil tuh belajar tentang gimana mendesain bangunan yang efisien dan optimal dalam segi kekuatan struktur maupun biaya. Sedangkan Arsitektur belajar tentang gimana mendesain visual sebuah bangunan.

Nah, lalu pasti banyak yang nanya “Kalo di jurusan Teknik Sipil itu belajar apa aja sih?” Di jurusan Teknik Sipil ini mostly materinya adalah matematika dan fisika. Matematika dan fisika yang dipelajari di teknik sipil ini sebenarnya sudah pernah dipelajari dasar-dasarnya selama SMP dan SMA namun lebih sedikit kompleks aja.

Lalu, apa bedanya jurusan Teknik Sipil di Politeknik dengan jurusan Teknik Sipil di Universitas? Perbedaannya adalah di Politeknik itu lebih fokus terhadap suatu prodi yang kita pilih dan para lulusannya diharapkan untuk langsung menerapkan keahliannya. Porsi pembelajaran di Politeknik yaitu 60% praktik dan 40% teori. Di POLBAN sendiri, ada 4 prodi dari jurusan Teknik Sipil, Yaitu:

  1. D4 Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan,
  2. D4 Teknik Perawatan dan Perbaikan Gedung,
  3. D3 Teknik Konstruksi Gedung,
  4. D3 Teknik Konstruksi Sipil.

Sedangkan di universitas cakupan pembelajarannya lebih luas dan mempelajari semua hal yang ada pada cabang-cabang prodi tersebut namun tidak terlalu terfokus seperti Politeknik. Untuk porsinya yaitu 60% teori dan 40% praktik.

Ada banyak praktikum yang dipelajari selama Saya kuliah 6 Semester di POLBAN. Mulai dari Praktikum Bahan Bangunan, Lab. Konstruksi Kayu, Lab. Konstruksi Batu, Praktikum Hidrolika Terapan, Praktikum Perancangan Beton Tulangan, Lab. Konstruksi Acuan Perancah, Lab. Konstruksi Plumbing, Lab. Uji Tanah, Lab. Uji Bahan, Lab. Konstruksi Baja dan Lab.

Selain praktikum, diajarkan juga loh untuk merancang atau mendesain struktur sesuai prodi masing-masing. Misalnya Saya belajar di Prodi Teknik Konstruksi Gedung, maka Saya akan mendesain struktur sebuah gedung mulai dari mendesain pondasi, struktur baja, beton hingga kayu. Selain mendesain dan merancang gedung, Tidak lupa juga Saya mempelajari materi tentang manajemen konstruksi seperti estimasi biaya, jadwal pekerjaan proyek dll.

Lalu, Saya juga diajarkan menggunakan software. Software yang diajarkan tentunya yang berkaitan dengan prodi yang kita pilih. Saya diajarkan mulai dari pemrograman menggunakan FORTRAN, lalu menggambar menggunakan AUTOCAD hingga membuat pemodelan struktur menggunakan SAP200 dan ETABS.

Last but not least, selain mempelajari mata kuliah yang “sipil banget”, Saya pun mempelajari mata kuliah lainnya seperti Utilitas Bangunan Gedung, Bahasa Inggris teknik, Bahasa Indonesia, PKN, K3, Lingkungan Hidup dan Hukum Konstruksi juga.

Untuk tugas yang diberikan oleh dosen, pastinya semua mata kuliah perancangan atau membuat desain struktur pasti ada tugas besar yang harus dikumpulkan sebelum UAS dan biasanya sebelum dikumpulkan, akan ada persentasi.

Untuk mata kuliah Praktikum pun sama, ada laporan-laporan dari job-job praktikum yang harus dikerjakan baik ditulis tangan maupun diketik. Lalu, Saya harus melakukan tanya jawab semua job praktikum dengan dosen pembimbing untuk mengukur sejauh mana pemahaman dan sebelum menjelang uas diadakan sidang praktikum yang rasanya tuh tegang-tegang gimana gitu hahaha.

Menurut Saya, mata kuliah yang paling berkesan adalah mata kuliah PKL atau Praktik Kerja Lapangan. Karena hal tersebut benar-benar melatih Saya untuk belajar gimana caranya semua teori dan praktikum yang udah didapatkan selama perkuliahan di aplikasikan secara langsung secara real di lapangan. Ga Cuma skill dari akademik aja, tapi juga soft skill yang kita punya. Selama PKL Saya belajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan tukang hingga engineer yang ada di lapangan.

Nah, yang tadi Saya ceritakan kan seputar akademik. Kali ini Saya akan menceritakan seputar kegiatan non-akademik. Di jurusan Teknik Sipil Polban sendiri ada kegiatan organisasi himpunan yaitu HIMAS. Di HIMAS, Saya dan teman-teman yang lainnya diajarkan bagaimana caranya bertanggung jawab, peduli dengan orang lain, melatih kepekaan terhadap sekitar, mampu berpikir di bawah tekanan, mampu berinisiatif, mampu mengemukakan pendapat dan hal-hal lainnya.

Ada banyak sekali kegiatan menyenangkan yang dilakukan berdasarkan proker setiap tahunnya. Seperti seminar nasional tentang ilmu ketekniksipilan, tutor sebaya, TRY OUT, HIBADES dan masih banyak lagi. Nah, yang menurut Saya sangat mengasyikkan adalah proker HIBADES atau HIMAS Bangun Desa, contohnya saat kegiatan HIBADES pada tahun 2015 kemarin (saat Saya masih menjadi mahasiswa disana hehehe) adalah mengedukasi anak SD di Ciwaruga tentang pentingnya menjaga lingkungan dan dampak yang ditimbulkan apabila kita tidak menjaga lingkungan. Selain itu, kami pun membersihkan gorong-gorong di sepanjang jalan ciwaruga agar tidak terjadi banjir saat turunnya hujan. Untuk kalian yang penasaran apa aja kegiatannya, bisa di cek di link ini -> http://bit.ly/2jPsUlf

Pasti banyak dari kalian yang bertanya-tanya, “lulusan teknik sipil itu kerjanya gimana sih?” Well, banyak banget kok peluang yang tersedia untuk jurusan teknik sipil. Seperti bekerja di kontraktor atau konsultan sebagai perencana, pengawas dll. Bekerja di Oil and gas, manufaktur atau Pertambangan juga bisa. Atau buat kamu yang ingin menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kamu pun bisa menjadi peneliti atau dosen. Bahkan jika jenjang pendidikan dan pengalaman di lapanganmu sudah mumpuni, Kamu bisa banget menjadi ahli dalam salah satu bidang teknik sipil seperti ahli Struktur, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, Air dan Transportasi.

Kalo Saya sendiri, sekarang Saya bekerja sebagai Civil Engineer di sebuah perusahaan kontraktor di Bandung dan teman-teman Saya ada yang bekerja sebagai perencana di perusahaan konsultan dan ada pula yang bekerja sebagai pengawas di lapangan. Berikut ini adalah sebagian foto saya dan teman-teman mengenai gambaran pekerjaan di lapangan.

Nah setelah kalian membaca tulisan ini, mungkin kalian merasakan gundah gulana apakah sebaiknya kuliah jurusan teknik sipil di politeknik atau di universitas. Well, menurut Saya yang telah merasakan keduanya alias Saya kuliah D3 di Politeknik dan melanjutkan S1 di universitas. Saya lebih senang kuliah D3 di Politeknik terlebih dahulu karena disana Saya diajarkan banyak sekali praktik dan teori praktis yang biasa digunakan di lapangan nah lalu Saya mengasah lebih dalam kemampuan teori tersebut saat Saya kuliah di S1.

Atau mungkin sebagian dari intipers merasa tertarik dengan jurusan Teknik Sipil tetapi takut dengan Matematika dan Fisika? Jangan mundur teratur!. Saya pun awalnya takut dengan Matematika dan Fisika justru sekarang Saya menjadi senang dengan jurusan yang Saya tekuni ini, karena Saya selalu ingat apa yang dikatakan oleh salah satu dosen Saya yaitu “Tidak ada yang susah, Kamu yang selalu membuatnya terlihat susah”. Jadi, asalkan Kita mempunyai keyakinan kalau Kita bisa, ya Kita pasti bisa.

Semoga rasa penasaran intipers bisa terjawab ya. Last but not least, kenapa sih harus jurusan teknik sipil? Karena lulusan jurusan teknik sipil berkontribusi besar terhadap pembangunan seperti gedung, infrastuktur, drainase, transportasi dll. Bukankah kemajuan suatu negara dilihat dari pembangunannya? Oh iya kalau ada pertanyaan langsung aja yaa tanyain di kolom komentar 🙂

DEASY MONICA PARHASTUTI

Penulis merupakan alumni prodi D3-Teknik Konstruksi Gedung, jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bandung angkatan 2013. Kegiatan yang sekarang dilakukan adalah melanjutkan kuliah S1 di jurusan Teknik Sipil UNJANI dan bekerja di salah satu perusahaan kontraktor di Bandung. Hobi penulis membaca, menulis serta travelling.

Kode Konten : X120

 

 

 

 

One thought on “Teknik Konstruksi Gedung Polban - Deasy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *