Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UIN Makassar (Syahril)

Hai kawan intipers, Assalamu’alaikum.

Perkenalkan, nama saya Muhammad Syahril bisa di panggil Syahril aja. Tapi kalau di kampus biasa sih di panggil Fake’(dibaca dalam Bahasa indonesia), What? Jangan artikan dalam Bahasa inggris ya. Fake itu singkatan dari asal daerah saya yaitu di Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Nah sekarang sih udah mau nyelesaiin semester 5 (butuh liburan wkwk) di salah satu jurusan di UIN Alauddin Makassar (UINAM) yaitu Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (Panjang ya? Hehehe ^,^) atau Planologi kalau dalam Bahasa inggris biasa di sebut Urban and Regional Planning dan aku angkatan 2015. Jurusan Teknik PWK di UINAM ini masuk kedalam Fakultas Sains dan Teknologi karena Fakultas Tekniknya belum ada.

Masih bingung apa itu PWK atau Planologi? yuk baca lagi.

Waktu awal masuk jurusan ini saya pun bertanya sih, kira-kira aku bakal ngapain didalam jurusan ini? Bahkan teman aku kalau nanya “Kuliah jurusan apa?” dan aku jawab “PWK atau Planologi”, dia akan bilang “jurusan apa itu, belajar tentang tumbuhan?” terus aku bilang “nggak ini itu jurusan Tata Kota” (dengan begitu bisa dilihat perbedaan antara tumbuhan dan kota). Jadi, PWK atau Planologi Itu hampir sama dengan jurusan Sipil dan Arsitektur yaitu kita diharapkan dapat membuat sebuah konsep perencanaan yang outputnya gambar. Namun yang membedakannya yaitu jurusan ini mempelajari banyak bidang atau disiplin ilmu seperti sosial budaya, ekonomi, lingkungan, MIPA, dan masih banyak lagi, yang nantinya akan dikolaborasikan untuk mendapatkan sebuah perencanaan dalam bentuk laporan dan peta.

Jadi nantinya kita banyak menghitung atau menghafal?

Kalau disuruh milih sih lebih banyak menghitung sih, tapi nggak banyak banget. Biasanya kalau hitungan itu saat kita akan menggunakan rumus yang di gunakan untuk menganalisis data, seperti data penduduk yang nantinya dapat di perkirakan berapa jumlah penduduknya ketika berada pada 20 tahun kedepan (wih… kayak peramal ya hahaha). Jadi biasanya itu kita bakal merujuk pada banyak buku jadi nggak bosan. Dan bukan cuma buku aja, kita juga akan di suruh untuk mempelajari Undang-undang, Peraturan Daerah, Keputusan Mentri, dan aturan lainnya seperti SNI (Standar Nasional Indonesia) dan Standar dari BIG (Badan informasi Geospasial) dalam penyajian peta. Dan banyak teman aku yang tertarik mau jadi pemimpin daerah setelah mempelajari dokumen di atas.

Mahasiswa/i Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UINAM 2015 (Semangat!!!)

Yang paling seru dari jurusan ini yaitu kita bakal jalan-jalan di setiap semester. Jadi kayak traveler gitu, jadi yang suka jalan-jalan nggak ada salahnya masuk di jurusan ini. Kok bisa jalan-jalan? Karena dalam PWK ada yang biasa di sebut Studio. Studio ini adalah mata kuliah yang besar SKSnya dan bertahap ada studio penyajian dan presentasi, ada studio proses perencanaan, studio perencanaan kota, dan studio perencanaan wilayah (Tergantung Kampusnya sih). Jadi kita akan terjun langsung ke lokasi yang direncanakan untuk mengambil data baik primer maupun sekunder, kita juga bakal bertemu pegawai instansinya dan berbaur dengan masyarakat sekitar jadi serasa KKN duluan (seru banget).

Foto waktu berkunjung ke taman nasional bantimurung, Maros

Untuk konsentrasi atau kompetensi yang disediakan di jurusan PWK UINAM sih ada 3 yaitu :

  1. Kompetensi bidang Perencanaan Wilayah Pesisir & Kepulauan

Dimana kita dapat mengetahui konsep pengembangan dan perencanaan, termasuk issu-issu dan permasalahan wilayah pesisir dan kepulauan. Untuk mendukung kompetensi pada bidang tersebut, terdapat 4 (empat) mata kuliah pilihan, yaitu :

  • Perencanaan Kawasan Kota Tepian Air
  • Bentang Alam Pantai & Kepulauan
  • Perencanaan Tata Ruang Pesisir & Kepulauan
  • Manajemen Pengelolaan Pesisir & Kepulauan
  1. Kompetensi bidang Perencanaan Perumahan dan Permukiman

Dimana kita dapat mengetahui konsep pengembangan dan perencanaan, termasuk issu-issu dan permasalahan perumahan dan permukiman. Untuk mendukung kompetensi pada bidang tersebut, terdapat 4 (empat) mata kuliah pilihan, yaitu :

  • Revitalisasi Kawasan
  • Studi Kelayakan Prasarana Permukiman
  • Perencanaan Real Estate
  • Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
  1. Kompetensi bidang Perencanaan Agropolitan

Dimana kita dapat mengetahui konsep pengembangan dan perencanaan, termasuk issu-issu dan permasalahan agropolitan. Untuk mendukung kompetensi pada bidang tersebut, terdapat 4 (empat) mata kuliah pilihan, yaitu :

  • Perencanaan Kawasan Agropolitan
  • Analisis Potensi Wilayah Pedesaan
  • Perencanaan Kawasan Wisata
  • Perencanaan Desa Terpadu

Kalau tugas lapangan pada semester 1 biasanya pada tingkat kelurahan dan setiap semester itu meningkat. Bahkan ketika udah sampai semester 5 kita bisa jalan-jalan ke luar negeri dan mata kuliahnya itu adalah perencanaan pariwisata jadi kita memang diwajibkan untuk berwisata. Awal januari 2018 nanti aku dan teman-teman bakal ke negara tetangga yaitu Malaysia dan singapura (jadi curhat). Itu sih tergantung kesepakatan antara dosen dan mahasiswanya, jadi harus di jaga kekompakannya kalau milih lokasi.

By The way kalau prospek kerjanya jurusan PWK sendiri banyak banget. Dengan title ST atau S.PWK Kamu bisa pilih mau jadi pegawai negeri sipil atau pegawai swasta. Kamu bisa bekerja di instansi pemerintahan seperti dinas PU, Bapeda, dan dinas lainnya. Kalau kamu tidak ingin jadi PNS, kamu bisa bekerja sebagai konsultan dan membuat lowongan pekerjaan bagi yang lain. Saat ini alumni dari PWK UINAM sendiri sudah terjun di berbagai bidang dan kebanyakan sebagai konsultan. Bahkan ada yang melanjutkan studi Magisternya sampai keluar negeri ada di Jepang dan Perancis (semoga aku juga bisa, Amin). Semua kerja keras itu pasti ada hasil yang bisa dipetik, jadi tetaplah berusaha dan semangat menjalani dunia Pendidikan untuk masa depan mu kelak. Mungkin itu saja sedikit kicauan dari saya pribadi dengan pengalaman yang saya rasakan di jurusan PWK.

Waktu Juara II LKTIN di Universitas Diponegoro (sedikit berbagi kebahagiaan)
Bersama tim dari UGM, ITB, ITS, dan Telkom University

Sedikit cerita mengenai foto di atas ini adalah moment saat aku dan tim memenangkan lomba LKTIN di UNDIP dengan tema City Branding. Yang intinya bahwa selama kamu berusaha dan belajar pasti ada hasil dan terbayarkan dengan seberapa besar pengorbananmu. Bukan berbicara dimana kamu dilahirkan tetapi dimana kamu besar dan menggapai cita-cita. Jika kalian para generasi penerus memiliki pertanyaan terkait jurusan ini silahkan berkicau di komentar dibawah. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan.

Terima kasih.


Tentang penulis : Muhammad Syahril

Mahasiswa semester V jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UIN Alauddin Makassar. Hobi Baca Buku (Novel, komik dan buku Perencana), Main game di saat boring serta suka traveling dan Berwisata Kuliner. Saat ini sedang menyusun tugas akhir semester dan belajar buat Vlog.

Instagram            : @nen_syahril 

Facebook            : web.facebook.com/syahril.caeem

Youtube               : www.youtube.com/channel/UCyVsQoD7i4Ct9UzAREfFGNg/featured?view_as=subscriber

Kode Konten: X296

9 thoughts on “Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota UIN Makassar (Syahril)”

  1. nggak harus pinter gambar kok kalau mau masuk jurusan pwk. karena kalau udah masuk di jurusan ini baru di ajar bagaimana menggambar peta baik manual maupun menggunakan software. tapi kalau punya bakat menggambar jadi lebih bagus lagi

  2. Halo,kak. aku mau tanya, masuk pwk harus pinter gambar gak sih? Soalnya aku payah masalah gambar2.

    Terus, guru BK aku justru menyarankan untuk tidak memilih pwk karena lahan kerjanya terbatas. memang benar begitu,kak?

    terima kasih sebelumnya.

    1. di pwk sih nggak harus pintar gambar seperti anak DKV atau artitek atau sipil. yang penting kamu pinter buat garis lurus gelombang dan itu saya rasa semua orang bisa cuma butuh belajar dek.
      kalau soal prospek kerja, sepertinya kamu coba banyak searching karna jurusan pwk itu tidak terbatas lapangan kerjanya malah menurut aku lebih luas di banding jurusan lain karana basic yang kamu dapat dari jurusan ini multi banget.

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *