Pend. Seni Rupa Unnes (Dewi)

Hay intipers! Perkenalkan nama saya Dewi Barata Siswa Lelana kurang panjang ya namanya hehe biasa dipanggil Dewi. Saya saat ini seorang mahasiswa aktif semester 6 di jurusan senirupa progam studi pendidikan senirupa Universitas Negeri Semarang. Saya ingin bercerita tentang jurusan saya “seni rupa” kepada adik-adik dan semua teman-teman.

Ketika mendengar kata “senirupa” apa yang ada dibenak kalian pasti “masuk jurusan seni harus punya bakat dari lahir”, hihi. Ada juga yang berasumsi “tidak bisa nggambar tidak akan bisa diterima dijurusan seni rupa”. Eitss tunggu dulu adik-adik…. dulu waktu saya masuk jurusan seni rupa saya tidak pernah merasa punya bakat, menggambar saja paling mentok pemandangan gunung lalu ada matahari ditengah, disertai jalan raya dan tiang listik hehe…Jadi di jurusan seni rupa tidak hanya menggambar karena jurusan seni rupa bukan jurusan menggambar yang mencetak calon “tukang gambar” melainkan melatih menjadi manusia yang kreatif. Jurusan SeniRupa Unnes memiliki 3 pogram studi yaitu S1 Pendidikan SeniRupa, S1 SeniRupa Murni dan D3 Desain Komunikasi Visual. Kebetulan saya diterima di prodi S1 Pendidikan SeniRupa alias calon guru senirupa hehe Amin. Prodi pendidikan senirupa keren llohhh hanya menerima 2 rombel. Kurangnya jumlah dosen yang mengajar senirupa menjadi salah satu faktor kenapa prodi pendidikan senirupa hanya menerima jumlah yang sedikit. Selain itu dengan mahasiswa yang jumlahnya sedikit tentu lebih efisien dan berkualitas ya hehe. Dan yang lebih keren lagi hampir semua mahasiswa didominasi oleh laki-laki. Kenapa ? penasaran ya? Nanti saya ceritakan di bawah. Bukan hanya mahasiswa, dosenpun didominasi oleh laki-laki tambah penasaran ya hehe.

Di PSR (Pendidikan Seni Rupa) kami mempelajari semua materi yang berkaitan dengan senirupa bukan hanya menggambar, kami juga mempelajari teori-teori mengenari senirupa dan terutama teori yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar, selain itu saya juga belajar ketrampilan-ketrampilan (menggambar, membuat desain, menyablon kaos, membuat keramik, mematung, membatik dan masih banyak lagi tidak bisa saya sebutkan satu persatu hehe). Untuk lebih jelasnya bisa search di google senirupaunnes.ac.id. Alhamdulilah kakak kelas saya banyak yang diterima mengajar di berbagai sekolah sebelum lulus kuliah. Ada juga kakak kelas yang sudah bekerjasama dengan pihak “MARVEL” (industri perfilman tingkat dunia). Banyak juga yang membuat usaha-usaha seperti mencetak sablon kaos, menjadi pelukis ternama dll. Tidak dapat dipungkiri bahwa guru senirupa sekarang masih kurang dan dibutuhkan dimana-mana. Sedikitnya jumlah lulusan senirupa tidak sebanding dengan banyaknya kebutuhan yang ada di lapangan.

Lalu saya akan menceritakan mata kuliah di seni rupa… apa ya yang paling berkesan ???? “keramik” hah keramik ? apaan ?? ubin lantai ?. bukan, jadi keramik disini kami mempelajari cara membuat keramik (guci) dengan menggunakan tanah lempung. Mata kuliah yang tidak akan pernah saya lupakan sepanjang saya tidak lupa ingatan hehe. Jadi pada mata kuliah ini saya tempuh pada semester 1 bermula dari kami membuat desain keramik, pada waktu itu saya membuat pilin kecil-kecil ditumpuk-tumpuk. Keliatannya asyikkk mainan tanah lempung seperti anak kecil ya hehe. Tapi keasyikan itu berakhir ketika pilinan itu harus dibakar pada tungku pembakaran. Dan jeng jeng jeng… apa yang terjadi ? hampir sebagian besar karya mahasiswa retak bahkan pecah. Kamipun harus mengulanginya mulai dari awal. Bahkan karena harus mengulang proses ini kami harus pulang kos sekitar pulul 11.. ya kalo sebelas siang, ini 11 nya malam hehe padahal gerbang kampus sudah tutup. Dari mata kuliah keramik saya sadar ternyata pembuatan keramik melalui proses yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Saya jadi belajar menghargai betapa nilai yang ditanamkan dalam pembuatan keramik begitu dalam yaitu kesabaran, keuletan dan ketlatenan.

Ada satu lagi mata kuliah yang sangat berkesan yaitu “batik”. Siapa yang tidak mengenal batik?. Batik merupakan salah satu warisan bangsa Indonesia yang diakui oleh Unesco sebagai warisan dunia. Dan saya disini mempelajari warisan dunia itu keren kan hehe.. jadi mata kuliah batik disini ditempuh pada semester 6 ada dua tugas yang harus diselesaikan pertama “lukis batik” ukuran 1m x1m dengan syarat harus dipamerkan di galeri. Lalu tugas yang kedua yaitu “baju batik” sebagai tugas akhir ya membatik lalu dibuat baju untuk dipakai sendiri. Pembuatan batik melalui proses yang sangat panjang memakan waktu dan memakan kesabaran hehe. Semua perlengkapan dipersiapkan sendiri mulai dari canting, malam, kompor, kain dan pewarna. Meski tugas yang diberikan “hanya 2” namun penyelesainnya memakan waktu berbulan-bulan sedangkan satu semester hanya disediakan berapa bulan hehe. Proses pembuatan batik dimulai dari menyiapkan kain yang sudah siap dicanting, lalu membuat desain gambar yang akan diterapkan pada kain, dicanting, di warnai, dilorot. Itu hanya langkah singkat dalam pembuatan batik. Jika penasaran silahkan masuk jurusan senirupa ya hehe.

follow_intipjurusan_COMPRES

 

Gambar karya lukis batik yang berhasil dipamerkan di galeri B9 Unnes pada tahun 2017

Ada satu pengalaman yang cukup berkesan berkaitan dengan mata kuliah batik yaitu “Kunjungan KKL ke Museum Danar Hadi Solo”. Disana banyak sekali pengalaman yang sangat berkesan. Karya batik yang ada disana sangat berbeda jauh dengan karya kami sebagai seorang mahasiswa. Mereka begitu menghargai proses yang begitu panjang dan rumit. Hasil karyanya pun sangat keren… mau tau berapa harga batik paling murah di Museum Danar Hadi, Rp.500.000 rupiah untuk satu potong kain ukuran paling kecil dan yang paling mahal dihargai mencapai 2 Miliyar, luar biasa ya hehe. Batik merupakan salah satu omset yang cukup menjanjikan selain karena kebutuhan dalam dan luar negeri yang banyak, pekerja batikpun masih sangat dibutuhkan. Hal ini tentu menjadi peluang industri yang cukup menjanjikan, selain dapat melestarikan kebudyaan dalam negeri, kebutuhan akan tenaga kerjapun berpeluang sangat besar mengingat jumlah pengangguran di Indonesia masih cukup banyak. Berbicara mengenai industri batik, saya pernah menjadi pembicara pada seminar dengan judul makalah  “IMPLIKASI BONUS DEMOGRAFI 2020 MELALUI PEMBINAAN TENAGA KERJA INDUSTRI BATIK DALAM RANGKA MENGHADAPI TANTANGAN MEA”.

Disitu membahas mengenai kontribusi industri batik yang sangat menjanjikan di era globalisasi terutama masalah tenaga kerja dalam menghadapi MEA (masyarkat ekonomi ASEAN).

Terakhir mengenai jurusan Pendidikan SeniRupa saya sangat bersyukur dapat diterima di jurusan ini pengalaman yang saya dapatkan untuk bekal kelak dikemudian hari, yang tidak akan pernah saya dapatkan di manapun. Oh iya jawaban dari mengapa laki-laki lebih dominasi di jurusan senirupa. Ya karena tugas yang diberikan seperti diatas, menguras tenaga tapi semua dosenya disiplin dan tampan-tampan semua loh hehe. Namun saya berpendapat dengan berada diantara laki-laki memacu saya untuk tetap tangguh dan bekerja keras agar tidak lemah dimata mereka. Hidup Kartini Indonesia hehehe….. tidak usah khawatir meski jurusan senirupa bukan jurusan yang diincar banyak orang , namun kenyataan di lapangan kami sangat dibutuhkan bahkan dicari kok. Oh iya tidak semua jurusan prodi pendidikan senirupa harus menjadi guru senirupa ya. Semua kembali kepada masing-masing individu hehe. Jika ingin menjadi seorang pengusaha pun tidak ada salahnya. Seperti kata pepatah “salah satu ciri orang sukses adalah dapat menggaji orang lain”.

Tentang Penulis : 

Saya Dewi Barata Siswa mahasiswa Unnes Prodi Pendidikan SeniRupa Jurusan SeniRupa. Hobi saya berkarya, berkarya apa saja mulai dari mendesain, mengambar, melukis dan membuat prakarya. Dari ketrampilan itu saya menghasilkan uang dari banyak pesanan dari sana sini. Untuk lebih jelas silahkan lihat di

FB : Dewi Barata Siswa Lelana

IG: @dewi_barata123_

Kode Konten : X186

2 thoughts on “Pend. Seni Rupa Unnes (Dewi)”

  1. Berarti yg masuk seni rupa kgk harus yg jago gambar???
    Kebanyakan matkul nya lapangan atay teori??
    Masih ada hitung2an??

  2. Mau tanya nih Kak, saya udah daftar jurusan pendidikan seni rupa dan sudah tes tinggal tunggu pengumuman. Kalau bicara prospek pendidik seni rupa sekarang ini gimana kak? Apa masih banyak dibutuhkan? Sedangkan saya dengan di kemudian hari pelajaran sekolah akan dipadatkan dengan pelajaran pokok. Apa mata pelajaran seni rupa masih dibutuhkan di masa yang akan datang? Mohon jawabannya. Terima kasih.

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *