Psikologi UIN SGD (Fia)

Assalamualaikum sobat intipers!

Kenalan yuk! Ibarat pepatah, tak kenal maka tak sayang. Perkenalkan nama saya Fia Oktaviani biasa dipanggil Fi singkat padat jelas. Saat ini saya mahasiswi “tingkat akhir” prodi Psikologi di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung (UIN SGD). Saya lolos selesksi alur SPMB-PTAIN tahun 2013. Seleksi ini dikhususkan untuk 53 pilihan IAIN se-Indonesia. Saat itu kuota psikologi alur SPBM PTAIN di UIN SGD hanya menerima 12 orang sempat pesimis sih tapi Alhamdulillah bisa lolos. Hal ini yang membuat saya bangga bisa kuliah di Universitas Negeri, kebayang kan ketatnya dan sulitnya masuk ke Negeri hehe.

By the way udah sering denger UIN kan? Sebagian orang bilang nantinya jadi Ustadzah, karena kebanyakan mahasiswa adalah lulusan Aliyah, memakai rok dan berhijab. Opini itu tidak benar intipers! Saya aja notabene farmasi bisa lolos kok jangan takut. Bagi yang ingin kuliah disini tenang aja saat ini ada 48 jurusan menanti kamu. Bukan hanya itu, UIN kini memiliki 2 kampus besar dengan harga terjangkau & fasilitas yang memadai. Banyak mahasiswa luar yang kuliah disini ada dari Thailand, Brunei Darussalam dan Malaysia. Bahkan sampai sekarang masih jadi daya tarik calon maba karena disini dibekali ilmu agama. Lulusannya udah pasti hafal 1-3 Juz Al-Quran. Jadi kalau mau kuliah yang bermanfaat & bisa diamalkan dunia akhirat ya disini hehe.

Nah buat yang ingin mendapat gelar S. Psi saya mau sharing nih asyiknya kuliah di Psikologi. Mulai darimana ya? Saya mau kenalin dulu ah apa itu Psikologi UIN. Tahukah kamu? Prodi Psikologi dimulai tahun 2006 awal diresmikannya Dekan pertama. Cuma ini loh gedung Fakultas yang punya satu jurusan, jadi dalam satu gedung ketemu mahasiswanya itu-itu aja kalau nggak seangkatan ya adik atau kakak tingkat haha. Saat ini akreditasinya B. Prestasi yang didapat juga luar biasa mulai dari juara lomba karya tulis ilmiah, presentasi symposium, cerdas cermat, poster nasional, olahraga sampai ada 2 mahasiswa yang menerima beasiswa LPDP ke UGM dan Auckland, Australia. Bahkan kabar terbaru saat ini ada mahasiswi Psikologi pertukaran Indonesia-Jepang. Wih hebat kan!

Katanya mahasiswa Psikologi itu kumpulan orang cantik dan ganteng, buat yg jomblo sering main deh kesini hehe. Mungkin karena hampir setiap hari pakaian yang dikenakan saat kuliah rapi dan sopan terlebih lagi karena fakultas mewajibkan perempuan mengenakan rok. Kalau intipers main ke UIN dan melihat mahasiswa dengan celana hitam kemeja berdasi, atau mahasiswi dengan rok span hitam dan blazer udah pasti Psikologi punya hihi. Oh ya bagi yang aktif berorganisasi kumpulan anak Psikologi biasanya tergabung di ILMPI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia), IMAMUPSI (Ikatan Mahasiswa Muslim Psikologi) bahkan HIMPSI (Himpunan Mahasiswa Psikologi). Keren kan!

(bersama Dekan Psikologi)
(saat praktikum)

Seringkali mahasiswa Psikologi identik dengan “peramal” katanya bisa meramal masa depan, tulisan dan garis tangan, baca karakter wajah, ngedeteksi kebohongan. It’s big wrong. Bagi orang awam mungkin ya tapi sebenarnya tidak. Menurut para ahli, Psikologi itu ilmu yang mempelajari jiwa dan tingkah laku. Jadi jurusan ini mempelajari ilmu Psikologi murni saja. Asumsi seperti membaca karakter bisa didapat melalui pelatihan di luar (training) yang bersertifikat karena tidak bisa dilakukan secara asal atau judgment tetapi harus melalui latihan dan tes ter-prosedur. Satu lagi, seringkali setelah lulus Psikolog disamakan dengan “Psikiater” I will say No! kesamaannya adalah mengkaji manifestasi jiwa. Perbedaannya secara klinis, Psikolog menangani klien sehat dengan terapi sedangkan Psikiater menangani klien sakit dengan tindakan suntik dan obat-obatan. Sekolah Psikiatri pun >5 tahun karena harus mengambil Kedokteran lalu Spesialis Kejiwaan (SpKj).

Nah di Psikologi hafalan dan hitungan itu diutamakan. Mulai dari statistika, psikometri, kontur. don’t worry! Semua ini akan berguna di skripsi ketika mengolah data. Paling berkesan adalah praktikum, dimana dituntut untuk bisa menghitung hasil IQ mulai dari anak hingga dewasa. Jadi jangan harap di jurusan ini terbebas dari angka. Hitungan itu mudah asalkan diri kita dibuat jatuh cinta dulu.

follow_intipjurusan_COMPRES

Tugas yang diberikan juga tidak membosankan loh! Selain presentasi, makalah, meresensi buku dan praktikum, di Psikologi mahasiswanya wajib untuk melakukan (research) penelitian ilmiah baik itu individual maupun kelompok. Secara tidak langsung ini akan mengasah skill yang dimiliki. Biasanya dimulai dari semester 3. Ini juga bermanfaat ketika kelak melakukan penelitian skripsi atau membuat temuan ilmiah.

Di samping itu semua mata kuliahnya sangat menyenangkan bersama para ahli Psikolog yang handal. Hmmm 3 mata kuliah yang paling berkesan versi saya adalah Psikodiagnostika, Psikologi abnormal dan Psikologi Islam. Di bahas satu persatu ya.  Pertama, Psikodiagnostika mata kuliah paling seru diantara 8 semester. Ada teori di kelas dan praktikum di laboratorium dimana mahasiswanya wajib mengenakan blazer, kemeja putih, berdasi, rok span/celana hitam dan sepatu pentopel. Rapi banget kan? Nah di matkul ini dituntut seolah-olah menjadi tester. Lebih semangat kalau roleplay karena tiap praktikum didampingi kakak-kakak psikolog yang cantik dan ganteng. Disini belajar menghitung hasil IQ, mengerjakan psikotes, menggambar, mengobservasi hingga mewawancarai. Obyeknya mulai dari anak TK yang imut sampai orang dewasa yang lebih imut hehe.

Kedua, Psikologi abnormal. Duh suka banget dibuat degdegan deh pokoknya. Kenapa coba? Karena disini 85% mahasiswa Psikologi merasa sedang “berobat jalan” hehe. Mau tau alasannya? Makanya kuliah di Psikologi. Ohya segala gangguan jiwa dan tingkah laku abnormal dibahas disini mulai dari anak sampai dewasa. Kebiasaan kecil atau habbit yang sering di spele-kan hati-hati loh, nanti jadi gejala lama-lama jadi disorder. Seperti gangguan makan, gangguan tidur, orang yang sering curhat lewat status di medsos sampai keseringan selfie, duh hati-hati bisa jadi kamu gangguan narsistik.

Ketiga, Psikologi Islam. Seringkali saya dibuat merinding karena takjub. Intinya disini membahas bagaimana ilmu Psikologi dari perspektif Islam dan barat. Luar biasa kan? ketika membahas point tentang Psikologi selalu diselipkan ayat Quran dan Hadits kemudian dikaji menurut paradigma Islam, sains dan barat. Saya jadi tau banyak loh. Ternyata ilmu itu luas sekali, saya mempelajari tingkah laku dan jiwa manusia secara tidak langsung saya juga mendalami tiap ayat Qur’an. Masyaa Allah ya..

Selain itu ketika mulai semester 4 akan diminta memilih mat-kul pilihan hingga semester 7 yang akan mengerucut menjadi konsentrasi. Kebetulan konsentrasi yang disediakan Psikologi UIN bandung diantaranya Psikologi Klinis, Psikologi Sosial, Psikologi Pendidikan dan Psikologi Industri dan Organisasi (PIO). Mengasyikkan bukan? Tentunya konsentrasi akan dipilih sesuai minat mahasiswa masing-masing.

Hm tiap hari belajar 4 tahun di kelas dan laboratorium pasti bosan kan? Maka dari itu adanya tugas lapangan untuk menghilangkan rasa jenuh. Seru banget nggak ada duanya! Selain belajar, saya bersama teman seangkatan jalan-jalan loh sampai ke Jawa Tengah. Biasanya Psikoterapi Islam tiap tahunnya ada tugas lapangan ke Cirebon, Solo dan Yogyakarta bisa dibilang napak tilas ke Keraton Kasepuhan dan mengunjungi pesantren dimana santrinya mengalami gangguan jiwa. Diobatinya dengan terapi Islami seperti ruqiyah, terapi wudhu, sholat, puasa dan mengaji. Biasanya tugas lapangan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) mengunjungi anak berkebutuhan khusus dan Rumah Sakit Jiwa salah satunya RSJ Cisarua mengunjungi pasien yang disorder.

(tugas lapangan mengajar)
(tugas lapangan di Polsek Cikalongkulon Cianjur)

Banyak orang bilang kuliah di Psikologi sulit. Di balik kesulitan ada kemudahan kok. Menurut saya semua jurusan memiliki tantangan. Hidup tanpa tantangan itu nggak asyik! Tantangan Psikologi adalah mempelajari bagaimana mendiagnosa dan men-treatment client. Susah-susah gampang sih tapi semua akan mudah asalkan tekun.

Eh terus kalau kerjanya jadi apa? Nah jika telah lulus dari Psikologi jangan khawatir! Jika tidak melanjutkan ke S-2, prospek kerjanya sangat luas. Bisa menjadi tester, helper bagi anak berkebutuhan khusus, guru, bimbingan konseling (BK), asisten dosen psikologi, peneliti, tim personalia, HRD (Human Research Development), assisten manager, pegawai bank, trainer, pendamping psikiater bahkan konselor dan psikolog.

Gimana nih intipers, Psikologi itu menyenangkan bukan? Oh ya saya sarankan ketika masuk PTN/PTS hendaknya memilih jurusan sesuai keinginan hati. Teruslah berdo’a & berusaha. Sukses atau tidaknya seseorang ditentukan oleh seberapa besar kemauan kita untuk menjadi lebih baik. Semangat ya intipers! Ditunggu di Fakultas Psikologi UIN SGD Bandung. Yuk intip jurusan. Terima kasih. #salampsikologi.


Penulis : Fia Oktaviani

Mahasiswi tingkat akhir prodi Psikologi – FAPSI UIN SGD Bandung. Hobi menutrisi otak sebagai pembaca dan melatih rasa sebagai pendengar alunan nada. Saat ini sedang fokus menyelesaikan Skripsi demi S. Psi. 

Instagram: @fiaoktaaa 

Facebook: Fia Oktaviani Hermawan.

Kode Konten : X202

20 thoughts on “Psikologi UIN SGD (Fia)”

  1. Ka, klo psikologi tuh perbandingan teori ama ngitungnya brp???
    Matkul psikologi islam tuh, cmn ada d UIN atau d PT umum jg ada??
    Belajar ttg otak2 kgk??

    1. Kira-kira 50:50. Teori & hitungan sama2 diutamakan dan sangat berguna nantinya. Nah.. kalau matkul Psikologi Islam di UIN Bandung itu termasuk matkul wajib itupun matkul pra syarat dari matkul keIslaman lainnya dan setau saya itu tersedia di PTN/PTS yang notabene berbasis Islam 🙂

      Hmm belajar tentang otak2 seperti apa yg dimaksud? Hehe

    1. Hallo Deana 🙂
      Secara umum lulusan SMA/K/Aliyah dan yg paling penting mengikuti ujian masuk ke UIN dulu mau itu lewat SNMPTN, SBMPTN, dll. Nah jika lolos tes masuk Fak. Psikologi nanti ada syarat2 tertentu. Jd kalau syarat masuk sih secara umum seperti biasa mengikuti alur tes PTN 🙂

  2. Haloo teh geulis! Hehee mau nanya dong teh.. Kalau dari jurusan ipa ke psikologi UIN lewat jalur snmptn bisa dari ipa ngga ya teh? hatur nuhunn 🙂

    1. Hy umar !
      Ada kok, dikenalnya PIO. Banyak diminati & mata kuliah pilihannya dipelajari mulai semester 5 🙂

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *