Magister Pend. Bahasa Indonesia (Nike)

Hai, para pejuang mimpi! Kenalan yuk! Saya Nike Aditya Putri, saya biasa dipanggil Nike. Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan tingkat akhir di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) program magister Pendidikan Bahasa Indonesia.

Tidak sedikit yang menanyakan, bahkan hingga terheran-heran,

“Perempuan? Kuliah sampe S2? Ambil Bahasa Indonesia lagi, buat apa? apa gunanya?”

Tidak hanya satu dua orang saja yang menanyakan hal serupa. Namun, saya termasuk orang yang percaya bahwa mencari ilmu itu tidak mengenal usia, gender, ruang, dan tempat.

400

Dan bukankah mencari ilmu itu adalah salah satu jalan Surga?

Well, pasti banyak juga yang menanyakan kuliah bahasa Indonesia itu ngapain aja sih? Kan dari SD udah belajar bahasa Indonesia, terus ini kuliah sampai S2 ambil bahasa Indonesia buat apa? hehe

To be honest, saya bersyukur banget bisa masuk di jurusan ini. Melalui bahasa, saya belajar banyak hal, juga belajar mengenal kehidupan. Pada jenjang pendidikan S2 ini, saya mengambil konsentrasi Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Saya tidak hanya belajar bahasa Indonesia bagi diri saya sendiri, tapi juga belajar untuk mengenalkan sekaligus mengajarkan bahasa Indonesia bagi orang asing dari berbagai negara.

follow_intipjurusan_COMPRES

Lalu, bedanya apa antara jurusan bahasa Indonesia dijenjang S1 dan S2? Kalau dijenjang S1, mahasiswa masih belum begitu difokuskan dengan bidang yang diminati, proses pembelajaran masih dilakukan secara terstruktur sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh perguruan tinggi, selain itu jumlah mata kuliah dan SKS yang diambil masih terhitung banyak.

Sedangkan perkuliahan dijenjang S2, mahasiswa sudah mulai difokuskan pada bidang yang diminatinya. Mulai dari konsentrasi di pembelajaran sastra, pembelajaran bahasa, ataupun dipeminatan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Hal lainnya yang menjadi pembeda adalah pada jenjang S2 mata kuliah dan SKS yang diambil lebih sedikit dibanding S1, namun dengan pembelajaran yang lebih mendalam.

Jika pada jenjang S1 mahasiswa yang hendak lulus hanya dibebani persyaratan berupa skripsi, toefl dan UKBI (Ujian Keterampilan Berbahasa Indonesia) dengan skor tertentu. Maka berbeda dengan jenjang S2, mahasiswa diwajibakan tidak hanya sekadar menyusun tesis saja, tetapi juga diwajibkan memiliki skor toefl minimal 500 dan UKBI minimal dengan nilai sangat unggul yang tesnya langsung dilaksanakan di Balai Bahasa Jawa Barat.

Selain itu, mahasiswa S2 juga diwajibkan untuk lulus Ujian Komprehensif sebelum mengajukan seminar proposal tesis, juga harus mampu menerbitkan artikel di jurnal nasional terindeks, atau prosiding internasional terindeks.

Persyaratan tersebut dibuat tentu bukan untuk memberatkan mahasiswa, namun bertujuan agar mahasiswa dijenjang S2 mampu mengaplikasikan ilmu yang didapatkan sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi bidang keilmuan yang telah diambil.

(Foto Mahasiswa S2 Pendidikan Bahasa Indonesia UPI angkatan 2016)

 

Barangkali para pembaca artikel ini juga bertanya-tanya mengenai biaya perkuliahan dijenjang S2. Memang, biaya untuk bisa melanjutkan kuliah di pascasarjana itu tidaklah sedikit, tapi pembaca tidak perlu takut ataupun berkecil hati, karena bukankah kita memiliki Tuhan yang Maha Kaya?

Dengan penuh kesyukuran, alhamdulillah selama mengenyam pendidikan dibangku perkuliahan, baik S1 maupun S2, saya selalu mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah. Ketika S1, saya mendapatkan beasiswa bidikmisi dari Kementerian Pendidikan, alhamdulillah beasiswa ini mengcover secara penuh segala biaya ketika saya S1.

Takdir Allah tak pernah salah bidik, bukan? Ketika lulus S1 saya berkeinginan untuk kembali melanjutkan pendidikan, alhamdulillah dengan izin Allah, saya memperoleh beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan RI. Melalui beasiswa inilah Allah izinkan saya untuk kembali menimba ilmu.

Ketika seleksi beasiswa LPDP 2016 lalu, saya berusaha semampu saya untuk meyakinkan para pewawancara bahwa jurusan yang saya ambil (Pendidikan Bahasa Indoensia) memiliki impact yang tak kalah besar dengan jurusan-jurusan lainnya. Saat wawancara, saya menceritakan tentang pentingnya sastra bagi anak-anak, saya mencoba memberikan gambaran bagaimana negara-negara maju seperti di Eropa telah menjadikan sastra sebagai bacaan wajib untuk anak usia sekolah guna menanamkan tradisi etik dan kebudayaan masyarakat.

Hal lainnya yang membuat saya rasa syukur saya semakin dalam adalah ketika Oktober lalu, dengan izin Allah, saya bisa melangkahkan kaki saya di Eropa. Ketika itu artikel saya lolos seleksi untuk dipresentasikan dalam acara International Conference di Istanbul, Turki. Saat itu, saya membuat sebuah media pembelajaran berbasis aplikasi android bagi para pembelajar asing yang ingin belajar bahasa Indonesia. Alhamdulillah, dengan izin Allah artikel tersebut lolos seleksi untuk dipresentasikan dan juga lolos untuk dimuat dalam jurnal internasional terindeks. Alhamdulillah.

Dalam kegiatan tersebut saya banyak belajar. Bertemu dengan para peneliti dari berbagai penjuru dunia. Berbagi ilmu dan mendiskusikan banyak hal dengan mereka, belajar indahnya toleransi dan keberagaman. MasyAllah, sungguh jika bukan karena pertolongan Allah, saya tidak akan mampu ke sana.

Pada akhirnya, saya bersyukur dengan pilihan yang telah saya ambil, dengan jalan yang telah Allah pilihkan. Saya bahagia sekaligus bangga bisa menjadi seorang pencari ilmu dan pembelajar. Inilah jalan saya, dan semoga juga bisa menjadi jalan Surga bagi saya.

Bermimpilah setinggi apapun, dan selalu sertakan Allah dalam mimpi-mimpimu. Karena semuanya bukan tentang kamu kaya atau tidak, kamu cerdas seperti Einstein atau tidak, tapi ini sepenuhnya tentang keridhoan Allah. Jika Allah sudah ridho, maka apapun yang menurut pandangan manusia tidak mungkin, semua bisa jadi mungkin dengan keridhoan Allah.

Kepada siapapun yang membaca artikel ini, tetap semangat ya! 🙂

With Love,

Nike Aditya Putri


Tentang Penulis: Nike Aditya Putri

Perempuan 23 tahun yang saat ini menjadi mahasiswa tingkat akhir pada program magister Universitas Pendidikan Indonesia, dengan program studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Tertarik dengan dunia kepenulisan sastra, terutama puisi dan dongeng.

Instagram : @nikeadityaputri

Kode Konten: X262

 

1 thought on “Magister Pend. Bahasa Indonesia (Nike)”

  1. Saya sangat ingin menempuh S2 pendidikan bahasa Indonesia. Terima kasih atas gambaran mengenai seluk beluk S2 😊 salam kenal

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *