Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Wuri)

Bismillahirrahmanirrahim.

Hello intipers! Kenalin, namaku wuri. Lengkapnya Wawuri Handayani. Saat ini aku tercatat sebagai salah satu mahasiswi semester tiga jurusan keperawatan di Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Yogyakarta, pendeknya Poltekkes Kemenkes Yogyakarta atau Poltekkes Jogja. Sama seperti kakak-kakak yang lainnya, kali ini aku juga akan berbagi sedikit pengalamanku selama menjadi mahasiswa keperawatan di Poltekkes Jogja.

POLTEKKES JOGJA

Adilah_Nidaulyumna_1

Oke, first, sebelum melangkah lebih jauh mengenai apa itu keperawatan dan bagaimana kuliahnya, aku kenalin dulu sama kampusku ya. Poltekkes Jogja adalah salah satu institusi pendidikan tinggi milik kementrian kesehatan republik indonesia. Jadi, dulunya tuh di jogja ada enam akademi kesehatan milik departemen kesehatan, namanya Akademi Analis Kesehatan (AAK), Akademi Gizi (AKZI), Akademi Kebidanan (Akbid), Akademi Keperawatan (AKPER), Akademi Keperawatan Gigi (AKG), dan Akademi Kesehatan Lingkungn (AKL) tapi sejak tahun 2001 karena ada kebijakan pemerintah mengenai “perampingan organisasi” maka keenam akademi tersebut dilebur jadi satu dalam Poltekkes Depkes Yogyakarta.

Webp_net_resizeimage

JURUSAN KEPERAWATAN?

Oke, next, sekarang lanjut cerita tentang jurusan yang sedang aku geluti ya, intipers! Cieeh. FYI aja guys, jurusan keperawatan adalah salah satu program studi unggulannya Poltekkes Jogja. Why? Poltekkes Jogja merupakan salah satu dari dua poltekkes di Indonesia yang jurusan keperawatannya akreditasinya udah A. Oh ya, jurusan keperawatan sendiri masih dibagi lagi ya menjadi dua program studi, yang satu prodi DIII dan satunya lagi prodi DIV.

Lalu apa sih bedanya antara DIII dan DIV? Hmm selain lama pendidikannya (kalau yang DIII ya tiga tahun dan yang DIV ya empat tahun, hehe), kami juga punya fokusnya masing-masing lho. Jadi kalau temen-temen DIV saya saat ini fokusnya di keperawatan anestesi dan kalau yang DIII fokusnya dikeperawatan keluarga. Saya sendiri merupakan salah satu mahasiswi prodi DIII Keperawatan, Oh ya, FYI lagi guys, prodi DIVnya poltekkes jogja yang anestesi ini satu-satunya prodi yang menyediakan pendidikan anestesi di Indonesia, lho.

PEMBANTU DOKTER

Kakak selalu berdoa semoga yang lagi baca tulisan kakak nggak ada yang masih beranggapan bahwa perawat adalah pembantu dokter, yah. It is not true. Kalau masih ada yang beranggapan begitu, kakak mohon buang jauh-jauh yaa hehe. Kenapa? Soalnya perawat itu punya bidang ilmu sendiri dan tidak menginduk sama kedokteran.

Kalau ditinjau lagi secara teori, kalau dokter itu fokusnya sama penyakit si pasien, sedangkan kalau perawat itu fokusnya sama reaksi pasien mengenai perjalanan penyakitnya (gitu kurang lebih). Oh ya, perawat juga selalu membuat diagnosa (untuk menentukan tindakan yang cocok untuk dilakukan sesuai dengan masalah pasien), namanya diagnosa keperawatan. Sama seperti dokter, perawat juga bisa ambil spesialis. Tapi itu nanti kalau misalnya udah lulus S2 (kalau DIII harus lanjutin ke S1 dulu ya) lalu baru bisa ambil spesialis, misalnya spesialis medical bedah, spesialis anak, spesialis jiwa, spesialis komunitas, spesialis maternitas, dan masih banyak lagi.

KULIAHNYA APA AJA?

Mata kuliah yang didalami selama kuliah dikeperawatan lumayan luas (khususnya yang DIII, tapi secara umum hampir sama) antara lain anatomi fisiologi (anfis), farmakologi, patofisiologi, kebutuhan dasar manusia (KDM), komunikasi, gizi dan diet, keperawatan medical bedah, keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan gerontik, keperawatan jiwa, keperawatan gawat darurat dan manajeman bencana, keperawatan keluarga, dan masih banyak lagi.

Sesuai dengan namanya, kalau anfis ya membahas menganai anatomi dan fisiologi tubuh manusia mulai dari head to toes, kalau gizi dan diet bukan berarti kita ada praktik masak ya, tapi mengenai gimana to  caranya agar seorang perawat bisa memenuhi kebutuhan gizi atau nutrisi si pasien, mengenai bagaimana caranya kita memasukkan nutrisi tersebut agar sampai ketubuh pasien, bagaimana dietnya, dan lain sebagainya.

Nah, dan ilmu yang paling mendasar banget terkait dengan perawat akan dibahas dimakul KDM. Jadi, di makul KDM ini kita akan bahas bagaimana kita sebagai seorang perawat memandang manusia sebagai makhluk bio-psiko-sosial-spiritual, serta bagaimana peran kita sebagai seorang perawat dalam memenuhi kebutuhan pasien yang salah satunya ditinjau dari piramida maslow (dimulai dari kebutuhan yang paling utama yaitu kebutuhan fisiologis sampai kebutuhan yang berada dipuncak piramida yaitu kebutuhan aktualisasi diri). Sampai sini penjelasan kakak nggak belibet kan ya?

Oke next, yang nggak kalah menarik yaitu keperawatan maternitas yang akan membahas banyak hal terkait dengan wanita usia subur (WUS) bagaimana dengan system reprosuksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan, dan bayi baru lahir sampai umur 40 hari, beserta keluarganya. Oh ya, dimakul ini kita juga akan diajarin tentang senam hamil juga, baik mahasiswa maupun mahasiswi wajib untuk mengikuti. Gimana? Ceritanya malah kayak persiapan jadi ibu, kan? Hehe dan juga persiapan jadi suami siaga, ya kan? (maksa).

Yang paling menarik kalau pas praktik makul farmakologi, kita diajarin gimana caranya nyuntik, kalau obat A nyuntiknya di pantat, jarumnya 90⁰, misalnya. Terus kita juga diajarin gimana caranya ngambil darah dan gimana caranya skin test (sudutnya 15⁰). Yang bikin seru sebenernya karena probandusnya adalah temen kita sendiri. Kadang suka ngrasa aneh karena sering kali kita yang besok kerjanya nyuntik-nyuntik tapi kadang takut juga disuntik (namanya juga manusiaaa haha pembelaan). Kalau terkait makul yang lainnya temen-temen bisa tanya sama mbah gugel aja yaa.

(Foto kegiatan mahasiswa yang lagi praktik di laboratorium mini hospital)

 

Oh ya, as we know, sebagian besar materi kuliahnya nggak ada hitung-hitungan alias hafalan. Terus juga karena basic program studinya diploma, jadi sebanyak 60% waktu kita habiskan buat praktikum baik praktik di lab, RS, maupun masyarakat. So, this is why selama kita kuliah dikeperawatan kita sering banget “Hospital Touring”.

TUGASNYA APA AJA?

Secara umum, tugas kita nggak jauh beda sama anak kuliahan lainnya kok. Ya buat makalah, presentasi, roleplay, praktikum, sama buat laporan. Yang buat beda mungkin adalah tugas kita yang berhubungan dengan dunia kerja kita nanti, yaitu terkait pembuatan askep atau asuhan keperawatan. Jadi, selama kuliah dan praktik di rumah sakit kita selalu dapet tugas buat bikin askep. Askep menjadi sangat penting untuk profesi perawat karena askep adalah letak dimana tanggung jawab dan tanggung gugat setiap tindakan yang dilakukan oleh perawat.

Sebelumnya, biar nggak bingung, akan kakak jelasin sedikit mengenai apa itu askep. Askep adalah dokumen yang didalemnya memuat keadaan pasien dari datang sampai pulang. Didalem askep ada yang namanya 5 tahapan proses keperawatan, yaitu pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, dilanjutkan perencanaan tindakan, dan yang terakhir yaitu evaluasi. Jadi, apa yang dilakukan perawat itu nggak asal-asalan alias terstruktur ya…

SELAIN KULIAH, NGAPAIN AJA?                     

Di kampus, sebagian besar mahasiswa keperawatan selain menghabiskan waktunya untuk kuliah dan praktik dilapangan, kita juga disibukkan dalam kepengurusan beberapa organisasi internal, misalnya BEM, BLM, HMJ, HMPS, maupun UKM. Saya sendiri sekarang sedang aktif di dalah satu organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Keperawatan. Jadi, selain belajar di dalam kelas, saya juga menambah keterampilan softskill saya didalam kepengurusan organisasi tersebut.

(Foto pas lagi baksos di panti asuhan (bawah) sama pemeriksaan kesehatan waktu acara bakram (atas))

Hal yang lebih menarik lagi, kami sebagai mahasiswa keperawatan sering kali diajak untuk membantu para perawat yang sedang berada di acara sunatan masal. Asli, meski sangat melelahkan (karena kerjanya berdiri selama berjam-jam) tapi lewat sunatan ini aku jadi belajar buanyaaaak banget. Nggak hanya itu, kita juga sering banget buat acara-acara sosial, seperti misalnya bakti sosial, bakti Ramadhan, desa binaan, dan service learning baik sama temen-temen kelas, sama temen-temen di HMJ, maupun kerja sama dengan temen-temen BEM. Disetiap kegiatan itu kita biasanya mengadakan kayak penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gitu. Kadang kita juga diundang buat ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosialnya universitas lain. Tapi, disana kita cuman kerja sesuai bidangnya kita, dengan memberikan pemeriksaan kesehatan, misalnya.

SETELAH LULUS

Besides in the hospital, officially di bangsal-bangsal, lulusan perawat juga bisa jadi tim PPI Rumah Sakit, kerja di BPJS, atau kemarin kakak tingkat saya ada yang jadi staff kesehatannya kepresidenan, home care, bahkan bisa juga buka klinik (perawatan luka DM misalnya). Selain itu, kami juga ditunjuk sebagai salah satu institusi yang lulusannya ditawari kerja di jepang. Dan yang paling saya tunggu-tunggu yaitu (Semoga dan In Syaa Allah) jadi tenaga kesehatan haji (Aamiin, hehe).

Sekian yaa dari kakak. Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Banyak kurangnya mohon maaf.


Tentang Penulis : Wawuri Handayani

Adalah seorang mahasiswi tingkat II prodi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang sedang berusaha menjadi orang yang bermanfaat. IG : wawuriha_ || rihani.wuri@gmail.com

Kode Konten: X298

3 thoughts on “Keperawatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta (Wuri)”

  1. kak, kalau aku lulusan DIII keperawatan.
    aku bisa daftar DIV anestesinya ngga ya???
    terus kira2 2019-2020 dibuka nggak ya prodi anestesinya?

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *