Psikologi Unpad (Fani)

Halo, Intipers! Gimana kabarnya? Semoga selalu baik dan sejahtera. Karena kalau kalian gak sejahtera, harus aku loh yang turun tangan hehehe. Kenalin, aku Azalea Fania Nurliqa atau biasa dipanggil Fani dari Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran angkatan 2015. Ya, sedang memasuki tahun terakhir kuliah (Aamiin-in sama-sama yaJ). Disini aku ingin sharing sedikit (sedikit aja, kalau banyak-banyak nanti suka) tentang fakultas idamanku yang masih sedang dijalani. Psikologi. Kamu, kalau denger psikologi mikirnya apasih? Mind-reader? Cenayang? Pembaca kepribadian? Jadi takut ngobrol sama anak psikologi? Hmm. Menarique. Iya, itu memang beberapa misconceptions tentang psikologi. Jadi, mari kita bedah bersama. Semoga bermanfaat. Selamat membaca!

ABOUT PSYCHOLOGY IN PADJADJARAN UNIVERSITY

Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku manusia dan proses mental yang mendasarinya. Jadi, anak Fakultas Psikologi bukan mempelajari tentang bagaimana membaca pikiran kamu, kokJ Tapi lebih belajar tentang mengapa sih orang bisa berperilaku seperti itu, bagaimana sih proses di dalam dirinya sampai dia bisa berperilaku seperti itu? Ya, kurang lebih begitu. Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran sendiri (yang nantinya akan sering kusebut Fapsi Unpad) berbasis IPA karena Fapsi Unpad senantiasa mengembangkan kemampuan pemikiran diagnostik atau psikodiagnostik yang merupakan ciri dari Fapsi Unpad, serta mengembangkan ilmu dan metode dalam psikologi yang dilakukan melalui penelitian. Tujuan ini telah dikembangkan sejak lama, dimana Fapsi Unpad merupakan pelopor di Indonesia dalam hal psikologi eksperimen dengan mengembangkan laboratoriumnya. Iya, jadi kalau kamu bertanya-tanya apasih bedanya Fakultas Psikologi Unpad dengan Fakultas Psikologi di Universitas lain? Bedanya adalah Fapsi Unpad berbasis IPA, dan kebanyakan universitas lain berbasis IPS. “Memang apa bedanya Psikologi berbasis IPA dan IPS?”, iya, jadinya kita lebih menjurus ke hal-hal yang lebih klinis, karena memang Fapsi Unpad terkenal dengan psikologi klinisnya.

 

Tetapi, menjadi Sarjana Psikologi tidak serta merta menjadikanmu seorang Psikolog. Untuk menjadi Psikolog, kamu harus menempuh pendidikan lanjutan di Magister atau S2 untuk mendapatkan gelar profesi sebagai Psikolog dan punya izin praktik. Jadi, kalau di S1 kamu akan mempelajari Psikologi secara umum, semua bidang akan kamu pelajari, makanya di Fapsi Unpad sendiri tidak ada jurusan atau hanya Fakultas Psikologi dengan jurusan Psikologi. Nanti di S2 baru kamu bisa mengambil “penjurusan” sesuai minat yang kamu inginkan. Adapun “penjurusan” yang ada di program Magister S2 Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran adalah Psikologi Perkembangan, Psikologi Sosial, Psikologi Sumberdaya Manusia, Psikologi Klinis Dewasa, Psikologi Klinis Anak/Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan, dan Psikologi Kerekayasaan Faktor-faktor Manusia (Psikologi Eksperimen).

 

WHAT WILL YOU LEARN IN PSYCHOLOGY?

Hmm… apa aja ya yang akan kamu pelajari di Psikologi? Buanyak. Dan menyenangkan (terutama untuk kamu yang tertarik dan penasaran seperti aku). Di Fapsi Unpad kamu akan belajar tentang Biopsikologi, Psikologi Kepribadian, Psikologi Eksperimen, Psikologi Perkembangan, Psikologi Pendidikan, Psikologi Kesehatan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Abnormal, Psikodiagnotika (Observasi dan Interview), Statistika, dan masih banyak lagi mata kuliah yang menarik untuk dipelajari. Dan, ingat. Kalau alasan kamu masuk Psikologi adalah untuk menghindari Matematika. Sungguh, kamu salah, kawan. Sini kuperingatkan dari awal HAHAHAJ Kamu tidak akan terlepas dari mata kuliah Statistika yang mengharuskan kamu mau gak mau tetap ada hitung-hitungannya. Tapi gak masalah, gak akan sulit kok. Kamu pasti bisa! Karena aku pun sudah melewatinya dan alhamdulillah masih hidup sampai sekarang hehe. Kalau kamu tanya mata kuliah apa yang paling aku suka, sejauh ini aku akan menjawab Psikologi Abnormal. Kenapa, ya? Karena di Psikologi Abnormal kamu udah mulai belajar tentang patologinya. Kamu akan belajar tentang Skizofrenia (gangguan jiwa), gangguan kepribadian, gangguan mood, dan lainnya. Selain itu aku juga tertarik dengan pembahasan Psikologi Kepribadian, ya, apa lagi sih yang paling menarik selain mempelajari tentang diri kita sendiri? Tentang perilaku manusia? Yang sehari-hari akan kamu temui, yang sangat berkaitan dengan kehidupan kamu sehari-hari. Iya, semenarik itu. Kalau kamu pernah coba-coba tes MBTI 16 kepribadian yang menghasilkan kepribadian kamu yang INTJ, ESTP, dan lainnya, apa gak menjadikanmu lebih tertarik mempelajari lebih dalam dan mencari tahu kebenaran? Kamu suka baca-baca buku kepribadian yang plegmatis, melankolis, sanguinis, koleris? Apa gak menjadikanmu penasaran ilmiahnya seperti apa? Hmm, aku sih mulai penasaran.

Don’t judge a book by its thickness! Hehehe

Kalau kamu tanya “Apa sih gunanya belajar psikologi? Emang dengan belajar psikologi bisa menyelesaikan apa?”, waduh. Aku akan kebingungan. Bingung menjawab harus mulai dari mana saking banyaknya. Sesederhana kamu jadi lebih tau bagaimana harus menanggapi teman kamu yang mau curhat, kalau dulu cuma bisa bilang “Iya, sabar ya kamu”,
“Gimana ya? Aku juga bingung, yaudah kamu tenang dulu aja”, dengan belajar psikologi kamu jadi tau teori-teorinya, kamu jadi tau bagaimana menghadapi orang, kamu jadi lebih lihai melihat situasi dan lihai mengobservasi teman atau orang-orang disekitarmu. Iya, itu sederhana dan sehari-harinya. “Oh, cuma gitu doang? Biar bisa menanggapi orang curhat aja?”. Eitss. Tenang. Bukan itu aja. Lebih tingginya lagi, kamu bisa merancang program-program intervensi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada, contohnya : mengapa sih sekarang sedang marak tentang cyberbullying? Bagaimana ­step-step yang harus kita lakukan untuk menguranginya? Dan berbagai masalah lainnya, kamu jadi dapat berpikir sistematis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang harus diselesaikan. Kamu akan mempelajarinya di Psikologi Sosial Terapan. Kamu juga bisa tuh jadi fasilitator dalam program-program pelatihan dan pengembangan, kamu juga bisa belajar menjadi interviewer dan observer yang baik. Pokoknya banyak banget manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan belajar psikologi. Semakin penasaran?

Di Fapsi Unpad juga ada praktikumnya kok, “Hah? Praktikum? Ngapain praktikumnya? kan objeknya manusia?”, iya ada praktikumnya. Seperti latihan observasi (ini favoritku) dimana kita harus melatih kepekaan indera-indera kita agar bisa meningkatkan kemampuan kita dalam mengobservasi, simple-nya kalau ada temen kamu yang fake smile kamu jadi bisa tau karena kemampuan observasimu lebih baik. Kamu bisa tau temen kamu yang sehari-harinya selalu terlihat ceria, siapa tahu sebenarnya sedang memendam masalah mungkin (ayo lebih aware! Mari buka mata, hati, pikiran, dan telinga selebar-lebarnya!). Apalagi sekarang sedang sangat marak kasus bunuh diri karena depresi, lalu kamu cuma bisa bilang “Loh, perasaan dia baik-baik aja?  perasaan dia ceria-ceria aja?”, nah, mungkin kita kali yang kurang peka? Mungkin kita yang kurang bisa “melihat”? Mungkin kita yang kurang mau peduli? Jadi, belajar mengobservasi itu sangat penting.

Di Fapsi juga ada praktikum interview-nya. Interview bukan berarti hanya mewawancarai orang untuk lamaran pekerjaan atau posisi tertentu dalam organisasi dan lainnya loh. Jauh daripada itu, aku bisa mengambil hikmah dari belajar interview sesederhana mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, mungkin untuk menggali informasi tentang masalah berat yang sedang dihadapi teman, apa yang sudah dipelajari di-interview akan selalu bermanfaat. Bagaimana kamu bertanya tanpa orang tersebut merasa terhakimi, dan lainnya. Wah, terlalu banyak manfaat dan semua yang ada di Psikologi yang kusukai. Kurasa, disini gak akan muat. Kuharap dipikiranmu pun begitu. Sehingga kamu jadi lebih berminat untuk mencari tahu lebih banyak diluar ini 🙂

Iya. Kita kalau praktikum pakai baju formal kayak gini. Biar profesional 🙂

JOB PROSPECTS IN PSYCHOLOGY

Lulusan program Sarjana Psikologi dapat memilih berbagai bidang pekerjaan, diantaranya: asisten (pendamping) psikolog, staf atau manajer di bidang sumber daya manusia, marketing research, staf konsultan di bidang Psikologi, pengajar, konselor, perancang dan fasilitator pengembangan komunitas, asisten peneliti, fasilitator dan motivator dalam program pelatihan, pelaku usaha mandiri/entrepreuneur, dan melanjutkan studi ke program Magister Psikologi Profesi atau bidang terapan psikologi lainnya. Untuk alumni Fakultas Psikologi Unpad sendiri banyak yang melanjutkan ke program Magister atau bekerja di perusahaan khususnya bagian Human Resource Development. Tapi, ngomongin tentang prospek kerja. Kamu tenang aja. Selama masih ada manusia di muka bumi ini, ilmu psikologi pasti kepake, kok. Semangat!J

 

Nah, itu dia mungkin sedikit yang bisa aku bagi buat teman-teman. Percayalah, apapun jurusan yang kamu pilih, kalau itu sesuai dengan passion kamu, pasti akan sangat membahagiakan dan jadi gak ngerasa terbebani. Semoga teman-teman gak pernah merasa cukup dengan informasi di atas agar terus semangat mencari ya. Kalau ada yang mau ditanyakan, boleh sekali. Langsung saja ketak-ketik di kolom komentar. Ditunggu, loh! Gimana, semakin tertarik?


Tentang Penulis : Azalea Fania Nurliqa

Sedang menempuh ilmu setinggi-tingginya dengan memasuki semester ke-enam di Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, demi menjunjung tinggi kesejahteraan orang lain dan memanusiakan manusia. Sesekali kuliah, sesekali berorganisasi, sesekali menulis, sesekali  membaca, beberapa kali nonton drama Korea. Senang sekali mengobservasi dan menanggapi, jadi kalau mau cerita jangan sungkan.

Twitter : @azaleafania

Instagram : @azaleafania

Kode Konten: X291

 

43 thoughts on “Psikologi Unpad (Fani)”

    1. Ada kok sebenarnya. Tapi di fotonya emang gak ada. Yang laki2nya belum masuk hehe. Mayoritas memang perempuan:)

    1. Enggak. Psikiater itu beda sama psikologi. Kalau mau jadi psikiater kamu ambil fakultas kedokteran ambil bagian kejiwaan:)

  1. Oalah maaf kak aku baru tau, terus kalau prospek kerja jurusan psikologi luas ga kak soalnya ortu aku khawatir kalau nyari kerja nya nanti susah?

    1. InsyaAllah luas kok. Banyak bgt bidang yg membutuhkan ilmu2 Psikologi. Kalau kamu bisa mempersuasi dengan ilmu2 Psikologi yg kamu miliki pasti banyak perusahaan yg ngincer kamu. Coba kamu jelasin baik2 ke ortu kamu kalau Psikologi gak sesempit itu. Dan kalau kamu diberi kesempatan kamu harus buktiin kalau kamu juga bisa sukses dengan ilmu psikologi yg kamu punya. Semangat ya!:)

  2. kakak,nama aku janur, aku mau nanya , aku kan sekarang kelas 3, jadi masih bingung sama jurusan, tapi sekarang aku lagi tertarik sama fapsi, dan ditambah penjelasan dari kk, tapi kebanyakan orang atau teman aku masih negatif thingking sma prospek kerjanya, akupun juga masih bingung ceritain sama orang tua, menurut kk gimana ngeyakinin orang tua ny kk?

    1. Halo, Janur!:)
      Coba kamu jabarin aja prospek di Psikologi. Jelasin ke ortu kamu kalau Psikologi gak sesempit itu. Peluang kerjanya luas krn banyak sekali bidang yg membutuhkan ilmu psikologi. Psikologi bukan serta merta menjadikanmu hanya sebagai Psikolog kok. Kamu bisa kerja diberbagai bidang dengan memanfaatkan ilmu Psikologi yang kamu dapat. Bisa jadi marketing research, customer insight, HRD, konsultan , dll. Banyak banget yg butuh insight dari ilmu psikologi. Kalau kamu menekankan itu pasti banyak perusahaan yg ngincer kamu. Jelasin dan buktiin ke ortu kamu kalau itu emg passion kamu. Biasanya jadi lebih termotivasi buat sukses sih kalau kaya gitu krn pgn bgt buat ngebuktiin ke ortu dan mematahkan asumsi mereka yg salah. Jadi semangat ya!:) Semoga berhasil.

    1. Bisa langsung kerja kok:) Yang gak bisa itu bergelar profesi psikolog. Jadi kalau kamu lulus S1 Psikologi, kamu akan menjadi sarjana psikologi dan mencari kerja dengan titel itu, belum menjadi seorang psikolog. Untuk menjadi psikolog kamu harus mengambil program magister profesi di S2.

  3. kk, aku kan rencananya mau ngmbil fapsi unpad, sblumny kan kk udah ngejelasin tentang prospekny, tapi kemaren smpat aku di tanya sma guru, kalo prospek dari psikologi itu , jga merupakan prospek dari jurusan yang lain, contohnya kayak konsultan bsa ngmbil jurusan hukum atau yag lain kk, mnrut kk gimana, trs satu lagi kk, aku mau nnya apa sih beda psikologi unpad dengan yang lain?

    1. Iya, tentu aja. Psikologi itu multidisiplin. Dan memang ada beberapa pekerjaan yang overlap dengan lulusan sarjana psikologi, seperti HRD juga kita harus bersaing dengan sarjana hukum, sarjana ekonomi mungkin, marketing, dan sebagainya. Tapi, bukan itu pointnya. Pointnya adalah bagaimana dengan ilmu psikologi yang kamu punya bisa kamu aplikasikan ke pekerjaanmu nantinya. Kalau ngomong prospeknya sama dengan jurusan lain ya pasti. Semua jurusan pun ku yakin begitu, kamu ambil hukum nanti di dunia kerja juga akan bersaing dengan anak psikologi dan seterusnya. Jadi persaingan di dunia kerja pasti ada dari berbagai jurusan juga. Yang penting gimana bisa meyakinkan perusahaan untuk menerima kamu dengan kompetensi dan ilmu yang kamu punya. Karena ilmu-ilmu di psikologi itu sangat-sangat bisa diterapkan dan aku yakin bermanfaat banget di dunia kerja, jadi kamu juga harus bisa yakin kamu akan berhasil belajar psikologi. Jangan ragu ya kalau emang passion pasti ada jalan. Semangat!:)

  4. Kak fanii, aku mau nanya deh kak:) di jurusan psiklogi unpad itu harus pinter bahasa inggris gak sih kak? Hehe makasih sebelumnya.. Aku termotivasi banget baca artikel kakak

    1. Enggak kok. Cuma memang kebanyakan text book nya berbahasa Inggris, tapi kalau bahasa pengantar pengajarannya menggunakan bahasa Indonesia. Tapi gak harus pinter bahasa Inggris, namanya juga belajar. Pasti pelan-pelan juga bisa ngikutin bukunya kalau rajin dipelajari:)
      Wahh makasih ya, semoga bermanfaat!

  5. Assalamualaikum ka, aku mau masuk jurusan fapsi unpad sedangkan jurusan aku IPS apa bisa buat masuk fapsi unpad yg berbasis ipa? Kira” aku bakal kesulitan ga nantinya kalo masuk fapsi unpad yg berbasis ipa dalam penyesuaian belajar dll. Aku mau banget tapi takut ga bisa nyesuaiain sma temen” yg lain yg udh berbasis ipa

    1. Wa’alaikumsalam:)
      Bisa kok, tapi kamu harus ambil SBMPTN yang IPC.
      Kalau kamu bisa maksimal, insyaAllah bisa aja masuk.
      Untuk penyesuaian belajar kurasa gak begitu susah, tapi tergantung niat dan minat belajar kamu.
      Karena walaupun berbasis IPA gak semuanya yang IPA banget kok, jadi aku rasa tetap bisa dikejar selama kamu mau berusaha. Semangat!

  6. Hai kak! Aku mau tanya dong, apa sih alasan kakak waktu itu milih jurusan psikologi? Mungkin bisa jadi motivasi buat aku yang juga tertarik masuk fapsi unpad. Makasih kak.

    1. Wahh, aku emang ngerasa passion karena senang mempelajari tentang perilaku manusia sih. Aku awalnya banget emang karena seneng dengerin curhatan temen-temen aku, terus temen aku nyaranin “kenapa gak masuk Psikologi aja, Fan. Cocok tau”, kata mereka gitu. Terus aku jadi terinsight, “iya kenapa aku gak mendalami aja ilmunya ya, biar kalau dicurhatin aku bisa jawab pake teori”. Dan ternyata ketika aku masuk psikologi ternyata ilmunya luas banget dan karena aku emang pengen dan tertarik jadi seneng bangettt belajarnya juga, sangat membuka pikiran aku dan jadi seneng aja observasi perilaku orang, dll. Menarik banget deh hehe
      Ya apa sih yang paling menyenangkan dari belajar tentang diri sendiri? gitu menurutkuu. Semoga bermanfaat ya. Semangat! Jadi intinya temuin aja senengnya kamu dimana, passion kamu dimana, jadi nanti kuliahnya juga seneng dan gak terpaksa:)

  7. Hai kak,nama saya Christine, saya mw nnya ni kak,klo mau masuk bagian HR itu mesti MAGISTER PSIKOLOG PROFESI yh kak?, sama klo ud lulus S1 kerja bagian mana yang mendukung bagian HR?.
    Smoga kaka ngerti apa yang saya maksud??

    1. Enggak kok, kalau mau masuk HR gak perlu S2 dulu, kecuali kalau kamu mau jadi psikolog nya. Kalau HR, sarjana Psikologi aja juga udah bisa. Cuma emang lebih baik ketika kamu jadi psikolog dulu di bidang industri dan organisasi kalau emang mau mendalami di bagian itu. Jadi S1 bisa banget di HRD:)

  8. Hai kak,nama saya Christine, saya mw nnya ni kak,klo mau masuk bagian HR itu mesti MAGISTER PSIKOLOG PROFESI yh kak?, sama klo ud lulus S1 kerja bagian mana yang mendukung bagian HR?.
    Smoga kaka ngerti apa yang saya maksud??

  9. Halo ka! Mau tanya nih, emang bener ya kuliah psikologi itu lama? Maksudnya rata2 lulusnya 5 tahunan? Kalo pengalaman kating-katingnya gimana kak tuh lulusnya? hehe

    1. Dulu juga ku berpikir begitu, katanya psikologi lama lulusnya. Eh, tapi ternyata engga loh. hehe
      5 tahun justru itu maks bgt kalau di angkatan aku 2015, Fapsi Unpad. Gaktau kalau di yang lain ya. Kalau lebih dari 5 tahun bisa di DO.
      Jadi, idealnya itu 4 tahun aja. Dan, ngeliat kating-kating ya ada juga pasti yang lama, cuma kebanyakan pada cepet2 banget malah huhu. Jadi bikin termotivasi pengen cepet2 lulus juga kaya kating2 aku, banyak yg 3,5 tahun jugaa. 2014nya udah pada lulus, tinggal nunggu wisudaa

  10. Kak,peluang masuk fapsi unpad ketat ngga sih saingan nya, soal nya Pengen banget masuk fapsi unpad,tapi takut peluang nya sedikit..
    Menurut kakak gimana??

    1. Hmm gimana ya, bingung juga jawabnya.
      Karena aku kurang tau juga sebenernya, kalau dibilang ketat sih iya lumayan, karena banyak yang mau masuk Psikologi Unpad. Tapi jangan takut, kalau kamu yakin udah doa dan usaha yang maksimal percaya insyaAllah pasti bisa kok. Kalau emang gak lolos, berarti emang mungkin kurang cocok dan gak sesuai aja di kamunya. InsyaAllah disiapkan yang lebih baik sama Allah. Semangat!:)

    1. Tergantung sih. Aku kurang tau kalau penilaian dosen karena gak bisa ngejudge dan gaktau juga gimana penilaiannya. Tapi yang aku yakini, dosen ngasih nilai sesuai usaha yang kita lakukan. Jadi dosen gak pelit nilai kalau emang kita worth untuk diberi nilai bagus:)

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *