PGSD UMK (Wakhidah)

Hai intipers! Salam berprestasi!

Perkenalkan, nama saya Nur Wakhidah kalau di rumah saya sering di sapa dengan Nur tapi di kampus teman-teman saya lebih sering memanggil saya dengan nama belakang saya yaitu Wakhidah. Saya adalah mahasiswa progdi PGSD Universitas Muria Kudus 2015 bisa tebak sendiri kan saya ada di semester berapa sekarang. Hehehe. Disini saya akan berbagi sedikit cerita saya selama saya menjadi mahasiswa PGSD UMK. Semoga bisa bermanfaat ya untuk teman-teman semua.

Apasih PGSD itu?

PGSD merupakan singkatan dari Pendidikan Guru Sekolah Dasar, merupak salah satu program pendidikan yang ditawarkan di UMK dan berada di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). PGSD di universitas kami merupakan salah satu prodi yang cukup ramai peminatnya. Hal ini bisa dilihat dari jumlah mahasiswa setiap angkatan yang bisa dibilang lumayan banyak. Terutama pada angkatan 2015 alias angkatan saya sendiri jumlah mahasiswa PGSD mencapai 400 mahasiswa dan dibagi menjadi 8 kelas. Hm… jumlah yang bisa dibilang banyak dari angkatan sebelumnya.

Jadi guru SD?

Sebagian orang mungkin berpikir kuliah progdi PGSD adalah suatu hal yang mudah. Mengajar anak SD dengan materi yang bisa dibilang cukup mudah dan mungkin siapa saja bisa mengajari anak SD. Hal itu juga yang saya pikirkan sebelumnya, sebelum saya masuk dan terjun ke PGSD (cielah) saya juga berpikir “ngajarin anak SD? Aku juga bisa, materi anak SD kan mudah. Buat apa kuliah mahal-mahal cuma untuk jadi guru SD”. Seperti itulah yang ada di pikiran saya sebelum masuk ke PGSD.

Padahal pada kenyataannya menjadi guru SD itu tidaklah mudah. Ada beberapa kakak tingkat yang sudah menjadi alumni justru enggan menjadi guru SD karena merasa diriya belum pantas dan tidak mampu. Menjadi guru SD tidak hanya mengajari siswa supaya menjadi pintar, tugas seorang guru SD bahkan lebih berat. Karena yang diajar oleh seorang guru SD adalah siswa yang masih dalam tahap tumbuh dan berkembang dan juga mereka sedang berada pada masa melihat dan meniru. Sebagai seorang guru sudah seharusnya kita mengajarkan sesuatu yang dapat membentuk siswa menjadi manusia yang berguna bagi dirinya sendiri, lingkungan hingga bangsa dan negara.

Kita belajar apa aja sih di PGSD?

Di prodi PGSD kami diajarkan mengenai perkembangan siswa, psikologi siswa, sejarah pendidikan, manajemen pendidikan dimana hal itu sangat berguna bagi seorang guru SD dalam mengahadapi berbagai permasalahan yang ada di lapagan. Selain itu kami diajarkan agar bisa menjadi seorang guru yang profesional dan juga tidak monoton dalam pembelajaran di kelas dan siswa dapat belajar dengan senang dan gembira tanpa adanya rasa terpaksa.

Tiap semesternya kami mendapatkan mata kuliah yang berbeda-beda. Seperti pada semester 2 kami mahasiswa PGSD akan mendapatkan mata kuliah konsep yang terdiri dari konsep PPKn, konsep IPA, konsep IPS, konsep matematika, dan konsep Bahasa Indonesia. Disini kami mendapatkan bagaimana konsep dasar dari tiap muatan, dan juga membenarkan beberapa konsep yang salah dari setiap muatan yang sudah pernah diajarkan sewaktu kami duduk dibangku sekolah. Di semester 3 kami mendapatkan mata kuliah aplikasi dan tentunya aplikasi dari 5 muatan sebagaimana yang ada pada mata kuliah konsep. Disini kami menerapkan konsep yang telah diajarkan di semester sebelumnya dan diaplikasikan menjadi sebuah media pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar di kelas. Kami juga diberi kesempatan magang di sekolah untuk mengamati bagaimana proses kegiatan belajar mengajar di kelas, mengenal lingkungan sekolah dan tentunya bertemu dengan anak-anak yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Kegiatan magang ini harus kami laksanakan pada semester 4, 5 dan 7.

Selanjutnya di semester 5 kami mendapatkan mata kuliah PAKEM yang tentunya tidak jauh-jauh dari kelima muatan yang ada di atas tadi. Disini kami dituntut untuk bisa merancang sebuah pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan untuk anak-anak. Tidak hanya merancang disini juga kami harus bisa memparktikkan rancangan pembelajaran yang sudah kami buat di depan teman-teman kita sendiri. Tahu gak tantangan terbesar pada semester lima ini adalah untuk mempraktikkan rancangan pembelajaran yang sudah kita buat. Kami dituntut untuk tidak jaim-jaiman. Karena kalo kita jaim tentunya pembelajaran di kelas akan menjadi sangat membosankan. Nah bisa bayangin sendiri kan gimana jadinya kalo hal itu terjadi ketika kita sudah menjadi guru, tentunya murid akan merasa bosan dengan pelajaran yang kita sampaikan.

Tugas apa aja sih yang ada di PGSD?

Jika kalian bertanya tentang tugas pada mahasiswa PGSD di UMK pasti mereka akan bilang “manteb”. Kenapa demikian karena tugas yang ada di prodi kami ini bisa dibilang lumayan banyak selain itu kami juga dituntut untuk kreatif. Kita ambil contoh pada semester 3. Pada semester kami mendapatkan mata kuliah aplikasi. Pada mata kuliah aplikasi kami diharuskan membuat media pembelajaran yang dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar di SD. Dan media yang dibuat haruslah media yang belum ada di lapangan atau media yang sudah ada namun dimodifikasi agar bisa menarik siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Tidak hanya menarik, media yang kami buat haruslah sesuai dengan konsep materi yang ada. Karena apabila konsep materi yang digunakan salah maka akan menyesatkan siswa tentunya dan itu akan membuat siswa “keblinger” (apasih).

Apabila media yang kita buat menarik dan unik akan diikutkan pada pameran yang setiap tahunnya di selenggarakan oleh prodi kami. Selain itu beberapa mahasiswa juga bisa mendapat kesempatan untuk membantu penelitian para dosen maupun hibah yang didapat  para dosen.

Hibah pembuatan Alat Peraga Edukatif (APE) SD

Selain mata kuliah aplikasi terdapat juga mata kuliah seni. Pada mata kuliah seni, setiap mahasiswa diberikan kesempatan untuk memilih salah satu seni diantaranya seni musik, seni rupa dan seni tari. Pada mata kuliah seni ini mahasiswa dapat menunjukkan minat dan bakat di bidang seni yang dipilih. Di akhir semester akan dilaksanakan penilaian dengan menggelar sebuah pagelaran seni. Bagi mahasiswa yang memilih seni musik biasanya mereka akan tampil pada acara pagelaran dengan menunjukkan kemampuan mereka dalam bernyanyi dan memainkan alat musik. Mahasiswa yang memilih seni tari, tentunya akan menunjukkan kemampuan tari, mereka mereka juga dituntut untut bisa meremix tarian tradisional dengan tarian modern. Sedangkan mahasiswa yang mengambil seni rupa memamerkan hasil kain batik yang mereka buat sendiri dengan corak yang beraneka ragam.

Setelah lulus mau jadi apa?

Mungkin sebagian besar orang berpikir mahasiswa pendidikan pasti setelah lulus akan menjadi guru sekolah. Memang tujuan dari pendidikan guru ini adalah untuk mencetak guru-guru profesional yang mumpuni dan juga kekinian (zaman now). Maksudnya adalah guru yang tidak gagap terhadap teknologi masa kini. Tapi jangan salah, tidak sedikit dari lulusan PGSD UMK yang justru menjadi pengusaha mebel dan usahanya sudah berkembang cukup pesat. Selain itu ada juga loh alumni yang justru menjadi penjahit dan memiliki usaha dibidang fashion.

Nah, sebagai calon guru sekolah dasar, kamipun diberikan kesempatan magang di SD. Selain magang di SD prodi PGSD UMK juga beberapa kali mengirimkan delegasinya untuk magang di luar negeri seperti Thailand dan Malaysia. Nah bisa bayangin kan gimana serunya bisa ngajar anak-anak di sekolah luar negeri.

Tim magang bersama ibu guru di SD tempat magang memperingati hari Kartini

Tentang Penulis:

Mahasiswi semester 5 Prodi PGSD –FKIP UMK. Kesibukan saat ini adalah kuliah, berorganisasi di Pena Kampus dan tidak lupa membantu orang tua di rumah. Saat ini sedang berusaha untuk mengejar beasiswa. Hobi, membaca wattpad dan sesekali menulis.

Instagram: http://www.intagram.com/@wakhidahnw

LinkedIn: http://www.linkedin.com/in/nur-wakhidah-048488118

Kode Konten: X295

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *