Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB – Ghina

Hallo Intipers, saya Ghina Thifany Haidar atau biasa disapa Ghina. Saya mahasiswi semester 6 di jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB (IKK IPB) angkatan 51, tahun masuk 2014.

Kalo ngomongin IPB, apa sih yang terlintas dipikiran kalian? Ke sawah? Nyangkul? Hehehe gak salah sih, tapi gak semua jurusan di IPB ada kegiatan turun lapangan untuk nyangkul dan ke sawah. Perkuliahan di IPB menganut sistem mayor-minor. Apa sih itu? Mayor adalah jurusan yang kita pilih sebagai seorang sarjana, sedangkan minor adalah pelengkap jurusan kita. Contohnya saya mengambil mayor Ilmu Keluarga dan Konsumen dan mengambil minor Gizi Masyarakat, jadinya nanti di ijazah akan ada title sarjana (S.si) dengan keahlian Gizi Masyarakat atau kalo kalian ga ngambil minor bisa ngambil SC atau supporting course, bedanya kalo cuma ngambil SC tanpa minor di ijazah tidak akan ditulis, hanya gelar sarjana nya saja. Oh iya, di IPB sama kaya ITB dimana kita ketika tingkat 1 merasakan TPB, kalo IPB sekarang namanya PPKU jadi baru merasakan departemen atau jurusan ketika tingkat 2. Jaman saya masih disebut TPB, yang sering diartikan Tingkat Paling Bahagia, dan akhirmya saya mengerti setelah masuk departemen hahaha

Belum banyak yang tau tentang jurusan saya, padahal jurusan saya sudah hampir 12 tahun berdiri loh dan satu-satunya jurusan keluarga berbasis sains di Indonesia. IKK berada dalam naungan Fakultas Ekologi Manusia, lagi-lagi fakultas ini hanya ada satu di Indonesia. IKK  terdiri dari tiga divisi yaitu 1) Divisi Ilmu Keluarga, yaitu divisi yang fokus pada perkembangan ilmu keluarga  yang bertujuan untuk ketahanan fungsi keluarga sebagai institusi sosial; 2) Divisi Perkembangan Anak, yaitu divisi yang membangun keilmuan dan teknologi yang relevan untuk tumbuh kembang anak secara holistik, yang melibatkan perkembangan fisik-motorik, sosial-emosi, kemampuan kognitif, dan moral karakter untuk menciptakan generasi yang berkualitas; 3) Divisi Ilmu Konsumen dan Ekonomi Keluarga, yaitu divisi yang mengembangkan perilaku keluarga dalam pengalokasian sumberdaya yang dimiliki berdasarkan prinsip ilmu konsumen dan ekonomi dalam rangka meningkatan kesejahteraan keluarga. Minor yang disarankan untuk IKK ada tiga yaitu Gizi Masyarakat, Pengembangan Masyarakat dan Manajemen Fungsional. Saya sendiri memilih Gizi Masyarakat sebagai minor saya.

Study Banding ke Universiti Putra Malaysia (UPM)

Jurusan keluarga? Emang ada ya? Nantinya bakal jadi apa? Itulah beberapa anggapan orang ketika saya mengatakan saya dari jurusan IKK. Anggapan orang awam yang sering saya terima adalah banyak orang yang nyinyir mengganggap jurusan saya tidak penting karena belajar tentang keluarga bisa di dapat setelah nanti menikah. Eitts tunggu dulu, menikah juga butuh ilmu loh. Kehidupan setelah menikah adalah long life learning,  pernah gak denger kalimat ini “mendidik perempuan sama dengan mendidik sebuah bangsa”. Kalian pasti nganggep jurusan ini cocoknya cuma buat perempuan, kalo secara jumlah mahasiswa kalian bener haha karena IKK didominasi sama perempuan, dari 89 orang angkatan 2014 cuma ada 5 laki-lakinya. Banyak juga yang bilang IKK itu “suami/istri bersertifikat”, awalnya ga ngerti apa maksudnya, tapi setelah merasakan sendiri baru paham maksudnya apa. Haha kalo dijelasin bakalan panjang.

But, trust me, ilmu yang dipelajari di IKK ini akan sangat berguna dikehidupan yang akan dijalani selanjutnya setelah berkeluarga. Kuliah di IKK itu seru banget, dosennya banyak melakukan penelitian mengenai kasus terbaru contohnya aja yang kemarin sempet booming mengenai LGBT, tau ga sih, LGBT itu salah satu bentuk salahnya pola asuh orangtua terhadap anak. Salahnya dimana? Karena anak diberi pemahaman gender yang salah, contoh kecilnya membelikan pakaian atau mainan laki-laki ke perempuan begitupun sebaliknya, karena hal ini bisa membuat anak bingung dengan jenis kelaminnya. See? Hal sepele kaya gitu bisa berdampak panjang, efeknya ga langsung terasa. Menarik kan?

Kalau untuk matakuliah IKK sendiri lebih ke hafalan, untuk hitungan gak begitu banyak. Ada beberapa matakuliah yang memakai hitungan seperti Statistika, Manajemen Keuangan Konsumen, Pengantar Ekonomi Keluarga dll. Matakuliah di IKK hafalannya berupa teori-teori mirip dengan teori yang dipakai dalam ilmu psikologi. Contoh matakuliahnya adalah Pengantar Psikologi, Psikologi Anak, Tumbuh Kembang Manusia dll.

Tugas di IKK biasanya disuruh mencari responden untuk diwawancara kemudian membuat  makalah atau dibuat dalam bentuk video, mereview jurnal juga merupakan tugas yang sering diberikan. Contoh dalam matakuliah pengasuhan anak, kita disuruh untuk mencari responden yang memiliki anak dibawah usia 18 tahun. Disini kita diberikan buku pendampingan, wawancara dengan responden dilakukan setiap minggu, diakhir matakuliah ini kita diberi tugas untuk memberikan konsultasi kepada responden sesuai dengan hasil wawancara dan penilaian mahasiswa menggunakan kuisioner yang diisi oleh responden,  kemudian hasil dari penilaian dan konsultasi dikerjakan dalam bentuk makalah.

follow_intipjurusan_COMPRES

Matakuliah yang menarik menurut saya itu Manajemen Keuangan Konsumen, karena di matakuliah ini kita diajarkan budgeting dengan cara mencatat pengeluaran setiap hari dan mencatat pendapatan, pendapatan disini yang saya maksudkan adalah uang bulanan haha. Ini tuh penting menurutku, sebagai anak kos, kerasa banget kadang uang bulanan itu cepet banget abis, dan kadang-kadang uang itu dipake buat hedon dan impulsive buying, dengan belajar budgeting kaya gini tuh bener-bener membantu buat misahin mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan.

Selain itu, MK Pengasuhan Anak juga menjadi minat saya pada semester 5 kemarin, disini kita diajarkan mengenai teori, gaya dan pola pengasuhan. Matakuliah ini mengajarkan bagaimana mendidik seorang anak sesuai dengan tahap perkembangannya dari mulai bayi sampai remaja. Disini saya belajar bahwa gaya pengasuhan orangtua itu sangat menentukan bagaimana perilaku anaknya, contohnya anak yang di didik dengan cara otoriter akan menjadi anak yang memiliki kepercayaan diri yang rendah. FYI, gaya pengasuhan ada 4 yaitu, otoriter, authoritative, permissive dan uninvolved. Otoriter udah jelas ya, orangtuanya bener-bener mengatur anaknya. Permissive itu lebih ke membiarkan anaknya, tanpa adanya kontrol. Authoritative itu pertengahan antara keduanya, jadi membiarkan anaknya tetapi juga masih dalam pengawasan orangtuanya. Uninvloved itu lebih parah dari pada permissive, orangtua seperti ini cenderung menolak kehadiran anaknya, hiii serem ya, ternyata ada loh orangtua seperti itu, biasanya orangtua seperti itu terutama ibunya karena kehamilannya tidak diinginkan. Wah pokoknya seru deh belajar di IKK, kita bisa menilai seseorang berdasarkan perilakunya, perilakunya tentu mencerminkan bagaimana ia dididik oleh orangtuanya menggunakan pola dan gaya pengasuhan seperti apa.

kegiatan turun lapangan ke Subang MK Pengembangan Masyarakat

Biasanya tugas lapanganannya tuh kita turun ke masyarakat dan menanyakan kepada masyarakat sekitar menggunakan kuisioner yang telah diberikan sebelumnya, turun lapangan yang paling jauh yang saya ikuti adalah turun lapangan ke desa Cinta mekar Kab. Subang.

Banyak yang nanya, setelah lulus bakal jadi apa? Prospek kerjanya gimana? Nah peluang kerja di IKK itu luas banget, karena ilmunya aplikatif. Beberapa prospek lulusan IKK yang saya copy dari web IKK, yaitu :

  1. Perusahaan jasa konsultan di bidang keluarga, tumbuh kembang anak dan pemberdayaan wanita
  2. Pendidik dan pengelola pendidikan anak usia dini dan anak usia sekolah
  3. Tenaga akademik dan peneliti di bidang keluarga, tumbuh kembang anak dan konsumen
  4. Spesialis riset pemasaran dan konsumen, serta  penanganan pelayanan konsumen
  5. Pemerintahan dalam bidang pemberdayaan keluarga dan konsumen serta tumbuh kembang anak
  6. Lembaga Swadaya Masyarakat

Sekian penjelasan IKK dari saya, semoga membantu teman-teman dalam mengenali IKK yah, jadi jangan pandang sebelah mata lagi 🙂 Oh iya kalau ada pertanyaan langsung aja yaa tanyain di kolom komentar 🙂

GHINA THIFANY HAIDAR

Saya seorang mahasiswi tingkat 3 di jurusan Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) IPB. Kegiatan saya saat ini selain kuliah adalah sebagai SekDept HRD HIMAIKO (Himpunan Ilmu Keluarga dan Konsumen) IPB. Hobby yang sering saya lakukan adalah browsing, karena saya orangnya gampang penasaran hehe

Kode Konten : X127

15 thoughts on “Ilmu Keluarga dan Konsumen IPB – Ghina”

  1. Hi kakk, salam kenal:) aku abel siswi kelas 12 yang tertarik untuk masuk jurusan IKK. Aku pengen nanyaa, kalo boleh tau kaka masuk jurusan IKK lewat jalur apa yah, kalo misalnya SBMPTN, masih inget gak kakak ngerjain berapa soal dr setiap pelajaran? Biar bisa jadi patokan aku krn yang aku tau dr pass grade yang ada lumayan tinggi.. hehehe makasih kak:-))

    1. Hallo abel, aku masuk IKK lewat jalur BUD / beasiswa utusan daerah. Sempet juga daftar IKK lewat SBMPTN, kalo soal yang aku kerjain udh ga inget berapa hehe temenku yang lolos SBM bilang dia byk ngerjain soal TPA sama TKD hehe
      Semoga membantu ya 🙂

    1. Halo zahra, setau saya untuk jalur snmptn IPB hanya menerima jurusan IPA, tapi kalo jalur sbmptn insya allah dari ips juga bisa tetapi mengambil tes ipc krn semua jurusan di ipb itu jurusan ipa

  2. Assalamualaikum kak.
    Sebelumnya terima kasih atas infonyaa kak, soalnya aku lg cari info ttg jurusan di ipb dan aku tertarik sama jurusa ikk ini. Nah, aku pengen nanya kak ttg hambatan atau kendala apa aja yg biasa ada di jurusan ikk? Makasih sekali lg Kak😊

  3. Waalaikumsalam wr wb 😊
    Kalo hambatan itu berbeda ya tiap orang, ga bs digeneralisasiin hehe. Kalo menurut aku sih hambatan yg aku rasain selama kuliah disini gak ada yg sampai membebani sih cuma waktu masih awal kuliah itu membiasakan diri buat belajar yg hapalan bgt kaya teori-teori dr psikologi, karena biasanya lebih sering ngehitung dr pada hapalan tp lama lama jd biasa kok hehe
    Semoga terjawab ya pertanyaannya 🙂

  4. Ka mau nanya nih hehe, untuk ipb jurusan ikk link kerjanya banyak atau tergantung prestasi kitanya ka? Link Pekerjaannya Yg sesuai jurusan maupun yg tidak sesuai jurusan kuliah itu ada ga ka?

  5. Untuk pekerjaan sebenernya tergantung relasi yg kamu miliki, karena di perkuliahan itu tujuannya selain dalam hal akademik juga membangun hubungan dgn orang lain yg nantinya bermanfaat kedepannya bagi kamu entah mencari pekerjaan atau kamu membuat suatu usaha. Relasi itu bisa km bangun ketika km aktif di kegiatan non akademik seperti organisasi maupun kepanitiaan

  6. Assalamu’alaikum ka aku mau tanya,sekarang aku kelas 12 dan Insyaallah mau lanjut ke IPB,dan nyoba lewat BUD,kalo BUD itu sistemnya kita pilih berapa jurusan ka?
    makasi sebelumnya

  7. Waalaikumsalam kania
    Untuk sistem pilihan jurusan BUD kita boleh memilih 2 jurusan, trus ada kolom yang tulisannya “saya bersedia dipindahkan kejurusan lain jika tidak diterima dijurusan pilihan” kalo ga salah katanya kaya gitu, itu boleh diisi boleh engga, kalo diisi ya, ada kemungkinan km akan dapat jurusan yg tidak km pilih, kalo saya dl memilih untuk tidak mengisi hehe
    Semoga jawabannya membantu ya 😊

  8. hai,kak salam kenal,aku anak kelas 12 mau nanya nih,denger2 di ipb ada jalur buat ketua osis ,itu bener atau hoax sih kak,?makasih kak,ditunggu jawabannya 🙂

  9. Halo, salam kenal juga 😊
    Insya Allah infonya bener, ada kuota 10 persen dari pendaftaran Snmptn dan sbmptn bagi pelamar yg menjabat sebagai ketua osis
    Semoga infonya membantu ya 😊

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *