Ilmu Tanah UGM (Suria)

Assalamualaikum  warahmatullahi wabarakatuh

Halo intipers. Perkenalkan, saya Muhammad Imaduddin Suria Saputra, panjang ya namanya. Saya biasa dipanggil Suria, mahasiswa S1 Ilmu Tanah Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2013. Pada artikel ini saya akan berbagi sedikit informasi mengenai program studi ilmu tanah. Semoga bermanfaat bagi intipers yang lagi galau milih jurusan di perkuliahan.

“Bro, kuliah dimana?”

“Di ilmu tanah UGM.”

400

“Apaan tuh. Jurusan tentang gali kuburan?”

Oke, itu adalah sedikit percakapan yang terjadi antara saya dengan orang-orang yang bertanya tentang kuliah saya dimana. Wajar sih, karna memang sesuatu yang familiar tentang kata ‘tanah’ di masyarakat yaitu persoalan tanah kuburan. Betul memang kita di ilmu tanah belajar tentang segala macam yang berkaitan tentang tanah, termasuk tanah-tanah yang ada di kompleks kuburan. Tapi, bukan berarti kegiatan perkuliahan kita menggali lubang untuk kuburan. So, biar gak salah persepsi mengenai ilmu tanah dan supaya ketika temen-temen intipers nanti keterima kuliah di ilmu tanah bisa menjelaskan kepada orang lain apa itu ilmu tanah, tuntasin baca artikel ini sampai selesai ya.

Program Studi Ilmu Tanah merupakan satu-satu nya program studi yang berada di bawah Departemen Tanah, Fakultas Pertanian. Sekedar informasi, program studi ilmu tanah di Indonesia belum terlalu banyak. Jadi, prospek kerja bagi lulusan ilmu tanah sangat terbuka lebar. Seperti pada program studi lain di Fakultas Pertanian UGM, terdapat peminatan pada program studi ilmu tanah yaitu kimia dan kesuburan tanah, fisika tanah, biologi tanah, dan pedogenesis tanah. Peminatan ini nanti nya yang akan mengarahkan kamu dalam pengambilan tema penelitian untuk skripsi. Peminatan ini diarahkan pada saat semester 5. 4 semester pertama, mahasiswa mengambil mata kuliah paket yang telah ditentukan oleh fakultas.

follow_intipjurusan_COMPRES
Kegiatan fieldtrip Survey, Evaluasi, dan Tata Guna Lahan

Masuk ke hal-hal yang dipelajari di ilmu tanah. Seperti nama nya, ilmu tanah memang ilmu yang mempelajari tanah secara khusus. Tapi, lebih dari itu ilmu tanah merupakan ilmu yang memiliki banyak keterkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain, seperti ilmu teknik lingkungan, teknik sipil, teknik pertambangan, dan ilmu pertanian. Udah bisa membayangkan belum keterkaitan ilmu tanah dengan ilmu-ilmu tersebut? Jadi, sebetulnya sederhana saja, bumi ini terdiri dari daratan dan lautan. Dan pada daratan terdapat tanah. Nah, dari hal tersebut dapat kita tarik kesimpulan bahwa tanah menjadi pondasi/dasar dari kehidupan manusia yang berada di atas tanah. Ambil contoh ilmu pertanian. Tanaman yang sering kita jumpai di halaman depan rumah kita atau bahkan di pot-pot di depan ruang kelas sekolah kita ditanam di atas suatu media yaitu tanah. Tanpa tanah, apa tanaman bisa tumbuh? Hehe. Ilmu tanah di UGM masuk ke dalam fakultas pertanian, di luar matakuliah paket dari fakultas, matakuliah yang akan temen-temen pelajari di antara nya ilmu kimia tanah, geologi dan mineralogi tanah, genesis dan klas tanah, fisika tanah, biologi tanah, konservasi dan reklamasi lahan, hubungan tanah, air, tanaman, dan atmosfir, dan pengelolaan tanah. “Terus beda nya sama pelajaran fisika, kimia, dan biologi waktu SMA?” Konsep dasar nya sama, tapi di sini ketiga ilmu tadi diterapin dengan obyek yaitu tanah. Semisal fisika tanah. Pada matakuliah ini kalian akan diajarkan beberapa hal, seperti bagaimana cara menghitung tingkat erosi tanah pada suatu lahan, dan mengukur kemampuan tanah dalam menjerap air. Gimana, seru kan? Contoh lain yaitu matakuliah konservasi dan reklamasi lahan. Dari nama nya aja udah keliatan kan kalian bakal dapet ilmu apa. Yap, di matakuliah ini berbagai hal mengenai konservasi dan reklamasi lahan akan kita dapatkan. Konservasi tanah aja kah yang dipelajari? Gak cuma itu, tapi juga konservasi air. Konservasi kan biasanya reboisasi gitu, sama kayak kehutanan dong? Seperti yang udah saya sampein tadi, ilmu tanah memiliki keterkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain termasuk ilmu kehutanan. Matakuliah seperti fisika tanah dan konservasi dan reklamasi lahan tentu gak bisa hanya sekedar teori di kelas, tapi juga kegiatan di luar kelas. Yap, satu keasyikan kuliah di ilmu tanah yaitu banyak kegiatan field trip alias banyak jalan-jalan nya yang gak jarang ke tempat-tempat yang kalo kata anak jaman sekarang instagramable.. Seru kan?

Kegiatan profiling tanah pada praktikum Genesis dan Klas Tanah

Sama kayak hal nya di SMA, di UGM juga gak jauh-jauh sama nama nya tugas, paper, presentasi, dan juga resume. Namun, frekuensi nya bakal jauh lebih tinggi dibandingkan di bangku SMA. Jenuh sama teori-teori dan tugas di kelas? Tenang, di ilmu tanah ada wadah untuk mengembangkan jiwa kepemimpinanmu yaitu KMIT (Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah) sebagai himpunan mahasiswa jurusan. Bosen kuliah di kampus terus pengen ke luar negeri? Woles, di ilmu tanah sering terdapat beasiswa exchange ke luar negeri, di antara nya ke Jepang (Ibaraki University, Yamagata Univeristy, dan Tokyo University of Agriculture and Technology), Thailand (Kasetsart University), dan masih banyak lagi. Sekedar informasi, ketika saya menulis artikel ini, ada 3 mahasiswa ilmu tanah yang lagi exchange ke Jepang selama 10 bulan tepatnya di Yamagata University. Mereka aja bisa, apalagi kalian.

Lulusan ilmu tanah bakal kerja dimana sih nanti? Banyak pilihan nya lho, kamu bisa jadi dosen, pengusaha di bidang pertanian, lembaga/dinas pertanian, peneliti, bahkan kamu bisa kerja di pertambangan. Di pertambangan? Entar di bagian apa di sana? Coba scroll ke atas lagi, nemuin matakuliah yang berkaitan sama pertambangan gak? Yes, bener banget, kamu bisa kerja di bagian reklamasi lahan pertambangan. Intinya, selama manusia masih makan, peluang kerja lulusan pertanian sangat terbuka lebar.

Kesan selama jadi mahasiswa ilmu tanah, super duper keren. Bayangin aja, dari yang dulu liat tanah keliatan nya mirip-mirip semua, sekarang jadi tau perbedaan-perbedaannya. Mulai dari nama tanah nya, warna tanah nya, sampe tekstur tanah nya. Terus juga, dari yang dulu jarang banget keluar kota, sekarang jadi sering ke luar kota untuk kegiatan praktikum. Alhamdulillah, jadi tau kota-kota lain selain kota tempat tinggal hehehe. Selama hampir 4 tahun kuliah di sini juga saya menyadari bahwa tanah subur untuk tanaman pokok seperti padi, jagung, kedelai setiap tahun nya semakin berkurang, yang mana hal ini mengancam keberlangsungan hidup manusia ke depannya. Kalo gak makan, ya manusia pasti ma..~ ah sudahlah. Oke, segitu dulu sedikit penjelasan mengenai program studi ilmu tanah. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi temen-temen yang lagi cari referensi jurusan perkuliahan. Yuk mulai peduli dengan lingkungan sekitar kita, dimulai dari yang berada di bawah kita, Tanah. Wassalam.

M. Imaduddin Suria S.

Muhammad Imaduddin Suria Saputra. Mahasiswa tingkat akhir yang sedang sibuk bimbingan , merangkai kata untuk skripsi sambil mencari alasan ketika ditanya “Kapan lulus?”

Kode Konten : X158

6 thoughts on “Ilmu Tanah UGM (Suria)”

  1. Ka klo di ilmu tanah itungannya banyak ga ? Atau biasa aja ? Terus kalo ada itungannya hrus kuat di mapel apa ? Mksih ka

  2. kak, bisa kerja di bmkg juga gk kak? terus klo misal mau kerja di bmkg gitu kita yang dtg kesitu buat ngelamar atau gmna?

  3. Kak. Saya mahasiswa jurusan tanah juga. Mau tanya, kalau mau ke bmkg/pertambangan gitu nanti fokusnya ke fisika tanah, kimia tanah, biologi tanah atau survey daya lahan ya?

    1. Perkenalkan saya mahasiswa ilmu tanah smt 7 dr KMIT sebelah nya UGM. Bantu menjawab bung suria nih. Kalau di ilmu tanah tentu banyak hitungannya seperti menghitung data hasil analisis dan mata kuliah ilmu ukur tanah. Yg penting mtknya ga lemah2 amat. Kebetulan skripsi saya tentang pertambangan meskipun galian C. Semua konsentrasi di ilmu tanah bisa berguna saat kamu masuk ke pertambangan karena saling berkaitan satu sama lain, tapi alangkah baiknya kamu mendalami survey tanah dan pemetaan karena itu lbh menjual buat yang ingin masuk ke bidang selain pertanian ( bsa jga Bapenas, bakosurtanal, perbankan) dsb. Bagi yang ingin fokus bekerja dibidang seperti bmkg alangkah baiknya fokus ke klimatologi atau pengelolaan air. Kalau pengen kerja dmna saja pasti pekerja yg melamar/mendaftar dek. Instansi/perusahaan tdk akan pernah mengenal kamu kalau kamu ga memperkenalkan diri (istilah halusny). Kegiatan di lapang dan di lab berimbang karena semua yg kita dapatkan dari lapang pasti akan dianalisis di laboratorium. Tergantung pinternya kita bagi waktun tapi emang kuliah di ilmu tanah lebih spesial dibanding jurusan lain selain kedokteran. Karena selama teori bakal sibuk banget dan selama penelitian juga sibuk analisis dan survey. Tapi selama kita menikmati all is well kok.

  4. Kak saya baru smester 3 dan daya tertarik ambil jurusan ilmu tanah, nah yg mau saya tanya di ilmu tanah apakah akan banyak memakan waktu di lapangan apa di lab ? Dan juga di ilmu tanah banyak hitung meng hitung ?

Ayo tanya kak Suria disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *