Sosiologi UIN SGD (Desti)

Perkenalkan nama saya Desti Wiranti biasa dipanggil Desti. Tapi ketika di kampus seringkali dipanggil dengan kata “ledom”. Anak hits pasti tau apa maksudnya, saya sih agak kebingungan ketika teman-teman memanggil kata itu. Entah saya terlalu kudet (huuu). Saat ini saya seorang mahasiswi aktif di UI Negeri alias Universitas Islam Negeri Bandung hehe’. And than, saya adalah salah satu mahasiswa Sociology semester empat.

Okeh, saya akan sedikit berbagi nih buat adik-adik calon maba unchh seputar Universitas dan jurusan saya. Siapa sih yang engga tau sama “UIN”, yupss salah satu dambaan banget bagi para anak Aliyah atau Pasantren ini. Namun bukan hanya itu, tidak sedikit dari kalangan bocah ber rok atau celana abu-abu mengidolakan Universitas Islam yang berlebel Negeri ini. Bukan hanya itu loh guys! Info menarik dari Universitas Islam Negeri Bandung ini adalah hal yang menjadi daya tarik banyak kalangan. Yupss, harga yang sangat terjangkau serta fasilitas yang tidak kalah lengkap dengan Universitas lainnya yang terkenal di Indonesia.

Mmmm, berbicara mengenai Sosiologi ada dua aspek yang perlu diketahui di Universitas Islam Negeri Bandung ini. Sosiologi terapan dan Sosiologi murni. Wuhh menarik bukan? Ketika dari kalian yang ingin mengambil prody Sosiologi terapan, kalian harus banyak-banyak membaca reverensi atau buku dari berbagai penulis yang nantinya akan memudahkan kalian memecahkan masalah. Karena Sosiologi terapan ini literaturenya bisa dari text book, jurnal, internet, dan informasi lainnya yang mudah dicari. Selain itu tujuan penelitian untuk mengembangkan atau menyelesaikan masalah yang ada dari massa yang terdahulu. Alat laboratorium banyak ditemukan karena sering dipakai untuk analisa rutin. Hasil penelitiannya juga diminati oleh masyarakat karena berekonomi tinggi. Yaa hasilnya bisa jadi cagur gituuu hihi… Bagaimana dengan Sosiologi Murni yang saya ambil? Saya flashback dulu ya sebelum berlanjut ke inti jurusan biar kalian fresh gitu.

Awalnya saya masuk Sosiologi Murni itu ketidaksengajaan karena informasi yang saya dapat sangat minim. Dan kebetulan orangtua saya tidak mengenyam masa kuliah. Jadi bisa dikatakan saya adalah makhluk peralihan. Mengapa? Karena dulu saya bersemedi di Tsanawiyah dan Aliyah jurusan Agama. Orangtua saya hanya ingin saya menjadi seorang guru. Katanya sih katanyaaa.. Seorang guru adalah profesi yang sangat mulia. Karena ilmu yang kita miliki akan terus berlanjut pada generasi selanjutnya. Namun, saya ternyata terjebak di Jurusan yang sangat asing. Bukan hanya masalah sosialnya, tapi Murninya itu. Bahkan guru Tsanawiyah saya bilang lulusan Sosiologi Murni dibilang banyak yang menjadi pengangguran. Woww, awalnya seneng bisa lulus di UIN tapi seetika hati terpatahkan oleh kabar burung itu huhu.

But, Takdir Kuasa sang Maha Pencipta ternyata begitu besar untuk saya. Sosiologi murni merupakan salah satu prody di Universitas Islam Negeri Bandung yang berstatus ISO. Tau engga ISO itu apa? Itu loh mahasiswanya yang bisa hijrah ke Negeri orang. Dan itu hanya ada di FISIP, yang terdiri dari jurusan Sosiologi, Manajemen dan Administrasi Negara. Sosiologi Murni ini sangat unik dan penuh dengan tantangan. Karena literaturenya susah didapatkan. Tujuan penelitiannya untuk mengembangkan Teori serta membuktikan Teori yang ada. Tidak ada lab, karena penelitian selalu langsung terjun ke lapangan. Tidak harus selalu lapang yang panas loh guys, kita pergi ke Minimarket saja bisa memahami perilaku mereka. Bahkan lebih dari perilaku. Mantap kaan?

Banyak yang bertanya gimana sih setelah menjalani rutinitas menjadi seorang Mahanya dari siswa yang nantinya berstatus Sosiolog? Nah, bagi kalian yang banyak mengeluh masalah tugas sekolah, don’t panic, dinikmati saja. Karena hal tersebut sebagai pelatihan kalian agar nantinya tidak kaget. Kaget? Iyalah, karna menjadi mahasiswa tidak terlalu begitu indah seperti adegan di sinetron yang hanya mengulas percintaan. Ada sejuta tugas didalamnya. Tugas apa saja sih? Mencari reverensi, menganalisa, membandingkan permasalahan yang ada, mencari jalan keluar, mengola nalar filsafat, da nada hitung menghitung. Jangan salah loh, menjadi seorang sosiolog juga harus pandai statistika. Bermanfaat loh untuk jenjang karir kalian. Cukup mudah asal kalian serius dan rajin.

Saya kasih contoh mengenai salah satu kegiatan mahasiswa Sosiologi. Akhir tahun kemarin ceritanya kita tamasya tapi harus bikin hasil laporan analisa gitu. Tepatnya di Desa Cikoneng Kabupaten Pangandaran. Disana kami mempelajari bagaimana suatu desa ingin mengembangkan citra wilayahnya menjadi suatu “Desa Wisata”. Prospeknya keren kan? Tapi setelah diamati beberapa point penting terabaikan. Salah satunya bagaimana desa wisata itu cepat berkembang jika teknologi yang mereka pakai sangat minim. Serta harus adanya kerja sama dengan pemerintah. Karena siapa lagi yang akan memberi anggaran jika bukan pemerintah? Hihi. Kita sebagai mahasiswa memberi arahan bagaimana cara memelihara kebudayaan yang mereka miliki, serta apa saja yang perlu diperbaiki sehingga desa wisata yang mereka inginkan segera terealisasi. Begitupula dengan menyebarkan keindahan pesona alam Indonesia bagian Barat ini. Menarik kan?

Lebih dalam lagi pembahasan pokok yang ada di Sosiologi adalah, mata kuliah yang berciri khas Sosiologi dan Ilmu kemasyarakatan. Apa saja sih? Teori Sosiologi Klasik, Teori Sosiologi Modern, Perubahan Sosial, Konflik Sosial, Gender, Keluar, dan lain sebagainya yang memang perlu daya talar analisa yang sangat kuat. Ketika ditanya Sosiologi itu banyak hitungan atau hapalan? Sebenarnya, dari rincian diatas udah ketebak dong ya, kedua-duanya bisa saja masuk kategori, namun yang lebih dominan dalah daya nalar Analisa yang memang harus berdasarkan teori. Dan perlu kalian tahu bahwa teori bukan hanya untuk dihapal namun untuk menjadi daya nalar. Bisa dikatakan sebagai kitabnya mahasiswa Sosiologi.

Jangan pernah takut untuk prospek kedepannya, karena jejang karir lulusan Sosiologi ini sangat luas. Bukan hanya menjadi seorang guru atau sosiolog saja. Namun, dunia perusahaan, pemerintah dan lembaga Internasional, serta organisasi Non pemerintah juga bisa kita raih loh. Buktinya Ketua DPRD Bandung adalah lulusan Sarjana Sosiologi, Wanita lagi. Uhh yang mau kuat ayo buktikan di Jurusan ini. Dijamin ga akan bosen soalnya ga muluk di kelas terus, sering jalan-jalan keluar. Menganalisa layaknya seorang intel (wkwk).

Oiya saya sarankan kalian harus berorganisasi, terus kalau Universitas kalian nanti ada pemilihan Duta harus ikut serta ya. Banyak manfaat loh, selain bisa jalan-jalan dan makan gratis kita juga punya kemampuan public speaking dan kemampuan intelektual diatas rata-rata mahasiswa biasa. Tunjukan bahwa menjadi seorang aktivis tetap bisa berprestasi dan bisa meraih Cumlaude. Yeayy!

Ayo guys pilih jurusan sesuai kata hati kalian. Dan ketika kalian mendapat jurusan yang sama sekali tidak kalian suka atau tidak ada kaitannya dengan kemampuan kalian jangan sedih. Ada jalan dibalik kesulitan. Orang sukses tercipta dari usaha dan doa serta ridho orangtua. Bukan Universitas dan Jurusan yang kalian pilih. Semangat untuk Ujian Nasionalnya, jangan lupa budayakan membaca. See you!!

Kode Konten : X163

35 thoughts on “Sosiologi UIN SGD (Desti)”

  1. Assalamualaikum kakak, kalo misalnya kita tadinya sekolah di smk kira2 nyambung ga ya sama sosiologi?
    Makasih kak

    1. Selama keinginan kita kuat pasti kita bisa. Karna hasil tidak akan berkhianat pada usaha. Saya juga lulusan Aliyah jurusan Agama yg notabenya Al quran, tapi mengejar ilmu tidak sesempit itu dek. Semakin ilmu yg kita miliki bercabang, maka manfaat yang akan kita terima juga luas. Alangkah baiknya “mengamalkannya” bukan mencari “gengsinya”. Sukses terus ya, mudah2an mendapatkan jurusan yg sesuai dengan keinginan:)

  2. Haii de:)
    Sekarang banyak de, karna di Jabar hanya ada 3 univ yg akreditasi jurusan sosiologi yg tinggi. Tapi jangan khawatir, karna UIN memfasilitasi 3 tahap test masuk sosiologi, salah satunya prestasi. Jangan takut untuk tidak lolos ya dek. Semangat:)
    Semoga bisa bertemu di sosiologi^^

  3. Ka Desti Selamat Sore:)
    Apa sih kak kendala selama ada di Jurusan Sosiologi?
    Terimakasih ka, sangat bermanfaat artikelnya????

  4. Sindi: Masuk jurusan apapun sebetulnya tidak ada yang sulit de, selama ikhtiar dan tawakal berjalan seimbang Allah akan memudahkan niat baik kita. Semangatt:)

    Willy: Kendala semua orang dimanapun berada ada di dalam dirinya sendiri, yaitu malas. Kalau kamu bersungguh2 pasti ga akan ada yg namanya kendala, bahkan IPK akan memuaskan, kamu juga bisa dapat beasiswa^°^

    Hasna: Iya dek, kakak doakan yg terbaik buat kamu. Bismillah yaa?

    Anwar: Jika ada kesempatan pasti kakak akan live, jangan lupa terus pantengin ig @intipjurusan karena postingannya sangat positif dan bermanfaat:)

  5. Wahhh aku pengen banget masuk UIN Bandung, walau pun asalnya dari SMA bukan MA. Tahun 2017 ini juga ada alumni sekolahku yg diterima SNMPTN di UIN Bandung jurusan sosiologi, tapi aku masih bingung, di satu sisi aku suka ilmu komunikasi, dan di sisi lain aku juga suka sosiologi, masing-masing 50% untuk ilkom dan sosiologi. Aku mesti gimana yah? Nentuin jurusannya masih bingung?

    1. Hallo de Hamida:)
      Jalur2 tertentu kan ada beberapa pilihan. Dicoba dulu aja dua2nya. Kalau salah satunya keterima berarti itu pilihan terbaik dari Allah. Nah gimana kalau de Hamida harus memutuskan salah satu? Cara terbaik yaitu sholat istikharah. Meski de Hamida bukan asal Aliyah, bisa baca2 dari internet. Percaya deh sholat istikharah memberi jalan yg terbaik. Tapi ingat, bukan cuma sekali saja. Lakukan sholat tsb sampai de Hamida ngerasa yakin seyakin2nya. Karna apa? Kuliah bukan ajang gengsi aja, tapi cikal bakal yg menentukan karir de Hamida dimasa yg akan mendatang. Setelah itu, coba berdiskusi dengan orangtua. Ridhonya Allah berasal dari Ridho orangtua. Coba kamu beri alasan kenapa ingin masuk 2 jurusan tersebut, dan jangan lupa jenjang karir yg menjanjikan.
      Masukan satu lagi, menurut saya sebaiknya masuk Sosiologi saja, kenapa? Karna dulu sosiologi tidak masuk dalam list jurusan yg saya idamkan. Bahkan saya suka ilmu komunikasi dan jurnalistik. Tapi kita lihat lagi, peminat dan saingan di luar sana apalagi ilmu komunikasi sangat banyak. Hal tsb tidak menjanjikan kita mendapatkan pekerjaan yg sesuai dengan apa yg kita mau. Sedangkan sosiologi masih sedikit lulusannya, karna apa? Bukan karna sosiologi sedikit peminatnya, tapi univ yg memiliki jurusan sosiologi baru ada 3, dan itu sangat dibutuhkan perusahaan2. Lihatnya jenjang karirnya de, bukan gengsinya:)
      Oiya, alhamdulillah berkat sholat istikharah juga meski saya masuk sosiologi saya sekarang bekerja sebagai presenter Bandung TV. Hal itu bisa saja terjadi karna tekad dan usaha, never give up de. Karna Rezeki hanya Allah lah yg memberi^^ Semangat:)

  6. Assalamualaikum, teh..

    Teh, aku udah keterima di jutusan sosiologi uin. Nah, aku bingung milih yang murni sama terapannya itu pas kapan dan gimana? Terus, aku tuh gak ada minat dijurusan itu, hati aku gak kearah kesana. Menurut tetrh aku harus ambil atau enggak? Hmm…

  7. Wa’alaikumsalam Alda:)
    Setau teteh di UIN Bandung Sosiologi itu cuma murni, yg terapannya ada di UPI. Sekarang teteh tanya, kenapa kamu bingung di dua konsentrasi itu? Kamu cuma belum tau keunggulan dari masing2 setiap penjurusan. Ada kelebihan masing2, jangan khawatir:) Kalau yg terapan kan karirnya lebih jadi guru, kalau murni luas lagi sayang cangkupannya^^
    Kalau kamu baca artikel teteh, pasti hampir sama lah ya ceritanya, tetehpun sama ga minta sama sekali, tapi ternyata Allah kasih jalan lain, sangat diluar bayangan teteh. Bahagia banget, dan bersyukur punya keluarga baru di UIN, sampe2 libur 3bulan bikin rindu temen2 kelas hihi:p
    Kamu coba dulu aja, kamu keterima di Sosiologi berarti udah jalan Ridho dari Allah. Kecuali kamu mau pindah ke swasta. Tapi kamu perlu tau, ribuan orang pengen ke UIN, kamu beruntung, jangan siasiain kesempatan dari Allah hanya karna “ga suka”. Karna jika Allah sudah “berkehendak” mau gimana lagi^^
    Oiya penjurusan Sosiologi di UIN iti semester 7, masih lama, jangan khawatir.
    1. Sosiologi Pembangunan
    2. Sosiologi Politik
    3. Sosiologi Pendidikan
    Semuanya engga menentukan nasib, kita sendiri yg menentukannya. Never give up, Allah always with you Alda??

    1. Assalamualaikum, teh..
      Teh, maaf baru kembali membalas. Dan akhirnya aku enggak ambil uin teh haha:( aku udah daftar ulang, ngantri lama, panjang banget. Hati akupun udah kesana, alhamdulillah. Tapi, takdir berkata lain. Aku ada slek sama guru disekolah teh, yang menyebabkan aku mundur dari uin. Haha:(

      Teh, aku udah belajar mati2an, minjem soal sana-i sama mantan pejuang uin, walaupun hati aku enggak kesana juga awalnya. Tapi aku udah berjuang kan teh.. Dan aku sedih banget teh, ada yang mengklaim hasil yang aku dapat karna ada arahan orang lain yakni dari guruku itu teh. Dia bilang ke orang-orang sekolah teh, dan demi Allah aku sedih, marah, kecewa, gasuka banget.

      Dan, yaudah aku melepaskan uin setelah jatuh cinta sama lingkungan kampusnya yang mirip itb itu. Dan sampai sekarang aku sedih, haha:( mimpi aku lulus semuda mungkin sirna, rasa lelah bolak balik pagarsih-cibiru kebuang sia-sia.

      Tapi aku selalu yakin, kalau memang jalan aku disana, inshaallah aku bisa lolos sana lagi dengan hasil yang sungguh sungguh sungguh mandiri. Haha:(

      Btw, sukses ya teh di uin nya. Lulus sesuai waktunya, lancar segala-galanya. Doain aku lolos sbmptn dan juga umptn ya teh, terimakasih sudah memberi saran dan kesan yang inshaallah berkesan. 🙂

  8. Assalamualaikum teh Desti, saya dari SMA biasa nih bukan yang berbasis Islam kaya MAN apalagi pesantren, jadi pengetahuan saya soal Islam ya biasa-biasa aja. Kalo di UIN, peraturan soal keagamaannya ketat gak? Gimana aja? Maaf ya kak banyak tanya. Jawab di email aku ya? intanriskina@gmail.com

  9. Wa’alaikumsalam Risa:)
    Yang menjadi kajian dalam sosiologi murni tentu beda dengan pendidikam sosiologi. Kalau risa ini tipenya suka sama hal yg baru dan menantang pasti kamu tertarik banget sama jurusan sosiologi murni ini^^
    Yang menjadi inti dari pembelajaran sosiologi murni itu sebenarnya meneliti, mengajarkan bagaimana kita mengkaji keadaan masyarakat sekitar. Banyak hal, mulai dari pola interaksi, kebudayaan yg ada dlm msyarakat, integrasinya juga, problematikanya, sampai kita bakal tau bagaimana cara memecahkan “apa sih yg diperlukan masyarakat”.
    Selama ini kan pemerintah ngasih bantua. ini dan iti tanpa bertanya kpd masyarakat, sebenarnya apa sib yg memang dibutuhkan. Misalnya pemerintah tiba2 memberi beras sembako, padahal msyarakat tidak terlalu membutuhkan itu, tapi lebih membutuhkan subsidi listrik. Nah ini kan problem juga.
    Pokonya nanti kita bakal pinter menganalisa, dan perlu risa dan teman2 yg baca komentar ini harus ketahui, kemarin saya membuka lowongan CPNS 2017. Dan ternyata, banyak kementrian yg membutuhkan lulusan sosiologi ketimbang yg lainnya. Selain itu sedikit respect dari masyarakat arti penting dari ilmu sosiologi terkhusus yg murni. Oiya, kalau kalian nanti mau jadi ahli sosiolog “analisa” selain uang kalian banyak, gajinya diatas PNS loh, kaliam juga bisa gratis jalan3 keliling Indonesia bahkan Internasional. Amiinn:)
    Semangat ade-adenya teteh, selamat berjuang?

  10. Wa’alaikumsalam Intan:)
    Pasti pertanyaan intan ini banyak banget yang pengen ajuin juga ya? Pasti kalian kalau denger UIN mikirnya agamanya harus kuat, sedangkan aku ga ngerti nih, bahkan pake jilbab aja ada yg masih setengah hati, ada yg ngerasa baca al quran juga masih dalam tahap belajar, atau bahkan sholatnya ada yg bolong2. Hayo ngakuuu?
    Nah buat kalian gausah minder, atau jadi anti “UIN” karna belajaf itu bisa dimana saja dan kapan saja. Bisa saja yg ahli quran profesinya jadi ahli beda. Engga ada yg mustahilkan?
    Buat intan, kalau kamu sungguh2 mau menambah ilmu apalagi ilmu baru pasti kamu bakal lapang dada menerima masukan atau tambahan ilmu dengan jadwal yg sedikit padat dengan namanya agama islam. Tapi kalau jurusan yg kamu pilih tidak berbau keislaman meski di UIN tidak 50% digali keislamannya. Hampir full itu cuma semester 1-2, selebihnya dari semester 3 kamu akan mendalami konsentrasi penjurusan yg kamu pilih sepertu sosiologi. Ga boleh minder ya sayang, kalau kamu mau berusaha pasti ada jalan keluar. Bagi yg belum siap berjilbab juga coba aja ke UIN siapa tau karna “keterpaksaan” menjadi baik akan merubah diri menjadi “kebiasaan” yg lebih baik.^^
    Ladang ibadah buat orangtua kelak juga, dan mudah-mudahan jadi aset negara kaya Bella sama Raisa hihihi
    Keep Enjoy and Fun guys^^

  11. Hallo guys, bagi yg mau informasinya cepet direspon bisa tanya langsung lewat dm @destiwiranti
    Pasti di respom ko, siapa tau kita bisa ketemu dan sharing bareng ya di UIN. Jangan lupa follow juga @destiwiranti
    Nanti di channel YouTube saya akan share mengenai UIN Bandung loh, mulai jurusan dan fakultas. Boleh dilihat di akun pribadi saya.
    Yang mau tanya, req apapun boleh. Karna kita sama2 belajar, cari pengalaman baru, dan berbagi ilmu. Lebih senang saya bisa bertemu dengan ade2^^
    Semoga bermanfaat dan selalu menginspirasi?

  12. Assalamu’alaikum kak.
    Kak.. aku suka pelajaran sosiologi di SMA, dan tertarik untuk masuk jurusan sosiologi di kuliah nanti. Tapi aku masih ragu, cocok atau ngga ya dijurusan ini hehe.
    Aku mau nanya dong kak, hal tersulit/tugas tersulit apa di jurusan sosiologi menurut kk?:) Dan menurut kk ada suka duka nya ga dijurusan ini? hehe

    #thanks:)

  13. Assalamualaikum
    Ka maaf mengganggu, saya dari SMAN1 muaragembong yang sebentar lagi mau menghadapi UN, setelah lulus saya ingin kuliah ka, di Universitas UIN Bandung dengan jurusan sosiologi, karna saya suka sekali dengan pelajaran sosiologi sejak kelas X, saya pengen jadi guru ka suatu saat nanti karna guru itu mulia seperti apa yang kakak bilang. Saya ingin kuliah ka dan sangat niat, TAPI, ekonomi tidak mendukung itu, kalo jalur prestasi juga mungkin saya ga bisa, krna Biasanya dpet Rank itu 11-4, krna saingan begitu banyak, sertifikat pun ga ada.
    Saya bingung ka, mesti gimana, niat yang sulit untuk dicapai karna keadaan?
    Minta solusi ka
    Terima kasih.

  14. Wa’alaikumsalam Nisa:)
    Menurut kakak semua tugas pasti berat dan punya bobot masing2. Bahkan kalau dilihat2 banyak banget temen kakak yang sampai setiap hari bergadang hanya karna deadlin tugas. Karna ga bisa disembunyi2in yahh, kuliah itu bener2 beda sama sma, dan kuliah ga sama kaya di sinetron2 gitu 😀 Apalagi UIN punya matakuliah plus dalam bidang agama huhu:’)
    Hal tersulit itu membuat diri sendiri berani presentasi hihi, soalnya kalau orang yg jarang bicara di depan banyak orang apalagi engga pernah berorganisasi itu bener2 sulit, apalagi dosen yg minta kita full perfect presentation, itu jadi beban tersendiri.
    Makanya Nisa harus latih public speakingnya, meski Nisa tidak berminat jadi guru, tapi seorang sosiolog harus jago berbicara di hadapan umum..
    Suka dukanya banyak ya, mulai ga punya duit buat lanjut ke semester berikutnya, pulang kerumah macet2 sampe jam 1 malem (*soalnya engga kost), salah ngeprint (*banyak banget lagi), ngejar2 beasiswa, aahhhh banyak deh. Tapi lagi2 kita harus selalu banyak bersyukur. Karna semua itu kita jalani dengan ikhlas, hal yg paling bahagia dan ditunggu pasti hasilnya, dapet IP terbaik, jadi Duta Sosiologi, dapet beasiswa, dan dapet banyak banget pelajaran^^
    Saran aja buat Nisa, jangan pernah setengah2 dalam melakukan sesuatu. Kalau Nisa mau pilih Jurusan Sosiologi, Nisa harus buktiin semaksimal mungkin, karna Orangtua kita hanya ingin anaknya sukses. Jangan pernah sia2kan kesempatan yang ada. Dan kakak yakin Nisa akan sukses dan bisa membahagiakan kedua orangtua:)

  15. Wa’alaikumsalam Saefi, bener ga sih manggilnya? Hihi:p
    Kalau Saefi ini ada di sekitar kakak, kakak bakal langsung samperin. Ngomelin Saefi, karna udah pesimis duluan. Haha bercanda deng:D
    Tapi kalau dipikir2 ada benernya juga sih, kakak tuh suka sebel sama orang yg belum perang udah banyak ngeluh, pesimis, bahkan meratapi keadaan. YOU CAN DO IT Saefi ! Allah itu tidak pernah tidur, Allah tau Mana hamba-Nya yang bener2 terus Ikhtiar dan Tawakal. Jika usahanya poll, doanya poll juga, bahkan ikhlas ngejalaninya, Allah akan kasih yang terbaik buat Saefi.
    Harusnya Saefi ini membuktikan, bahwa seorang anak yang ekonominya kurang mendukung bisa loh jadi seorang sarjana, apalagi niatnya udah baik mau jadi seorang guru. Buktiin sama orangtua kalau Saefi di Bandung bisa kuliah + dapat beasiswa.
    Beasiswa itu banyak banget, ga mandang dari angka kamu peringkat berapa. Kalau Saefi udah niat mau dapet beasiswa, belajarnya harus ekstra, semangatnya harus ditambah. Bisa kan ya Saefi? 🙂
    Minta sama Allah, Sholat malam, minta apapun yang Saefi mau. Kekuatan doa malam ga ada yg bisa ngalahin loh, jangan meremehkan.
    Ingat, orang2 yg sukses tidak langsung praktiks. Kamu harus bisa, tanamin niat yang kuat. Orangtua Saefi pasti super bangga sama kamu.
    Nanti banyakin berorganisasi, banyakin gaul sama dosen yg sekiranya tau banyak tentang beasiswa. Atau Saefi mau tanya2 ke kakak juga bisa. Semua kesulitan pasti ada kemudahan.
    Janji sama kakak, Saefi biasa, tanamkan dalam diri bakal lolos UIN Bandung, bakal dapar beasiswa, bakal banggain kedua orangtua. Saefi bisa^^
    Btw, semangat ya UN nya:)
    Belajar belajar belajar, niat yg matang jangan setengah2, kamu pasti bisa !

  16. Assalamualaikum kak. Kak aku mau nanya.aku dr medan. Sekalian Sharing boleh kali ya. ? aku tamatan aliyah. Dn skrng aku udh kuliah jurusan PAI. Tpi di semester 2 ini saya gk ngrti apa2 kk. Dn saya malah mau ke jurusan sosiologi dn mencari tau nya kkkrn abg akuh mau aku kuliah di jogja kk. Jd kk. Pertanyaan aku kk apakah aku slah kk. Tamatan aliyah jurusan IPa. Tp kuliah sosiologi? Tlng penjelasan nya kk. Dan terimakasih kk. ??

  17. Wa’alaikusalam kiki, wah pertanyaannya bagus. Kita sama2 sharing aja ya:)
    Kalau kiki baca tulisan kakak diatas pasti tau, kakak juga lulusan aliyah bahkan jurusannya agama. Engga ada sama sekali sangkut pautnya sama sosiologi. Tapi kakak tau Allah itu punya maksud tertentu ngasih jalan kakak harus masuk sosiologi:)
    Dan alhasil, sama sekali ga ada kata menyesal kakak melenceng dari jurusan sebelumnya. Malah kakak bersyukur semakin hari berlalu semakin ilmu yg kakak dapat bertambah.
    Tapi sebagai masukan aja, kiki pertahankan dulu dijurusannya PAI ini, karna memang semua ga langsung praktis ada hasilnya. Mungkin kiki emang masih beradaptasi sama lingkungan seputar dunia PAI. Sayang banget kalau harus pindah jurusan terus ngulang dari semester awal lagi.
    Kalau emang kiki ini udah berpikir matang, plus ada dorongan dari keluarga buat pindah ke Yogya, ya baru kiki pindah. Engga ada yg salah sama sekali ko. Mencari ilmu bisa dimana, kapan, seperti apa, bahkan yg berbeda jalur itu lebih asik dan penuh tantangan. Semoga pilihan kiki bisa tepat, kalau masig bingung lebih baik sholat istiqarah. Apapun yg berasalah dari Allah pasti yang paling terbaik. Oke? Kamu pasti bisa kiki^-^

  18. assalamualaikum ka desti. kan tadi kaka bilang membuat diri sendiri itu berani presentasi trs orang yang jarang bicara di dpn org byk itu lmyan sulit. nah kaka termasuk orang yang mudah berbicara atau yang sulit berbicara dpn org byk? soalnya nih ya ka, aku orangnya pengennnnn banget bisa berani gitu bicara depan orang banyak apalagi yang belum dikenal, tapi pas udah depan orang banyak gitu jdi menciut lagi keberaniannya. kadang suka nyesel juga akhirnya kenapa ujung2nya malah jadi ga berani:( trs akukan awalnya ga terlalu kepikiran mau ke sosio, tapi pgn dlu ikut jalur snmptn, nah diantara jurusan yg di-snmpt-kan di UIN SGD itu yang aku lmyn ngerti cuma sosiologi, jadi mau milih sosio untuk jalur snmptn, tapi aku masih ragu juga ka, kaya ga sepenuhnya pgn milih itu gitu. dan emg dri dlu aku msh blm punya pilihan netep jurusan gt hhu. setiap mau mlih jurusan ini atau itu pasti ada yg bkin down nya tuh. tapi kata guru2 aku yg punya kemampuan lebih gitu aku cocok di keguruan gt dan di sosiologi jg cocok. mau shlt istikharah jg ko ka supaya aku yakin mau mlh jrusan apa. mnrt kka gmn? doain jg ya ka semoga aku dpt jwbn terbaik:) hhe maaf byk omong. terimakasih ka:)

  19. Wa’alaikumsalam Fatia:)
    Kakak ini tipe orang yang ga pernah mau memulai dan selalu menyesuaikan diri sama lingkungan. Kalau temen2nya yg baru pendiem, kakak juga jadi pendiem, kalau temen2nya pada rempong, kakak juga jadi ngikut rempong, dan pasti kalau awal ketemu sama orang2 baru ngerasa ga mau banget memulai, dan ngerti apa yg harus dilakukan. Pokonya pendiem banget, jutek banget, apalagi ga ada satu orangpun yang kakak kenal waktu itu. Tapi kakak bersyukur banget, temen2 di sosiologi pada baik semua, bahkan awal pertama kenalan di depan kelas itu sampai gemeter, ngomong terbata2, di dalam hati aja menggerutu pengen cepet wisuda aja langsung.
    Kasusnya hampir sama kaya Fatia, tapi yg ngebedain kakak ngerasa yakin kalau kakak bisa jadi guru, bukan dorongan dari oranglain. Bahkan masuk sosiologi bisa dikatakan iseng lolos. Soalnya ambisius bgt pengen jadi guru PAI tapi malah jodohnya masuk sosiologi.
    Awal masuk sosiologi itu kaget banget sama mata kuliahnya, adaptasinya sampai 2-3 bulan biar bisa betah dan mau belajar. Tapi kakak mikir gitu, liat orangtua. Orangtua kakak buntang banting nyari uang buat kuliah masa kakak standar aja kuliahnya, masa ga berprestasi, masa mau males2an. Temen kakak udah ada yg kerja, bisa ngasih uang perbulan, nah masa kakak masih minta uang terus tiap harinya?
    Semenjak itu kakak cari celah apa yg menarik di sosiologi, kakak cari tau sosiologi manfaatnya nanti di dunia kerja apa, terus aja memacu diri buat makin makin makin semangat. Alhasil, pertama presentasi kakak mencoba aktif, itu kerasanya gemeter banget, kaya yg lagi di introgasi aja. Apalagi liat yg lain presentasi cuma baca teks kaya anak SMA. Nah disitu dosennya langsung apresiasi banget, katanya presentasi yg sesungguhnya ya menjabarkan bukan membaca.
    Kakak langsung kepikiran mungkin ini sebagai latihan nanti ngajar jadi guru sosiologi. Eh ternyata semakin sini semakin asik berargumen, seneng menjabarkan, seneng debat, seneng ngasih masukan, dan sekarang ngerti kalau kita bercita2 jangan mentok gara2 ikut2an. Cita2 yg elit dong, yg pikirannya luas, kan udah mahanya siswa. Sampe kakak ikut seminar, terus ada pertanyaan siapa yg terpaksa masuk sosiologi dan apa cita2 kamu kedepannya? Kakak jadi sangat lebih paham ternyata banyak pekerjaan yg dibutuhkan masyarakat luas tapi mereka ga paham bahkan ga tau sama pekerjaan itu, bahkan lebih mulia pekerjaannya tersebut ketimbang guru, meski guru emang paling the best.
    Kakak mantapkan pengen jadi ketua partai politik lah, anggota DPR lah, Masuk ke dinas sosial atau pemberdaya perempuan lah, bahkan pengen jadi bupati di daerah sendiri. Itu karna apa? Kita harus mengembangkan lebih jauh ilmu yg kita miliki. Karna pilihan menjadi seorang guru itu sulit, terlalu banyak saingan tapi gajinya kurang maksimal. Banyak pekerjaan lain yg membutuhkan para calon2 sarjana sosiologi.
    Intinya tanamkan pada diri kamu bahwa kesempatan hidup jangan disia2kan, karna kedua orangtua rela lelah demi anaknya, kenapa anaknya malah lebih cinta dandan ketimbang serius belajar. Kasian lah orangtua kita. Sakit hatinya. Kalau kita sukses, kuliah jauh2, pulang ke kampung halaman pakai toga, gelar S.Sos dengan penapaian maksimal pasti kedua orangtua sangat merasa diri mereka sukses, bahagia sekali.
    Bahagianya orangtua adalah salah satu kunci kita masuk surga juga:)
    Terus berlatih berbicara yg baik, kalau belum bisa lebih baik diam ketimbang mengeluarkan argumen yg tidak baik apalagi isinya tidak berbobot seperti gosipin temennya atau bahkan dosen sendiri.
    Selalu kuatkan mental, cari apa yg bisa dijadikan alat motivasi diri agar selalu ingat bahwa berjuang dalam segala hal jgn sampai tidak maksimal.
    Doa kuncinya, jangan lupa curhat sama ibu bapak di rumah, minta doanya dari mereka agar kita selamat dan ga salah pilih jurusan. Meski orangtua kita tidak mengerti mengenai perkuliahan jangan pernah anggap remeh. Karna rasa dihargai oleh seorang anak, akan tumbuh doa2 yg luar biasa.
    Selalu semangat, jangan mudah terpengaruh oleh perkataan orang lain karna yg tau diri fatia ya cuma diri sendiri. Asal punya tekad yg kuat, dibumbui Ikhtiar dan tawakal insyaallah kamu ga akan bingung lagi, bahkan kamu akan menjadi orang yg sangat sukses.
    Semoga cepet dapet pilihan yg terbaik ya sayang, apapun pilihanmu semoga selalu sabat dan ikhlas. Jangan lupa jaga kesehatan juga biar ilmu yg dimiliki bisa terus diamalkan ke oranglain. Semangat ! 🙂

  20. Assalamu’alaikum wr. Wb, buat Muhammad Saefi. Lanjutin ajah apa yang kamu inginkan. Masalah biaya bukan lah halangan. Selama niat kita baek. Kan niat kita juga mau menuntut ilmu. Pasti ada jalan kok. Memang buat sekarang yang kamu lihat itu adalah jurang yang masalah biaya itu. Tapi kamu harus percaya bahwa Allah ada bersama orang yang bertaqwa dan memohon kepada Nya. Saya orang kebumen dan sekarang semester 2 di UIN. Saya kuliah tanpa biaya orang tua karena keadaan ekonomi. Tapi Insya Allah keajaiban Allah akan selalu ada. Semoga bisa menginspirasi. ?

    Wassalamu’alaikum wr.wb

  21. Assalamualaikum ka mau tanya, di sosiologi belajar tentang apa aja? Terus nantinya kalo mau jadi guru bisa ka? Soalnya alhamdulillah saya keterima dijurusan soiologi tapi saya masih agak awam/bingung hehe mohon dijawab ya ka:)

  22. Wa’alaikumsalam amii:)
    Di tulisan kakak diatas + di kolom komentar udah dijelasin ya masa sosiologi uin mempelajari apa saja, terus jenjang karirnya bagaimana. Bisa digaris besari bahwa sosiologi UIN Bandung itu murni bukan terapan, sama kaya di UNPAD. Sebenarnya bisa saja nanti karirnya mau jadi seorang guru juga, tapi kalau nantinya mau PNS itu harus ambil setahun lagi, jadi gelarnya bukan S.Sos, tapi S.Pd, kaya di UPI. Dulu juga kakak waktu SMA pikirannya pendek alias menganggap bahwa jenjang menjadi seorang guru Wow banget. Tapi setelah menjalani sebagai mahasiswa sosiologi UIN ternyata pikirannya alhamdulillah sudah terbuka. Semua pekerjaan itu baik, mulia, asalkan intinya kita “ikhlas”. Dan ternyata peluang karir di Sosiologi UIN itu sangat luas, kakak bahkan sampai saat ini enjoy, dan menikmati prosesnya. Tapiiii, ada poin plus yg ga akan ami temukan dimanapun, yaitu sosiologi di UIN bdg itu pas semester 7 ada penjurusan, nah kalau ami mau ambil pendidikan bisa juga ko. Tapi perlu ditekankan kalau jenjang karir di Sosiologi UIN itu lebih banyak ketimbang yg lainnya. Bahkan kalau perhitungan gaji lebih besar jadi anggota DPR loh ketimbang guru hehehehe
    Pokonya ga akan nyesel deh, yuk semangat terus sayang. Love you ❤

  23. kak boleh tau nda dulu masuknya lewat jalur apa?
    dan apasih yg bikin kakak tertarik buat ambil sosiologi?

    1. Haii Lafifahul Laili.. Kakak dulu masuk Sosiologi UIN BDG lewat jalur UMPTKIN, awalnya emang ga tau banget sosiologi prospeknya bakal gimana, tapi ada salah satu sahabat kakak yg ngerecomendasiin jurusan sosiologi katanya gara2 kakak banyak bicara. Nah kakak browsing dulu sebelum memantapkan hati masuk sosiologi prospeknya gimana, lulusannya susah kerja apa engga, dan ternyata jarang banget yg ngereview masalah sosiologi, tapi kakak tetep di dukung orangtua. Dan akhirnya ga nyesel sama sekali… Kakak dikasih kesempatan nulis artikel ini buat kalian juga, penerus sosiolog yg mungkin kurang informasi hehehe Pokonya buat kalian jangan ragu2 masuk sosiologi yaa🙌 Semangaatttt untuk pengumuman SBMPTN, UMPTKIN, dan Ujian Mandiri th 2018

Ayo tanya kak Desti disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *