Teknik Konversi Energi POLBAN – Asep

Halo intipers seluruh Indonesia! Sebelum saya memperkenalkan diri gak ada salahnya dong kalau kita give applause dulu buat intipjurusan.com yang berinisiatif buat bikin situs tentang pengalaman kuliah dan profil jurusan ini, so dede-dede emesh yang mau lulus gak perlu galau lagi deh buat milih jurusan yang sesuai sama passionnya. Good job! Well, nama saya Asep Nurul Aprianto. Saya alumni dari program studi D3 Teknik Konversi Energi, Politeknik Negeri Bandung angkatan 2012. Sekarang saya mau berbagi tentang gimana biar gak baper… What?! Enggak deng becanda. Sekarang saya mau berbagi tentang prodi saya tercinta, Teknik Konversi Energi (TKE).

Kita semua pasti pernah belajar tentang energi dong di sekolahan dulu. Yup, energi adalah kemampuan buat melakukan suatu kerja atau usaha. Misal mobil bergerak berarti dia punya energi yaitu energi mekanik, bola yang jatuh dari ketinggian berarti dia punya energi potensial, dan matahari sebagai bintang utama kita punya bentuk energinya sendiri. Energi sangat amat dibutuhkan manusia agar manusia bisa tetap hidup.

(Praktikum Listrik Tiga Fasa)

Nah, kalau dulu belajar energi itu apa, di prodi TKE kita bakal belajar proses pengkonversian (pengubahan) bentuk energi itu dengan mesin konversi energi. Inget ya kita bukan membuat energi, tapi mengubah karna energi tidak bisa dibuat atau dimusnahkan tetapi bisa berubah dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain. Kenapa sih harus diubah sep? Biar energi itu lebih mudah dimanfaatkan. Contohnya nih, kita beli gas LPG (sebagai sumber energi) tapi kita gak punya kompor (sebagai mesin konversi energi) maka kita gak bisa menarik manfaat dari gas LPG itu.

 

di-web

Kebanyakan orang belum tau kalau ternyata ada prodi yang beranama “Teknik Konversi Energi” meskipun dari namanya udah bisa ngira-ngira bakal belajar apa aja kita di prodi ini. Padahal prodi ini udah lama ada di Indonesia loh. Malah, mahasiswa-mahasiswa yang kuliah di jurusan Teknik Mesin sangat akrab dengan matkul “Mesin Konversi Energi” yang terkenal sebagai matkul paling ditakuti. Seriously? Emmh, ya gak tau juga sih coba tanya anak jurusan Teknik Mesin hehehe.

Tapi sebenernya di prodi TKE ini gak semua mesin konversi energi ini dibahas. Gempor deh kalau semua jenis mesin dibahas ya hahaha. Di sini kita menitikberatkan pada pengkonversian sumber energi menjadi energi listrik dalam bentuk sistem pembangkit listrik. Kenapa energi listrik? Karena energi listrik ini paling mudah penggunaannya dan pengkonversiannya menjadi bentuk energi lain lagi. Sebenernya ada sih mesin konversi energi lain yang dibahas contohnya kaya pompa, fan, mesin pendingin, kompresor, dll. Meskipun gak semua mesin konversi energi dibahas tapi setelah melewati tingkat dua kita bisa menganalisis berbagai mesin konversi energi.

Lanjut nih ke mata kuliah (matkul) yang dipelajarin di TKE ini. Di tingkat pertama kalian bakal belajar semua hal yang umum yang bakal jadi modal buat belajar di TKE ini. Ada matkul khas politeknik kaya Matematika Terapan, Fisika Terapan, Kimia Teknik, dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Ada matkul umum contohnya Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, sama Bahasa Inggris Teknik. Ada juga matkul yang energi banget kaya Sumber-sumber Energi, Termodinamika, sama Mekanika Fluida. It means, hampir semua matkul sifatnya hitungan. Tapi matkul yang lain sifatnya bukan hapalan melainkan pemahaman. Karna menghapal itu gak cukup, kita juga harus paham sama esensi-esensi dari matkul itu. Asik!

Selanjutnya tingkat dua diisi sama matkul keenergian yang levelnya lebih tinggi dibanding tingkat satu. Contohnya kaya Sistem Kontrol dan Instrumentasi, Mesin Listrik, Perkakas Listrik, Elemen Mesin, Statistika Terapan, dan Pembangkit Listrik Tenaga Termal. Wait, what?! Iya, jangan heran karna bukan jadi rahasia umum lagi kalau matkul di TKE pasti ada di prodi lain, atau kasarnya “ngambil” matkul dari prodi lain. Ini ada alasannya guys, karna kita bukan belajar tentang energi loh ya tapi belajar bagaimana memecahkan masalah keenergian lewat matkul yang diajarkan. Dari sini, mungkin kalian ada yang kaget tapi percayalah ini gak seseram yang kalian bayangkan. Porsi dari matkulnya udah diatur sedemikian rupa agar sesuai sama prodi ini.

Di tingkat tiga kita akan dipecah menjadi dua konsentrasi atau spesialisasi yaitu Utilitas Energi dan Konservasi Energi. Bedanya apa sep? Bedanya, kalau utilitas energi kita bakal belajar gimana mendesain dan instalasi sistem pemanfaatan energi kaya sistem pemipaan di gedung, sistem pendingin ruangan, dan sistem kelistrikan. Nah kalau konservasi energi kita belajar gimana manajemen dan penghematan energi di suatu tempat misal di pabrik atau di gedung perkantoran. Sebenernya perbedaannya cuman tiga matkul sih, kalau di utilitas matkulnya Teknik Tegangan Tinggi, Utilitas Energi, sama Teknik Transimisi dan Distribusi. Kalau di konservasi matkulnya Audit Energi, Konservasi Energi, sama Industri Energi.

And then, tentang tugas. Hampir 80% dari tugas di prodi TKE adalah laporan praktikum. Percayalah guys, praktikum di sini bejibun. Sisanya ya standar-standar anak teknik lah ya kaya latihan soal sama presentasi. Oh iya, di semester 4, 5, dan 6 bakal ada jenis tugas baru yang kayaknya dikit banget orang yang udah tau, that is Tugas Besar!!! Tugas besar adalah jenis tugas yang dikerjain secara kelompok, waktu pengerjaannya lama dari mulai 3 bulan sampai satu semester penuh (ya meskipun di realitanya kita ngerjainnya H-2 menuju deadline sih hahaha), dan dikumpulin saat akhir semester. Kadang tugas besar ini jadi penentu nilai akhir matkulnya. Kalau tugasnya bagus banget dapat A, enaknya gak bakal ikut UAS. Tapi kalau lagi apes ya, udah mah ngerjainnya ampe begadang berapa malem gak tidur-tidur, cuman dapet nilai 60, eh harus ikut UAS pula. Serasa pengen teriak aja dalem sumur. Maafkan jadi curcol.

Ada banyak banget matkul yang berkesan dengan tugas yang berkesan juga. Untuk mahasiswa Polban sendiri udah gak asing sama tugas yang mewajibkan kita langsung terjun ke lapangan. Contohnya di semester 5 ada matkul Audit Energi. Audit Energi adalah kegiatan untuk mengetahui konsumsi energi serta peluang penghematannya. Dulu kelompok saya kebagian tugas mengaudit Sistem Pencahayaan di gedung yang ada di Polban. Kita harus tahu apakah pencahayaannya sudah sesuai standar atau belum, apakah pemakaian energinya sudah hemat atau masih boros, dan lalu kita beri rekomendasi untuk sistem pencahayaannya agar penggunaan energinya makin hemat. Oh iya, matkul ini bisa kita aplikasikan sendiri di rumah kita loh, jadi penggunaan listrik di rumah kita menjadi lebih kecil. Very useful, isn’t it?

(Audit Energi pada Sistem Kelistrikan)

Ada lagi matkul Pembangkit Listrik Tenaga Alternatif kita dikasih tugas buat bikin mesin konversi energi dari energi terbarukan kaya energi matahari, energi angin, atau energi air. Idenya memang gak harus orisinil tapi desain harus kita yang bikin sendiri dan karya yang unik dapet nilai tinggi. Ada yang bikin charger hape dari energi matahari sama dinamo sepeda, senter kocok tanpa batre, ada juga yang bikin power bank dari tenaga kaki manusia yang dipasang di sepatu. Unik-unik deh serius!

Mengenai prospek kerja. Ehem ehem… Hehehe. Yang paling ditunggu-tunggu nih kayaknya. Kebanyakan alumni kita bekerja di sektor keenergian baik pemerintah maupun swasta. Ada yang kerja di pembangkit listrik, ada yang kerja di minyak dan gas, atau manufaktur juga ada. Kamu juga bisa lanjut jadi akademisi dengan tentunya ngelanjutin kuliah dulu ke jenjang yang lebih tinggi.

Akhir kata, sebenernya gak ada jurusan yang lebih bagus karna semua ilmu ada untuk kemaslahatan umat manusia. Yang terpenting adalah kita bisa kuliah di jurusan yang memang sesuai dengan minat kita. Karna ketika kita ngejalanin apa yang kita suka, gak bakal kerasa berat. Do what you love and love what you do.

Asep Nurul Aprianto

Alumni Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung angkatan 2012. Sekarang sudah bekerja di salah satu perusahaan pembangkit tenaga listrik di Indonesia. Suka banget ngemil, nulis, masak, dan nyanyi sambil teriak teriak.

Kode Konten : X151

28 thoughts on “Teknik Konversi Energi POLBAN – Asep”

    1. Hi Bella! Enggak kok, gak susah. Kebanyakan dari kita nerusin ke Teknik Mesin. Tapi kalau misalkan kamu gak punya passion di mesin kamu bisa ambil jurusan lain yang juga relevan seperti Teknik Elektro (terutama Arus Kuat) atau Teknik Industri. Tapi kalau kamu mau berkecimpung di bidang keenergian setara S1 kamu bisa langsung ambil prodi D4 seperti Teknologi Pembangkit Tenaga Listrik, Teknik Konservasi Energi, atau Teknik Energi Terbarukan.

      Semoga membantu.

  1. Kak untuk masuk jalur SMB Polban di test TPA kaya sbmptn atau gak atau cuma sekedar test SMB doang. terus nilai UN berpengaruh ngak?

    1. Hai Aldi! Maaf saya baru bisa balas ya. Enggak kok, cuman test SMB doang. Kalau kamu pilih rekayasa berarti soalnya sekitaran sains dan teknologi. Tapi ini gak berlaku untuk jurusan Teknik Informatika ya, karna untuk jurusan Teknik Informatika ada tes tambahan yang dinamakan Tes Aptitude, tipe soalnya mirip-mirip TPA. Kalau kamu ikutan dari jalur SMB nilai UN gak berpengaruh. Semoga membantu. Salam!

  2. Hai Aldi! Maaf saya baru bisa balas ya. Enggak kok, cuman test SMB doang. Kalau kamu pilih rekayasa berarti soalnya sekitaran sains dan teknologi. Tapi ini gak berlaku untuk jurusan Teknik Informatika ya, karna untuk jurusan Teknik Informatika ada tes tambahan yang dinamakan Tes Aptitude, tipe soalnya mirip-mirip TPA. Kalau kamu ikutan dari jalur SMB nilai UN gak berpengaruh. Semoga membantu. Salam!

  3. Assalamualaikum
    Izin bertanya, saya ingin masuk polban dengan jurusan sama seperti kakak. Nah kalau masuknya lewat jalur snmptn itu peluangnya berapa persen tahun sekarang kak? Kira-kira jurusan TKE ini peluang masuknya susah gak sih kak? Terus prospek kerjanya gimana kak? Mohon infonya kak, makasih…

    1. Waalaikumsalam. Oke berarti saya jelasin dulu dari jalur masuk ya. Polban (atau mungkin semua politeknik) memiliki jalur masuk sendiri untuk penerimaan mahasiswa baru, dengan kata lain Polban berbeda dengan Universitas. Polban punya 2 jalur masuk yang bisa dipilih, yang pertama ada PMDK dan kedua SMB. PMDK (Penelusuran Minat dan Kemampuan) adalah jalur masuk dengan menggunakan nilai rapot (ya seperti SNMPTN). Di PMDK ini prodi yang bisa dipilih hanya 1 saja. Untuk SMB, seleksi lewat tes tulis, mata pelajaran yang diujikan Matematika, B. Indonesia, B. Inggris, Saintek / Sos, dan tambahan tes Aptitude untuk yang memilih jurusan Teknik Informatika. Untuk SMB bisa pilih 2 prodi, dan 4 prodi (untuk yang memilih Rekayasa dan Niaga).

      Jujur kalau peluang masuk sangat susah diprediksi untuk jurusan Teknik Energi. Karna tiap tahun pasti berubah, kadang peminatnya banyak banget sampe ada di urutan ketiga atau kedua. Kadang sedikit banget. Berbeda dengan jurusan yang lain seperti Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Elektro, yang memang dari tahun ke tahun peminatnya banyak. So sorry gak bisa ngasih jawaban yang pasti untuk ini. Tapi kalau dibandingin sama tahun saya masuk dulu (2012) peluang masuk TKE memang lebih susah sekarang karna mungkin orang udah banyak yang tahu tentang TKE juga ya.

      Insya Allah untuk peluang kerja dari lulusan TKE ini terbuka lebar karna memang cakupannya luas. Jadi gak aneh kalau lulusan TKE ini menempati banyak sektor. Mulai dari sektor yang emang “TKE banget” kayak pembangkitan listrik dan penyediaan listrik, sektor pertambangan dan pengolahan migas, dan audit/konservasi energi. Ada juga yang di bidang lain yang masih membutuhkan ranah ilmunya TKE kaya manufaktur, kontraktor bangunan (bagian kelistrikan, permesinan, dan pengkondisian udara), bahkan perawatan pesawat terbang dan industri lainnya.

      Semoga membantu ya, Hilda!

  4. Makasih banayk kak jawabannya, sangat membantu bgt.
    Jadi kalau pilih 2 prodi di polban gak bisa ya kak? Terus bener gak katanya mahasiswa jurusan tke kebanyakan laki-laki ya kak? Terus gimana dong sya sebagai perempuan bisa gak masuk ke jurusan itu yang mayoritasnya laki2? Kan kalo mayoritasnya lakilaki berarti pekerjaannya beraat bgt ya kak?

  5. Makasih banayk kak jawabannya, sangat membantu bgt.
    Jadi kalau pilih 2 prodi di polban gak bisa ya kak? Terus bener gak katanya mahasiswa jurusan tke kebanyakan laki-laki ya kak? Terus gimana dong sya sebagai perempuan bisa gak masuk ke jurusan itu yang mayoritasnya laki2? Kan kalo mayoritasnya lakilaki berarti pekerjaannya beraat bgt ya kak? Terus kak jurusan di polban yang sepi peminatnya apa?

    1. Syukur kalau membantu. Hehe

      Iya kalau untuk PMDK. Tapi kita liat aja taun ini peraturannya bakalan berubah atau gak, bisa aja beda soalnya.

      Iya kalau TKE (atau teknik pada umumnya) memang lebih banyak mahasiswa daripada mahasiswinya. Tapi dibandingin sama jurusan teknik lainnya di Polban, TKE termasuk jurusan yang jumlah mahasiswinya banyak. FYI, nanti waktu masuk semester 5 bakal ada yang namanya konsentrasi, jadi kita bakalan dipisah sesuai mata kuliah yang bakal kita ambil. Biasanya anak cewek bakalan milih konsentrasi konservasi (sama kayak saya), waktu angkatan saya pun di kelas konservasi jumlah ceweknya ada 13 sementara cowoknya ada 11. Udah liat foto saya di atas kan? Mahasiswinya lumayan banyak.

      Kalau cewek masuk di jurusan yang mayoritasnya cowok ya gapapa. It’s not a big deal. Gak ada yang dibedain kok. TKE yang notabene masih dalam lingkup teknik mesin emang punya mata kuliah yang “cowok banget” kaya teknologi dasar mekanik yang isinya ngikir, ngelas, ngebubut. Atau perkakas listrik yang isinya kita belajar bikin instalasi listrik sederhana. Di mata kuliah elektronika juga kamu bakal belajar nyolder. Meskipun proporsi tugas buat cewek dan cowok disamain tapi pastinya cewek bakalan dapet bantuan dari cowok, dan cowok pasti disuruh sama dosen buat ngebantuin cewek juga. Jadi don’t worry ya.

      Saya pernah tanya sama temen cewek yang seangkatan sama saya, apa mereka kesulitan kuliah di TKE secara jurusannya cowok banget. Mereka jawab emang waktu pertama kali agak aneh soalnya gak kayak cewek2 pada umumnya. Cewek TKE harus berteman sama mesin dan listrik, tapi lama kelamaan bisa ngikutin juga kok. Dan menurut saya keren juga sih ada cewek yang bisa ngelas terus masang instalasi listrik gitu hehehe. Di TKE you will be stronger than you used to be.

      Honestly, saya kurang begitu tau sih jurusan yang sepi peminatnya apa. Jadi maaf ya gak bisa ngasih jawaban.

      Semoga membantu ya.

      Salam.

  6. kaa saya lulusan teknik komputer di smkn 1 purwakrta, kalo kita milih jurusan TKE melewati jalur pmdk sedangkan nilai rata2 saya diatas 82 apa ada kemungkinan untuk lolos, da kalo boleh tau , perbedaannya dengan teknik mesin itu apa . terimakasih

    1. Oke halo Diyaz! Setahu saya untuk yang melewati jalur pmdk dari SMK harus dari jurusan tertentu. Maksudnya tidak semua jurusan dari SMK bisa mendaftar ke TKE. Apakah jurusan kamu termasuk yang bisa? Jika iya, berarti kamu punya peluang yang sama dengan pendaftar dari jurusan lain maupun dari SMA. PMDK gak cuma melihat dari nilai rapot. Tapi juga prestasi-prestasi yang lain yang kamu punya waktu kamu di SMK. Kalau kamu punya kamu bisa lampirkan itu di berkas pendaftaran, insya Allah menjadi nilai tambah.

      Sebenernya TKE itu merupakan cabang dari teknik mesin. Jadi masih masuk lingkup teknik mesin. Di politeknik lain TKE masih jadi satu dengan teknik mesin, tapi di Polban agak unik, jurusan TKE ini terpisah dengan teknik mesin. Mata kuliah yang akan dipelajari relatif sama dengan teknik mesin. Hanya saja di TKE bakal belajar kelistrikan sedikit lebih banyak dari teknik mesin. Di teknik mesin lebih cenderung ke perancangan dan proses manufaktur sedangkan di TKE lebih cenderung ke pengoperasian sistem energi dan perancangan mesin konversi energi.

      Terima kasih. Salam!

  7. Kak saya pilih jurusan d4 proses manufaktur, tapi belum diakreditasi. Itu bagaimana ya kak? Itu bakal mempengaruhi ketika saya mau kerja kan kak?

    1. Maaf baru sempat balas ya. Itu tergantung perusahaannya juga sih sebenernya. Ada yang memang mempersyaratkan akreditasi jurusannya, ada yang cuma mempertimbangkan akreditasi kampusnya. Seharusnya memang kampus mengusahakan akreditasi jurusan sebelum angkatan pertama lulus karna untuk kebaikan mahasiswanya juga. Solusinya ya coba tanyakan ke pihak kampus apakah bisa memastikan nanti ketika kamu sudah lulus jurusan sudah diakreditasi. Semoga membantu.

      Salam,
      Asep Nurul Aprianto

  8. Asallamuaallaikum
    Kak mau tanya emang bener pmdk itu kebanyakan nerimanyaa dari smk yah kalo buat sma di jalur smb?

    1. Waalaikumsalam. Maaf beribu maaf ya hesti baru saya bales. Perasaan dulu saya sempet bales pertanyaan kamu tapi ternyata gak ada. Baik siswa SMK atau SMA punya peluang yang sama di PMDK atau SMB. Kenapa anak SMA banyak yang lolos di jalur SMB, itu karena sifat soalnya yang lebih susah dari UN tapi lebih mudah dari SBMPTN. Sementara kita tau temen-temen dari SMK di sekolahnya gak belajar mafiki sedetail siswa SMA. Tapi ini gak menutup kemungkinan kan, banyak juga temen-temen SMK yang lulus di SBMPTN padahal mereka gak belajar di sekolahnya. Terima kasih.

  9. assalamualaikum kak. jujur aku seneng nemu tulisan ini. aku sendiri juga masuk di prodi yang sama kayak kakak. cuman aku di d4 teknologi rekayasa pembangkit energi di polines. Hal pertama yang aku rasain jujur aja kaget karena harus bengkel yang yaa begitulah. ngikir, ngelas, ngeplat. tapi makin kesini mulai enjoy. walaupun di semester ini agak berat matkulnya.

    1. waalaikumsalam. makasih banyak apresiasinya. Wah, mantap dong ya. Semoga dimudahkan kuliahnya ya lai dan semoga ini udah jalan yang terbaik buat kamu. Amiin. Jangan lupa juga buat aktif di FKMTEI ya. Salam energi!

  10. ka, jika saya kurang mengerti pelajaran fisika di SMA apakah dapat memberatkan saya jika saya masuk ke jurusan konversi energi?

    1. Halo Adam! Maaf banget baru bisa saya bales ya. Mungkin yang pertama adalah kamu gak ngerti fisika di bagian yang mana? Karna fisika itu kan luas banget ya. Biasanya tiap orang pasti punya bagian atau materi yang dia suka dan dia bisa meskipun dia gak terlalu suka mata pelajaran fisika. Saya juga sama, ada beberapa materi yang saya gak bisa. Bagian dari fisika yang kamu suka apa nih? Yang kedua, ketika kita belajar keteknikan (engineering) itu sebenernya kita lagi belajar sains (fisika, kimia, biologi, matematika, etc.) yang diaplikasikan. Jadinya gak kerasa juga kalau lagi belajar fisika karna itu udah diaplikasikan. Memang ada sih satu mata kuliah yang bahasannya sama kayak waktu di SMA bedanya yang ini lebih diperdalam lagi, Fisika Teknik. Ini pun cuman ada sekali dan SKS nya 2. Yang ketiga, kalau kamu mau lebih menggali lagi, ada bagian di TKE ini yang lebih membahas ke kimia dibanding fisika, kayak bioenergi, pengolahan limbah, sama mesin proses. Terima kasih. Semoga membantu.

  11. Assalamalaikum kang asep, mau tanya seputar tes SMB POLBAN. gmna sih tips and triknya supaya bisa lolos tesnya? makasih

    1. Waalaikumsalam Ilham. Sebenernya saya suka bingung kalau ditanyain tips dan triknya supaya bisa lolos tes SMB Polban. Hehehe. Saya coba jawab menurut pengalaman saya dulu waktu SMB ya. Check it out!

      1. Belajar dari jauh-jauh hari dan jangan belajar semalam sebelum tes apalagi beberapa jam sebelum tes. Jadi yang namanya belajar harus tetep ya. Nah belajarnya jangan waktu deket-deket SMB, tapi jauh sebelum SMB. Kamu bisa cari soal bekas tahun-tahun sebelumnya. Boleh sih kalau kamu mau belajar semalam sebelum SMB sekedar buat memantapkan, tapi saya biasanya enggak. Ini tujuannya biar gak gugup.
      2. Usahain sehari sebelum SMB kamu dateng ke lokasi ujian buat tau lokasinya dimana. Cari sampe kamu tau tempat duduk kamu dimana. Biar besoknya kamu dateng dan langsung nempatin tempat duduk, gak usah nyari lagi.
      3. Minta doa ke orang tuamu ya biar dikasih yang terbaik. Kamu juga berdoa buat diri kamu sendiri biar dikasih yang terbaik.
      4. Kerjain soal yang paling mudah dulu baru ke yang susah. Usahain semua mata pelajaran kamu isi. Kalau misalkan sistem penilaiannya minus, usahain gak ada nilai minus di salah satu mata pelajaran. Kalau kamu udah selesai ngerjain soal dan masih ada waktu, kamu boleh meriksa hasil pekerjaan kamu.
      5. Jujur dan PeDe sama diri kamu sendiri.
      6. Abis ujian jangan ngebahas soal. Pokoknya jangan! Datang, kerjakan, lupakan. Study hard, play harder aja. Abis ujian kamu boleh banget maen. Kalau kamu bukan orang Bandung, maen keliling Bandung bisa jadi pilihan. Mumpung lagi di Bandung kan hehehe.

      Itu kayaknya tips dan trik dari saya. Semoga membantu! Salam.

  12. Kak saya udah punya niatan sama rencana mau daftar ke polban tahun depan, tapi saya masih bingung soal jurusan apa yang mau saya pilih, saya juga khawatir takut tidak bisa diterima di polban karena dari sekolah saya saja sudah banyak yang berniatan masuk ke polban jadi saya punya banyak saingan kak, jadi kak saya mau tanya kira kira di polban jurusan apa ya kak yang kurang peminatnya sehingga punya kesempatan masuk kak? Juga jurusan apa ya kak yang kedepannya punya banyak lowongan kerja dan kerjaan yang terbilang tidak terlalu berat? Mohon bantuannya ya kak

    1. Halo Wanda! Maaf baru bisa saya balas ya. Sejujurnya saya kurang begitu tahu jurusan apa yang menjadi favorit di Polban. Itu karena tiap tahun hampir pasti peminat di tiap jurusan berbeda. Misal jurusan A di tahun 2016 sepi peminat tapi di tahun 2017 malah melonjak peminatnya. Untuk lowongan kerja hampir sama baik dari Rekayasa maupun Tata Niaga. Begitu juga jurusan yang sangat spesifik seperti Teknik Aeronautika, Teknik Pendingin dan Tata Udara, Teknologi Pembangkit Tenaga Listrik, Manajemen Pemasaran Internasional, dan Akuntansi Manajemen Pemerintahan, jurusan-jurusan tersebut tetap punya banyak lowongan kerja ke depannya.

      Tapi saran dari saya adalah pilih jurusan yang sesuai dengan minat kamu meskipun mungkin jurusan tersebut termasuk jurusan favorit. Ini penting karena apabila kita belajar sesuai minat itu gak akan kerasa berat dan kita juga enjoy ngejalaninnya. Ini juga bakal ngeantisipasi yang namanya “salah jurusan”. Mungkin saya bisa bantu, sebelumnya saya perlu tau minat kamu di bidang apa?

      Semoga membantu ya.

      Salam,
      Asep Nurul Aprianto

  13. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Kak, saya rihan dari teknik energi polban juga. Izin bertanya kang, soal kerja praktek yang biasa di adakan waktu akhir semester 4 atau awal semester 5. Untuk d3 konversi energi bagusnya ke industri apaa, dan apakah ipk berpengaruh ??

    1. Waalaikumsalam rihan. Maaf baru bisa saya balas. Soalnya komen kamu gak bisa saya buka di laptop, harus via mobile. Menurut saya industri yang paling cocok untuk jadi tempat KP adalah pembangkit listrik. Karna hampir semua alatnya adalah mesin konversi energi.

      Tapi dari info yang saya dengar kalau sekarang mahasiswa D3 TKE tidak boleh KP di pembangkit maka kamu harus cari alternatif lain. Sebenernya semua industri bisa dijadikan tempat KP, asalkan di industri tersebut punya mesin konversi energi. Usahakan mesin konversi energi tersebut termasuk peralatan utama dan parameternya dipantau secara kontinyu. Sehingga kamu nantinya tidak sulit untuk mendapatkan data. Ini penting kalau kata saya karna selain dipake di laporan KP mu, data ini juga biasanya dipakai di beberapa mata kuliah di semester selanjutnya, atau malah bisa dikembangkan menjadi judul Tugas Akhir.

      IPK tidak terlalu berpengaruh, kecuali kamu mengajukan di perusahaan yang besar dan mengadakan tes masuk.

      Semoga membantu

      Salam.

Ayo tanya kak Asep disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *