Kebidanan Poltekkes Jakarta 3 (Ima)

Haaii Intipers semuanyaa, aku mau berbagi sedikit cerita tentang jurusan kuliahku. Kata orang, tak kenal maka tak sayang. Kita kenalan dulu yaa, namaku Ima, aku bukan lagi mahasiswa, tapi alumni dari jurusan D3 Kebidanan di Poltekkes Jakarta 3 angkatan ke 16.

Mendengar jurusanku, ada beberapa yang berkomentar, “wah bidan ya, yang bantuin orang melahirkan” atau “asik dong bisa ketemu bayi-bayi lucu” bahkan kadang ada yang bilang “duh ketemu darah terus yaa” atau “kuliahnya Cuma D3 ya”. Wait, komentar itu memang benar sih, tapi jurusan bidan itu gak semenakutkan yang kalian bayangin dan gak seindah yang kalian impikan hehe.. Kenapa gak menakutkan? Karena bidan itu bukan melulu soal melahirkan dan darah dimana-mana, bidan itu multi talenta. Kenapa gak seindah itu? gak indah bukan berarti gak menyenangkan ya. Nggak indah karena kalian bisa menangis haru melihat perjuangan seorang perempuan diantara hidup dan matinya. Kadang, ada orang juga yang nanya-nanya soal obat saat mereka sakit, hey aku bukan apoteker hehe.. Tapi bukan berarti bidan nggak tau soal obat yaa.. masih banyak masyarakat yang belum tau betul apa sebenarnya profesi bidan itu dan apa saja yang dipelajari semasa kuliah.

Selama kuliah, banyak banget hal yang baru aku pelajari. Sebutlah salah satunya adalah Asuhan Kebidanan. Loh kok asuhan? Iya, bidan itu memiliki jobdesk 4 asuhan dari mulai kehamilan, persalinan, nifas, dan bayinya. Disebut asuhan karena bidan bermain pada ‘care’ jadi bukan hanya mengobati atau memberi solusi tapi merawat jadi hal terpenting. Makanya bidan dikenal sebagai sosok yang sabar. Dulu, pas kuliah semester 3, pertama kalinya ketemu sama ‘ibu berperut buncit’, pertama kali mendengar detak jantung bayi dan ternyata itu sangat menyenangkan. Apalagi semester 3 adalah awal mula kami diuji untuk menolong persalinan. Wow, rasanya campur aduk, gemes, haru, khawatir, bahagia jadi satu. Menjadi saksi malaikat kecil lahir adalah anugerah bagi bidan loh.. Awalnya kita masih sering foto-foto sama ‘dedek bayi’ yang baru lahir, dan itu jadi kegiatan yang bisa menghilangkan rasa capek. Bidan juga harus bisa membantu menyelesaikan permasalahan di sebuah desa, problema keluarga dan remaja masa kini. Pokoknya masalah kehidupan sehari-hari. Jadi saat jadi mahasiswa, kami dituntut ‘dewasa sebelum waktunya’ hehehe…

di-web

Praktikum di Lab

Di kampusku, sistem kuliahnya adalah sistem blok, dengan praktikum lebih intens. Praktik ke lahan RS/Puskesmas ada di setiap semester. Praktikum di Lab kampus di setiap minggu/di akhir materi bab. Jadi mahasiswa terasah dan makin terampil. Dari yang awalnya grogi banget ngomong sama pasien, apalagi pasien mau lahiran kan sensitif yaa, sampai akhirnya terbiasa banget dan luwes, bahkan bisa akrab sama pasien. Selain praktikum, pembelajaran di kelasnya dibuat bersahabat. Dosen datang dengan membawa suasana ceria, misal dibuat senam kecil atau games. Jika ada presentasi, maka tidak melulu membahas teori, tapi dikaitkan kasus yang terjadi di lapangan. Atau kadang saling diskusi bila ada pengalaman baru, menanggapi hingga mencari solusi. Suasana kelas antara mahasiswa dan dosen jadi makin akrab. Selain itu, bentuk soal yang sering kali dijadikan bahan diskusi adalah berupa soal cerita, maupun role play.

Kunjungan ke KandanK JuranK DoanK milik Dik DoanK, mata kuliah profesionalitas bidan

Mata kuliah bidan itu dari mulai kehamilan, persalinan, nifas dan bayinya, KB, kegawatdaruratan, dll. Tapi bidan juga gak melulu belajar kesehatan loh, di kampusku, kita ada mata kuliah tambahan kewirausahaan, pendidikan anti korupsi, IPTEK dan metode alamiah. Bagiku, matakuliah tambahan ini merupakan mata kuliah yang menyenangkan, disamping karena sks nya ringan, mata kuliah ini kayak pelajaran seni rupa, banyak prakteknya. Contohnya kewirausahaan, kita diminta bikin maket klinik, kayak arsitek yaa dan menghitung contoh keuangan klinik kayak akuntan. Jadi setelah belajar eksak kebidanan yang berat tapi indah itu, kita bisa bersenang-senang lewat mata kuliah tambahan ini. Dan dari semua mata kuliah, aku lebih menyukai mata kuliah IPTEK dan metode alamiah. Menurutku seru dan unik, bisa tau teknologi kesehatan mutakhir tapi juga  belajar metode alami/herbal dalam ilmu kebidanan yang rupanya diakui dunia kesehatan yang bisa menjadi alternatif. Kuliah bidan itu jarang sekali hitungan, tapi tidak perlu takut, hafalannya juga adalah teori yang tidak ‘perlu’ dihafal, melainkan dipahami untuk dipraktekkan, maka semuanya akan mudah.  Terlebih lagi kuliah D3 yang menitikberatkan pada praktikum. Jadinya mahir deh di lapangan, teorinya? Udah diluar kepala dong. Hehehe…

Selain belajar di kampus, kita juga belajar di luar, untuk materi farmakologi pun kita pernah ke UI untuk belajar. Dan saat belajar tentang tumbuh kembang anak, kita ke sebuah TK dimana mereka semua berlarian takut melihat kami yang serba putih, hehe.. Setiap PKL di RS/Puskes juga bisa menemukan kasus-kasus baru yang terkadang langka. Menurutku yang paling berkesan adalah saat bisa PKL di RSCM. Dan pada saat PKMD/KKN, para mahasiswa bidan diminta untuk memilih satu keluarga untuk bisa diasuh. Artinya, kita mengobservasi keluarga itu, bukan hanya ibu yang sedang hamil atau anak-anak, tapi dari pola hidup dan lingkungannya apakah sehat atau tidak. Kita bisa lebih dekat dengan masyarakat, bisa lebih berbaur dengan warga yang sesungguhnya butuh didengarkan.

Focus Group Discussion, dan penyuluhan bersama warga Desa Cibatok, Kec. Cibungbulang, Bogor

PKL di RSCM

Untuk tugas-tugas kampus, lebih mengutamakan diskusi soal kasus dan mengaitkan pengalaman di lapangan dengan teori. Tugasnya pun semakin ringan karena ada dosen yang dijadikan tutor. Misal, 5 mahasiswa berhak konsul pada 1 dosen. Nikmatnya bisa menimba ilmu dari berbagai dosen. Dan tugas Praktiknya, mahasiswa dilatih mandiri, latihan di Laboratorium, jika kurang paham, maka dosen jadi tempat bertanya, mahasiswanya yang ditunut aktif. Untuk tugas akhirnya, kampusku menggunakan kurikulum baru, bisa dibilang lebih simpel walaupun tetap menakutkan bagi beberapa mahasiswa yaa.. Untuk ujian praktik akhirnya, kita menggunakan sistem OSCE, yang ujiannya diberikan waktu sekian menit saja untuk menyelesaikan kasus, kemudian pindah ke ruangan berikutnya dengan kasus berbeda. Seru loh. Selain itu, untuk sidang LTA nya, kita diminta mengikuti 1 atau lebih pasien hamil berusia 6-7 bulan sampai dia melahirkan dan masa nifas usai. Selama merawat dan mengikuti pasien tersebut, kita berhak memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga, bonusnya, kita lebih akrab pada masyarakat yaa.. Inilah yang paling berkesan menurutku, belum lulus bidan tapi sudah bisa mendampingi pasien sampai melahirkan dengan selamat. Jika semua dilalui dengan baik, maka sidang tingkat akhir pun, insya allah lancar.. hehe

Setelah kuliah yang seru dan menyenangkan itu, tidak perlu bingung akan bekerja dimana. D3 Kebidanan banyak dicari di fasilitas kesehatan, mengingat keterampilan kami telah teruji. Meskipun baru D3, tapi lulusan D3 inilah sudah dibentuk untuk jadi pribadi mandiri yang siap untuk membuka Praktik Mandiri dan home cara/perawatan rumah, keren kan. Bidan juga bisa jadi dosen, atau menjadi konsultan kesehatan. Lulusan D3 bidan juga bisa melanjutkan jenjang kemana saja, karena tentunya dasar pendidikan bidan ini banyak dibutuhkan orang. Dalam bentuk pengabdian di masyarakat terpencil pun, bidan paling banyak dibutuhkan loh.. Jalan pahalanya banyak ya…


Tentang Penulis : Ima Nurcahyanti Putri.

Alumni Poltekkes Kemenkes Jakarta 3, program studi D3 Kebidanan angkatan ke 16. Membaca buku & terus belajar menulis jadi hobi identiknya. Aktif menulis sejak 2013 dan mengikuti sayembara menulis, kini sudah memiliki 5 karya. Pernah bekerja di Klinik Swasta dan saat ini tergabung dalam I Care Indonesia, Lembaga Homecare Indonesia dan sedang berencana untuk melanjutkan pendidikannya.

Blog: nurcahyantiputri.blogspot.com

IG: @imachay_

Kode Konten : X184

 

 

67 thoughts on “Kebidanan Poltekkes Jakarta 3 (Ima)”

  1. Hai ka… salam kenal ya…. aku mau tanya nih di poltekkes jakarta III itu ada beasiswa nya engga? Terus masuk kesitu bisa tanpa tes gak? Jadi pake jalur rapot gitu.

    1. Bisa masuk lewat PMDP jalur rapot angkatan 2013 itu nilainya 7,5 .
      Dan harus pantengin terus karena pendaftaran awal tahun.
      Beasiswa prestasi tidak ada karena kita kuliah kedinasan dr Kemenkes.
      Adanya bantuan bagi kurang mampu dan syarat IPK 3,4 .

  2. Kak mau tanya kalau di politekes jakarta 3 itu kalau mahasiswi pindahan gimana kak? Saya baru semester 1 saya ingin pindah ke politekes jakarta 3 apakah saya harus mengulang lagi dari semester 1 kak?

    1. Kamu itu dari kampus mana? Negeri apa swasta? Poltekkes gak nerima mutasi dari Universitas krn kurikulum berbeda. Dan harus lewat tes. Jd blm tentu lolos.

  3. Saya dari kampus medistra bekasi kak, jadi saya harus ulang dari semester awal ya kak kalau seandainya saya masuk jalur tes politekes jakarta 3?

  4. Iya lah say. Kamu ikut lagi tahun depan tes tulis bareng dgn Anak SMA. Poltekkes gak nerima mutasi. Karena kedinasan. Apalagi dari swasta.
    Universitas negeri pun harus lewat tes tulis juga. Intinya tes lolos dulu

    1. Untuk perawat, 10 besar lulusan terbaik langsung kerja di RSCM tanpa tes. Dan untuk yg lainnya, kampus akan bantu cari rekomen pekerjaan. Dengan jaminan masa tunggu pekerjaan maks. 6 bulan pasca lulus

  5. kak saya niatnya mau kuliah kebidanan ,cumq saya takut terutama liat darah tapi saya ingin sekali citacita saya terwujud ,gimana pendapat kakak
    terimakasih ?

  6. Gabung ke grup Line Square khusus kebidanan aja yukk di line square Intipjurusan.com X184. Biar ngobrol langsung sama saya..
    Rasa takut darah itu sebenernya bisa hilang seiring berjalannya waktu kok.

    1. D3 kuliahnya 3tahun. Kalo jalur PMDP gak pake tes lagi. Rapot aja. Trus sisanya kesehatan sm wasancara

  7. Ka mau nanya nih. Saya tertarik dengan kebidanan. Tapi saya selalu berpikir dan merasa takut untuk kerja kedepannya. Tapi setelah baca artikel kaka rasa takut saya mulai berkurang. Ada yang kaka takutin ngga untuk program kerja kedepannya? Mohon bantu dijawab dan pendapatnya ya kak…

    1. Nggak ada sih. Saya pribadi gak takut untuk apapun profesi yg sdh saya ambil. Krn bidan itu dasarnya aja sdh dididik untuk mandiri. Jd bisa multijob

  8. Halo kak Ima salam kenal. Kak aku chelsea, aku siswi sma yg insyaallah akan lulus tahun ini. kak aku kan dari jawa barat nih, dan aku minat banget pgn jadi bidan dan tertarik juga pgn kuliah di poltekkes jakarta 3. Tapi yg bikin bingung, nanti disana aku tinggal gimana ya kak. Aku punya saudara juga dijakarta, tapi jauh banget jaraknya ke kampus poltekkes jakarta 3. Nah, di kampus ada asrama ga kak? terus kakak sendiri dulu kos atau emng rumahnya dekat kampus. Minta sarannya kak.. saran kos2an deket kampus juga boleh. Sebelumnya makasih kak..

    1. Chelsea.. Haloo juga. Tergantung kamu mau ambil yang D3 atau D4. Kalau d4 ada asramanya di Pulomas Rawamangun. Kalau D3 nya di Jatiwarna, pondokgede gak ada asrama. Kampus pusat di Pondok gede ini. Tapi tenang aja. Kosan disitu buanyaaaakkk bgt. Kalau aku, rumahku cuma 15 menit dr kampus hehe

  9. Assalamualaikum kak Ima 🙂
    Bagus dan menarik banget postingan kak Ima yang diatas, aku jadi lebih mengerti tentang kuliah kebidanan hehehe.
    Aku mau nanya nih kak, untuk calon pendaftar poltekkes bisa mendaftar >1 poltekkes gak kak? Lalu kalau bisa, maksimal berapa kali pendaftaran ya? Soalnya insya Allah beberapa hari kedepan aku mau daftar pmdp poltekkes bandung (analis kesehatan) & poltekkes jakarta II (gizi), dan poltekkes malang untuk persiapan kalau gak keterima hehe.. aku tunggu reply nyaa hehehe makasih kak Ima 🙂

    1. Waalaikumsalam. Boleh kok boleeh banget. Kamu bebas mau daftar dimana aja dan sebanyak apa. Yang penting jadwal nya gak bentrok (kalo ada ujian tulis).
      Bahkan bukan 2 poltekkes aja. Dalam sekali daftar di 1 poltekkes. Bisa pilih 2 jurusan.
      Tapi tapi…. Jangan bingung ya kalo keterima nya juga lebih dari satu ?

  10. Begitu ya kak.. aku juga mau tanya lagi nih, kalau kuliah D4 bisa melanjutkan ke jenjang S2 gak kak? Kalau misalnya bisa S2, jurusan S2 apa saja kak yang biasanya diambil oleh mahasiswa poltekkes?

  11. Bisa lah. D4 dan S1 langsung lanjut S2. Magisternya terserah kamu mau ambil apa. Bebas. Arah mau kemana. Tetep bidan, kesmas, atau biomed dll

    1. @annisawf nis namanya juga jakarta yaa.. Harus tahan macet. Tahan jauh yaa.. Ada asrama hanya untuk beberapa jurusan. D4 BIDAN Ada asrama di pulomas rawamangun. Kalo d3 bidannya nggak ada asrana. Tapi lokasi kampusnya dikelilingi banyaaaaak bgt kosan. Dan lingkungan kosannya aman bgt. Krn letaknya di perumahan depkes jg.
      More info bisa ke line aja kalo agak pribadi @imachay

  12. Kak aku mau tanya aku dri lampung nah aku kan mau dftr jalur pmdp kan ada tes kesehatnnya tuh gimana ya kak kalo aku mau ksana kan jauh apa gak bsa tes kesehatnnya di puskesmas asal kita nnti kita yg krm berkas kesehatnnya makasih kak sebelumnya

    1. @shella nggak bisa dong say. Kamu bukan mau ngelamar kerja. Tapi mau kuliah. Kampus kesehatan negeri pula. Tes kesehatannya harus lgsg di depan panitia tesnya disini

  13. @ambar bukan say. Kan ada keterangannya. Blm ada yg alihjenjang umum. Krn mau prioritaskan alumninya dluu

    1. kak, mau tanya.
      prodi bidan program profesi nerima mahasiswa dari luar kampus ngga? bukan alumni tepatnya. thanks

  14. @ifa.. Kalo Yang dari SMA terima dari mana aja bebas. Jurusan apapun.
    Tapi kalo yg alih jenjang memang blm bisa, mau yg profesi/bukan.

  15. Loh justru yg memulai duluan itu Poltek semarang lho. Saya kan dr tahun kmarin mau lanjut d4 alih jenjang disana gak bisa gara² mau prioritasin alumninya. Om saya kajur s2 perawat disana jg bilang begitu. Ya sama.. Poltek 3 juga nanti begitu.
    Tapii.. Yg skrg buka masih untuk 0 tahun.

  16. Kak saya lulusan D3poltekkes kebidanan kaeawang, saya berencana lanjut ke d4. Untuk di poltekkes jakarta tersendiri ada tidak ya? Kalau ada pendaftaran dibuka kapan? Thanks

    1. Halo @nsrahma.. Untuk poltekkes jkt 3 ada D4 tapi untuk 0tahun. Belum buka untuk alihjenjang say

  17. Kaa alhamdulilah saya keterima di poltekkes 3 jurusan kebidanan lewat jalur pmdk.kalau boleh tau tes wawancara nya meliputi apa aja ya ka?

    1. Halooo.@shilla… Congrats yaa.. Tapi masih ada 1 lagi babak penyisihan hehe tes kesehatan dulu. Dan ini msh sistem gugur. Kalo wawamcara itu nanti sm orgtua. Psikotes itu isinya ttg kepribadian aja

    1. @devina haloo.. Asrama hanya ada untuk.bbrp jurusan aja. Gak semua. Sisanya ngekos banyak kok dilingkungan kampus

  18. Halo kak ima…slm kenal kak.
    Aku anjely lulus profesi bidan,trus aku ngirim berkas pemeriksaan kesehatan,alhamdulillah aku juga lulus. Terus disuruh bayar uang penyelenggaran pendidikan. Tpi setelah itu ternyata masih ada psikotes sm wawancara kak.apakah psikotes dan wawancara sistem gugur kak?pdahal aku udah bayar uang pendidikannya kak.terima kasih kk ima…
    Please respon kak

    1. Halo @anjely.. Sistem gugur hanya berlaku smpai teskes. Udh lulus teskes. Ya aman. Logika aja. Kalo udh disuruh bayar uang muka gak mungkin ada sistem gugur

  19. Hallo kak Ima, sebelumnya terimakasih ya atas postingan yang bermanfaatnya.
    Aku mau tanya, di poltekkes jkt 3 itu aku mau pilih d4, tapi di pilihan jurusannya adanya prodi d3 kebidanan dan prodi pendidikan profesi bidan, sedangkan d4 nya tidak di pilihan jurusannya, padahal pas aku baca di portal poltekkes jkt 3 nya ada d4 nya, aku juga mau tanya perbedaan dari prodi d3 kebidanan dan prodi pend. Profesi bidan tuh apa ya kak? Mohon jawabannya, aku butuh sekali hehe, terimakasih kak sebelumnya

  20. Hallo kak ima 🙂 salam kenal ,
    Kak mnurut kakak yang berpengalaman andaikata kita tdk keterima di poltekes 3 ini , lalu memilih di swasta lebih baik mana ambil d3 kebidanan yang ada rumah sakitnya atau d4 kebidanan yg tidak ada rumah sakitnya ? Tetapi akreditasinya sama .

    1. @lilis hai lilis.. Ini pendapat kk subjektif yaa say.. Kk.lebih prefer ke D3 yg ada RS nya. Kalo boleh ksh rekomen kayak RS budi kemuliaan, gatsu gitu . kenapa krn di D3 kamu akan lebih mahir. Meskipun gak D4, kamu dibekali skill praktek yg lebih banyak di D3.

  21. Assalamu’alaikum, saya baru lulus uji tulis di Politekkes Kemenkes Surabaya. kakak sendiri sekarang kerja dimana? kalau tes politekkes sendiri bisa langsung masuk jadi pegawai negeri apa enggak, kak??

    1. Ralat, kakak :v
      Assalamu’alaikum, Alhamdulillah saya baru lulus masuk di Politekkes Kemenkes Surabaya lewat jalur tulis dan tes kesehatan. Saya tanya tentang diri kakak sendiri, kakak sekarang kerja dimana atau punya tempat bidan sendiri?? kalau setelah lulus kuliah, apa kita sebagai alumni langsung di kirim atau di kasih pekerjaan oleh pihak politekkes di rumah sakit yg milik politekkes itu sendiri?? atau cari pekerjaan sendiri?
      Sekian, Terima kasih

    2. @ainun.. Saya sudah pernah kerja di klinik & jd konsultan kanker. Saat ini sdg melanjutkan studi D4 profesi di Poltekkes semarang jd sdh tdk kerja dulu.
      Poltekkes itu negeri dibawah Kemenkes, tidak punya RS. Dan tidak akan disalurkan kemana². Meskipun sekolah kedinasan, tapi lulus tdk ada jaminan jadi PNS. Kampus hanya akan membantu mencarikan rekomen tempat kerja/kuliah jika kamu kesulitan.

  22. Kak referensi tempat kost paling Deket kak, soalnya aku dari Tangsel jauh kalau pake mobil lewat tol takut telat , atau pake motor gatau jalan kereta juga sama hehe

  23. Haloo ka, saya mw tanya, umur saya 21 tahun, lulusan 2015 keperawatan, kalo saya daftar di poltekkes jurusan kebidanan bisa gk ya ka lewat jalur raport?? Tapi saat ini saya sudah menikah ka, apa poltekkes bisa terima calon mahasiswi yg sudah menikah ka?

Ayo tanya kak Ima disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *