Pend. Bahasa Inggris Mercu Buana Yogyakarta (Milla)

Hi, intipers!
I am Mila, alumni Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Mercu Buana Yogyakarta tahun 2015. Meskipun udah lulus, tapi kesan belajar di English Education nggak pernah luntur karena saking serunya, saking berasiknya, juga saking bermanfaatnya, jadi membekas banget di hati dan ingatan. Selain itu, saya juga masih sering dilibatkan diberbagai acara kampus sebagai perwakilan alumni.

Kalau kamu mikir kuliah di jurusan Bahasa Inggris itu belajarnya seputar kosa kata dan grammar, ya emang bener gitu sih. Tapi nggak sesederhana itu juga. Justru penekanannya lebih kepada penerapan atau penggunaan Bahasa Inggris itu dalam konteks. Misalnya, penggunaan Bahasa Inggris untuk presentasi, membaca atau menulis puisi, bahkan drama performance.

Karena pada prinsipnya belajar bahasa itu harus sesering mungkin dipakai. Kalau nggak, bisa ilang loh ilmunya! Dengan metode belajar yang bisa disebut langsung praktek gitu, Bahasa Inggrisnya langsung dipakai untuk berkomunikasi, jadinya nggak berasa kalau lagi belajar. Pelan-pelan kosa kata nambah banyak sendiri. Grammar juga jadi baik sendiri karena keseringan ngomong, dengar omongan, mbaca sama nulis dalam Bahasa Inggris.

400

Jadi sebenarnya, kuliah di jurusan Bahasa Inggris itu sama sekali nggak seram apalagi susah. Kalau sudah terlanjur nyemplung, malah biasa aja. Kalau buat saya, cenderung bikin ketagihan mah iya. Makanya mau lanjut ambil master, insyaAllah. Doain ya. Hihi

Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan kita bisa mengajar Bahasa Inggris. Kita bisa menjadi salah satu ujung tombak perubahan bangsa (ke arah yang lebih baik tentunya) dengan mengajari generasi mudanya untuk lebih melek pada bahasa asing. Tahu sendiri ‘kan, ya sekarang ini sumber-sumber pengetahuan yang tersedia di internet bukan hanya ditulis dalam Bahasa Indonesia aja, tapi kebanyakan dalam Bahasa Inggris. Film yang asli Indonesia aja dikasih subtitle Inggris, ya nggak?

Tapi bukan berarti juga kita jadi pakai Bahasa Inggris terus, ya. Tetap harus cinta Bahasa Indonesia. Tetapi tetap terbuka juga dengan pengetahuan-pengetahuan yang tertulis dalam bahasa asing. Karena kalau bukan kita bangsa Indonesia yang melestarikan budaya dan Bahasa Indonesia, siapa lagi? Bisa-bisa diklaim tetangga sebelah lagi entar. *eh?

follow_intipjurusan_COMPRES

Berada di bawah naungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, saya juga dapat bonus belajar tentang psikologi pendidikan, terutama tentang perkembangan dan cara belajar anak. tujuanya agar bisa mengenali kalau nanti anak didik kita punya masalah belajar ataupun kesulitan dalam belajar. Dan ilmu ini bisa diterapin ke (kalau nanti punya) anak sendiri, lho. Sekalian belajar jadi (calon) ibu yang baik, ya ‘kan?

Anyway, mata kuliah terfavorit buat saya, semuanya favorit. Terutama yang berhubungan dengan buku dan literatur. Saya hobi baca sih. Dan ternyata baca karya sastra berbahasa Inggris itu seru banget. Selain nambah kosa kata karena kalau nggak tahu artinya langsung buru-buru pencetin hape nyari kamus digital, kita jadi tahu banyak budaya yang diceritakan dalam karya tersebut. Jadi sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui lah kalau kata pepatah jaman then.

Karena Bahasa Inggris itu sudah pasti pakai otak kanan, jadi otomatis jauh banget dari yang namanya hitung-hitungan. Kalau hapalan iya sih, sedikit aja pas ngapalin rumus tenses. Tapi itu bakalan ingat sendiri kalau kamu sudah delapan semester (saya sih sembilan) baca artikel dalam Bahasa Inggris. Jadi nggak usah khawatir, pasti hapal. Karena dipakai terus, mana mungkin nggak hapal kan? Haha

Memang nggak semua lulusan PBI UMBY jadi guru Bahasa Inggris. Makanya disediakan berbagai macam mata kuliah pilihan sesuai dengan minat masing-masing mahasiswa. Yang ingin menggeluti dunia terjemahan, bisa mengambil Translation. Kalau berminat mengajar Bahasa Indonesia di luar negeri, bisa mengambil BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Sedangkan bagi yang tertarik di dunia penyiaran, bisa mengambil mata kuliah English for Broadcasting. Setiap mata kuliah pilihan tentunya disertai dengan praktek yang seru abis. Langsung nranslate, langsung ngajar, juga langsung nulis artikel.

Saya dulu ngambil konsentrasi Translation. Kelasnya seru banget. Nggak Cuma nerjemahin dokumen, tapi saya juga bikin subtitle film. Selain nerapin ilmu Bahasa Inggrisnya, nambah ilmu baru juga seputaran teknologi per-subtitle-an. Soalnya saya gaptek banget waktu itu. Wkwkwk

Selain perkuliahan, ada banyak aktifitas yang kampus selenggarakan untuk membantu mahasiswa mengembangkan diri seperti Public Speaking Training, Table Manner and Business Etiquette Course di hotel berbintang, sampai Character Development Camp yang membantu mahasiswa untuk lebih mengenal potensi dirinya. Jadi bukan Cuma akademisnya saja yang diasah. Psikologis dan Mentalnya juga dibentuk. Table Manner kan Cuma makan doang, ngapain musti dilatih? Emang penting gitu?  Ets, jangan salah. Sebagai lulusan  PBI, peluang karir kita nggak cuma di dalam negeri, tapi juga worldwide. Kita wajib kudu tahu fine dinning siapa tahu nanti kita jadi tamu di acara makan malam di acara resmi. Biar nggak malu-maluin ya, ‘kan?

Sebagai calon guru Bahasa Inggris yang baik, tentunya harus diuji dulu kemampuan mengajarnya kan ya. Saya waktu itu dapat beberapa kali praktek mengajar. Seperti di mata kuliah microteaching, mengajar teman-teman sekelas, mata kuliah TEYL (Teaching English for Young Learners) ngajarin anak-anak, sama waktu PPL (Praktek Pembelajaran Langsung) ngajar anak SMA. Dan semuanya seru banget, karena saya masih minim pengalaman mengajar dan kesempatan ini jadi kesempatan untuk mempraktekkan ilmu yang sudah dipelajari. Hah? Ngajar langsung? Iya! Kita masih dibimbing dosen untuk ngembangin materi ajar dan segala tetek bengeknya, kok. Jadi bukannya dilepas gitu aja, tapi juga tetap dikawal.

Oya, yang paling seru, waktu ada lomba antar mahasiswa PBI. Jadi semua mahasiswa dari semua semester saling berkompetisi dalam lomba-lomba yang diadakan prodi. Ini yang paling berkesan banget soalnya dulu pernah menang storytelling dalam Bahasa Inggris sama word guess. Hadiahnya juga lumayan buat jajan. Hehehe

Alumni PBI sendiri sebagian besar menjadi guru baik dari tingkat dasar sampai menengah atas. Ada juga yang jadi dosen, bekerja di Tourism Center, atau buka les-lesan serta jasa terjemahan sendiri. Jadi, lulus dari prodi pendidikan nggak akan membatasi kesempatan berkarir di bidang lain, kok. Kita tetap bisa mengembangkan diri sesuai keinginan kita, sesuai bidang karir yang kita inginkan. Lingkup karir Bahasa Inggris itu luas, digunakan dan dibutuhkan di mana-mana. Dengan menguasainya, kesempatan karir jadi terbuka lebih lebar dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik.

Sebagai bonus, belajar di PBI bikin kita jadi bisa lancar ngomong cas cis cus dalam Bahasa Inggris. And it’s cool! Karena nggak semua orang bisa. Apalagi kalau kamu bisa ngajar Bahasa Inggris. Dobel kerennya. Kamu juga nggak perlu repot nyari-nyari subtitle kalau mau nonton film Hollywood, karena sudah otomatis paham dengan dialog para pemerannya.

Demikian sedikit yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat memberikan gambaran seperti apa kuliah di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris itu. Silakan tinggalkan komentar di bawah untuk bertanya seputar kuliah di English Education. 🙂


Tentang Penulis: 

Alumni PBI UMBY. Guru les. Penulis amatir. Bercita-cita menjadi dosen tapi belum juga ngambil kuliah master. Menyukai segala hal yang berbau fantasi terutama komik, film dan buku. Saat ini sedang menikmati pekerjaan sebagai staf Pusat Pelatihan Bahasa UMBY. Ceki IG saya @millanurvita dan noonamooda.tumblr.com biar lebih akrab.

Kode Konten: X265

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *