Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta II (Nurul)

Hello intipers !!

Aku Rama Nurularifah kalian boleh panggil aku Rama atau Nurul juga boleh. Tapi lebih famous dipanggil rama sih haha. Aku mahasiswi tingkat akhir di politeknik kesehatan kementrian kesehatan jakarta II, jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi ( Radiologi , angkatan 2015.  Semoga cepet cepet jadi Radiografer aamiin !! selain jadi mahasiswi tingkat akhir aku juga punya hobby nulis dan masak yah walaupun masih belajar sih masih di dampingin the queen in the kithcen, mommy tercinta. Disamping itu aku jugapunya sampingan haha sebenernya si Cuma karena iseng aja. Jadi calon pengusaha muda di bidang fashion. Iyaa aku menjual jilbab jaman now juga loh. Buat akusih selain buat nambah uang jajan sendiri, ya sekalian buat bantu temen yang mau berhijrah asikkk wkwk, semoga yaa. Balik lagi ah ke tujuan awal, memperkenalkan jurusan yang aku jalanin ini. Back to the topic cyin.

Ini 28 calon radiografer angkatan tahun 2015

Nah intipers, Di politeknik kesehatan kementrian kesehatan jakarta II, ada jurusan Teknik radiodiagnostik dan radioterapi untuk D3 dan D4.  jurusan yang aku jalanin ini emang terdengar jarang sekali, dan ketika orang nanya itu ngapain aja ? pasti banyak yang salah sangka dikirain aku yg suka nyirain radio gt. Padahal bukan hihi. Nah, Radiology ini ngapain aja sih ? belajar tentang apa ? terus kerjanya gimana ? dimana ? yaa intipers, aku bakalan jelasin gimna radiologi itu. Radiologi  adalah ilmu yang mempelajari tentang radiasi, salah satu ilmu kedokteran penunjang medis yang menggunakan radiasi (Sinar-X ) baik untuk diagnosis maupun terapi. Pencitraannya berupa gambaran foto. Terus nama profesinya apa ? Radiografer cyin, kalau kata orang mah taunya tukang rontgen.terus apa aja alat penunjang medisnya ? ya seperti Sinar- X , CT-Scan (Computed Tomography Sacan) , MRI(Magnetic Resonance Imaging), USG (ultrasound), Kedokteran Nuklir, dan Radioterapi. Kalau apa yang dipelajarin ? aku belajar mulai dari fisika dasar, anatomi fisiologi, anatomi radiologi, matematika radiologi , anatomi osteologi, patologi, proteksi radiasi, radiofotografi,  teknik pemeriksaan radiologi dan masih banyak lagi.  Tapi, memang belajar anatomi tubuh manusia itu gak semudah yang pernah kita pelajarin waktu SD, SMP , SMA loh karena lebih mendalam. Terus ada juga, radiofotografi itu bukan belajar tentang fotografi teknik foto bagus bagus gt loh yaa, beda ini teknik foto gimana untuk hasil gambaran pada foto bagus dan dapat didiagnosa. Ilmu yang dipelajari di jurusan ku ini, memang tergolong baru buat ku sendiri karena kaya harus belajar dari awal gitu.

Terus gimana ? jadi, nanti kerjanya kena Radiasi terus dong ? bukannya Radiasi itu bahaya ya ? intipers, karena Radiasi itu bahaya makanya ada sekolah yang yang belajar tentang ilmu radiasi yang dimanfaatkan sebagai penunjang medis. So, ?  berguna kan, karena dapat membantu dokter untuk mendiagnosa penyakit dan sebagai alat terapi cancer.  Seperti sinar-x  dan CT-Scan yang menggunakan radiasi untuk diagnosa, terus apa bedanya ? kalau CT- Scan itu lebih terperinci setiap potongan potongan tubuh dengan computer dan dapat mengahasilkan gambar 3D. Dan ada MRI (Magnetic Resonance Imaging ) pencitraan gambaran yang menggunakan magnet tidak menggunakan radiasi. Ada juga USG (Ultrasonografi ) pencitraan gambaran dengan gelombang suara. Kedokteran nukli merupakan  pencitraan kedokteran melibatkan administrasi ke pasien zat berlabel dengan radionuklida atau radiofarmasi yang memiliki afinitas untuk jaringan tertentu. Radiasi yang digunakan dengan dosis yang tinngi dan untuk target tertentu seperti tumor.

Ini waktu lagi jaga di MRI salah satu Rumah sakit di jakarta pusat.

 

Nah, ini waktu lagi jaga di konvensional. Waktu masih tingkat 2

Oh ya intipers, setelah aku jelasin sedikit tentang radiologi. Aku mau cerita gimana pengalaman aku selama praktek di rumah sakit. Jadi, waktu aku semeter 3 aku udh mulai praktek di rumah sakit, waktu itu aku praktek radiologi konvensional misalnya pemeriksaan Thorax, Abdomen, vertebrae dll. Selain belajar teknik pemeriksaan, ternyata pada waktu praktek tuh kita kaya dituntut untuk berkomunikasi sama pasien, cara berkomunikasi itu penting agar tidak salah pada waktu pemeriksaan, selain itu ketelitian juga sangat dibutuhkan, kecepatan dalam memanajemen waktu dll. Nah sekarang aku lagi praktek imejing, seperti CT-Scan, MRI, kedokteran Nuklir dan Radioterapi. Aku sih sekarang lagi jaga di MRI, kaya tuh pada awalnya teori sama praktek sulit. teori paham tapi pas praktek itu bingung, harus mulai mengerti dari awal lagi. Terus kan MRI itu waktu pemeriksannya lama bisa 30- 1 jam, gak kaya CT-scan yang hanya itungan detik, tapi memang sih di MRI gak ada radiasinya, hihi jadi lebih aman gitu deh. Enak loh, bisa kerja di rumah sakit, pertama bisa bantu orang lain, selain itu kan dapet pahala juga kalau bisa nolong dengan ikhlas.

Nah, intipers gimana ? ini sih baru sedikit dari sekian banyak yang mau aku sharing. Terus nanti kalau lulus Cuma kerja dirumah sakit ? nggak juga, selain bisa kerja di Rumah sakit, menjadi seorang aplikan, pengusaha dalam bidang radiologi, dosenm dan masih banyak gitu deh intipers..

kesan paling menarik selama praktek dan kuliah itu banyaaaak bangeeeetttt !!!!


BIO : Mahasiswi tingkat akhir prodi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi – Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Jakarta II.  Penasaran apa itu Prodi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi ? ngapain aja ? suka fisika, matematika, sains ? penasaran sama ilmu Radiasi dalam dunia medis ?   tenang aja baca dulu baru tau.  Salam Radiasi !!!

Instagram : @Ramaarifhh / @arifah.hijabb| FB : https://www.facebook.com/rama.nurullarifah

Kode Konten: X294

5 thoughts on “Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Poltekkes Kemenkes Jakarta II (Nurul)”

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *