Manajemen Universitas Darma Persada (Annissa)

Assalamu’alaikum Wr, Wb.

Apakah teman-teman pernah mendengar kampus swasta dengan kualitas Jurusan Bahasa Jepang yang lumayan terkemuka di Indonesia? Yup.. Universitas Darma Persada, namanya. Aku menjalani program S1-ku di kampus ini. Kampusku beralamat di Jalan Radin Inten II, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, 13450. Aku memang kuliah di kampus tersebut, namun tidak mengambil jurusan yang paling populer yang tadi aku sebutkan di awal. Aku mengambil Jurusan Manajemen dengan ilmu ekonomi seadanya yang aku punya. Bayangkan saja, aku semacam anak sains dengan minat yang mengarah ke jurusan social – ekonomi tepatnya, hingga pada akhirnya tersesat juga di ilmu ekonomi.

Mengapa aku bilang tersesat? Karena di Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk penjurusan, aku dijerumuskan ke kelas sains, tanpa ada minat sama sekali di ilmu sains. Seiring berjalannya waktu aku mulai mengikuti arusnya, namun setelah lulus dan mulai bingung memilih jurusan kuliah, aku kembali dengan minatku beberapa tahun yang lalu. Setelah menimbang-nimbang ingin kuliah dimana dan jurusan apa, aku sambil mencari pekerjaan. Agar aku bekerja sambil kuliah saja, pikirku. Setelah beberapa minggu aku bekerja sebagai waitress di perusahaan makanan siap saji, “Pizza Hut”, aku jadi berpikir aku ingin sekali menjadi manajer restoran. Inilah latar belakang kenapa aku memilih jurusan manajemen, mengambil kampus swasta, dan mengambil kelas karyawan. Agar jam kuliah dapat menyesuaikan jam kerja, pikirku.

Ketika mendengar kata manajemen, teman-teman pasti berpikiran bahwa akan melulu belajar tentang me-manage. Ternyata tidak, di sini saya belajar banyak tentang hal baru, bagaimana cara menganalisis laporan keuangan, bagaimana cara kita memandang masalah ekonomi mikro dan makro di Indonesia, dan bagaimana cara untuk “masuk” dan mengerti tentang lembaga keuangan di Indonesia. Ini lebih  menarik dari apa yang aku bayangkan, pikirku. Dan persepsi orang mengenai seseorang yang mengambil jurusan manajemen akan menjadi manajer atau HRD, tok. Bagi saya tidak sepenuhnya benar. Di jurusan ini aku mempelajari juga bagaimana cara untuk menjadi entrepreneur yang baik di mata kuliah Kewirausahaan. Sang dosen akan menjelaskan betul rincian kiat-kiat menjadi wirausaha yang baik, dengan tidak melulu memandang untung besar adalah tujuan utama menjadi wirausaha. Namun yang terpenting adalah kita harus terus mengikuti kemana arus pasar berjalan, dan paham betul mengenai apa yang sedang in dimata calon konsumen.

Untuk macam jurusan yang ada di jurusan manajemen, memang kebanyakan memiliki nama depan atau belakang manajemen, seperti manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen resiko, manajemen strategik, ekonomi manajerial, manajemen bisnis jepang, manajemen mutu, dan manajemen rantai pasokan. Dari beberapa nama-nama mata kuliah yang mengandung manajemen ini, yang menjadi favorite-ku adalah manajemen pemasaran dan manajemen bisnis jepang. Alasan kenapa aku menyukai mata kuliah manajemen pemasaran adalah selain dosennya yang super kece Bapak Dr Firsan Nova yaitu penulis buku best seller PR War, dan Crisis Public Relations, mata kuliah ini juga mengajari kita gimana caranya untuk jadi pengusaha yang memandang luas apa itu pemasaran, yang jelas jadi tahu dan paham teori dasar pemasaran yaitu 7P. Apasih 7P itu? 7P itu 7 komponen dalam pemsaran yang terdiri dari product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process. Alasan selanjutnya kenapa aku menyukai mata kuliah manajemen bisnis jepang yaitu, aku jadi seperti masuk ke dimensi lain, dimana aku berada di negara Jepang dan mengerti bagaimana mereka menjalani bisnisnya dengan sangat apik dan konsisten untuk menjaga kualitas produk yang telah diciptakan. Oiya, di kampusku ini untuk setiap jurusan di semua fakultas menerapkan trilingual bahasa, jadi selain ada mata kuliah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, ada juga mata kuliah Bahasa Jepang. Bahkan diterapkan sampai 2 semester.

Lalu untuk setiap tugas yang diberikan dari dosen, biasanya dosen lebih sering memberikan tugas untuk membuat makalah, beberapa dosen sering memberikan instruksi mahasiswa untuk mengerjakan sendiri makalahnya, dengan maksud mahasiswa benar-benar menjelaskan masalahnya dengan bahasa dan sudut pandang-nya sendiri, tanpa bantuan copy-paste dari google. Biasanya mahasiswa yang ketahuan menjiplak jawaban dari google, akan mendapatkan nilai yang kurang maksimal.

 

follow_intipjurusan_COMPRES

Dari total 147 SKS yang aku ambil di kampus, aku memiliki beberapa mata kuliah yang paling berkesan. Mata kuliah yang pertama yaitu Seminar Ekonomi dan Bisnis Asia, mata kuliah ini mengajak saya dan teman-teman lain di kelas untuk berpikir kritis dan seperti ikut serta dalam setiap contoh kasus yang diambil oleh dosen. Di akhir semester mata kuliah ini, kami diinstruksikan untuk membuat makalah dan mempresentasikan perusahaan di negara Asia yang kita pilih masing-masing sebagai bahan pembelajaran, semisal mengapa perusahaan itu bisa bertahan sampai saat ini, kenapa perusahaan itu bias collapse, atau mengapa perusahaan itu bisa sampai melakukan impor ke negara-negara tetangga. Mata kuliah kedua yang menjadi favorite-ku yaitu Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Mata kuliah ini mengajarkan kita untuk mengetahui  ada lembaga keuangan selain Bank yang mungkin pernah kita dengar namun hanya sekilas, contohnya asuransi, pegadaian, koperasi dan lain sebagainya. Mata kuliah ini juga mengajarkan bagaimana cara kita untuk bertransaksi dengan negara lain.

Ada 3 konsentrasi dalam jurusan manajemen, yaitu Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan, dan  Manajemen Pemasaran. Kebetulan karena cita-cita dan minatku lebih ke arah sumber daya manusia, maka aku mengambil konsentrasi Sumber Daya Manusia.

Ketika saya memutuskan untuk mengambil konsentrasi sumber daya manusia, lalu saya mengambil mata kuliah Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan studi kasus di perusahaan yang saat ini saya bekerja, yaitu PT Telkom Akses Jakarta Utara.

Untuk alumni Universitas Darma Persada di jurusan manajemen beberapa yang saya tahu yaitu mengambil program master di kampus lain dan menjadi dosen di kampusku, menjadi karyawan di beberapa perusahaan lumayan ternama dan menjadi entrepreneur dengan ilmu yang sudah didapatkan dari kampus. Aku sendiri masih belum menentukan akan kemana setelah baru saja dinobatkan lulus dari kampus ini, menjadi apapun aku nanti, semoga saja ke depannya aku bisa menjadi master, karyawan ataupun entrepreneur yang amanah terhadap ilmu yang dimiliki.

Untuk menutup artikel ini, saya ingin mengutip quotes yang bagiku cukup menarik “Mahasiswa tak perlu dipandang sebagai juru selamat atau ratu adil yang kedatangannya perlu dinantikan. Mahasiswa juga tidak perlu dipandang eksklusif sehingga harus selalu berjuang sendirian. Mari berkolaborasi untuk Indonesia yang lebih baik” (Okki Sutanto, Mahasiswa dan Kolaborasi, Kompas, Selasa, 27 Desember 2011, hal. 7).

Wassalamu’alaikum, Wr, Wb.


Tentang Penulis :

Annissa Damayanti Putri, Alumni Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen – Universitas Darma Persada angkatan 2013. Hobi menulis, bernyanyi, dan sesekali mengisi waktu dengan menonton film box office dan main PES. Saat ini bekerja sebagai Drafter di PT Telkom Akses Jakarta Utara.

Instagram : @annissadamayanti

Kode Konten : X194

6 thoughts on “Manajemen Universitas Darma Persada (Annissa)”

    1. Menurut saya, manajemen itu cara mengelola dan mendayagunakan yang dikembangkan secara maksimal di dalam dunia kerja untuk mencapai tujuan organisasi dan untuk pengembangan individu itu sendiri.

  1. Assalamualaikum, kak. Kalau di jurusan manajemen, kira2 banyak itungannya gak? Soalx aku kurang di perhitungan, tp trtarik pngen kuliah d jurusan itu. Kata org sih, kalau jadi mahasiswi manajemen, harus sediakan kalkulator. Krn banyak hitungannya. Bnr gk sih?

    1. Alaikumsalam Dilla. Hai, salam kenal =)
      Aku jawab 1 1 ya.

      Kalo menurut aku di setiap matkul pasti ada hitungan hehe. nah untuk lebih spesifiknya, di jurusan manajemen memang ada hitungan, seperti di matkul akuntansi biaya, akuntansi manajemen, matematika bisnis, statistik bisnis, dan matkul lain yg belum aku sebutkan. Kalo untuk calculator, iya pasti kita menggunakan calculator saat hitung jawaban, karena saat uts ato uas kita ga diperbolehkan menggunakan handphone, tapi boleh menggunakan calculator.

      Akupun dulu begitu, agak gak suka sama hitung-hitungan. Saran aku, kamu jangan takut sama hitung-hitungan di setiap matkul yg ada di jurusan manajemen, asal kamu hadir dan mencatat semua cara, hitung-hitungan itu bisa di pelajari lagi 🙂

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *