Psikologi USK (Ziyah)

Assalamu’alaikum wr wb.. salam sejahtera para intipers.

Perkenalkan nama saya marziyah. Nama panggilan ziyah, waktu kecil dipanggil  “imamang Oo” wah gak nyambung banget dong ya dengan nama asli. Awalnya saya juga ngerasa gitu sih, tetapi setelah saya terjun dalam dunia ilmu psikologi  di sebuah Universitas terkenal di aceh, yaitu Universitas syiah kuala atau sering disebut Universitas jantong hate rakyat, tepatnya di bawah naungan Fakultas Kedokteran, saya baru mengerti kenapa dipanggil imamang Oo, ternyata dalam hidup ini kita tdak luput dari dua proses  hubungan timbal balik, yaitu “ada sebab-ada akibat”. Nah, saya tanyainlah sama mama kenapa dipanggil imamang oO, eh sebab punya sebab karena waktu kecil saya sering nangis minta es krim yang di jual keliling oleh si mamang. Akhirnya dipanggil lah “imamang oO” hehe. Jadi kunci utamanya sebab-akibat Menarik bukan ?  Oh iya hampir lupa, saya mahasiswa semester 5 ckck.

Sebut tentang jurusan “psikologi” kerap kali menjadi hal yang menarik untuk dikupas. Bagaimana tidak, ketika jurusan psikologi disebut, paham bagi orang lain adalah “wah lu bisa baca isi fikiran gue dong ? ramal gue dong, gue orangnya gimana sih.” emmm saya mah senyumin aja (hihi) dalam hati : “kami bukan dukun kali”. Lantas kenapa juga dikaitkan demikian ? nah, kita kenali dulu nih apa sih psikologi itu ???

Psikologi (Pshycology) secara formal didefinisikan sebagai kajian ilmiah mengenai perilaku dan proses-proses mental. Perilaku yang dimaksud adalah tingkah laku/ gerak-gerik yang bisa kita amati, bagaimana kita mengamatinya ? yaitu dengan Observasi atau pengamatan. Di dalam observasi kita mempelajari tingkah laku seseorang baik verbal maupun non-verbal (bahasa tubuh). Seseorang berperilaku karena sebab dan akibat, perilaku dihasilkan dari apa yang difikirkan (proses mental). Perilaku dan proses mental inilah dua hal timbal-balik yang selalu kita lakukan tanpa kita sadari.

Didalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat mengamati tingkah laku orang disekitar kita, misalnya : seseorang duduk melamun, murung, dan dengan mimik wajah yang sedih. Mencerminkan bahwa dia sedang ada masalah, jadi kita bisa bilang, “loe lagi galau ya ?”,orang tersebut pasti bilang “eh, kok loe tau ?”. nah hal inilah menjadi sebuah modal kecil anak psikologi wkwk. Lantas selanjutnya bagiamana bisa kami menebak anda sedang berbohong atau tidak ? yuhuyyy gampang sist, anak psikologi itu banyak mendengar daripada berbicara, ketika seseorang sedang bercerita kepada kita kuncinya adalah dengarkan dan amati, lalu diselang-selang pembicaraan kita menayakan kembali apa yang sudah dia cerita dengan cara tanpa dia sadari, nah disini kita akan melihat kekonsistenan jawabannya sama atau tidak dengan awal dia cerita tadi, dan perhatikan juga gerak gerik bola matanya atau bahasa tubuhnya (body language). *hehe udah kayak psikolog aja saya ya, tapi inilah ilmu yang sudah saya dapat. Keren bukan ?

Ada juga nih, ketika saya bilang kuliah dijurusan psikologi, teman-teman saya sering bilangnya gini, “wah kalau gue ada masalah bisa konsul sama loe ya”.(hmm, senyum hangat yang kedua). Ya di psikologi ada ilmu yang namanya konseling, dalam ilmu ini kami mempelajari bagaimana proses mencari tau titik persoalan, memahami, dan mencermati (bukan berarti kami yang menyelesaikan masalah ya guys), peran kami adalah membangun kesadaran orang tersebut akan kunci permasalahannya, dan memberi pandangan jalan keluar yang akan dia ambil. Jadi kalau kamu punya masalah, bisa menjumpai psikolog yang sudah ahli (bayar mahal tapi hehe) ataupun bisa juga menjumpai kami yang masih sambil belajar. Dalam psikologi juga kami mempelajari gangguan-gangguan kepribadian seseorang atau abnormal (hayooo loh kami bisa menebak kamu normal apa enggak, wkwk) dan dari ilmu inilah para psikolog atau lulusan psikologi dapat berguna di rumah sakit jiwa.

Pertemuan mahasiswa psikologi se ACEH 2016.

The next, saya akan kasih tau teman-teman matakuliah apa aja yang kami pelajari sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu ada filsafat manusia/ antropologi, psikologi umum, statistik psikologi, biopsikologi, pengembangan diri, psikologi kepribadian, psikolog belajar, psikologi sosial, psikologi perkembangan anak dan remaja, psikodiagnostika, psikologi organisasi, psikologi abnormal, wawancara, observasi, metode penelitian kuantitatif & kualitatif, psikometri, psikologi islam, psikologi industri, psikologi komunikasi, deteksi dini perkembangan anak, psikologi klinis, penyusunan skala psikologi, psikologi kelompok, psikologi komunitas, kesehatan mental, konseling dasar, psikologi pendidikan, modifikasi perilaku, psikologi bencana, test inventori, test intelegensi, pengembangan organisasi, kode etik, psikologi kesehatan, ketrampilan psikologi professional, ketrampilan menulis ilmiah, test proyektif, psikoterapi, psikologi eksperimen, psychopreneurship, psikolog ulayat, psikologi trauma, dan psikologi positif, psikologi keluarga, psikologi personel, psikologi kognitif, psikologi forensic, psikologi perdamaian, dan psikologi emosi. Banyak kali kan ya ? hehe tapi semua sangat bermanfaat, dan yang paling berkesan bagi saya adalah psikologi observasi, dimana saya dapat tau kenapa manusia berperilaku dan ternyata perilaku itu adalah hasil dari sebab dan akibat, serta
dari aksi dan reaksi.

Baksos EMPATI di Aceh besar longraya

Didalam proses belajar di psikologi yang sedang saya jalani, kami mendapat beberapa  tugas rutinitas, yaitu kami dituntun untuk bisa berbicara didepan umum, dengan dilatih melalui pemaparan hasil diskusi makalah kelompok di depan teman-teman yang lain, kami dilatih untuk bisa menulis karya-karya ilmiah, dengan diberi tugas membuat artikel atau tulisan, lalu dikirim ke media-media hingga tulisan itu di publishkasikan atau diterbitkan. Dan kami juga dilatih bagaimana menerapkan ilmu yang sudah kami dapat dan pelajari dengan cara turun lapangan atau praktikum. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah tugas turun lapangan/ praktkum, disini saya dapat langsung menerapkan ilmu yang sudah saya dapat secara nyata, seperti langsung untuk mewawancara orang lain yang memiliki kasus, lalu di observasikan, kemudian
dilakukan proses konseling.

Praktikum deteksi dini perkembangan anak

Lulusan di psikologi menyandang gelar S.Psi, contohnya Marziyah S.Psi gitu hehe aamiin ya allah. Dan setelah lulus dipsikologipun lagi-lagi ada pertanyaan yang diberikan oleh mereka-mereka (emm siapa ya ? hehe). “lulusan psikologi kerjanya dimana ?” yang  jelas kerja mau dimanapun jadi asalkan halal kan ya, ckck. Ya lulusan psikologi bisa kerja dirumah sakit, bisa kerja diperusahaan, lembaga pendidikan, lembaga militer, biro konsultasi psikologi, NGO, dll.

Kalau ditanya enak atau enggak kuliah di psikologi, bagi saya sangat-sangat enak, yang pertama ilmu yang kita dapat bisa kita terapkan untuk diri sendiri, kita bisa memahami orang lain dan kita bisa menjadi penasehat. Banyak pengalaman dan yang bakalan kita dapat, seperti jalan-jalan ke RSJ, kita bisa melihat orang diluar sana yang sudah tidak sehat jiwanya atau gangguan kejiwaan, disini mengajarkan kita rasa bersyukur atas nikmat Allah, sungguh sehat jiwa sangat perlu dijaga. Kemudian kita dapat melihat tingkah laku anak-anak SD, SMP, dan SMA, mengulang memori yang pernah ada. Belum lagi kalau lagi buat acara baksos tu, yuhhuyy seru kali, terasa kita betul-betul ada dalam masyarakat dan dapat berguna bagi mereka. The last saya juga ingin memperkenalkan baksos terbesar di prodi psikologi kami, yaitu EMPATI bakti mahasiswi psikologi mengabdi sejuta senyum sehatkan negeri. Sekian terimakasih . Are you the next psychology student ?


Tentang penulis : Marziyah

Mahasiswi semester 5 prodi psikologi universitas syiah kuala. Hobi menulis, meggambar, melukis, coret-coret kertas kosong (pokoknya gak bisa lihat pulpen/ pensil langsung main coret-coret).

Instagram : marziyah12 | fb : marziyah manaf | line : marziyah12mei

Kode Konten: X285

11 thoughts on “Psikologi USK (Ziyah)”

  1. Yuo’re best ziyah, jadi tertarik buat nyelesaiin tulisan lagi yang udah ketunda semenjak matkul KMD hehehe kerennn !!

  2. kk klo psikolog itu harus lancar inggris ya… apakah yg kurang lancar inggris bisa masuk psikolog

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *