Kurtekpen/KTP Unnes (Eka)

Hallo Sobat Intipers!

Perkenalkan nama saya Yuliana Eka Saputri biasa disapa Eka. Saat ini saya seorang mahasiswi aktif di Universitas Negeri Semarang angkatan 2014. Pada artikel ini saya ingin sedikit berbagi kepada adik-adik calon maru seputar jurusan saya. Nah, banyak banget nih yang masih belum mengenal jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Padahal jurusan ini adalah jurusan yang pertama kali berdiri di IKIP Negeri Semarang loh. Kalo kalian buka portal unnes.ac.id kalian akan dapatkan nama jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan (KTP) alias Teknologi Pendidikan (TP) didaftar jurusan paling atas.

Kalian pasti mengenal juga Menteri Keuangan saat ini dong? Yupss.. Ibu Sri Mulyani, beliau merupakan salah satu Putri dari Prof. Dr. Satmoko yakni Guru Besar Teknologi Pendidikan UNNES. Dari Prof. Dr. Satmoko lah mulai dicetuskan tentang pendidikan humanis. Jadi sebenarnya jurusan ini memiliki bidang keilmuan yang sangat kompleks, namun banyak masyarakat yang salah kaprah mengartikannya sebagai jurusan keguruan, padahal jurusan ini bisa bekerja secara fleksibel bahkan tidak diharuskan mengajar di kelas, kekeliruan lainnya dianggap sebagai jurusan pendidikan bagi calon guru teknologi atau teknik. Nah, kata teknologi dan teknik itu berbeda ya sobat.

Sering kali ada stigma yang sulit terbantahkan tentang istilah ganti menteri ganti kurikulum kan ? Nah, di jurusan inilah kita akan belajar mengenai bagaimana cara mendesain kurikulum yang baik dengan indikator yang tepat. Kemudian dari kurikulum, kita akan belajar tentang bagaimana caranya mentransformasi ilmu pengetahuan kepada siswa melalui media pembelajaran yang interaktif, seperti mobile learning. Tentunya kedua langkah sebelumnya akan dipadukan pula dengan keahlian multimedia agar menjadi kompetensi lulusan yang ciamik dan super lengkap. Mari saya ajak ke ranah pendidikan di jurusan KTP ini.

400

Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Unnes ini terdiri atas 3 konsentrasi, bukan prodi ya. Konsentrasi ini semacam pengelompokkan berdasarkan bidang keilmuan yang diminati. Konsentrasi tersebut terdiri atas konsentrasi kurikulum, pengembang teknologi pembelajaran, dan multimedia. Luaran dari ketiganya tetap akan menjadi lulusan dengan title S.Pd. Konsentrasi ini dapat diambil pada semester 4 pada angkatan 2014, sedangkan pada angkatan 2015 diambil pada semester 3. Kebetulan saya sendiri mengambil konsentrasi kurikulum. Hehe.

Apa sih enaknya kuliah kurikulum? Enaknya kuliah kurikulum itu kita menjadi punya kewajiban membaca buku lebih banyak terutama tentang pendidikan. Lebih enaknya lagi kita juga bisa menggantungkan cita-cita menjadi Menteri Pendidikan (wkwk).

Sebelum mendapatkan mata kuliah konsentrasi, kami mendapatkan beberapa mata kuliah yang cukup menarik. Diantaranya mata kuliah broadcasting, fotografi, sinematografi, jurnalistik, paradigma pendidikan kontemporer, animasi pembelajaran, dan pembelajaran berbasis web. Mata kuliah broadcasting mempelajari bagaimana caranya membuat naskah feature di radio/televisi dengan intonasi yang benar. Dosen mata kuliah ini begitu asik karena cara beliau mengajar dengan sangat interaktif.

follow_intipjurusan_COMPRES

Mata kuliah Fotografi merupakan deretan mata kuliah yang cukup memikat di jurusan ini, ahaha. Tugas dari matkul ini menghasilkan karya fotografi dengan project akhirnya diadakan pameran fotografi. Awal masuk semester 1 kalian akan dapat project besar di pameran fotografi ini.

Gambar 1. Pameran Fotografi 2014

Sekali tiga uang dengan fotografi, pada matkul Sinematografi juga menekankan pada skill teknis namun tak mengabaikan skill dalam penulisan skenario film pendek. Pada matkul ini kita juga mempelajari anatomi kamera alias mengenal kamera, cara menggunakan kamera alias belajar menjadi camera man, editor, dan artis ala-ala gitu. Hehe. Tugas dari matkul sinematografi ini pun berupa project membuat proposal film yang diikutkan pada event eagle award metro tv, membuat one minute talk dengan berbagai tema, dan film pendek. Nilai positifnya kita jadi tambah PeDe dengan belajar akting di depan layar serta menguasai hal-hal teknis di belakang layar kamera.

Matkul Jurnalistik pun tak kalah menariknya. Pada matkul jurnalistik ini akan mempelajari tentang sejarah berbagai surat kabar di Indonesia, teknik penulisan, dan wawancara, serta pembuatan buletin. Setiap minggunya kita pun bebas menuliskan opini maupun artikel yang wajib di-upload ke social media seperti facebook dan dikirim ke beberapa surat kabar. Mahasiswa yang karyanya dimuat di surat kabar dijamin deh dapat nilai A. Enak banget kan? Ehehe… Pada project pembuatan buletin, kita juga akan belajar mengenai teknik editing dan desain yang lagi-lagi memerlukan daya kreativitas yang tinggi. But, don’t worry, project ini adalah project kelompok yang disesuaikan dengan keahlian masing-masing.

Matkul paradigma pendidikan kontemporer ini juga cukup menarik karena kita seolah diajak keluar dari pemikiran orang kebanyakan. Kita dihadapkan dengan permasalahan pendidikan di Indonesia dan dituntut untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Perkuliahan matkul ini lebih kepada pembelajaran diskusi dan analysis logic.  Tapi Sobat tak perlu takut, matkul ini cukup dibawa santai karena kita akan lebih mengenal bagaimana dunia pendidikan ini sebenarnya dan harus dibawa kemanakah pendidikan kita. Kaya lagunya Armada Band, “mau dibawa kemana hubungan kitaa…eh pendidikan kita, ehehe ”.

Dari beberapa mata kuliah umum di atas, ada lagi nih bekal yang dapat dibawa jika kalian masuk ke dalam jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Unnes. Semenjak tahun 2012, Jurusan ini membentuk 3 konsentrasi dengan alasan agar beban belajar mahasiswa dapat lebih berkurang dan spesifik. Maka lahirlah konsentrasi Kurikulum, pengembang teknologi pembelajaran (PTP), dan Multimedia. Saya akan cerita tentang konsentrasi kurikulum dulu ya. Pada konsentrasi ini selalu mendapat peminat paling banyak. Alasannya  ingin mengembangkan kurikulum di Indonesia agar lebih humanis. Kami yang memilih konsentrasi kurikulum ini sadar bahwa untuk memperbaiki pendidikan ini ialah dimulai dari bagaimana mengkaji embrio pendidikan. Pendidikan sendiri lebih seperti filsafat yang abstrak, seolah ada tetapi sulit untuk dijamah tangan manusia. Jika kalian sudah berani menjadi mahasiswa kurikulum, maka rajin-rajinlah membaca dan berdiskusi dengan orang lain. Faktor keberhasilan diri kita nantinya ditentukan dari hal-hal yang kita pelajari sendiri melalui literasi.

Pada konsentrasi kurikulum, kita akan mempelajari matkul pengembangan kurikulum satuan pendidikan, pendidikan profesi, pengembangan kurikulum pendidikan dan pelatihan (diklat), studi perbandingan kurikulum, dan evaluasi kurikulum. Inti dari semua matkul tersebut sebenarnya merupakan sebuah alur dari pengetahuan untuk merancang kurikulum pada tingkat satuan pendidikan dari jenjang PAUD-Perguruan Tinggi, menganalisis perkembangan kurikulum dari awal hingga saat ini, mengembangkan kurikulum, kemudian melaksanakan sebuah program diklat di instansi tertentu yang disesuaikan dengan analisis kebutuhan, mengevaluasi kurikulum yang dirancang sendiri maupun dari kurikulum yang sudah ada.

Pada konsentrasi tersebut, kita juga memiliki nilai plus karena lebih mendalami silabus dan RPP dari mata pelajaran di sekolah. Kita juga merancang kedua komponen kurikulum tersebut serta dapat mempraktikkannya dalam sebuah program diklat yang kita laksanakan. Pengetahuan ini tentunya tak akan sia-sia karena dibeberapa instansi pemerintahan maupun non-pemerintahan memang ada bagian khusus pelatihan dan pendidikan, seperti di instansi kesehatan, pemadam kebakaran, badan diklat, bahkan kepolisian. Jadi luaran dari konsentrasi kurikulum ini cukup luas untuk bersaing di dunia kerja.

Gambar 2. Diklat Jurnalistik di SMP Negeri 22 Semarang, dengan peserta pengurus OSIS

Pada konsentrasi Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), lebih ditekankan pada penguasaan analisis kebutuhan media pembelajaran yang cocok diterapkan pada mata pelajaran tertentu kemudian proses produksi hingga evaluasi media yang dikembangkan. Biasanya mahasiswa PTP ini selalu wara-wiri observasi dan mengambil data ke sekolah di sekitar Semarang untuk dijadikan mitra kerja dalam pembuatan tugas mata kuliah mereka. Jadi sebelum nantinya terjun dalam PPL, mahasiswa akan terbiasa berinterasi dengan para siswa dan guru di sekolah. Meskipun dalam kenyataannya belum ada jabatan fungsional di sekolah bagi PTP di sekolah, namun dari pembiasaan tugas ini akan menjadi suatu pengalaman yang menarik.

Bagi kalian tentu tidak asing bila mendengar kata Multimedia bukan? Nah pada konsentrasi multimedia ini, mahasiswa perlu membekali diri dengan skill di bidang multimedia. Perkuliahan konsentrasi ini lebih ditekankan pada project/praktik misalnya pada matkul animasi 3D, editing video, sistem operasi dan perakitan komputer, TKJ, perencanaan pembelajaran, dan microateaching. Luaran dari konsentrasi multimedia ini dapat bekerja di dunia industri seperti pada production house, menjadi guru multimedia di SMK, maupun pengembang multimedia di instansi yang membutuhkan.

Jadi jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Unnes ini jurusan yang cukup kompleks dan bidang kajian yang cukup luas, jadi kalian bisa menjadi seorang teknolog yang memadukan antara pendidikan dengan teknologi yang kekinian. Oya, baru-baru ini Jurusan ini mendapat akreditasi A dari BAN-PT, jadi jangan khawatir untuk sulit mencari pekerjaan dengan background lulusan KTP.

Gambar3. Gedung Perkuliahan Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Unnes

Yuliana Eka Saputri

Kesibukan penulis saat ini sebagai anggota Curriculum and Educational Technology Research Club (CRC). Hobbi membaca buku dan novel, serta fotografi.

Kode Konten : X140

1 thought on “Kurtekpen/KTP Unnes (Eka)”

  1. ka, klo kuliah jurusan ini tuh bisa jadi guru apa? bukannya klo jadi guru harus kuliah keguruan?
    klo selain jadi guru, jurusan ini bisa jadi UPT PENDIDIKAN ga?
    kok matkulnya hampir sama kaya jurusan ilmu komunikasi?
    jurusan ini kebanyakan anak ipa/ips?
    belajar ipa atau ips ga

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *