Okupasi Terapi Poltekkes Kemenkes Surakarta (Arum)

Annyeoung sobat intipers!

Perkenalkan, saya adalah seorang mahasiswi D4 semester 3 (tahun 2016) yang sedang dalam proses meraih gelar SST.OT di Poltekkes Kemenkes Surakarta. Nama lengkap saya Arum Gumelar Maya Dewi, selalu dipanggil Arum karena lebih singkat. Kegemaran saya adalah menulis, entah itu menulis status di sosmed maupun menulis diary. Awal perkenalan saya sudah menyinggung gelar yang sedang dalam proses yaitu SST.OT. Dari singkatannya saja terdengar asing di telinga teman-teman, mayoritas pelajar bahkan mahasiswa Indonesia memang belum akrab dengan gelar ini. For your information aja bahwa SST.OT adalah singkatan dari Sarjana Terapan Okupasi Terapi,kedepannya saya akan menggunakan singkatan OT untuk menyebutkan Okupasi Terapi agar singkat dalam penulisannya. Yup, betul sekali bahwa jurusan OT inilah jurusan yang sedang saya perjuangkan. Mayoritas orang-orang yang saya temui selalu menyebut jurusan saya adalah Fisioterapi. Dari namanya saja sudah terdengar berbeda, apalagi pengertiannya. Singkatnya Fisioterapi mengarah pada persiapan fisik seseorang sedangkan Okupasi Terapi berkaitan dengan aktifitas fungsional seseorang. Saya sangat maklum jika teman-teman belum mengenal apa itu Okupasi Terapi, karena kampus yang menyediakan jurusan ini di Indonesia  hanya ada di Poltekkes Kemenkes Surakarta dan Vokasi Universitas Indonesia.

Penasaran apa itu OT? dan apa saja yang akan dipelajari di jurusan OT?

Okupasi Terapi adalah profesi kesehatan yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan melalui aktivitas. Tujuan utama OT adalah memungkinkan individu untuk berperan serta dalam aktivitas keseharian. Mempelajari berbagai bidang ilmu seperti : Anatomi terapan, Fisiologi manusia, Neurologi, Psikososial, Komunikasi Terapeutik, Kewirausahaan dan sebagainya. Bisa dilihat dari beberapa mata kuliahnya bahwa OT lebih banyak belajar dengan hafalan. Namun jangan khawatir, karena metode pembelajarannya disertai praktik sehingga akan memudahkan untuk diingat contohnya adalah pada mata kuliah Teori Okupasi Terapeutik 1, pada mata kuliah ini kita diberikan tugas untuk menganilisis sebuah aktivitas yang dilakukan oleh seseorang, mulai dari waktu beraktivitas sampai fungsi tubuh mana saja yang digunakan untuk beraktivitas tersebut. Pengalaman dari mengerjakan tugas ini adalah kita harus melihat orang melakukan aktivitas hingga sedetail mungkin. Meskipun sumber rujukan semuanya  adalah bahasa inggris, hal itu tidak mengurangi semangat saya dan kelompok saya untuk terus menyelesaikannya. Karena teknologi sekarang semakin canggih, maka referensi berbahasa inggris bukanlah suatu penghalang untuk mendapatkan ilmu ya.

400

Mata kuliah selanjutnya yang tak kalah menarik adalah Pemeriksaan dan Evaluasi Okupasi Teurapetik 1. Kenapa ada angka 1? Karena nanti di semester berikutnya akan ada mata kuliah serupa dengan tingkatan yang berbeda. Menariknya mata kuliah ini adalah selain kita dituntut menghafal teori tentang cara – cara melakukan pemeriksaan, kita akan diberikan ujian praktik untuk mengukur seberapa tingkat pemahaman kita dalam melakukan pemeriksaan. Ujian praktik ini bersifat simulasi ya, jadi kita melakukan ujian praktik pemeriksaanya bersama teman kita sendiri, ada yang bertugas sebagai terapis dan ada yang bertugas sebagai pasien.

Ujian praktik materi pemeriksaan kognitif

Uniknya, jurusan OT ini memerima siswa dari jurusan manapun, so buat temen-temen anak IPS ataupun SMK jangan khawatir, karena saya adalah jebolan anak IPS ketika masih duduk di bangku SMA. Ada dua jalur untuk bisa masuk ke jurusan OT yaitu jalur PMDP(tanpa tes/penilaian raport)  dan jalur ujian tulis. Kebetulan saya masuk jurusan OT melalui jalur PMDP, keuntungannya adalah tanpa berpikir keras untuk ujian tulis kita sudah diterima ^_^. Setelah melalui jalur PMDP maupun jalur tulis maka tahap selanjutnya adalah tes kesehatan, nah di tes kesehatan ini nantinya akan diukur tinggi/berat badan, tes buta warna dan tes urin.

Namanya juga sekolah kesehatan tentunya tak lepas dari kata praktik klinik? What is praktik klinik? Jadi, praktik klinik ini merupakan salah satu syarat kelulusan dari sekolah kesehatan guys, ada praktik klinik awal dan praktik klinik akhir. Sesuai dengan judulnya, praktij klinik awal dilaksanakan di awal masa kuliah yaitu ketika memasuki semester ke-empat dan praktik klinik akhir dilaksanakan pada semester ke-tujuh. Apa saja kegiatan praktik klinik? Praktik klinik berbeda dengan praktik yang dilakukan di kampus ya, karena praktik klinik ini dilakukan di rumah sakit negri maupun swasta selama 1-3 bulan lamanya. Kita akan langsung dipertemukan dengan pasien, sehingga ilmu yang sudah didapat dari kampus bisa diterapkan disini, contohnya bagaimana melakukan wawancara yang benar dengan pasien, menyusun tujuan terapi, melakukan pemeriksaan untuk pasien bahkan sampai memberikan terapi ke pasien yang mengalami masalah tumbuh kembang anak, down syndrome, cerebral palsy, stroke, patah tulang, gangguan jiwa. Kita akan dihadapkan dengan pasien yang sesungguhnya yang mengharapkan perubahan setelah melakukan terapi.

follow_intipjurusan_COMPRES
Praktik lapangan di RSJ Surakarta
Miniworkshop yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Okupasi Terapi (IMOTI)

Bagaimana prospek kerja dari Okupasi Terapi di Indonesia? Wah, kalau masalah ini teman – teman tak usah khawatir. Karena hampir 90% kakak kakak tingkat saya sudah diterima di beberapa klinik  swasta dan rumah sakit tempat mereka magang bahkan sebelum mereka wisuda lo. Menurut keterangan dari salah satu dosen menyebutkan bahwa tenaga okupasi terapi di Indonesia saat ini adalah sekitar 1500an orang. Sedangkan populasi penduduk di Indonesia yang mengalami permasalahan fisik maupun mental sangatlah banyak, yang nantinya akan membutuhkan campur tangan seorang okupasi terapis. Bisa ditebak ya, bahwa kebutuhan tenaga okupasi terapis di Indonesia masih sangat terbuka lebar. Mayoritas tenaga okupasi terapis bekerja di klinik – klinik swasta. Belum banyak rumah sakit terutama rumah sakit negri membuka lowongan tenaga okupasi terapis. Sekalinya ada lowongan di rumah sakit negri, justru rumah sakit negri yang tergolong besar dan sudah terkenal di kalangan masyarakat.


Tentang penulis : Arum Gumelar Maya Dewi

Mahasiswi Semester 3 D4 Jurusan Okupasi Terapi – Poltekkes Kemenkes Surakarta. Hobi menulis dan lebih dominan nonton drama korea. Saat ini sedang kuliah untuk menyelesaikan studi D4.

Twitter : @Arumgmd

Instagram : @arumgmd

Kode Konten: X246

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *