Pendidikan Dokter Hewan USK (Fadeli)

Hallo Sobat Intipers !!

Perkenalkan nama saya Fadeli Bermani. Di kampus sering dipanggil Fadeli. Saat ini saya sedang aktif kuliah di Prodi Pendidikan Dokter Hewan Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Dan saya dari angkatan 2016 ( Masih Maba Nih Ye :D), anyway walaupun baru mau masuk semester 3 banyak pengalaman yang saya dapatkan di kampus ungu tercinta.

“Kamu kan Pintar, Halah, Kenapa ambilnya kedokteran hewan ? Kenapa ga ambil Kedokteran umum aja atau Kedokteran Gigi “

“Ah Jurusan Nanggung itu mah “

“Wah, tolong suntikkan sapi saya ya nanti”

“Kamu muslim kan ? Kok ambil Kedokteran Hewan? Nanti pegang pegang anjing”

And soooo many statements and questions similiar like those.

follow_intipjurusan_COMPRES

Well, sebenernya sangat miris melihat pandangan orang seperti itu, ya mungkin karena pandangan orang awam saja yang belum mengetahui apa itu kedokteran hewan yang sesungguhnya. Padahal peran dokter hewan tidak kalah besar dengan dokter umum, apoteker, dan perawat dalam kehidupan sehari-hari, contohnya untuk memastikan daging yang sehat dan berkualitas (Bebas Penyakit) diperlukan peran dokter hewan untuk memeriksa daging tersebut sebelum sampai ke tangan konsumen (masyarakat) dan juga masalah penyakit zoonosis (Penyakit hewan yang bisa menulari manusia) yang berbahaya bagi manusia contohnya rabies dan antraks. Sekaligus dokter hewan sebagai biosecurity yang memastikan daging hewan yang sampai ditanganmu itu higenis dan halal (untuk umat islam).

Nah kira – kira begitulah sekilas pentingnya peranan dokter hewan dalam masyarakat, selain itu alasan saya mengapa tertarik untuk mengambil jurusan ini yaitu :

  1. Saya emang merasa passion saya disini dan juga saya pencinta binatang, so jika teman-teman menjalankan kuliah sesuai passion maka dipastikan kuliah akan terasa lebih indah *eakk, selain itu jumlah dokter hewan di Indonesia masih sangat minim sedangkan prospek kerja kedepan sangat besar.
  2. Dihitung dari statistika peluang masuk kedokteran hewan lebih besar dan jurusan yang sangat prospektif untuk masa depan. DI indonesia sendiri FKH Cuma ada di 11 Universitas di Indonesia antara lain di Univ. Syiah Kuala, Institut Pertanian Bogor, Univ. Gajah Mada, Univ. Airlangga, Univ. Wijaya Kusuma, Univ. Brawijaya, Univ. Undayana, Univ. Nusa Tenggara Barat, Univ. Hasanuddin, Univ. Nusa Cendana, dan yang terbaru Univ. Padjadjaran.
  3. Ada slogan Kedokteran Hewan “  Manusia Mriga Satwa Sewaka “ yang artinya mengabdi untuk kesejahteraan manusia melalui hewan. Saya pikir sungguh mulia profesi dokter hewan. Dokter hewan itu kerjaannya mirip Batman yang kerjanya dibalik layar, kerjanya tidak tampak secara kasat mata namun dampaknya sangat besar di masyarakat. Bayangkan ketika kamu demam tinggi, dokter manusia mungkin bisa mengobati batuk mu, namun kamilah yang memeriksa ayam – ayammu karena bisa saja itu penyebab batukmu. Kami ada dimana-mana bahkan untuk hal yang tidak terduga sekalipun *eaaaa :D.
  4. Dokter hewan juga memiliki otoritas dan memiliki kode etik jadi tidak kalah keren dengan dokter umum dan menjalani sumpah profesi.

Sekilas Pandang Program Studi di Fakultas Kedokteran Hewan Unsyiah terdiri dari S1 Pendidikan Dokter Hewan, D3 Kesehatan Hewan, Profesi Pendidikan Dokter Hewan ( Bahasa Kerennya Coass), dan S2 Kesehatan Masyarakat Veteriner. Dan Alhamdullilah FKH Unsyiah telah mendapat akreditasi A.

Teman Seperjuangan di FKH

Sekarang, kita masuk ke cerita perkuliah di Fakultas Kedokteran hewan

Pada semester awal kuliah (1 dan 2) di Fakultas Kedokteran Hewan UNSYIAH memakai sistem paket jadi banyaknya SKS dan Mata Kuliah telah diatur oleh pihak Universitas, sedangkan pada semester 3 ke atas jumlah mata kuliah dan banyaknya SKS tergantung dari IPK *keknya susah bet wkwk, memang kuliah di bidang kedokteran susah namun kalau dijalani dengan sepenuh hati insyaallah mudah dan lancar.

Masuk FKH harus pinter dibidang apa sih ?? Semua bidang harus pinter sih hehehe, namun di pembelajaran di kedokteran hewan lebih ditekankan pada bidang ilmu biologi yang pastinya dong :D, kemudian kimia dan matematika karena ada mata kuliah biokimia dan rancangan percobaan. Di kedokteran hewan lebih banyak menghapal dan menalar daripada berhitung dengan rumus rumus, contohnya hapalan anatomi yang seabrek – abrek banyaknya wkwkwk.

Nah terus apa aja mata kuliah di FKH ?  Banyak yang dipelajari dan memiliki ciri khas mata kuliah kedokteran yang wajib di ambil, seperti Zoologi, Anatomi Veteriner, Fisiologi Veteriner, Biokimia Veteriner, Mikrobiologi, Parasitologi, Ilmu Bedah Umum, Ilmu Bedah Khusus, Fisiologi Reproduksi Veteriner, Patologi Umum dan Khusus, Embriologi, Histologi, Diagnosa Klinik, Penyakit Infeksius, Farmakologi, Kesmavet, Epidemiologi, Nutrisi Hewan, Radiologi dan Ilmu Penyakit Dalam *Sebenernya masih banyak matkul wajib lainnya. Sedangkan mata kuliah pilihan seperti Forensik Veteriner,Perilaku Hewan, Pengantar Biologi Molekuler, dll. Untuk Mahasiswa Semester 1 dan 2 mata kuliahnya masih dasar seperti Kimia Dasar, Zoologi, Biostatistika dan terdapat Mata kuliah Umum seperti PPKN, B.Indonesia, Ilmu Sosial Dasar, Agama Islam dan Bahasa Inggris.

Mata Kuliah paling seru dan berkesan apa sih ?? Well, 100 % Mahasiswa laki laki FKH setuju bahwa segala macam mata kuliah reproduksi paling seru dan menegangkan wkwkwk *kidding, tapi ada benernya juga karena mata kuliah seperti fisiologi reproduksi langsung dipraktekkan dilapangan secara langsung seperti rektal palpasi dan Inseminasi Buatan. Selain itu ada mata kuliah anatomi yang hapalannya membuat otak menjadi panas wkwkwkwk. And the last walaupun belum menyicipi mata kuliah bedah 99,9 % Mahasiswa FKH setuju ilmu bedah paling seru karena serasa jadi dokter beneran, main bedah-bedahan.

Susah engga kuliah di FKH ?? Mudah kok, ada usaha ada jalan. Kuliah di FKH sebenarnya susah-susah mudah, setiap hari berkutat dengan buku 1000 halaman yang setebal bantal, setiap minggu masuk labolatorium untuk praktikum, belum lagi laporan yang wajib dikerjakan plus jurnal – jurnal yang wajib dicari setelah selesai praktikum, ada juga tugas yang diberikan dosen seperti presentasi. So jadi susah juga loh kuliah di Kedokteran hewan. Eits tapi walaupun begitu enaknya kuliah di kedokteran hewan yaitu kami diajarkan menjadi tim yang solid dan kompak seperti mencari preparat (Biawak,Ular, Ikan, Katak,dll) jadi khusus kami yang cowok wajib ikut mencari walaupun sampai larut malam sedangkan yang cewek punya tugas untuk mengurusi masalah konsumsinya. Terus masalah kepekaan nih, setiap mahasiswa FKH wajib peka terhadap kondisi fisiologis dan biologis dari hewan, karena berbeda dengan dokter umum yang menangani manusia. Dokter hewan harus mencari sendiri masalah kesehatan yang dialami oleh hewan yang sedang ditangani.

Pengecekan Fisiologis Unggas

Kami juga dilatih keberanian, sedikit cerita nih saya dulunya sangat anti dengan hewan reptil yang ganas seperti ular dan biawak namun seringnya kontak dengan hewan tersebut selama proses pembelajaran dan praktikum akhirnya saya jadi terbiasa dengan hewan tersebut, hingga tidak terasa rasa takut itu hilang.

Apalagi ya, mmmm setelah menjadi dokter hewan kerjanya dimana sih ?? Lapangan pekerjaan yang tersedia sangat banyak jadi jangan takut nggak dapat kerja, contohnya praktisi hewan kesayangan, food industy (Biosecurity pangan), industri obat, dosen, PNS, Peneliti, Pusat Karantina Hewan, Dokter hewan kepolisian dan militer, dan masih banyak yang lainnya.

Nah, jadi tertarik nggak masuk fakultas kedokteran hewan ? Bagi Kamu yang berminat akan saya jelaskan gambaran singkat skema menjadi dokter hewan.

Pertama kalian harus lulus ujian masuk perguruan tinggi baik jalur SNMPTN, SBMPTN, atau Mandiri. Setelah dinyatakan lulus FKH kalian akan memasuki fase perkuliahan yang terdiri dari kuliah konvensional (Kuliah umum), ada juga kelas diskusi yang membahas segala macam masalah terkait kedokteran hewan, terus praktikum nih yang diselengarain setiap minggu diadakan minimal 1x  perminggu, lalu ada praktek kerja lapangan alias KKN ( Kuliah Kerja Nyata), baru deh puncaknya dituntaskan dengan Skripsi. Fase perkuliahan ini berlangsung selama 4 tahun paling cepetnya 3,5 tahun dan kalian akan mendapatkan gelar S.KH.

Eitss tapi kamu harus menempus satu fase lagi yaitu Koas. Singkatnya koas itu masa pengaplikasian ilmu yang kamu dapat selama kuliah ke masyarakat secara langsung agar nantinya terlatih menjadi dokter hewan yang professional. Di koas terdiri atas beberapa stase seperti stase bedah, stase interna besar, stase reproduksi, stase dinas, stase diagnosa labolatorium, dan stase interna kecil. Fase koas ini berlangsung selama 1,5 tahun dan setelah menuntaskan koas wajib mengikuti ujian kompetensi, setelah lulus ujian baru secara sah kamu mendapat gelar dokter hewan (drh).


Tentang Penulis : Fadeli Bermani

Mahasiswa semester 3 Prodi Pendidikan Dokter Hewan-FKH UNSYIAH. Hobi penulis yaitu Futsal, baca buku, menulis serta bermain game. Kesibukan kuliah, organisasi dan kompetisi.

Instagram : @Fadeli_

Twitter : @Fadelikingslord

Fb : Facebook.com/Fadeli.kings.lord

Kode Konten : X191

1 thought on “Pendidikan Dokter Hewan USK (Fadeli)”

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *