Teknologi Hasil Perairan IPB (Annisa)

Annyeong intipers !

Salam kenal, saya Annisa Febrianty biasa dipanggil Febby atau Ibef.

Saya mahasiswi semester 4 Jurusan Teknologi Hasil Perairan (THP) – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) angakatan 52, tahun masuk 2015 yang sekarang lagi jadi pegiat kominfo di BEM FPIK. Sebelum saya mereview tentang jurusan saya, saya mau sedikit jelasin dulu tentang kampusnya nih.  IPB memiliki lima kampus yang tersebar di beberapa lokasi dengan peruntukan khusus yaitu, Kampus IPB Dramaga sebagai kantor rektorat dan pusat kegiatan belajar-mengajar S1, S2 dan S3. Selain itu, disediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum; Kampus IPB Baranang Siang sebagai pusat kegiatan penelitian dan pemberdayaan masyarakat serta pendidikan pascasarjana eksekutif; Kampus IPB Gunung Gede sebagai pusat kegiatan pendidikan manajemen dan bisnis; Kampus IPB Cilibende sebagai pusat kegiatan pendidikan vokasional diploma, dan Kampus IPB Taman Kencana. Untuk Prodi THP-FPIK sendiri berada di kampus IPB Dramaga-Bogor.

Nah intipers!

400

Sekarang saya mau review tentang THP nih.

THP adalah salah satu depertemen di FPIK yang berperan penting dalam kegiatan pasca panen dan penangkapan (seperti penangan dan pengolahan) dengan tetap mempertahankan mutu dan kualitas dari hasil perairan. Mungkin beberapa Sahabat intipers ketika denger THP yang muncul di benak adalah ikan asin, ikan pindang, dan terasi. Padahal THP memiliki cakupan yang sangat luas loh sahabat. tidak hanya bergerak dibidang pangan seperti pembuatan bakso ikan atau nugget, juga memiliki peluang yang sangat lebar untuk terjun ke dunia farmasi. Why??

Biota-biota hasil perairan memiliki potensi besar sebagai bahan baku pembuatan obat-obatan karena terbukti mengandung berbagai zat penting dan bermanfaat. Oleh karena itu, karena yang mengetahui tentang manfaat biota perairan dengan baik adalah THP maka THP-lah yang berpeluang besar untuk terjun pertama kali dalam pengolahan biota-biota tersebut menjadi obat yang bermanfaat.

follow_intipjurusan_COMPRES

Awalnya, saya mengira bahwa ranah kuliah THP itu soal laut-laut, pesisir dan yang lainnya yang berbau bau air. Ternyata saya salah menduga. Semester awal saya disuguhi mata kuliah eksak dasar seperti kimia, fisika, matematika, matriks, dll yang sangat seru dan menantang. Semester dua tak kalah menyenangkannya. Saya belajar mengenai mata kuliah dasar keIPS-an seperti sosiologi, pendidikan Pancasila dll. Jadi intinya, semester 1 dan 2 mahasiswa THP dibekali ilmu-ilmu dasar yang bisa diamalkan nantinya di lapangan. Nahhhhhhhh, di Semester tiga, paket mata kuliah yang harus dikontrak mulai mempelajari tentang pengantar-pengantar mengenai Prodi di THP itu sendiri seperti ekologi perairan, dasar-dasar akuakultur, mikrobiologi dasar, ikhtiologi, metode penangkapan ikan, biokimia umum, dan oseanografi umum. Itu semua adalah mata kuliah berbau perairan yang saaaaangaaaaaaat menantang. Beda dengan semester-semester sebelumnya, Sekarang, di semester 4 yaitu pintu gerbangnya praktikum, mahasiswa THP lebih diarahkan untuk mengontrak mata kuliah yang bisa diaplikasikan di praktikum, diantaranya ada metode karya ilmiah, metode statistika, fisiologi, formasi dan degradasi metabolit hasil perairan, pengetahuan bahan baku hasil perairan, dasar-dasar teknologi hasil perairan, biokimia hasil perairan, dan mikrobiologi hasil perairan.

Foto praktikum di lab

Karena prodi yang saya ambil adalah teknik, maka hampir semua mata kuliah yang disuguhkan adalah mata kuliah-mata kuliah yang bergulat di Lab. Ada sebuah joke yang mengganti kepanjangan THP menjadi “Tiap Hari Praktikum”. Lagi-lagi muncul pertanyaan, kenapa demikian?? Soalnya, seluruh mata kuliah mayor tidak ada yang tidak praktikum dan tiap hari harus masuk lab. Jadi, skema hidup mahasiswa THP adalah kosan—-> ruang kelas—> lab—> kantin—> wc—-> kosan. Gitu aja terus sampe beres. Tapi semua itu menyenangkan karena kita bisa bereksperimen banyak tentang biota-biota laut. Selain praktikum, di Lab, kita tidak hanya bergelut dengan bahan-bahan kimia saja tetapi kita juga diarahkan untuk membedah ikan-ikan dan mecoba membuat suatu pengolahan yang di dasari bahan ikan. Dari situ kita tahu tentang berbagai zat penting dan bermanfaat dari biota-biota laut.

Praktikum di lapangan

Selain itu juga, yang namanya mahasiswa teknik pasti identik dengan tugas lapangannya juga. Selama berkuliah, saya pernah berkunjung ke Tempat Pelelangan Ikan Pelabuhan Ratu untuk melakukan observasi lapangan tentang jenis-jenis ikan. Praktikum ini Merupakan aplikasi dari matakuliah ikhtiologi. Selanjutnya, saya juga berkunjung ke pantai untuk mengetahui hal-hal yang terdapat dalam suatu pantai tersebut seperti, tinggi arus, gelombang, pasang surut air, kemiringan pantai yang semuanya itu merupakan aplikasi dari mata kuliah oseanografi umum. Saya juga pernah berkunjung ke Belanakan dan sungai sungai untuk membandingkan perairan mana yang baik yang didiami oleh organisme laut, ini merupakan aplikasi dari matakuliah ekologi perairan. Praktek kerja lapang merupakan tugas lapang yang saya sukai, sebab kita dapat mengetahui secara langsung ilmu-ilmu yang tidak hanya di jelaskan secara teori saja, tetapi kita bisa membuktikan kebenarannya secara langsung di lapangan.

Mengenai sesudah lulus mau kemana dan menjadi apa ? sebenernya selama orang bisa membuat suatu olahan atau produk yang mengikuti zaman nya kita sendiri dapat membuat lapangan pekerjaan dari hasil yang telah kita peroleh. Apalagi, perairan saat ini merupakan salah satu sektor yang akan dikembangkan pemerintah, jadi pasti banyak prospek kerjanya. Berikut beberapa prospek kerja dari lulusan THP.

Di sektor Swasta, (bahasanya kaya mau menjelaskan kenaikan harga saham saja hehehe…). pekerjaan yang bisa dimasuki adalah di pabrik pakan ikan dan ternak, baik dibidang QC, Produksi, Penjualan, Pembelian, Human Resource dan lainnya. Tidak di pabrik pakan ikan saja, bisa juga dipabrik pengolahan ikan, tambak ikan atau udang, laboran tambak lain – lain.

Di pemerintahan, para lulusan dapat berkerja di Kementrian Kelautan dan Perikanan, di Dinas Perikanan Propinsi maupun Kabupaten, Balai Karantina Ikan, Balai Budidaya Air Tawar, balai Budidaya Air Payau, Balai Budidaya Air Laut, Balai Riset Pengembangan Budidaya ataupun di instansi yang tidak mengharuskan jurusan tertentu untuk menduduki posisi pekerjaannya.

Pengajar dan akademisi, di posisi ini berlaku bagi yang sabar dan telaten, sanggup belajar ilmu perikanan dengan lebih mendalam. Di lingkup ini kita bisa menjadi Dosen, Guru Sekolah Perikanan, Laboran, Peneliti, Staf Ahli dan sebagainya baik di swasta maupun negeri, namun untuk jadi dosen harus sekolah lagi S2 yang banyak mengeluarkan biaya, namun banyak juga beasiswa baik dalam negeri, luar negeri maupun double degree yang bergentayangan, kita tinggal niat, belajar giat dan berdoa saja apabila ingin mendapatkannya.

Wiraswasta, ini yang banyak dianjurkan, lulusan THP sangat berpotensi mengembangkan sektor ini, banyak yang bisa digarap di sektor ini, mulai pemijahan (hasil telor langsung jual seperti gurami (Osphronemus gouramy), pendederan, pembenihan, penggelondongan, belum lagi penjualan mengolah hasil air menjadi produk jadi, bakso ikan, ikan asin, nugget ikan, bahakan sampai obat-obat atau kosmetik-kosmetik berbahan dasar ikan, dengan cukup dimodali adalah niat dan doa.

Sebagai mahasiswa THP. saya patut berbangga karena semakin maraknya isu-isu tentang pemakaian formalin sebagai pengawet makan THP justru mampu menciptakan pengawet makanan yang aman bagi tubuh berbahan dasar kitin dan kitosan dari hewan-hewan mollusca. selain itu, ada juga salah satu temuan fenomenal yaitu lipstik dengan pewarna alami yang diambil dari biota perairan. Jadi, masyarakat awam harus mulai memperluas pola pikir mereka karena THP bukanlah jurusan tata boga dan lulusan THP juga bukan sarjana “ikan asin”.

Jadi gimana nih intipers sudah jelas kan bahwa masuk jurursan perikanan dan ilmu kelautan bukan sebuah hal yang memalukan. Semoga ga bingung lagi yah kalau udah lulus mau kemana hehe. Apapun bidang ilmu yang kalian tekuni pasti bermanfaat, karena tak ada ilmu yang tak bermanfaat. Banyak berdoa kepada Yang Maha Kuasa dengan di barengi kerja keras, jadilah yang terbaik dan membanggakan, believe your self. Fighting 🙂

Kode Konten : X172

8 thoughts on “Teknologi Hasil Perairan IPB (Annisa)”

  1. Assalamualaikum. Kak mau tanya ttng biaya kuliahnya Kak gimana? Trus di IPB itu katanya ada asrama, itu bener nggak Kak? Kak saya tahun ini insya Allah akan bergabung/jadi mahasiswa ipb prodi THP-FPIK jalur snmptn. Saya siswi di SMAN 2 sekayu, dari SMA saya hanya saya yg ambil di ipb, saya bingung kak mau hubungi alumni tapi nggak tau juga. Mohon bimbingannya ya Kak.

    1. Waalaikumsalam.
      Salam kenal yaaa…
      Biaya kuliahnya UKT cantik, disesuaikan dgn pendapatan orang tua. Pas zaman aku bener ada asrama. Aku asrama dulu 1 tahun juga. Fast respon Boleh add WA 085722167098 ya. Atau Line FebriantyAnnisa ya.. Maaf baru cek email, jadi baru bales. 😅

    2. Waalaikumsalam..
      Salam kenal ya..
      Biaya kuliahnya UKT cantik, disesuaikan dengan pendapatan orang tua. Pas zaman aku bener ada asrama. Aku asrama dulu 1 tahun juga. Fast respon boleh add WA 085722167908 atau Line Febbysca.. Maaf baru cek email lagi kemaren akun yg dikasih ada kesalaha😀

    1. Maaf ada kesalahan kmren tuh, ini id line aku febbysca
      Wa : 085722167908 maaf yah 🙂

Ayo tanya kak Annisa disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *