Tasawuf Psikoterapi UIN SGD (Ketrin)

Hai intipers! Perkenalkan saya Ketrin mahasiswi tingkat 3 di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung atau yang di kenal dengan UIN. Di UIN ini saya mengambil jurusan Tasawuf Psikoterapi UIN SGD. Bagi beberapa orang jurusan ini terdengar asing di telinga, karena kebanyakan yang mereka dengar mungkin jurusan-jurusan umum seperti akuntansi, pendidikan, hukum, dan lainnya yang populer di masyarakat. Begitu juga dengan saya ketika awal memilih jurusan ini begitu asing di telinga. Bahkan ada beberapa orang yang menganggap bahwa jurusan saya ini adalah jurusan dukun, karena mempelajari hal-hal yang tidak wajar, ghaib, dan tak masuk dalam logika. Maka dari itu saya akan jelaskan sedikit tentang jurusan Tasawuf Psikoterapi ini lewat pengalaman saya selama kuliah di jurusan ini.

Awal saya masuk menjadi mahasiswi tingkat pertama, mata kuliah yang di berikan berupa Mata Kuliah Dasar  Umum (MKDU) seperti bahasa arab, ulumul hadits, ulumul qur’an,akhlak tasawuf, fiqih, serta ada juga bahasa Indonesia dan Pendidikan Kewarganegaraan. Di tingkat satu ini kami para mahasiswa di jelaskan tentang definisi tasawuf melalui mata kuliah akhlak tasawuf, maklum saja karena banyak juga yang belum mengerti arti dari tasawuf itu sendiri termasuk saya. Bahkan sampai semester 2 pun saya belum mengerti esensi tasawuf yang sebenarnya. Saya hanya tau secara text book bahwa tasawuf merupakan usaha menyucikan diri dengan mendekatkan diri pada Allah serta menjalankan syari’at-Nya beserta Rasul-Nya. Bahkan ada salah satu mata kuliah di semester 2 yang sangat unik, yaitu Tarekat. Dalam mata kuliah ini saya belajar tentang cara mendekatkan diri pada Allah melalui suatu jalan atau aliran tertentu. Dalam mata kuliah ini kita di ajarkan cara berdzikir dengan menggerakan kepala dan juga dengan suara yang keras, namun ada juga yang hanya cukup dalam hati saja. Bagi saya yang hanya lulusan SMA sulit untuk menerima semua ini dengan logika saya apalagi dengan hati saya karena bedanya pemahaman. Mata kuliah ini memang wajib tetapi dosennya pun tidak memaksakan para mahasiswanya untuk mengikuti suatu aliran apapun itu, karena beliau hanya menjadikan hal itu sebagai pengetahuan saja.

Kemudian di tingkat 2 saya mulai mengambil mata kuliah yang menjurus dengan jurusan saya seperti psikoterapi, psikologi kepribadian, psikologi agama, teknik konseling, psikologi tasawuf dan masih banyak yang lainnya. Namun dengan adanya mata kuliah ini saya mulai lebih paham tentang jurusan tasawuf psikoterapi. Saya mulai melihat jelas bagaimana  dan kemana arah dari jurusan ini. Saya mulai mengerti bahwa di jurusan Tasawuf Psikoterapi diajarkan bagaimana caranya menolong sesama dengan mendekatkan diri kepada Allah. Walau yang di bahas hal-hal yang berat tentang ma’rifat dan keyakinan yang tinggi terhadap Allah,tetapi di sinilah tugas saya sebagai mahasiswa jurusan tasawuf psikoterapi untuk membuat orang lain atau klien bergantung kepada Allah dengan memperkuat keyakinan. Jadi tidak ada unsur syirik di dalamnya semua yang di lakukan syar’i, dan asumsi kebanyakan orang selama ini salah dalam menafirkan jurusan Tasawuf Psikoterapi. Dan saya pun mulai mengerti bahwa inti dari jurusan ini adalah cinta. Terutama dalam mata kuliah teknik konseling, saya dan mahasiswa lainnya diajarkan bagaimana agar saat kita berbicara pada klien maka 70% masalah klien dapat terselesaikan dengan cara berbicara menggunakan hati dan memperlakukan klien dengan penuh cinta, sehingga ketika kita melakukan pendekatan terapi lain maka klien sudah bersedia dan mau mengikuti arahan kita.

Salah satu contohnya pengalaman yang paling berkesan adalah ketika saya dan teman-teman menjadi relawan untuk korban banjir Garut. Saya dan teman-teman di tugaskan menjadi relawan korban bencana banjir Garut dalam mata kuliah Bimbingan Konseling Sufistik. Kami di tugaskan untuk melakukan trauma healing pada korban bencana yang ada di sana. Kebanyakan korban mengalami trauma akibat banjir tersebut. Maka dari itu saya dan teman-teman melakukan pendekatan konseling. Ada yang secara individual dan bahkan ada juga yang secara kelompok. Di sini kami mempraktekan semua ilmu yang kami dapat untuk mengatasi trauma terhadap korban. Benar saja, ketika kami memulai konseling banyak sekali para ibu yang terbantu dan merasa lega dengan di lakukannya konseling tersebut. Bahkan ada juga teman saya yang menggunakan terapi relaksasi untuk mengatasi trauma pada korban.

400
Konseling anak-anak dan remaja korban bencana banjir garut

Selain teknik konseling, ada juga mata kuliah BNN (Badan Narkotika Nasional). Ini merupakan mata kuliah yang diambil saat semester 5. Di kampus-kampus lain terutama kampus berbasis islam jarang sekali ada yang menjadikan BNN sebagai mata kuliah wajib, di UIN pun baru ada di jurusan Tasawuf Psikoterapi dan di jurusan Bimbingan Konseling Islam. Dalam mata kuliah ini saya memang diajarkan dasar-dasar tentang narkotika, hukumnya, dan juga penanganannya. Namun di jurusan saya  terdapat inovasi dalam teknik penanganannya, dimana pecandunya di rehabilitasi dengan pendekatan agama.

Sesi Terakhir Kuliah BNN

Berbicara prospek kerja, jurusan tasawuf psikoterapi memiliki cakupan yang cukup luas diantaranya terapis sufistik, konselor, guru, bimbingan rohani di rumah sakit,ahli tasawuf, serta masih banyak lagi yang lainnya. Beberapa alumni Tasawuf Psikoterapi ada yang berprofesi sebagai dosen, trainer, terapis, penulis, guru, HRD, pengusaha bahkan ada juga yang membuka klinik kecantikan.

Profesi para alumni diatas menunjukan bahwa lulusan tasawuf psikoterapi bisa menjadi apa saja dan bisa di tempatkan dimana saja. Hal itu juga menjadi bukti bahwa jurusan Tasawuf Psikoterapi bukan hanya sekedar jurusan dukun atau jurusan langit yang kerjanya berkhayal dan berimajinasi dengan objek yang tidak nyata. Menurut saya semua opini itu keliru, seperti yang saya jelaskan di atas bahwa jurusan Tasawuf Psikoterapi merupakan jurusan cinta yang menyatukan antara tasawuf dan terapi yang di dalamnya kita diajarkan cara memanusiakan manusia serta mendekatkan diri terhadap Allah dengan bergantung dan yakin terhadap-Nya. Di Jurusan tasawuf psikoterapi juga mengajarkan ilmu tentang memaknai kehidupan, karena terapi yang paling ampuh adalah rasa syukur akan kehidupan yang ada. Jadi untuk mengakhiri tulisan ini, saya hanya ingin mengatakan bahwa “jangan pernah meniali buku dari sampulnya”. Saya mengambil pepatah kuno ini karena begitu banyak orang yang berpikiran keliru tentang suatu jurusan yang tak biasa atau kurang populer di masyarakat. Apalagi jika jurusan tersebut menyangkut hal agama tak sedikit orang yang meragukan kualitas jurusannya apalagi lulusannya. Padahal setiap ilmu itu sama bermanfaatnya dan sama pentingnya, karena pada saat kita terjun ke masyarakat apapun ilmu yang kita punya pasti bermanfaat.

follow_intipjurusan_COMPRES

Ketrin

Ketrin adalah mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Tasawuf Psikoterapi. Ketrin aktif sebagai assisten terapis muslimah.

Kode Konten : X113

16 thoughts on “Tasawuf Psikoterapi UIN SGD (Ketrin)”

  1. Bagaimana cara meyakinkan pada orang tua yang cenderung berfikir prospek kerja nya tidak jelas ?bahkan guru disekolah pun beranggapan seperti itu

    1. Maaf ya baru kebuka..
      Sebelum meyakinkan orang tua yakinkan dulu niat kuliahnya..
      Kuliah itu bukan hanya sekedar cari ijazah lalu kerja
      Ada banyak hal yg bisa d dapat d sana
      Bilang pada ortu bhw sebuah lembaga universitas tdk mngkin membuat jurusan yg tdk ada lapangan kerjanya
      Semua ada bidangnya masing2
      Hanya saja kadang kita yg blm tau saja pasarnya tmpt bekerja nnti..
      Jurusan agama juga banyak lapangan kerjanya trmsk jurusan saya.. Salah satunya bisa d RS bhkn bisa d BNN
      Yg terpenting adlh kenyamanan kitanya d jurusan itu, krn jurusan yg d pilih akan menentukan nasib dan bgmn kerja kita nnti
      Maaf bila ada kata yg salah 😊🙏

  2. maaf kak saya mau tanya. sekarang saya sedang mau ikutan ujian mandiri di uin sgd dan salah satu jurusan yang saya ambil adalah tasawuf psikoterafi sedangkan dalam aqidah saya berdzikir sambil bergoyang apalagi dengan suara yang keras itu di larang, awalnya saya tidak tau jika di tasawuf ada berdzikir sambil bergoyang. pertanyaan saya apabila saya lulus di jurusan tasawuf apa dosen akan memaklumi jika saya tidak mengikuti praktek berdzikir tersebut soalnya ini bertentangan dengan pemahaman saya

    1. Saya juga sama memegang aqidah yg agak bertolak belakang dengan hal itu
      Tp di sini inti tasawuf itu manifestasi dari akhlak, kalau untuk dzikir yg seperti itu namanya tarekat dan tdk semua orang tasawuf harus bertarekat krn intinya tasawuf itu perwujudan akhlak dan semua orany bisa bertasawuf tnpa hrs mengikuti tarekat
      Begitu jg dgn adik, gk perlu risih dgn dzikir yg seperti itu ikuti saja madzhab yg kita anut..
      Dosen juga ngerti koq 😊

    1. Walaikumsalam
      Tasawuf psikoterapi lapangan krj nya bisa jd terapis spiritual, konselor, guru bk, rohis rumah sakit,dll

  3. Kak jurusan psikologi tasawuf itu kan lebih ke bagaimana kita membuat orang percaya kepada omangan kita. Tapi kalo kita kurang pandai dalam omongan/bicara bisa gak atau cocok gak masuk ke jurusan itu.???

    1. Jurusan tasawuf psikoterapi itu bukan tentang pandai atau tidaknya kita membuat orang percaya, tapi bagaimana kita bisa membawa manfaat bagi orang lain.
      Mau kita pintar berbicara atau enggak, masih bisa masuk jurusan ini koq. Walau gak pintar bicara tapi bisa kan mengembangkan via tulisan..

  4. Kak.. Kalo mau daftar lewat Sbm 2018 ke Uin jurudan tasawuf psikoterapi peluang di terima masuknya besar ga??
    Tips tips nya agar lulusan masuk ke jurusan ini gimana ya?

    1. Masih besar kok, karena biasanya tiap tahun menerima lebih dari 500 mahasiswa untuk jurusan Tasawuf Psikoterapi.
      Dan kebanyakan memang di terima dari jalur snmptn 25%,sbm 25%, trs yg ptain 25% dan juga 25% jalur mandiri
      Sisanya jalur khusus pesantren 25%

  5. Masih besar kok, karena biasanya tiap tahun menerima lebih dari 500 mahasiswa untuk jurusan Tasawuf Psikoterapi.
    Dan kebanyakan memang di terima dari jalur snmptn 25%,sbm 25%, trs yg ptain 25% dan juga 25% jalur mandiri
    Sisanya jalur khusus pesantren 25%

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *