Pend. Teknologi Agroindustri UPI (Rif’an)

Halo intipers, Hello fooders !

Tentunya generasi millenials Indonesia. Kenalan dulu ye, saya Muhammad Rif’an, nama yang simple dan tentunya mudah dihafal kan ya. Sejauh ini saya masih berstatus mahasiswa biasa prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri Semester 5, on going to “tingkat akhir”. Aktivitas sebagai mahasiswa “biasa” saya dimulai dengan kegiatan menulis sana sini dan beberapa kegiatan pengajar ngaji, serta sedang menulis proposal praktek industri (PI)- proposal nikahnya nyusul (efek baper nopi). Mohon doanya yaaa, maksudnya untuk kelancaran PI-nya (hiks)- as soon as possible. Identitas diri udah nih, lanjut identitas program studi, yuk mari !

Si Bungsu yang Cabe Rawit

Then, saatnya intipers kenalan sama jurusan saya yang kece abis. Oke edisi serius dimulai (hehe), banyak yang kurang tepat atau mungkin bisa dibilang “gagal paham” dengan prodi satu ini, mulai kalangan X lalu Y dan terakhir Z. First, hampir semua mahasiswa baru yang masuk bertanya ini kayak jurusan Teknologi Pangan atau Agroteknologi ya kak ? kok ada pendidikanya sih kak ? wah kenapa yah dulu aku milih jurusan ini ?. Then, mahasiswa lama dari prodi atau jurusan lain bertanya apa bedanya sama tataboga atau kuliner? kerjaannya masak dong ? berarti gampang kan kuliahnya ?. Pertanyaan yang membuat saya kadang tak kuasa untuk menjawab – karena ga pake titik koma (hehe).

So the answer is, program studi ini terbilang unik karena menjadi satu-satunya prodi agroindustri yang bergerak dibidang pendidikan vokasi di Indonesia. Bingung ya dengan istilah pendidikan vokasi ?, penasaran kan !. Lebih jelasnya, kami (prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri) adalah pencetak para tenaga vokasi, simplenya guru untuk adik-adik SMK. Sepele, ya itu kata pertama yang terlintas dipikiran saya, tapi ya semua terpatahkan usai lebih dalam belajar tentang pendidikan vokasi. Terlahir pada tahun 2008, Pendidikan Teknologi Agroindustri ini menjadi satu dari sekian prodi bungsu di Indonesia University of Education dan baru membuka satu konsentrasi (Pengolahan Pasca Panen). Eiitss jangan salah, usia muda tidak membuat prodi ini sangsi dengan jati diri, meski fokus untuk mencetak pendidik, karakter teknologi pangan yaitu suasana DUDI (Dunia Industri) kental terasa utamanya pada sesi praktikum. Buat intipers, di prodi ini tak mengenal salah jurusan, karena mindset mayoritas mahasiswa akan berubah sejak -negara api menyerang- eh maksudnya sejak KKN dan PPL yang telah menanti.

Kalau disamakan dengan tata boga tentu berbeda, karena namanya saja beda (hehe) meskipun ada kesamaan (sama-sama suka makanan, hhe). Spoiler sedikit tentang tragedi mata kuliah, saya tak jarang dibuat pusing dengan laporan praktikum super detail yang mengasyikkan (1800, hiks hiks). Jadi bakal kebayang ya, kita bukan sekadar masak – meski saya sendiri kurang pandai masak- tapi kami membuat sebuah produk bernilai ekonomis untuk masyarakat dengan nilai tambah tanpa mengabaikan gizi alami pada pangan. Tingkat kesukaran kuliah sendiri ditentukan oleh intipers semua, kemauan dan tingkat kemandirian sangat menentukan karena kondisi industri di Indonesia sangat kompleks.

Kalau membahas mata kuliah, ibarat di sebuah rumah makan tentu kita akan milih menu makanan kan (maaf lapeerr) nah buat kalian yang suka pesen menu paket lengkap, prodi ini jagonya. Mau paket hitungan ? menghafal ? dan menulis ? ya semua komplit. Kalian akan ketemu lagi fisika, kimia and also biologi tentunya. Semester awal kuliah akan ada mata kuliah dasar kependidikan (MKDK) dan mata kuliah dasar umum (MKDU) yang hampir semua mahasiswa mengontrak. Psikologi pendidikan, landasan pendidikan, pendidikan sosial budaya dan jajaran pendidikan lain.

follow_intipjurusan_COMPRES
Usai Kegiatan FGD (Forum Grup Discussion) LPPM UPI bersama Prof. Rindit Pambayun – Ketua Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI)

Kenyang dengan pendidikan semester 3 akan mulai fokus, disini kenangan indah dimulai (haha). Cerita soal mata kuliah yang berkesan, Mikrobiologi Pangan menduduki nominasi mata kuliah dengan agenda praktikum yang cukup padat, tugasnya cukup sederhana -menghidupkan dan mematikan mirkoorganisme (haha)- namun menantang. Disana kita akan membuat produk dengan bantuan kapang dan khamir (sejenis mikroorganisme) misal tempe, yoghurt serta kefir. Puncak kehectikan kami adalah saat Agromeda (Agroindustry Mantain Earth Domestic Agriculture) yang menjadi tugas mata kuliah Teknologi Pengolahan Hortikultura dan Teknologi Pengolahan Serealia. Kami mahasiswa angkatan 2015 berkarya dengan hasil 24 produk inovasi pangan lokal yang oke punya. Pada pameran pangan yang kami berlokasi di parkiran ATM Center UPI kala itu terbilang meriah lohh, karena stand masing-masing sibuk dengan penilaian produk dengan mempresentasikannya kepada para dewan juri. Mata kuliah lain yang tak kalah menarik yaitu Teknologi Mikrobial, meskipun sedang dalam masa mengontrak, kami dibuat flashback ke masa “Putih abu-abu” –ya apalagi kalau bukan mendalami beberapa kingdom makhluk hidup.

Display Produk Inovasi Pangan Lokal pada saat Event AGROMEDA 2017

Tak cuma kuliah saja, mahasiswa yang sudah menginjak tahun ketiga tentu harus terjun ke lapangan – ya buat apalagi kalau tidak mengabdi. Ini lah saat paling seru –cerita dari kakak tingkat- saat Kunjungan Studi Lapangan, kami akan mengunjungi perusahaan yang tentu fokus di bidang pangan – siapa yang tidak mau hiburan asyik ini-. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa “makin jauh makin bagus lah, asal bajetnya,” kami mahasiswa pertimbangan pertama tentu, ekonomi (haha). Masa kuliah paling menantang kala praktek Industri (PI) kata kakak tingkat nih –karena kita akan jomblo, meski ada teman satu kelas pun jobdesk akan sangat berbeda. Usai “masa jones” berakhir maka beralih ke Riset Agroindustri (RA). Istilah yang tidak asing bagi anak teknik, biasanya lebih dikenal Praktek Akhir (PA) atau Tugas Akhir (TA). Ya disini saya akan mempraktekkan keilmuan sesungguhnya di laboratorium, mendesain penelitian, merancang dan melakukannya seorang diri – mungkin efek PI (hehe). Oke sekian bahasan yang akan membuat saya ingin cepat lulus, jadi mungkin cukup sekian menyoal kuliah ini itu.

Tugas mata kuliah (membuat pameran pangan) semester 4

Menginjak akhir cerita (semoga happy ending ya) saya akan bahas lulusan –Pendidikan Teknologi Agroindustri- yang tersebar di beberapa sekolah dan perusahaan. Beberapa dari alumni menempati posisi yang cukup strategis salah satunya menjadi Kepala Prodi sebuah SMK di Jawa Barat. Jadi, intipers tak perlu khawatir dan ragu lagi memasuki dunia pendidikan sekaligus teknik ini –ya meski cukup berat untuk dijalani – tapi percayalah satu hal, “Hasil tidak akan mengkhianati Usaha” (Uncchhh, wkwk). Sekian sedikit cerita saya, semoga bermanfaat 🙂


Tentang Penulis : Muhammad Rif’an

Saat ini penulis sedang menempuh pendidikan di Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri Semester 5 – FPTK UPI. Saat ini sedang menulis proposal praktek industri. Cukup aktif menjadi pengajar membaca Al-qur’an di UPI dan beberapa kegiatan kepenulisan.

  1. Instagram : @mrifan.affan
  2. Linkedin : https://www.linkedin.com/in/rif-an-muhammad-affan-174953132/

Kode Konten : X199

2 thoughts on “Pend. Teknologi Agroindustri UPI (Rif’an)”

    1. Wahhh ini nih , untuk gelar sndiri karna prodinya di univ Pendidikan jadi sma kaya jrusan lain, S.Pd. meskipun kuliahnya rasa teknik, ya masih blum bisa S.T. kak ^^ karna bukan murni, bgtulah, makasih ya kak prtanyaan bagus

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *