Pend. Bahasa Jepang UPI (Dea)

Konnichiwa intipers!

Hajimemashite watashi no namae wa Dea Amanda desu.

Sekilas kalian sudah dapat menebak kan jurusan saya apa? Bahasa Jepang! Yupss! Lebih tepatnya Pendidikan Bahasa Jepang. Saya baru saja melepas status mahasiswa saya dan dinyatakan lulus di Departemen Pendidikan Bahasa Jepang UPI pada bulan juli 2017 dan sedang menunggu satu bulan lagi untuk Wisuda. Ketika saya memperkenalkan diri saya dulu kadang orang-orang bertanya kenapa saya memilih jurusan Pendidikan Bahasa Jepang? jawaban singkatnya adalah takdir dan jawaban panjangnya adalah saya ingin menjadi guru. Sudah jelas kata “Pendidikan” yang ada di depan Bahasa Jepang menggambarkan prospek kedepannya apabila mengambil jurusan ini akan menjadi seorang Pendidik. Kemudian kenapa harus Bahasa Jepang? dulu saya juga bingung kenapa harus Bahasa Jepang? dan pada saat kuliahpun kadang berpikir “aduh gue salah jurusan, gue paling ga bisa sama bahasa asing kenapa gue disini?” Oke karena ini takdir jadi saya jalani proses kuliahnya selama 4 Tahun dan alhamdulillah meski kadang putus asa apa saya bisa lulus dan akhirnya lulus juga.

Saya ingin bercerita tentang pengalaman kuliah saya, pertama saya sarankan kepada kalian jangan takut ambil jurusan yang bukan kalian banget, karena kita belum tau kalau kita belum terjebak di dalamnya. Ada satu pesan dari dosen saya yang paling membekas dan buat saya berpikir dan mengiyakan setelah lulus kuliah kata beliau “Anggap Bahasa Jepang adalah sumber hidup kalian” kalau ga salah sih kaya gitu intinya kalian bakal hidup pake bahasa jepang yang udah kalian pelajari selama kuliah. Iya pastinya apapun bidang ilmu yang kalian pelajari itu adalah bekal untuk kehidupan kalian mendatang. jadi meskipun jurusan yang kita ambil bertentangan dengan kemampuan kita don’t worry Allah memberikan apa yang kita butuhkan kok J

Selama 4 Tahun ini  saya menyelesaikan 147 sks sudah termasuk skripsi dan sidang di dalamnya. Jadi apabila kalian masuk jurusan saya untuk lulus menjadi sarjana perlu menyelesaikan 147 sks. Kemudian untuk penentuan mata kuliah di Departemen pendidikan Bahasa Jepang UPI sudah sistem kontrak jadi gak harus pusing-pusing pilih mata kuliah. Karena saya angkatan 2013, penerapan kurikulum 2013 di departemen saya baru diterapkan dan imbasnya tidak ada imbasnya sih hanya berbeda dengan angkatan sebelumnya pada kurikulum 2013 ini terdapat peminatan pada saat akan memasuki tingkat 3. Oh iya sebelum kepeminatan FYI nih kalau masuk jurusan pendidikan bahasa jepang UPI kalian gak akan kuliah dempet-dempetan. Kenapa? Karena untuk jurusan pendidikan bahasa jepang itu sendiri jumlah mahasiswa perkelasnya dibatasi maksimal 27 orang, dan biasanya perangkatan itu ada 3 kelas A, B, C. Konon katanya dulu penempatan kelas itu sesuai dengan kepintaran dan katanya kelas.A itu terkenal kumpulan anak-anak yang pinter-pinter, kelas B itu kelas aktivis, dan kelas C……..saya gatau julukannya oke itu intermezo. Terus btw saya kelas apa? penasaran gak? Haha oke saya kelas B J Oh iya sama halnya dengan SMA setiap kelas juga mempunyai wali kelas Cuma bedanya kalau di Universitas disebut Dosen PA (Pembimbing Akademik)

Photo Kelas B bersama Dosen Pembimbing Akademik

follow_intipjurusan_COMPRES

Oke kembali lagi keperkuliahan terkait mata kuliah dan peminatan, sama halnya dengan jurusan bahasa yang lainnya. Untuk menguasai bahasa Jepang tidaknya kita dituntut menguasai 4 keterampilan bahasa yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Untuk mempelajari keempat keterampilan tersebut terdapat beberapa mata kuliah Tata Bahasa (Bunpou), Mendengar (Choukai), Berbicara (Kaiwa), Membaca (Dokkai), Kanji (Hyouki), Mengarang (Sakubun). Oh iya untuk kalian yang berminat mengambil jurusan bahasa Jepang dan saat di SMA sama sekali tidak belajar bahasa Jepang jangan khawatir akan buta huruf hiragana dan katakana karena pada awal perkuliahan jurusan mengadakan orientasi kana dimana mahasiswa baru selama satu minggu kejar target diajarkan huruf hiragana dan katakana. Nah mata kuliah yang saya sebutkan diatas adalah mata kuliah kebahasa jepangan untuk belajar Choukai perkuliahan di laksanakan di Lab.Bahasa, kemudian mata kuliah yang lainnya di ruangan perkuliahan untuk Kaiwa pembelajaran yang digunakan menggunakan metode roleplay atau bermain peran biasanya seminggu pembahasan materi seminggu tampil di depan buat percakapan tapi tergantung dosennya sih sebenarnya. Kalau mata kuliah Hyouki favorit saya karena kita akan tau betapa rumitnya menulis huruf kanji sesuai dengan urutan penulisannya, kemudian menghafal cara bacanya, apalagi kalo kalo udh liat kanji di satu teks bacaan oke ini kaitannya sama mata kuliah Dokkai saya pesan kepada intipers yang mau ambil jurusan bahasa Jepang jangan sepelekan mata kuliah dokkai kata orang sunda mh “omat pisan”. Untuk tingkat awal mata kuliah Bunpou masih diajarkan oleh dosen jurusan tapi taukah kalian keuntungan belajar bahasa di universitas itu pada tingkat atas salahsatu dosen kita adalah orang jepang asli hal itu memudahkan kita untuk mengaplikasikan kemampuan mendengar dan berbicara kita dan tentunya lebih tertantang lagi untuk mampu memahami Bunpou yang diajarkan oleh dosen native tersebut.

Pembelajaran Bunpou dengan Native Speaker

Selain itu, karena jurusan saya Pendidikan Bahasa Jepang mata kuliah tentang pendidikan juga dipelajari dari mulai Landasan Pendidikan, Psikologi Pendidikan, Bimbingan dan Konseling, Pengelolaan Pendidikan,dll. Menyinggung soal peminatan di tingkat 3 di departemen pendidikan bahasa Jepang terdapat dua peminatan yaitu Pendidikan dan Bisnis. Yang membedakannya dari peminatan tersebut yaitu pendidikan lebih diarahkan kedalam pegajaran bahasa Jepang dan mata kuliahnya lebih mendetail kepada cara pengajaran bahasa Jepang, sedangkan untuk bisnis lebih diarahkan kedalam penerjemahan dan penggunaan bahasa jepang secara aktif dengan kata lain yang memilih peminatan bahasa jepang untuk bisnis kedepannya akan menjadi interpreteur bahasa Jepang disebuah perusahaan. Tapi terlepas dari peminatan tersebut karena jurusan Pendidikan Bahasa Jepang mahasiswa yang memilih peminatan bisnis tetap melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah. Biasanya PPL dilaksanakan di semester 8, tapi mulai dari angkatan 2014 Departemen Bahasa Jepang UPI mengadakan program percepatan atau akselerasi bagi mahasiswa yang IPKnya diatas rata-rata. So, bagi kalian yang pilih jurusan pendidikan bahasa Jepang dan pengen cepet-cepet lulus bisa ikut akselerasi.

Terus, tadi kan saya bilang kelas B itu kelas aktivis, sebenarnya gak Cuma kelas B sih semua mahasiswa berhak untuk aktif dan tentunya setiap jurusan punya BEM masing-masing kan nah saya sarankan kalau kalian gak mau kuper ikut apapun deh selama kuliah. Kalau jurusan bahasa Jepang  UPI itu nama BEM nya HIMABAJA keren kan?. BEM HIMABAJA terdiri dari beberapa departemen, divisi, dan hal-hal stuktural begitulah Mahasiswa jaman Now pasti taulah. Saya Cuma pengen sedikit bercerita program tahunan BEM HIMABAJA salah satunya pada departemen dan divisi saya bernaung wkwk apalah ini. Iya dulu saya merupakan anggota advokasi dan komunikasi yang sekarang berganti nama Sosial Komunikasi setiap tahunnya selalu diadakan kegiatan P3M dimana selama satu minggu kita melakukan pengabdian pada masyarakat di sebuah desa, selama seminggu itu juga kita berbaur dengan warga bahkan tinggal di rumah warga. Kegiatan yang dilakukan selama satu minggu juga beragam dari mulai mengajar di sekolah terdekat, kegiatan bersih-bersih,dll

Photo Kegiatan P3M

Oh iya, bagi kalian yang suka event jejepangan kalian harus banget pilih jurusan ini hehe #maksa karena setiap tahun BEM HIMABAJA menggelar acara tahunan Japanzuki Show. Penasaran? Cek saja IG nya atau jadi salah satu mahasiswa departemen Bahasa Jepang 2018, 2019, dst…


Tentang Penulis : Dea Amanda

Alumni Pendidikan Bahasa Jepang- FPBS UPI. Hobi mengajar, nonton drama korea, baca novel trilogi A.Fuadi. saat ini sedang berproses menjadi sensei yang profesional.

Twitter : @deamnda13

Instagram : @deamnda13

Facebook : Dea Amanda

Kode Konten: X211

 

4 thoughts on “Pend. Bahasa Jepang UPI (Dea)”

  1. sebelumnya maaf kak jika ada kata kata yang salah ..
    kak mau nanya , apakah cuma dijuruskan untuk menjadi tenaga pengajar aja ?
    apa gak bisa dijuruskan menjadi pertukaran mahasiswa atau gimana gitu , soalnya aku pengen masuk sastra jepang tapi gak mau jadi guru …
    mohon jawabannya ya kakk makasih 🙂

    1. apabila dilihat dari nama jurusannya sudah pendidikan kedepannya memang di arahkan menjadi pengajar tetapi, di jursn sy ad peminatan untk bisnis jg jd bisa saja tidk hanya terbatas menjadi guru b.jepang. kebanyakan skrg alumni jurusan saya jg lebih memilih menjadi penerjemah di perusahaan. Iya di jurusan sy juga setiap mahasiswa mempunyai kesempatan untuk pertukaran mahasiswa. Jurusan sy sudh bnyk bekerjasama dgn universitas2 yg ad di jepang.

    2. apabila dilihat dari nama jurusannya sudah pendidikan kedepannya memang di arahkan menjadi pengajar tetapi, di jursn sy ad peminatan untk bisnis jg jd bisa saja tidk hanya terbatas menjadi guru b.jepang. kebanyakan skrg alumni jurusan saya jg lebih memilih menjadi penerjemah di perusahaan. Iya di jurusan sy juga setiap mahasiswa mempunyai kesempatan untuk pertukaran mahasiswa. Jurusan sy sudh bnyk bekerjasama dgn universitas2 yg ad di jepang.

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *