Manajemen dan Kebijakan Publik UGM (Sekar)

Hai! Perkenalkan, nama aku Sekar Yuspa Mufidah Sambusir. Aku biasa panggil Sekur di kampus, karena terlalu banyak nama Sekar di jurusanku huhuhu. Aku adalah seorang mahasiswi semester 5 di Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Atau yang lebih sering disingkat dengan MKP FISIPOL UGM.

Aku pastikan kalian tidak terlalu familiar dengan jurusanku yang sekarang telah berganti menjadi departemen. Sebenarnya tidak ada spesifikasi perbedaan antara jurusan dan departemen, ini hanya tentang nomenklaturnya saja. Jadi, tidak perlu bingung yaa hehehe. Departemenku tidak serta merta terlahir dengan nama MKP. Dahulunya, departemenku bernama Administrasi Negara dan berganti menjadi MKP pada tahun 2010. Hal ini sebagai bentuk konsekuensi dinamika semakin berkembangnya ilmu Administrasi Negara dan tentu untuk memperluas ruang gerak para aluminya. Lalu, apa yang terlintas di pikiran kalian jika mendengar kalimat Administrasi? Aku tebak, pasti yang ada di benak kalian tidak jauh dari urusan surat-menyurat bukan? Tidak, yang aku pelajari bahkan hampir sama sekali tidak berhubungan dengan perkara surat menyurat atau hal-hal yang berbau administratif lainnya. Lalu, aku belajar apa?

Sebagai salah satu cabang ilmu dari sosial dan politik, jurusan kuliah yang aku ambil tentu tidak jauh dengan hal-hal yang bersentuhan langsung dengan orang, dalam hal ini masyarakat. Mungkin ini juga yang membedakan cluster sosio humaniora dan saintek. Aku diajarkan untuk tahu apa patologi yang ada di masyarakat serta bagaimana solusinya agar masyarakat bisa hidup dengan tatanan sosial yang seharusnya. Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik dengan politik karena bahasannya abstrak dan latarbelakangku dulu juga sains. Tetapi di jurusanku aku tidak murni belajar apa itu politik serta bagaimana politik memainkan perannya di masyarakat, yang aku pelajari lebih bersifat praktikal. Fokus yang aku pelajari adalah kebijakan, namun tidak bisa dhindari bahwa ada dimensi politik yang berkontribusi dibalik setiap kebijakan yang diambil dari hampir semua stakeholders yang terkait. Jadi, mau tidak mau aku tetap belajar politik. Setidaknya tahu politik itu apa dan bagaimana menggunakannya sebagai suatu instrument kekuasaan. Namun, kembali lagi, ranah yang aku pelajari adalah mengenai kebijakannya.

Policy is whatever govenrments choose to do or not to do.(Thomas Dye, 1992)

Dari sekian banyak definisi kebijakan yang aku pelajari, aku paling suka dengan definisi tersebut. Menurutku, definisi itu yang paling masuk akal dan mudah dimengerti oleh masyarakat awam. Intinya, apapun yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah itu adalah kebijakan. Bahkan ketika pemertintah memilih untuk tidak melakukan apapun, itu termasuk kebijakan. Kebijakan adalah suatu hal kompleks yang lahir sebagai produk dari kepentingan berbagai pihak. Pengambilan suatu kebijakan idealnya tidak diambil begitu saja atau dalam proses yang singkat. Harus ada penetuan masalah yang jelas, penjaringan aspirasi dari target groups, serta perlu adanya altenatif kebijakan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang ada. Baru nanti diantara sekian banyak alternative yang ada, dipilih yang terbaik berdasarkan indicator-indikator tertentu. Nah, itulah kebijakan yang akan diimplementasikan. Proses yang panjang bukan? Tugas seorang pembuat kebijakan tidak sampai disini. Setelah pemilihan kebijakan, proses selanjutnya adalah monitoring dan evaluasi. Monitoring dilakukan selama kebijakan itu berlangsung, bersifat on going. Sedangkan evaluasi dilakukan saat kebijakan telah selesai dilakukan, lebih bersifat  post kegiatan. Tujuan utama dari kebijakan adalah memenuhi preferensi masyarakat dengan meminimalisir akomodir kepentingan-kepentingan lain non masyarakat. Disinilah tugas beratnya. Aku diajarkan bagaimana meletakkan preferensi masyarakat sebagai prioritas utama, juga yang terpenting bagaimana membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan kepada mereka.

Sebagian besar mata kuliah yang aku pelajari adalah tentang masalah kepublikan serta organisasi, dan juga tentu bagaimana mengelola SDM didalamnya. Di semester 5 ini, aku banyak belajar tentang anggaran. Bagaimana strukturnya, menyusunnya, serta mengalokasikannya agar efektif dan efisien. Aku juga belajar pengantar ilmu ekonomi sebagai salah satu ilmu pendukung, yaa at least aku tahu inflasi dan deflasi itu apa hehehehe. Oya, aku juga belajar mengenai kepemimpinan. Apa saja tipe-tipe pemimpin dan bagimana seharusnya seorang pemimpin menghadapi orang-orang yang dipimpinnya dengan karakteristik yang sangat beragam.  Nah,  ini adalah fotoku dan kelompokku saat melakukan obervasi kepemimpinan dan juga saat aku melakukan study observation di Candi Prambanan untuk menganalis bagaimana manajemen mereka disana.

follow_intipjurusan_COMPRES


Mata kuliah favoritku adalah Institusi Internasional dan Globalisasi. Dalam dua mata kuliah ini, aku belajar bagaimana proses global mampu mempengaruhi kebijakan yang diambil di Indonesia dan bagaimana Indonesia berupaya untuk bertahan disaat arus globalisasi dengan derasnya “menggoda” Indonesia. Aku belajar bagaimana globalisasi yang membuat sekat antar Negara menjadi semakin bias (boarderless), harus mampu menjadikan Indonesia justru semakin berkembang dan memaksimalkan potensi yang dimiliki dengan dapat bersaing dalam level global dengan kualifikasi yang mumpuni. Aku juga jadi tahu bagaimana konsensus atau hubungan yang terjadi antarnegara dalam berbagai aspek serta bagaimana sejatinya suatu Negara tidak bisa hidup dengan tanpa bantuan dari Negara lain, jika saja mereka mampu melepas egoisme mereka. Baru-baru ini aku belajar pertentangan globalisasi yang sempat ditolak di beberapa Negara dalam beberapa aspek.  Ya intinya, aku tidak hanya melulu mempelajari Indonesia, tapi juga global. Meskipun dengan kadar yang tidak terlalu banyak. Menarik, bukan?

Saat ini, aku tergabung dalam himpunan mahasiswa jurusanku yang bernama GAMAPI (Keluarga Manajemen dan Kebijakan Publik). Aku berada pada divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) yang bertugas mengontrol jalannya masing-masing divisi, dan aku ditempatkan pada divisi Riset dan Pengembangan (Risbang). Di divisi ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang memiliki minat dibidang penelitian, atau menulis paper, artikel, dan jurnal. Di GAMAPI sendiri kami sering menerima kunjungan dari himpunan mahasiswa jurusan lain ataupun dari jurusan AN sendiri. Naah, ini adalah teman-temanku di Risbang. Kalau kalian punya isu-isu hangat yang ingin dibahas, yuk bisa menghubungi kami!

Sebagai ilmu yang lebih bersifat text book dan hafalan nyaris tidak ada hitungannya, banyak orang yang berfikir bahwa mudah sekali untuk mendapat nilai A. Literally no. Biasanya tugas ujianku adalah ujian tertulis biasa dengan menganalisis suatu masalah atau ujian take home dengan membuat paper berhalaman-halaman. Kalian percaya tidak bahwa aku dan teman-temanku lebih suka ujian tulis biasa dibanding dengan harus membuat paper? Membuat paper tidak sesederhana membuat tulisan yang bisa diambil dari mana saja dengan pemikiran yang terkotakkan. Paper disini harus memuat dari berbagai referensi buku dan jurnal dengan sama sekali tidak melakukan plagiasi dan kita harus mampu berfikir keluar dari kotak dengan argument dan logika kritis untuk mendapat nilai yang maksimal. Tapi, bukan berarti ujian tertulis dikelas itu lebih mudah. Dosenku hadir dengan berbagai soal yang diluar prediksi, bahkan dengan mesin pencari pun tidak ditemukan jawabannya. Tapi, disitulah tantangannya hehehehe.

Para alumni dari Lulusan Prodi S1 MKP diharapkan dan diarahkan untuk memiliki kompetensi menguasai keilmuan dan keahlian di bidang kebijakan publik dan manajemen sektor publik yang mampu mengenali nilai-nilai publik dan kepentingan public tentu dengan menggunakan instrumen kebijakan dan manajemen di dalam lembaga-lembaga public, dalam hal ini dapat berupa pemerintahan ataupun non-pemerintahan . Cita-citaku sendiri adalah menjadi seorang diplomat. Aku selalu terpesona melihat diplomat-diplomat muda yang bisa berlenggang dengan apiknya dalam forum-forum internasional dengan membawa nama Indonesia. Bulan Juli kemarin aku sempat magang di Kementrian Luar Negri dan apa yang selama ini aku pelajari dikampus cukup membantu proses magangku hehehe. Setelah lulus nanti aku berencana melanjutkan sekolahku dulu agar bekalku cukup matang untuk terjun ke dunia kerja. Doakan semoga sekolah dan karirku selalu dilancarkan yaa kedepannya daaaaan sukses juga untuk apapun yang sedang kalian kerjakan. Yang terpenting, do it with passion. Lakukan apapun yang kalian suka dengan ketekunan, maka keberhasilan insyaAllah pelan-pelan akan mengikuti dibelakangnya. Have a great day, everyone!


Tentang Penulis: Sekar Yuspa Mufidah

Mahasiswi semester 5 Manajemen dan Kebijakan Publik (Administrasi  Negara) UGM – MKP UGM. Hobi mendengarkan cerita orang lain. Saat ini sedang mengalami writers block, tapi doakan segera sembuh dan sesegera mungkin menerbitkan buku ke-6nya ya!

Instagram : @sekarsambusir

‘Facebook: Sekar Yuspa Mufidah Sambusir

Kode Konten: X217

2 thoughts on “Manajemen dan Kebijakan Publik UGM (Sekar)”

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *