Pendidikan Luar Sekolah UPI (Hodijah)

Assalamualaikum wr wb! Halo intipers! Perkenalkan nama saya Hodijah Wulandari biasa dipanggil Dijah. Saya mahasiswa aktif departemen Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia angkatan 2014, tepatnya sudah semester enam saya mencari ilmu di jurusan yang mungkin sebagian orang masih sering bertanya-tanya. Apa sih PLS itu? Prospek kerjanya seperti apa?

Sebelum menceritakan tentang pendidikan luar sekolah, saya ingin menceritakan keseruan yang pertama kali saya alami begitu masuk di jurusan ini. Jadi setiap tahunnya, jurusan pendidikan luar sekolah fip upi bekerjasama dengan himpunan mahasiswa PLS nya mencari β€œRaja dan Ratu Pendidikan Luar Sekolah” untuk dijadikan brand ambassador departemen yang nantinya akan aktif turut serta memperkenalkan jurusan PLS dalam berbagai kegiatan. Dan di tahun pertama saya menjadi mahasiswa PLS FIP UPI ini, saya berhasil mendapatkan predikat Ratu Favorite Pendidikan Luar Sekolah 2014. Hal ini menjadi motivasi saya untuk terus berkembang dan berproses di pendidikan luar sekolah ini tentunya πŸ˜€

Pendidikan Luar sekolah ini adalah salah satu jurusan yang tertua di UPI loh!

Pendidikan luar sekolah itu merupakan pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai jenis keterampilan atau pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan di luar jalur pendidikan formal. Simplenya, PLS itu adalah seluruh bentuk pendidikan yang ada di luar jalur sekolah formal (SD, SMP, dan SMA).

Pendidikan luar sekolah ini berfungsi sebagai penambah, pelengkap, dan pengganti pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

Pendidikan luar sekolah ini tergolong jurusan yang hampir 80% mata kuliahnya adalah berupa hapalan! Hihi. Tapi seru kok, karena semua mata kuliahnya, berdasarkan kondisi nyata apa yang ada di masyarakat. Mata kuliah yang dipelajari contohnya seperti pendidikan sepanjang hayat, psikologi sosial, kewirausaahn sosial, teori pembangunan sosial, etnologi, pendidikan orang dewasa, pengelolaan program pemberdayaan masyarakat, kepemimpinan dan dinamika kelompok, pengelolaan program pendidikan, dan masih banyak lagi yang lainnya.

follow_intipjurusan_COMPRES

Yang paling berkesan bagi saya, adalah ketika kita mempelajari mata kuliah-mata kuliah yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Di jurusan ini, kita akan banyak diberikan tugas observasi lapangan
Karena tugas-tugasnya yang cenderung lebih sering terjun ke masyarakat (baik itu ke masyarakat langsung, ke lembaga pendidikan nonformal, maupun ke organisasi-organisasi masyarakat) dibandingkan perkuliahan di kelas, maka tak jarang banyak yang melabelkan mahasiswa pendidikan luar sekolah itu adalah mahasiswa yang paling fleksibel ketika harus bersosialisasi langsung dengan masyarakat dan juga paling dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan dan usia. Sehingga mahasiswa pendidikan luar sekolah ketika di kampusnya ada program KKN (Kuliah Kerja Nyata) atau P2M (Pengabdian Pada Mahasiswa) selalu jadi garda terdepan untuk memahami kondisi apa yang sedang dibutuhkan atau terjadi di masyarakat tersebut.

Yang paling seru bagi saya, adalah mata kuliah strategi perubahan sosial. Pada saat itu, ketika saya melakukan observasi ke salah satu lembaga pengelolaan pemanfaatan sampah, saya menemukan nilai-nilai bagaimana pengelola tersebut pada akhirnya bisa menjadi sesosok orang yang inspiratif dan solutif dengan hanya peka terhadap lingkungan sekitar sehingga bisa membantu pemerintah kota untuk mengurangi jumlah volume sampah yang ada bahkan membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar rumahnya untuk bekerja sebagai seorang pengrajin sampah yang hasilnya bisa dijual dengan nilai jual yang tinggi dan tentunya meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar rumahnya.

Seru kan? Hihi.

Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UPI ini memiliki 3 konsentrasi khusus, yang ketika semester 5 nanti mahasiswanya akan dikelompokkan berdasarkan minat yang mereka inginkan untuk memperdalam lagi keilmuan pendidikan luar sekolahnya agar semakin fokus.

Apa saja sih konsentrasi yang ada di PLS FIP UPI ini? Here We Go!

Yang pertama ada konsentrasi pelatihan, hmmm.. pelatihan pasti sering denger kan? Yap! Sebagai mana tertulis dalam UU Sisdiknas tahun 2003, pendidikan luar sekolah memiliki satuan pendidikan yang salah satunya terdiri dari lembaga kursus dan lembaga pelatihan. Di konsentrasi ini, mahasiswa diberi mata kuliah-mata kuliah bagaimana merancang sekaligus mengelola sebuah pelatihan yang tentunya, berdasarkan apa yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Tentunya kita dibekali ilmu bagaimana menganalisis kebutuhan masyarakat sehingga bisa melaksanakan pelatihan yang tepat guna dan memiliki kebermanfaatan jangka panjang untuk masyarakat tersebut. Sasarannya, bisa untuk para pemuda atau juga orang dewasa. Selain itu juga, ilmu yang didapat di konsentrasi pelatihan ini bisa kita manfaatkan untuk pelatihan-pelatihan yang ada di perusahaan-perusahaan, menjadi bagian pemberi solusi bagi para perusahaan yang ingin merancang pelatihan yang dapat meningkatkan kinerja para karyawannya agar dapat memaksimalkan SDM yang ada! Keren kan? Konsentrasi ini memiliki prospek ke depan yang panjang dan luas, karena pelatihan akan terus dibutuhkan sampai kapanpun seiring berkembangnya zaman baik itu di ranah pemerintahan, perusahaan maupun masyarakat.

Yang kedua ada konsentrasi PNFI. PNFI itu apa sih? PNFI itu… Pendidikan Non Formal dan Informal, jadi di konsentrasi ini kita akan difokuskan bagaimana sih caranya mengelola program-program pada satuan pendidikan non formal dan informal, seperti misalnya, mengelola pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), satuan pendidikan yang sejenis (Sanggar atau Pesantren), Kelompok belajar, PAUD, dan lain-lain. Kalau di konsentrasi ini, kita akan lebih di fokuskan untuk menjadi seorang pengelola, yang nantinya mengelola lembaga yang memiliki kebermanfaatan lebih bagi masyarakat luas dan tentunya bagi orang-orang yang tidak dapat melanjutkan pendidikan di sekolah formal. Selain itu juga, konsentrasi ini menyentuh bagian pendidikan informal dimana disini diajarkan untuk mengembangkan pendidikan sejak dini yang dimulai dari pendidikan yang paling utama dan pertama yaitu pendidikan keluarga atau parenting. Diajarkan bagaimana seharusnya mendidik anak yang baik, menerapkan pola asuh yang baik. Jadi bisa dipastikan, lulusan pendidikan luar sekolah akan menjadi salah satu lulusan yang dicari sebagai menantu idaman loh! Hehe πŸ˜€

Yang terakhir ada konsentrasi Pemberdayaan Masyarakat. Wah, dari kalimatnya saja pasti rekan-rekan intipers sudah ada bayangan bagaimana ranah garapan konsentrasi ini. Yap, benar! Konsentrasi ini akan memberikan pemahaman serta kemampuan kompetensi untuk mahasiswanya bisa menjadi seorang problem solver terhadap masalah-masalah sosial yang ada yang pada akhirnya bisa memberdayakan masyarakat tersebut hingga akhirnya bisa menjadi masyarakat yang mandiri. Keren juga kan? Ladang amal nih hihi. Disini kita akan belajar bagaimana menganalisis kebutuhan masyarakat, lalu kemudian setelah itu membuat sebuah program yang nantinya memiliki outcome sehingga bisa memberdayakan masyarakat itu dan terlepas dari masalah sosial yang ada. Kalian akan belajar bukan hanya membuat program saja, tapi merancang, melaksanakan, melakukan monitoring hingga melakukan evaluasi program pemberdayaan masyarakat secara professional loh.

Nah.. udah mulai kebayang kan sekarang? Pasti intipers mulai bertanya-tanya nih lalu prospek kerjanya apa?

Lulusan pendidikan luar sekolah biasanya bekerja sebagai penyusun program pembinaan pendidikan masyarakat, sebagai analis pembinaan kemitraan pendidikan masyarakat, sebagai dirjen pendidikan dasar dan menengah, sebagai pamong belajar atau birokrasi di Ditjen PAUDNI KEMDIKBUD, sebagai guru bahkan pengelola dan penyelenggaraan program PAUD, sebagai pengelola kegiatan di berbagai lembaga kursus dan pelatihan, sebagai penilik pendidikan masyarakat baik tingkat kecamatan maupun kota/kabupaten, sebagai pengelola PKBM, bekerja dilingkungan departemen sosial, bekerja sebagai penyuluh dan informan, bekerja di berbagai perusahaan swasta, wiraswasta, bekerja sebagai dosen di berbagai perguruan tinggi, dan lain-lain.

Saya harap, melalui Pendidikan Luar Sekolah akan terlahir generasi-generasi peduli bangsa yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia dan menjadi pemecah masalah-masalah sosial yang ada di Indonesia. Sekian yang bisa saya ceritakan mengenai serunya menjadi mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah. Menjadi mahasiswa yang solutif dan fleksibel. Oiya klo ada pertanyaan bisa langsung komen di bawah yaa intipers. Keep spirit! Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatuh.

HODIJAH WULANDARI

Saya adalah mahasiswa aktif semester 6 di departemen PLS FIP UPI. Memiliki hobi beroganisasi dan menulis, dan memasak. Aktivitas sehari-hari selain kuliah juga terlibat aktif dalam beberapa organisasi pergerakan mahasiswa dan menulis puisi maupun cerita pendek.

Kode Konten : X130

12 thoughts on “Pendidikan Luar Sekolah UPI (Hodijah)”

  1. kak tapi ilmunya bisa diterapkan di lingkungan dalam sekolah ga kak? misalnya jadi penyelenggara program sekolah gitu mungkin kak?

    1. Ini bisa bgt. Kita emg belajar buat punya skill jd pengelola lembaga luar sekolah semacam kursus gt kok! Uun

    1. Bisa ipa atau ips ko. Tapi kalau relevannya, dari ips karena nanti mata kuliah jurusannya kebanyakan ttg sosial dan hafalan πŸ™‚

    1. terima kasih πŸ™‚ setahu saya jurusan ini bidang studi kok. kalau di UPI sendiri baru bulan kemarin berubah nama menjadi pendidikan masyarakat. peminat jurusan ini sudah mulai jarang karena banyak yang tidak tahu tentang ejurusan ini. padahal, jurusan ini adalah jurusan yang paling dekat dengan masyarakat.

    1. Iyap betul kebanyakan ttg masyarakat tapi kebetulan kalau di UPI sendiri kita tidak bisa memilih mata kuliah karena mata kuliahnya sudah di paket oleh departemen di setiap semesternya.

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *