Pend. Agama Islam UIN Jakarta (Mujib)

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarokaatuh….

Hai Intipers! Salam Pemuda Indonesia! Perkenalkan nama saya Abdul Mujib atau biasa disapa Mujib. Saya mahasiswa yang baru banget lulus *masih anget istilah  anak jaman now * dari juruan Pendidikan Agama Islam angkatan 2013, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, pasti tau donk ya kampus UIN yang hits J. Nah sebelum bicara sepesifik tentang PAI, saya akan jelasin secara umum mengenai fakultasnya dulu yaa. Fakultas Tarbiyah merupakan fakultas pertama sekaligus tertua di UIN Jakarta, fakultas Tarbiyah terdiri dari 12 jurusan. Oh yaa PAI (Pendidikan Agama Islam) juga merupakan jurusan tertua dan paling banyak diminati oleh calon mahasiswa, serta jurusan yang paling sering masuk akreditasi A, lhoo.

Banyak orang mengira kalau PAI itu jurusan yang “pasaran” karena sudah banyak banget lulusan PAI di masyarakat bahkan saya sendiri pun juga mengira begitu, lah tapi kok saya malah masuk PAI? Singkatnya, saya masuk PAI karena saya salah daftar online saat itu dan akhirnya masuk PAI. Tapi setelah saya pelajari lebih jauh ternyata saya dapat banyak banget hal yang saya pelajari dari sisi materi dan juga dari prospek profesi yang menguntungkan dari berbagai aspek. Kenapa? Karena di PAI saya gak hanya belajar ilmu keguruan aja tetapi juga belajar tentang administrasi dan manajemen walaupun memang lingkupnya masih kependidikan tapi cukup lah untuk modal pemula. Memang lulusan PAI ditujukan untuk menciptakan menjadi pendidik ilmu agama di sekolah tetapi tidak menutup kemungkinan juga untuk bisa bekerja di bidang lain, bahkan ada lulusan PAI yang bekerja di Bank dan kantor administrasi daerah.

Lanjut bicara tentang mata kuliahnya, nah di PAI terbagi dua macam pelajaran yaitu ilmu kependidikan dan ilmu keislaman. Ilmu kependidikan yakni belajar seputar ilmu pedagogik guru dan seputar kependidikan, mata kuliahnya adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika Dasar, Statistik Pendidikan, Administrasi Pendidikan, Landasan Pendidikan, Sosiologi Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Belajar dan Pembelajaran, Perencanaan Pembelajaran, Kurikulum Pendidikan, Strategi Pembelajaran, Media Pembelejaran, Evaluasi Pembelajaran, dan Pengembangan Profesi Keguruan. Sedangkan ilmu keislaman yaitu belajar mengenai ilmu-ilmu keislaman sebagai landasan materi pembelajarannya, mata kuliahnya adalah Ilmu Tafsir, Ilmu Hadits, Tafsir Tarbawi, Hadits Tarbawi, Fiqh, Ushul Fiqh, Qowa’id Fiqhiyah, Masail Fiqhiyah, Sejarah Peradaban Islam, Sejarah Pendidikan Islam, Mantiq, Perbandingan Madzhab, Pemikiran Pembaruan Dasar Islam (PPMDI),  Psikologi Agama dan bahkan ada mata kuliah Ulumul Kitab dan Nahwu-Shorof guna untuk melatih mahasiswa untuk mampu memahami kitab kuning. Oh yaa, mahasiswa PAI juga mempeajari seputar teknologi pendidikan, materi pembelajarannya adalah SPSS dan Photoshop. Terus tugas-tugasnya apa aja yaa? Tugas-tugas yang dikerjakan siswa bukan sekedar makalah aja tetapi juga menelaah jurnal nasional dan internasional, observasi sekolah, membuat proposal pembelajaran, PIQI (praktik2  ilmu kependidikan sebagai landasan keprofesian dan ilmu keislaman sebagai landasan bahan ajar atau materi dalam pembelajaran dan juga mahasiswa diajarkan keterampilan mengajar dan juga membuat karya-karya yang kreatif dan inovatif dalam pendidikan. Keunggulan PAI lainnya adalah bahwa tahun lalu PAI baru saja lulus sertifikasi AUN-QA (University Network Quallity Assurance). Apa tuh maksudnya? Jadi PAI sekarang sudah bisa disejajarkan dengan jurusan-jurusan bergengsi lainnya dan PAI UIN Jakarta sudah diakui oleh negara-negara ASEAN. Jadi mahasiswa PAI gak bisa dicap sebagai jurusan “pasaran” lagi donk *seperti ittuuuhh*.

400

Lanjut prakteknya ada namanya PPKT (Praktek Profesi Keguruan Terpadu) yaitu kegiatan mahasiswa praktek mengajar di sekolah selama empat bulan *lama binggooow hehe*. Eh tapiiii, meskipun terbilang lama tapi dijamin mahasiswa yang praktek bakal seneng dan ngangenin *nostalgia*. Di sekolah, mahasiswa benar-benar menjadi guru dalam kelas dan juga mengemban tugas lain seperti membantu administrasi TU dan kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah. Tujuannya agar mahasiswa mampu mengenali dan mempraktekkan dispilin ilmu yang sudah dipelajari serta mengetahui tugas setiap guru di sekolah. kebetulan saat itu saya ikut membantu guru TU, guru piket dan terlibat panitia HUT RI, dan panitia Qurban.

follow_intipjurusan_COMPRES

Selain belajar ngapain lagi? Mahasiswa dapat menekuni organisasi ekstra atau intra kampus, kebetulan saya masuk dalam organisasi intra kampus FLAT (organisasi bahasa asing). Untuk kegiatan di jurusan PAI tentu ada HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang menaungi organisasi dan aspirasi mahasiswa PAI. Gitu aja? Ada lagi donk, biasanya setiap kelas mengadakan kegiatan tersendiri pada setiap tahunnya, kalau kelas saya sendiri mengadakan charity sambil mengajar anak-anak desa Sukamulya, Kec. Balaraja selama satu minggu.

Mata kuliah yang paling berkesan menurut saya adalah media pembelajaran dan psikologi pendidikan. Pada mata kuliah media pembelajaran mahasiswa tidak hanya diajarkan mengenai teori saja tetapi juga praktek membuat media langsung dalam tiga jenis, yaitu media audio, visual dan audio-visual. Salah satu yang saya buat adalah saya dan teman mahasiwa membuat fim pendek berdurasi 20 menit tentang “Mencontoh Khalifah Umar bin Khattab Dalam Adab Masyarakat”. Selama proses pembuatan film, saya dan teman-teman tentu memiliki kendala-kendala (seperti harus take scene di pinggir danau pada malam hari) yang membuat saya  dan teman-teman harus kerjasama yang kuat agar menghasilkan karya yang bagus. Terus apa yang berkesan di Psikologi Pendidikan? jadi saya saat itu harus observasi dua siswa yang memiliki prestasi tinggi dan rendah. Saya tidak hanya observasi di sekolah saja, tetapi juga beberapa kali observasi ke lingkungan tempat tinggal dua siswa itu selama 2 minggu *bayangkan pemirsaahh…*. Nah, dari curhatan tersebut membuat saya berpikir bahwa untuk menjadi pendidik itu gak mudah, pendidik bukan hanya harus menguasai materi saja tapi juga kreatif dalam mengolah materi dan harus terjun ke lapangan langsung untuk merasakan apa yang terjadi pada kondisi peserta didik baik fisiologis dan psikologis.

Oke, sekarang kita bahas prospek ke depannya apa dari PAI? Tentu tujuan PAI adalah mencetak pendidik yang mampu menguasai materi keislaman dengan baik dan terampil dalam keprofesiannya sebagai guru. Tapi menurut saya, apalah arti sebuah jurusan bergengsi sekalipun kalau mahasiswa tidak memiliki kreatifvitas dan bakat yang menunjang akademik. Dari beberapa lulusan yang saya ketahui dari PAI di UIN Jakarta sangat beragam, tentu menjadi pengajar di bebagai sekolah, pegawai Bank Konvensional, guru les private, staff administrasi daerah, staff kantor swasta, staff komputerisasi kantor, dan lain-lain. Tapi yang terpenting adalah setiap mahasiswa lulusan PAI harus terampil dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam setiap geraknya.


Tentang Penulis: Abdul Mujib  

IG: abdmujib12

“Do’a, usaha, istiqomah, dan tawakkal”.

12 Maret 1995 Jl. Ki Hajar Dewantoro 003/001, No.002 Tangerang

Kode Konten: X227

1 thought on “Pend. Agama Islam UIN Jakarta (Mujib)”

  1. 1.Ka kira2 lbh prospek pendidikan bahasa arab atau PAI??
    2.Pengantarnya indo atau arab
    3.matkul materinya sama kaya d aliyah atau ngulang lagi
    4.klo PAI di UIN kn gelarnya spdi, klo d univ negri gelarnya apa

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *