Pend. Teknologi Agroindustri UPI (Indah)

Assalamu’alaikum wrwb

Hallo intipers, sehat-sehat yaa. Seneng banget berkesempatan untuk sharing via tulisan tentang Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI. Mudah-mudahan membantu intipers semuanya, khususnya yang berencana melanjutkan pendidikan tinggi namun masih butuh referensi karena galau, kesini mau kesana juga mau jadi butuh penguatan, atau bisa jadi belum punya pilihan. Juga umumnya untuk yang penasaran agroindustri UPI itu lulusannya disiapkan untuk jadi apa, prospek kerjanya bagaimana, happy ga kuliahnya, dan dari sisi mana bisa bantu memajukan bangsa Indonesia. Happy reading semuanya

First, biar ga bingung kita kenalan dulu. Saya Indah Khoerunnisa, mahasiswi tingkat akhir  Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) UPI angkatan 2012. Beberapa pengalaman dari awal masuk kampus, diantaranya : Ketua kelas bertahan dari tingkat satu sampai sekarang, pernah jadi Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Himpunan Mahasiswa Agroindustri (HIMAGRIN) periode 2014-2015, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) HIMAGRIN Periode 2015-2016, Ketua Regional Barat Forum Agroindustri Indonesia Periode 2014-2016, Wakil Presiden BEM Republik Mahasiswa (REMA) UPI Periode 2016, Runner Up Mahasiswa Berprestasi UPI tahun 2015, proposal kreativitas mahasiswa bidang penelitian (PKM-P) terevaluasi dikti dan Pemakalah di Program Kerjasama Internasional FPTK UPI dengan IPGK Perlis dan IPGK Sultan Mizan Malaysia.

Second, diparagraf ini bahasannya aga serius nih intipers. Kita mulai dari nama program studinya, Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri. Pertama, kenapa harus pendidikan? intipers, kita harus tau bahwa salah satu peran strategis pendidikan adalah sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, ada loh di Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disana dijelaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Itu salah satu alasan kenapa pendidikan harus diperhatikan. Kedua, kenapa harus agroindustri? Kita nostalgia bentar intipers, pasti inget (ini maksa banget) waktu SD guru kita sering menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara agraris yang punya sumber daya alam melimpah, khususnya dalam hal pertanian. Iya ga? Nah, itu salah satu penyebab kenapa agroindustri harus dapat perhatian khusus dari kita-kita generasi penerus bangsa (gaya). Kenapakah? Karena agroindustri merupakan satu kelompok industri yang diprioritaskan untuk dikembangankan di Indonesia dan berpotensi menjadi penggerak ekonomi nasional (ini kata dosen hee). Jadi dari uraian diatas, ada dua hal yang harus dioptimalkan tumbuh kembangnya oleh generasi penerus bangsa : 1. Sumber daya manusia 2. Sumber daya alam. Sepakat?

Gambar 1. Kegiatan Seminar Nasional Agroindustry for Education Science and Technology (AGROFEST) 6 Tahun 2015. Tema “Ketahanan dan Kemandirian Pangan”

Third, intipers harus tau, Prodi Pendidikan Teknologi Agroindustri atau mahasiswa UPI biasa  menyebutnya “prodi agrin” itu masih muda usianya. Pertama kali menerima mahasiswa tahun 2008 namun statusnya mahasiswa kerjasama antara UPI dengan Vedca Cianjur. Di angkatan pertama ini, konsentrasi prodi agrin banyak, ada 6 konsentrasi : teknologi pengolahan hasil pertanian (TPHP), perbenihan tanaman, rancang bangun alat pertanian, sutra alam, peternakan dan perikanan. Tahun 2009, prodi agrin UPI tidak membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru, karena sedang mempersiapkan untuk mandiri. Tahun 2010, resmi menjadi prodi paling muda di FPTK UPI dan statusnya sudah bukan kerjasama lagi. Konsentrasi prodi agrin dari tahun 2010 hingga sekarang fokus ke TPHP. Kenapa TPHP? Jawabnnya karena sampai kapanpun manusia akan selalu butuh pangan J. Oh iya intipers, kamu-kamu harus tau kenapa FPTK UPI inisiatif untuk membuka prodi agrin di tahun 2008, salah satu alasannya karena saat ini belum ada pendidikan tinggi di Indonesia yang mencetak tenaga pendidikan di bidang agroindustri dan sekaligus memiliki keahlian setara dengan praktisi di bidang agroindustri. Gimana jauh lebih cerah sekarang ?

Gambar 2. Pameran Pangan dan Pentas Seni Euphorbia Tahun 2015

Fourth, kita bahas tentang lulusan yang disiapkan, ini lumayan serius juga intipers. Nyambung sama bahasan diatas, prodi agrin lahir di UPI sebagai upaya pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia berkualitas khususnya tenaga pendidikan dan praktisi dibidang Agroindustri. Kompetensi lulusannya diharapkan bukan hanya memiliki kompetensi pedagogik namun kompetensi profesional meliputi wawasan yang luas, kemampuan eksplorasi, kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta berpartisipasi dalam aktivitas ilmiah juga komunitas profesional dalam bidang agroindustri. Kalau udah lulus prospek kerjanya gimana? Sahabat intipers boleh memilih sesuai dengan keahlian yang dimiliki, bisa jadi guru SMK TPHP, kerja di industri pangan baik di bagian produksi, analisis pangan dan pengawasan mutu, atau di balai ketahan pangan, juga balai-balai tempat pengujian pangan. Pun kalau setelah studi S1 lanjut ke S2 bisa jadi dosen juga researchers. Jadi jangan khawatir ga akan dapat kerja, yakin akan banyak peluang, dengan catatan diri kita mau berusaha.

Gambar 3. Pemakalah di Program Kerjasama International FPTK UPI dengan IPGK Perlis dan IPGK Sultan MIzan Malaysia Tema Wacana Ilmu Tahun 2015

Fifth, happy ga ka kuliahnya di agrin? sahabat intipers, sebetulnya happy ga happy itu tergantung kita. Serius, karena nyaman itu kita sendiri yang menciptakan hee. Base on my experience, sejauh ini sangat menikmati kuliah di agrin. Apalagi untuk kita-kita yang suka, kimia, biologi, nanti akan banyak bertemu, namun terapan. Misal : kimia organik, kimia pangan, analisis pangan, mikrobiologi pangan, teknologi pengolahan pangan, gizi pangan, biokimia pangan, HACCP (Hazard analysis critical control point), satuan operasi (ini ada fisikanya hee) rekayasa proses, riset operasi dan masih banyak lagi. Juga mata kuliah kependidika, misal : perkembangan peserta didik, landasan pendidikan, kurikulum dan pembelajaran, kajian teknologi vokasi, bimbingan dan konseling, evaluasi pembelajaran dan masih banyak lagi. Kuliahnya ga di selalu dikelas intipers, akan banyak praktikum di laboratorium juga.

follow_intipjurusan_COMPRES

Hal yang lebih special dan menantang lagi, kalau status mahasiswanya udah tingkat akhir, mahasiswa agrin dituntut untuk punya pengalaman didunia kerja, langsung turun kelapangan. Ada kuliah praktek industri (PI), jadi selama 25 hari kita kerja di industri pangan. Waktu itu saya PI di produsen tepung terigu terbesar di Indonesia bahkan dunia dalam satu lokasi yaitu PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Bogasari Flour Mills Jakarta Utara. Luar biasa banget pengalamannya. Juga mahasiswa agrin wajib ikut PPL atau praktek ngajar di SMK TPHP selama 4 bulan. Waktu itu saya PPL di SMKN 1 Cibadak Sukabumi di Kompetensi Keahliah Pengawasan Mutu. Sama, luar biasa juga pengalamannya, bertemu peserta didik dengan beragam karakter, penguasaan ilmu harus dalam karena akan di transferkan ke peserta didik, jadi nambah ilmunya. Juga jangan lupa, relasinya pun harus bertambah.

Terakhir sebagai syarat penuntasan studi, pasti intipers semua tau atau pernah denger skripsi ? nah di agrin itu bukan hanya harus skripsian namun juga tugas akhir. Apa tuh bedanya? Tugas akhir itu penelitian yang fokusnya ke agroindustrinya. Misal : saya tugas akhirnya tentang mikroenkapsulasi betasianin dari kulit buah naga. Apa itu? Masuk agrin dulu nanti juga tau hee. Nah kalau skripsi, penelitiannya di fokuskan ke kependidikannya. Misal : di penelitian skripsi saya bahas tentang pengembangan virtual laboratory sebagai media pembelajaran mata kuliah analisis pangan. Jadi banyak challengenya dan itu artinya banyak wadah untuk mengasah diri lebih. Intipers, mudah-mudahan tergambar ya gimana kuliah di agrin dan apa yang akan didapat kalau kuliah di prodi ini.

The last, posisi agrin untuk bantu memajukan Indonesia dimana? saya pikir sudah cukup tergambar. Kita tau hal-hal apa saja yang akan dihadapi di Negara kita, juga persaingan dengan bangsa asing yang ga sedikit mengambil jatah untuk para pribumi. Jadi hayu masuk agrin hee. oh iya, satu hal yang ga kalah pentingnya, karena prodi ini termasuk baru, dan dosennya pun masih muda-muda, itu menjadi point plus lagi. Kedekatan mahasiswa dengan dosen yang terjalin dengan baik, kemudahan untuk mendapat bimbingan, serta perhatian khusus yang diberikan juga menjadi salah satu pendorong untuk kami-kami terus berprestasi. Thank you, semoga bermanfaat intipers.

Oh iya kalau ada pertanyaan langsung aja yaa tanyain di kolom komentar 🙂

Indah Khoerunnisa

Mahasiswa tingkat akhir Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri UPI. Hobi nyanyi. Lumayan suka membaca, diskusi dan badminton. Saat ini sedang fokus penelitian dan melayakan diri untuk jadi awardee salah satu universitas di New Zeland, juga belajar panahan.

Kode Konten : X134

2 thoughts on “Pend. Teknologi Agroindustri UPI (Indah)”

  1. Hai kak Indah, mau nanya nih ehe. Jadi aku disuruh ibu aku buat masuk ke jurusan teknologi pangan, sama kan ya kak, karena beda universitas jadi beda namanya gitu kayaknya: v. Nah tapi namanga teknologi kan pasti ada hitung hitungan kan kak, seperti kakak bilang tadi, padahal aku termasuk yg lemah banget banget sama hitungan. Menurut kakak sendiri hitung hitungan di jurusan ini rumit nggak sih? Misal fisika dan kimia yg kakak bilang itu hehe.
    Maaf jadi panjang. Terima kasih sebelumnya kak😄😄

    1. sebelumnya salam kenal Zea 🙂 Betul, Pendidikan Teknologi Agroindustri itu sejenis jurusan teknologi pangan tapi versi pendidikannya, jadi bukan hanya praktisi di bidang teknologi pangan namun juga pendidik Zea. Sebetulnya segala yang rumit itu bisa kita sederhanakan, dengan catatan mau menyederhanakan :). Sejauh yang dirasakan, engga rumit hitung-hitungannya ze, lebih banyak teori, misal mikrobiologi pangan, kimia pangan (lebih ke struktur kimia), kimia organik, itu teori semuanya. Yang hitungan, riset operasi, satuan operasi I dan II, ekonomi agroindustri, fisika dasar, kalkulus, statistika 🙂 semuanya hitungan terapan, jadi lebih mudah dipahami 🙂 fighting

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *