Pendidikan Bahasa Inggris Unila (Nabila)

Assalamualaikum intipers! Tabik pun! How do you do?

Hello, saya Nabila Ayu Nisa mahasiswa semester 7 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lampung. Melalui artikel ini, saya akan berbagi pengalaman tentang gimana rasa nya kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris Unila. Makin tua makin berpengalaman yaa, let’s check this out!

Wow, keren banget yaa Bahasa Inggris, hmmm.. tapi kan belajar bahasa inggris itu bisa di tempat kursus, lagipula bahasa inggris itu susah dan bikin pening, grammar lah, baca teks lah, baca pidato, paling itu-itu aja. Belum lagi nama ‘Pendidikan’ nya ujung-ujung nya paling jadi guru. Yup! Banyak orang bilang begitu, tapi nyata nya, kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris itu berbeda dan menyenangkan. How come?

Bahasa Inggris itu pelajaran yang paling saya gak suka sejak sd karna belajar bahasa baru itu agak aneh menurut saya. Saat SMP kelas 1, saya pernah dapet nilai 20 di ulangan bahasa inggris dan nilai merah di rapor. Karna tau bahasa inggris saya jelek, orangtua mau saya ikut kursus. Merasa kursus itu percuma, saya nolak dong. Tapi karna terpaksa, jadi saya coba dan yes! I’m in love. Mulai masuk SMA, bahasa inggris jadi pelajaran favorit dan mulai membayangkan gimana caranya merubah perspektif siswa soal bahasa inggris seperti yang saya alami dengan cara menjadi guru. So, Here I am.

400

Berdasarkan pengalaman, yang nama nya kursus dan kuliah jelas beda, kuliah itu sama aja full package or full version nya. Kalau kalian ikut kursus, sastra jelas nggak dipelajari, apalagi linguistics, discourse analysis, drama, syntax, etc. Awal masuk kuliah, kita akan diasah kemampuan berbahasa nya (language skills) mulai dari reading, speaking, listening, dan writing diawali dari level basic dan diakhiri advanced pada semester 5. Kalau udah punya semua skills itu, kita bisa ngapain aja loh. Nonton film Hollywood tanpa subtitles, baca versi asli novel Herry Potter dan The Lord of The Rings, nyanyi bagian rap lagu-lagunya Nicki Minaj, dan juga nulis caption foto di instagram pake bahasa inggris, hehehe, menyenangkan kan?

Skills memang penting, tapi kalau mau melihat dunia secara utuh, mata kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris itu ibarat kacamata atau teropong nya tapi tetap di bidang bahasa, sastra, dan pendidikan yaa. Sosial? Kita punya Sosiolinguistics, Bisnis? Ada Business English Conversation and Correspondance, Psikologi? Psycholinguistics dan Bimbingan Konseling pastinya, Pendidikan? Tentu Curriculum and Syllabus Design, etc. Pada dasarnya, kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris itu konsep. Kalau ada konsep berarti ada pemahaman, English is all about comprehension, seperti reading comprehension, dan grammar. Konsep yang paling sulit bagi siswa bahkan mahasiswa biasanya adalah Grammar. Padahal, pemahaman tentang grammar itu gk sulit loh. Dengan catatan, materi yang disampaikan lugas, cara nya menyenangkan, dan yang pasti siswa nya mau belajar yaa. Dan pada akhirnya kuliah jadi tambah menyenangkan.

Oh ya, soal S1 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Lampung sendiri, merupakan sebuah program studi dibawah naungan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni (PBS). PBS memiliki empat program studi S1, yaitu: Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Seni Tari, dan Pendidikan Bahasa Prancis. Sebagai salah satu program studi bergengsi di Universitas Lampung (gak sombong loh), Pendidikan Bahasa Inggris ini termasuk program studi dengan persentase Passing Grade tertinggi loh di Universitas Lampung pada saat saya masih mahasiswa baru. Posisi nya ada diurutan kedua setelah S1 Akuntansi di kelas IPS. Program studi ini sendiri hanya menerima hanya hampir 40 orang melalui jalur tertulis atau SBMPTN, sedikit ya? Justru itu yang membuat nya worth it. Makin tahun makin banyak peminat, tapi tenang aja kuota penerimaan nya bertambah juga kok.

follow_intipjurusan_COMPRES

Untuk daftar dosen-dosen nya, kebanyakan adalah orang lokal dengan ilmu import atau bisa dibilang lulusan dari luar negeri yang flesksibel, berwawasan luas, berfikiran ilmiah, dll. Cara mengajar nya memprioritaskan kemandirian mahasiswa, diskusi, dan konsultasi. Biasanya mahasiswa akan ditugaskan suatu materi untuk dipresentasikan (dengan bahasa inggris pastinya), didiskusikan dan melakukan konsultasi. Hal ini agar mahasiswa dapat berfikir global dan berani mengutarakan pendapat. Contohnya, pada mata kuliah Vocabulary, bagaimana cara memperkaya kosa kata mahasiswa? Belajarnya serius tapi tetap menyenangkan seperti dengan mempresentasikan hal-hal identik dari suatu negara, misalnya informasi tentang makhluk mistis leprachaun di Irlandia, oktoberfest Jerman yang mendunia, juga tradisi minum teh di Inggris. Pengetahuan baru didapat juga kosa kata baru serta diskusi pendapat dengan cara yang menyenangkan. Meskipun sulit berbicara sambil menjelaskan materi, tapi ini tujuan utamanya. Seru kan?

Ada juga mata kuliah Drama yang berkesan. Pilih dan edit cerita sendiri, siapin theatre sendiri, costume, make up, lighting, music pokoknya didiskusikan matang dalam kelompok sambil konsultasi dengan dosen bersangkutan. Drama secara teori dipelajari terlebih dahulu dan ‘D-Day comes’ praktek nya dimulai. Acting didepan orang banyak, malu sihh tapi demi pengalaman dan nilai (gak muluk-muluk ya) apapun dilakukan. Cerita Cinderella dengan genre comedy-romance, sukses menghibur penonton dan perolehan nilai memuaskan :)). Masih banyak lagi cerita-cerita menyenangkan selama kuliah di pendidikan bahasa inggris. Tapi ada 1 hal lagi yang gk boleh ketinggalan, yaitu acara penengenalan prodi dan keakraban mahasiswa.

Figure 1. Kelas Drama

Kami menyebutnya English Brotherhood, acara nya tahunan yang diselenggarakan saat penerimaan mahasiswa baru. Empat acara dijadwalkan, futsal, charity, outbond, dan seminar. Puncak acara ada di outbond, ketika para freshmen akan diajak jalan-jalan ke pantai di Lampung yang udah terkenal itu dan bersenang-senang, makan bareng, signing banner, color run, dll. Di acara ini alumni-alumni banyak yang dateng dan mengenalkan prodi serta prospek kerja nya. Tapi tetap yang dijunjung tinggi, No Bullying No Harassment, gak ada penindasan dan kekerasan ya teman-teman.

Pendidikan Bahasa Inggris sama seperti jurusan bahasa dan sastra inggris umumnya, dibagi 2 konsentrasi, yaitu tata kebahasaan (linguistics, morphology, syntax, psycolinguistics) dan kesusastraan (literature, drama, prose, poetry) tapi ada perbedaan nya loh. Yup! Konteks pendidikan selalu menempel di konsentrasi nya. Sebagai contoh, bagaimana cara mengajar grammar (linguistics) supaya siswa dapat memahami teks atau bagaimana cara mengajarkan sastra dengan cara yang menyenangkan. Bahkan kombinasi keduanya, mengajar grammar dengan media sastra. Kompleks tapi tetap satu tujuan yaa yaitu pendidikan.

Kuliah itu makna nya mengabdi, jdi kalau kuliah pasti ada tugas ke lapangan nya. On field, biasanya mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris itu jelas observasi ke sekolah. Observasi nya bisa aja tentang manajemen pendidikan sekolah, penerapan teknik atau metode pembelajaran, dll. Ada juga tugas mengajar (sebenernya program mengajar tapi sama lah yaa), Program Pengalaman Lapangan atau PPL yang wajib untuk tiap mahasiswa. Beda nya di Unila, PPL dilaksanakan di SMP/SMA di remote area atau daerah pelosok. Jadi kebayang dong seru nya, ketemu murid pertama kali dan mulai mengajar. Kalau dari pengalaman saya, mengajar itu sulit tapi mengesankan. Siswa di remote area itu sangat antusias belajar dan mereka sangat potensial di bidang nya masing2, tetapi keadaan dan fasilitas tidak mendukung, sehingga banyak talent tidak tersalurkan. Sayang banget ya teman-teman? Tugas kita banget tuh buat masa depan.

Last but not least, prospek kerja, huh? Banyakkk! Yang sangat jelas, future english teacher, baik di sekolah, kursus, dan bimbel. English is spread globally, semua hal menuntut bahasa inggris, so pasti guru bahasa inggris sangat dibutuhkan dan dicari. Ada lagi translator dan interpreter, kerja jadi penerjemah ini sangat menjanjikan, apalagi kalo ditekuni dan jadi professional bayangkan ‘1 lembar seharga 2jt rupiah’. Belum lagi sang interpreter, setiap penyanyi luar negeri yang konser di Indonesia mereka butuh interpreter handal supaya bisa ngobrol sama fans dong, dan soal bayaran jangan diragukan lagi. Terus bisa juga punya kursus sendiri (entrepreneur) atau sekolah sendiri, why not? Editor di publishing company bahkan penulis artikel, buku, dll. dan masih banyak lagi.

Banyak yang sudah disampaikan yaa, semoga membantu intipers cari jurusan yang sesuai jati diri. Inti nya, mau kuliah dimana pun kalau sesuai passion pasti enjoy dijalani. Jangan takut soal prospek kerja karna pekerjaan mencari dan membutuhkan orang-orang dengan passion pada bidangnya. Cukup jadi diri sendiri dan berusaha tanpa henti. Fighting everybody!


Bio:

Penulis adalah mahasiswa tingkat akhir di Pendidikan Bahasa Inggris universitas lampung. Sibuk dengan proposal skripsi nya, penulis sangat tertarik dengan psikologi bahasa dan sastra. Mengajar private kesana kemari, penulis bermimpi ingin menjadi tenaga pengajar professional dan memiliki sekolah sendiri.

https://www.linkedin.com/in/nabila-ayu-nisa-2a9a18105/

instagram: @nabilaayunisa

Kode Konten: X244

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *