Sastra Jepang UGM – Fitria

Halo! Konnichiwa! Semoga kawan-kawan intipers selalu berbahagia ya!

Perkenalkan, nama saya Fitria Noriza. Saya biasa dipanggil Fitria oleh kawan-kawan saya, atau Noriza oleh beberapa dosen saya. Saya adalah Maba (baca: mahasiswa bangkotan)  Sastra Jepang Universitas Gadjah Mada 2014, ya, doakan saja sebentar lagi lulus ya! (hihi)

Hmm, kalau bicara tentang Sastra Jepang, kira-kira seperti apa sih Sastra Jepang itu? Bikin puisi? Cerpen? Tapi dalam bahasa Jepang? Mahasiswanya gimana? Hobi nonton animasi dan baca komik semua? Hihi, jujur saja, semenjak saya menjadi mahasiswa tingkat pertama, saya selalu mendapatkan pertanyaan semacam ini. Tidak dari teman-teman seangkatan saat SMA, bahkan juga dari guru dan orang tua. Biasanya, mereka tercengang ketika tahu di jurusan manakah akhirnya saya berlabuh, “Whoa, Fitria mau jadi Sastrawan?”

Nah, jika kamu memikirkan hal yang sama dengan apa yang saya tulis di atas, saran saya sebaiknya kamu buang jauh-jauh pikiran mengenai bikin puisi, cerpen, atau kelak akan menjadi sastrawan; karena nyatanya kuliah sastra (terutama yang asing-asing, seperti Jepang, Perancis, dll) tidak sesederhana itu. Realitanya, sebagai mahasiswa S1 Sastra Jepang, kamu tidak hanya mempelajari ‘sastra’, tapi juga bahasa, budaya, dan sejarah Jepang. Jadi, kita tidak akan lulus sebagai sastrawan berijazah sarjana, ya!

400

Ngomong-ngomong, di Universitas Gadjah Mada, kamu akan menemukan dua jurusan berbau Jepang. Yakni D3 Bahasa Jepang dan S1 Sastra Jepang. Bedanya apa? Selain masa belajar yang berbeda (ya, secara umum 3 tahun untuk D3 dan 4 tahun untuk S1), S1 Sastra Jepang akan mengantarmu sebagai akademisi, sementara D3 lebih kepada praktisi. Dalam pembelajarannya sendiri sudah terlihat dengan jelas, dimana S1 Sastra Jepang lebih menitikberatkan kepada pemahaman terhadap 4 bidang: Sastra, Sejarah, Bahasa, dan Budaya Jepang. Jadi, jangan heran kalau misalnya teman-teman dari D3 Bahasa Jepang kebanyakan lebih jago dalam urusan bicara maupun ilmu praktisnya. Tapi, bukan berarti juga teman-teman dari S1 Sastra Jepang kalah lho, ya! (gamau kalah ceritanya, wkwk)

Anyway, saat ini S1 Sastra Jepang ada di Fakultas Ilmu Budaya, sementara D3 Bahasa Jepang ada di Sekolah Vokasi, jadi gedungnya aja udah beda ya.

Sebelum melangkah ke topik yang lebih jauh, mari kita bahas: Sebenarnya bakal belajar apa saja sih? Jawabannya, banyaaaaaak banget. Terutama yang berbau bahasa-bahasa nih. Jadi, di awal-awal, kamu akan dibekali pengetahuan mengenai bahasa Jepang, seperti bunpou (tata bahasa), kaiwa (percakapan), choukai (mendengarkan), kanji, dan sebagainya. Ini penting banget, karena tentu saja kamu punya kesempatan untuk berjumpa dengan teman-teman dari Jepang maupun pergi ke Negeri Sakura nun jauh di sana. Biasanya ada mata kuliah lain yang mendukung agar kamu bisa menguatkan fondasi untuk memahami budaya, bahasa, sastra maupun sejarah. Sehingga ada mata kuliah lain seperti Pengantar Kejepangan, Dasar-Dasar Ilmu Budaya, Multikulturalisme, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan lain sebagainya.  Di semester dua hingga empat, kamu akan berkenalan dengan empat bidang di atas. Di semester lima, kamu akan memilih dua untuk didalami lebih lanjut, dan di semester enam, kamu harus memilih satu untuk fokus menjadikan bidang tersebut sebagai dasar untuk tema skripsimu. Hampir semua mata kuliah menarik, karena memiliki ciri khas maupun dibawakan oleh dosen tertentu yang sama menariknya (wkwk). Tugas-tugasnya tidak terlalu mencekik, tapi saat belajar di kelas harus fokus agar tidak keteteran dan bingung saat mengerjakan.

follow_intipjurusan_COMPRES

Misal, untuk Pengantar Kejepangan, kamu akan diberikan penjelaskan mengenai berbagai hal seperti sejarah dan geografi singkat Jepang, lalu kamu akan diminta memilih hal yang menarik dari penjelasan tersebut. Hal menarik tersebut harus kamu gali dan dipresentasikan di minggu berikutnya. Lain lagi dengan mata kuliah Choukai (mendengarkan) dan kaiwa (berbicara), dimana kamu akan diminta untuk mendengarkan suatu percakapan, lalu diminta membuat percakapan baru dengan tema yang sama. Harus fokus, kan? Hihi. Btw, saya punya pelajaran favorit saat semester satu dan dua. Pelajaran ini ada pada mata kuliah Choukai (mendengarkan), namanya shadowing. Jadi, kamu akan diminta menirukan kata-kata orang Jepang dari rekaman, lengkap dengan intonasi dan pengucapan yang jelas. Kebanyakan suara rekaman itu lucu sekali, sehingga saya merasa seperti menjadi pengisi suara gitu~

Ohiya, mata kuliah di Sastra Jepang itu memiliki tingkatan. Misal, ada Kanji 1 hingga Kanji 4. Atau ada Mengarang dan Membaca 1 hingga Mengarang dan Membaca 5. Kamu diharuskan lulus tingkat sebelumnya untuk mengikuti tingkat selanjutnya.

Mata kuliahnya hitungan atau hapalan? Wah, sudah jelas dong, pasti hapalan. Eits, tapi ga cuma sekedar menghapal ya, juga harus dengan pemahaman. Lalu, karena hapalan, sudah pasti rumpun IPS yah, Kak? Nah, di UGM, Sastra Jepang masuk ke dalam rumpun tersebut, lebih tepatnya ke bidang Sosial dan Humaniora. Namun, kalau kamu adalah anak Jurusan IPA yang ingin masuk kemari, jangan berkecil hati. Saya sendiri adalah anak IPA penyuka Matematika yang akhirnya tergerak untuk masuk di jurusan ini. Tidak hanya saya, lumayan banyak kawan-kawan seperjuangan saya yang akhirnya masuk kemari. Perbandingan jumlah diterimanya kurang lebih sama, jadi tetap semangat, ya!

 

Mahasiswa dan Mahasiswi Sastra Jepang UGM

Seru nggak kuliah di Sastra Jepang? Wah, saya bersyukur sekali. Selain memang saya berencana untuk masuk kemari sejak lama, jujur saja banyak hal baru yang saya mengerti ketika masuk kemari. Intinya, saya jadi lebih banyak tahu, dan bersyukur. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah setiap tahunnya, Sastra Jepang UGM akan mendapat kunjungan dari mahasiswa Universitas Aichi, Jepang selama dua minggu. Nah, selama dua minggu itu, kamu punya kesempatan buat berkenalan dengan budaya, bahasa, sejarah, maupun sastra dari penuturnya langsung! Mereka juga membantu kita untuk belajar lebih jauh. Selain itu, kamu punya kesempatan juga melihat lucunya mereka merasakan culture-shock di Indonesia. Biasanya dosen akan memberikan kamu tugas untuk aktif melakukan kaiwa (percakapan) baik dalam tema yang ada di dalam pertemuan tersebut, maupun saat diluar. Ini ga cuma berguna buat nilai kamu, tapi akan mendukung kemampuan berbahasa kamu.

Selain itu, mahasiswa Sastra Jepang juga cukup aktif berorganisasi dan melakukan pengabdian masyarakat bersama dosen. Sangat menyenangkan, mengenalkan budaya Jepang kepada masyarakat yang memiliki rasa ingin tahu yang besar. Kami bersama-sama dengan masyarakat Desa di beberapa daerah di DIY memasak makanan Jepang, menulis kaligrafi Jepang, mengenalkan tarian, budaya, beserta dengan menjelaskan makna apa yang sebenarnya ada di baliknya. Seru banget!
Oia, kamu juga perlu tahu kalau Sastra Jepang punya beberapa klub yang asik nih. Misalnya Klub Kaligrafi yang dikelola bersama Dosen, yang bernama Shuuji Kurabu. Perlu kamu tahu, kadang-kadang tulisan orang Jepang sendiri tidak lebih bagus daripada kita, sehingga kadang mereka kaget mendapati kami yang belajar kaligrafi huruf Jepang, yang kalau diingat saja sudah bikin pusing (haha). Lalu, ada klub tari (HIKARI), klub memasak (Hiryouaikai), komunitas komik (Kokohima), klub origami (Okashi), dll. Nah, anggota Klub ini biasanya punya kesempatan besar untuk bergabung melaksanakan Pengabdian Masyarakat maupun ikut turun mengenalkan Sastra Jepang di Stand-Stand tertentu. Kadang juga diundang untuk hadir di acara tertentu sebagai performer. Pokoknya asik!

(kiri) Klub Tari HIKARI Sastra Jepang UGM dalam Road To MangaFest 21 September 2016; (kanan) Shuuji Kurabu dalam International Culture Fest Fakultas Ilmu Budaya UGM, 1 Maret 2017

Mahasiswa Sastra Jepang UGM juga memiliki kesempatan besar untuk belajar gratis di Jepang dengan beasiswa, ini dikarenakan banyak sekali kerjasama yang dilakukan UGM bersama Universitas Jepang, sehingga dalam setahun  cukup banyak mahasiswa yang diterbangkan ke Jepang.

Untuk lulusan? Perlu diketahui, untuk lulus dari Sastra Jepang UGM, kamu harus lulus Japanese Language Profiency Test (JLPT, semacam TOEFL untuk Bahasa Inggris) tingkat 3 dan wajib fardhu’ain mengikuti ujian tingkat 2 sebagai syarat kelulusan. Nah, kemampuan bahasa tingkat 3 dan 2 biasanya sudah cukup baik untuk menjadi pengajar, karyawan perusahaan (Translator/Interpreter), bekerja di bidang pariwisata, studi lanjut, atau bahkan kerja di Jepang. Lingkup kerja yang bisa dimasuki cukup luas, jadi jangan khawatir!

Nah, seru dan berfaedah banget kan ya, kuliah di Sastra Jepang? Monggo yang mau bertanya, boleh banget komentar di bawah!

Tetap tersenyum dan semangat!

Fitria Noriza

Mahasiswa Sastra Jepang; sibuk belajar, berorganisasi, dan mengejar beasiswa. Kadang menulis, mencari uang, dan belajar lebih banyak tentang hidup. Kadang juga suka muncul di event tertentu!

Kode Konten : X157

 

 

 

47 thoughts on “Sastra Jepang UGM – Fitria”

    1. ka Elisa, hari sabtu (22 April) jam 14 ka Fitria mau live di instagram, nonton ya.. nanti bisa ngobrol dan tanya-tanya seputar jurusan tata boga lewat instagram live nya.. 🙂

      admin intipjurusan.com

    1. kak mau tanya, kalo d3nya sendiri gimana prospeknya? udeh keterima di d3nya tapi ragu-ragu, denger2 ga bisa lanjut s1 juga… mohon pencerahannya

  1. Kak aku mau tanya soal jalur masuk ke S1 Sastra Jepang UGM…dulu kakak keterima jalur apa?Kira2 kalo aku ikut jalur SBMPTN peluang masuknya tinggi gak?Masuknya gampang ga sih kak?Saingannya gimana?Makasih 😊 ditunggu jawabannya kak, sekalian aku nanti mau daftar SBMPTN hihihihi

    1. Halo, Pinkan! Saya dulu keterima jalur SNMPTN. Untuk peluang masuk baik SBM maupun SNM saya rasa peluangnya sama, hehe. Usahanya yg penting.
      Masuknya lumayan, saingan kamu ribuan, dan untuk kuota biasanya sastra Jepang hanya menerima 25-40 mahasiswa per tahunnya. Tp jangan khawatir dengan urusan jejepangannya, OK? Karena bakal dari awal banget belajarnya. Kamu harus fokus di SNM/SBMnya dulu 🙂
      Dibanding masuknya, susahan keluarnya nih hihihi
      Semangat ya! Ditunggu di kampus kami!

  2. kak.. mau tanya sekilas D III Bahasa Jepang UGM. Jumlah mahasiswanya berapa ya kak? Banyak ga? Tiap angkatan berapa orang setahu kakak.. Arigatougozaimasu.

    1. Halo Putri, untuk D3, saya kurang tahu detilnya. Namun jumlahnya bisa mencapai 50 orang dalam satu angkatan 😊

  3. wah, Artikel nya bagus bgt nih.. 😘 yg nulis juga cakep. Pengen bgt masuk Kuliah Jurusan Sastra Jepang. ngerenung pun sampe pernah nangis. banyak hal yg ga bisa di ungkapin dengan kata” . slalu berdoa biar bisa Masuk Univ.Negeri jurusan Sastra Jepang 😢 . klo ikut SBMPTN rasanya sulit. 1:1000 kemungkinan untuk masuk.
    kalo yg lwt jalur undangan sih enak :c
    Tetap SEMANGAT!! Ganbarimasu~

  4. Halo kak fitriaa, aku pengen banget nih masuk sastra jepang, udah mantep malah hehe, mau nanya dong kakk, awal masuk sama belajar di sasjep susah atau ngga ya? Terus katanya bener2 digecek biar hapal dalam waktu singkat, itu bener ga sih kak? 😂 Makasih kakaa

    1. Halo!
      Susah-susah gampang, namanya juga belajar hehehe
      Kalo belajar jenis itu ga di semua mata kuliah, tapi untuk matkul seperti kanji, ada 🙂
      Jangan khawatir, kami bisa, kamu juga pasti bisa. Semangat!

  5. Mb ponaan saya lulus S1 sastra jepang univ brawijaya pingin lanjut S2 sastra jepang UGM..kapan mulai pendaftaran di gedung mana..tks..

    1. Selamat malam ^^
      Untuk saat ini, jurusan S2 Sastra Jepang belum ada di UGM. Terimakasih 🙂

  6. Kak, mau tanya dong. Pilih bahasa Jepang/sastra Jepang?
    Klo milih bahasa, kemungkinan bisa jadi pengajar. Terus kalo sastra? Bisa juga Ga jadi pengajar?

    Thx kak.

    1. Halo jasutra
      Jadi gini
      Walau namanya S1 Sastra Jepang, kamu tetep belajar bahasa. Dan nanti di semester 5 akan ada penjurusan dari empat bidang pendalaman ilmu: bahasa, sastra, sejarah, dan budaya. Keempat bidang ini hubungannya sama skripsi ya.
      Manapun yang kamu pilih, kamu tetap punya kesempatan besar menjadi pengajar.

      Jika konteks pertanyaan kamu D3 B. Jepang atau S1 S. Jepang, keduanya pun hanya memiliki perbedaan tingkat kedalaman ilmu yang dipelajari. Mau jadi pengajar? Bisa.

      Saya sendiri S1 Sastra Jepang, ambil Budaya untuk penjurusan, tapi sempat jadi pengajar part time.

      Semoga penjelasan ini membantu 🙂

  7. Halo kak, mau tanya dong. Dari artikel kaka diatas kan dikasih tau kalo mata kuliah sastra jepang itu ada pengantar kejepangan, dasar2 ilmu budaya, multikulturalisme, Bahasa Inggris, bahasa indonesia, dsb.
    Nah untuk mata kuliah Bahasa Inggris nya itu biasanya yg dipelajari apa aja ya kak? Kira2 susah ga ya kak untuk yg kurang menguasai Bahasa Inggris?

    1. Halo Safira 🙂
      untuk Matkul Bahasa inggris, itu adalah mata kuliah Fakultas. Jadi wajib diambil untuk FIB (fakultas tempat sasjep berada). Ini berbeda2 tiap fakultas yaa…
      Untuk yang dipelajari, masih yang gampang2 kok dan mudah banget dimengerti, karena masih dasar banget. Ini juga tergantung dosennya, ada yang menitikberatkan kepada berbicara, ada juga yg tenses. Tapi ga susah kok. Semangat ya 🙂

    1. Halo gianiii… Aku udah ada, tapi secuil aja karena hanya dapat 1 semester saat SMA. Temen2 aku banyak banget yang bener2 pertama kali belajar pas di Sasjep. Jadi jangan khawatir ya😊

  8. Halo kak Fitria. aku sukaa bgt sm jepang dari SD kls 5 dan skg aku kls 2 SMA. kalo ada sesuatu yang berhubungan sm jepang ntah knp aku kyk fanatik bgt gtu heheh. Dari sekolah + orang tua udh disuruh mulai persiapan buat kuliah (jurusan apa, dimana, bidang kerjanya apa). Aku juga udh mulai blajar bahasa jepang yang diajarin sm tmnku di Undip. Nah, aku rasanya udh mantep gtu mau masuk ke Sastra Jepang, tapi gatau knp tiba2 ada takutnya juga masalah pekerjaan. Ortu menyarankan utk mencari pekerjaan dg gaji yang besar agar kebutuhan tercukupi dan masa depan yang bagus. Sempat ada perdebatan antara aku sm ortu karna aku maunya sasjep sedangkan ortu menyarankan utk masuk ke hukum/akuntansi/hi/manajemen inter (krna aku ips). kalo translator kok aku kurang srek trus kyknya gajinya kurang hehe. kalo perkantoran contohnya apa ya? misal jadi Broadcaster region jepang begitu bisa kah?
    mohon bantuannya & jelaskan ya kak, arigatou gozaimasu!

    1. Halo. Banyak sekali sebenarnya lingkup yang bs kamu kerjakan. Prinsipnya “gunakan bahasa jepang sebagai bagian dari apa yang bisa kamu lakukan”, bukan cuma sekedar utk senang2 🙂
      senior saya ada yang masuk ke kemenlu sebagai staff, ada yang bekerja di Japan Foundation, yang bekerja sebagai assisten direktur di perusahaan, dan masih banyak lagi. Ada yang sekarang menjadi full time interpreter, illustrator, pendiri lembaga, dll. Mereka bisa memanfaatkan kemampuan mereka, dan itu yang paling penting 🙂
      jadi, tetap semangat ya 🙂

  9. halo kak Fitria, perkenalkan nama saya Dea, siswi kls 12 SMA yg mudah-mudahan lulus di thn 2018. saya mau tanya nih. kan setiap tahunnya ada mahasiswa univ. Jepang yang dtg ke univ. UGM dan dikatakan di atas kalo mahasiswanya punya kesempatan saling berinteraksi langsung, nah dari interaksinya tersebut kita lgsg speak japanese directly with them gt kah? trus, kalo kita ambil S1 Sastra Jepang ga harus jadi guru juga kan? ehehhe.
    btw, terimakasih nih kak atas review dan segala uneg-uneg nya tentang sastra jepang. setidaknya memberikan aku sedikit bayangan seperti apa nanti kalo aku ambil sastra jepang setelah lulus SMA tahun dpn. ありがとうございます!

    1. Halo, semoga kamu lulus dengan nilai yang memuaskan ya!😊 semangat!

      Yuhu, ngomong langsung, main langung, jalan bareng dll. Asik yak😁

      Nah, anyway s1 sastra jepang itu akademisi, tapi tidak menutup kemungkinan untuk hal lain.Banyak sekali sebenarnya lingkup yang bs kamu kerjakan. Prinsipnya “gunakan bahasa jepang sebagai bagian dari apa yang bisa kamu lakukan”, bukan cuma sekedar utk senang2 🙂
      senior saya ada yang masuk ke kemenlu sebagai staff, ada yang bekerja di Japan Foundation, yang bekerja sebagai assisten direktur di perusahaan, dan masih banyak lagi. Ada yang sekarang menjadi full time interpreter, illustrator, pendiri lembaga, dll. Mereka bisa memanfaatkan kemampuan mereka, dan itu yang paling penting 🙂
      jadi, tetap semangat ya 🙂

  10. Permisi kak Fitria.. ingin bertanya-tanya lebih banyak lagi nih kak tentang fakultas Jepang di UGM..hehe boleh minta nomer kontaknya tidak kak? Domo arigatou~💖

  11. 先輩,すみません。聞きたいです。Begini senpai, klo SMAnya IPA, masuk sastra jepang bisa lwt SNMPTN atau hrs SBMPTN?
    今,私は 2年生の 高校生で,N4レベルです。日本のことが すきです。とくに,日本語。
    よろしくお願いします。ありがとうございます

    1. Haloo
      Lewat jalur mana aja bisa hehe
      Mohon cek cara masuk ugm berbagai jalur ya. Banyak koo

      Saya sendiri anak SNMPTN, ada temen saya yg SNMPTN, SBMPTN, maupun UM (ujian mandiri UGM)

      goodluck!

  12. Halo kak Fitri! Jadi begini kak, hati saya sudah jatuh ke jalur sasjep. Tapi ortu saya mengatakan tidak. Jujur kami merasa khawatir, nanti kalo saya udh lulus, kerjanya apa? Ortu saya gk pengen, katanya nanti cuma jdi pengajar doang orz :”))) Saya saat ini kelas 3 SMA dan bbrp bulan lagi UN.

    1. Halo. Banyak sekali sebenarnya lingkup yang bs kamu kerjakan. Prinsipnya “gunakan bahasa jepang sebagai bagian dari apa yang bisa kamu lakukan”, bukan cuma sekedar utk senang2 🙂 oke kita tetap belajar dg senang, tp mantapkan tujuan, ga sekedar main2 dan sekedar tahu b jepang aja hehe. Mungkin mindset itu yang perlu diperbaiki dari sekarang.

      senior saya ada yang masuk ke kemenlu sebagai staff, ada yang bekerja di Japan Foundation sebagai staff, yang bekerja sebagai assisten direktur di perusahaan, dan masih banyak lagi. Ada yang sekarang menjadi full time interpreter, illustrator, pendiri lembaga, dll. Kesemuanya bergaji >5jt perbulan setau saya, bahkan lebih. Mereka bisa memanfaatkan kemampuan mereka, dan memiliki tujuan. dan itu yang paling penting 🙂
      jadi, tetap semangat ya 🙂 carilah tujuanmu dengan masuk sasjep 😁

  13. Permisi kak, saya mau tanya
    Saya gapyear ditahun 2017, dan mau coba lagi ditahun 2018?
    Awalnya saya tertarik banget buat masuk teknik tapi apadaya karena hasilnya tidak memuaskan sekali dari semua tes masuk yang saya ikuti, ya mungkin bukan rezeki kali ya kak
    Nah semenjak saya gapyear ini saya tertarik buat masuk sasjep, dan mau ikut sbm 2018
    Sebenernya saya bakal ambil semua jurusan sasjep di sbm 2018, saya tertarik buat masukin sasjep UNPAD, tapi setelah baca artikel kakak saya juga tertarik sasjep UGM, untuk pilihan lainnya sasjep UNSOED, jadi untuk urutan yang tepat dari segi akreditasi sama daya tampung gimana ya kak?

    Minta do’anya ya kak semoga saya bisa masuk salah satu diantara tiga pilihan itu
    dan semoga kakak juga bisa lulus dengan nilai yang bagus

    makasih sebelumnya kak!

  14. Kak, kakak dlu lewat jalur udangan ya?
    Klo misalnya saya test jalur undangan dan ga keterima, krna saya ank ipa saya harus ambil ipc ya kk?
    Krna ntar kan pilihan saya ga soshum aja nih.

    #jawabyakk
    #inidilemasaya
    #dilemaankkls3

  15. Kak di progam studi sastra jepang itu belajar bhs jepang nya dari dasar kah? Atau harus ada bekal dulu?
    Dann kakak, gimana cara kakak hafalin hiragana/katakana/kanji?
    ありがとう

  16. kak fitria, konbanwa ^^
    sebelumnya ada hal yg saya tanyain kak, nah saya di SMA ambil jurusan bhs jepang karena memang disekolah ada 3 jurusan (ipa, ips, bhs) kalo saya sih masih kelas 10 kak hihi :v.
    nah ortu pgn bgt saya bisa masuk ugm jurusan sastra jepang tp ortu ragu akan biaya masuk kak, biaya masuk mahal bgt yah kak? :”( padahal saya berharap bisa kuliah di ugm. oya kak, tes masuk nya susah bgt kak? kata temen saya yg udh kuliah tes nya susah bgt, emang bener gitu kak? udah kak itu aja yg mau saya tanyakan, sebelumnya Arigatou Gozaimasu kak fit ^^

  17. hai kak fitria aku seneng banget karena ada yang ngereview panjang tentang sastra jepang. aku pengen nanya2 lebih banyak lagi tapi lebih ke personal gak di komentar sini karena gak tau kapan abisnya nanya kalo disini. aku sangat berharap kakak bales ke email aku. terima kasih

  18. Kak misi nih mau nanya kan dulu kaka anak ipa lah masuk ugm lewat smnptn la itu si gimana kak? Masih bingung nih kriteria nilanya jdinya gimana(

  19. Halo kak fitria
    Mau tanya nih kalo misalkan SMA nya anak ipa ambil jurusan sasjep bisa nggak lewat jalur SNMPTN atau harus SBMPTN . Terus kak fitria dulu milih pilihan 1,2,3 nya apa aja?

Ayo tanya kak Fitria disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *