Geofisika UGM (Seli)

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam kenal, saudaraku! Aku Seli Aisada panggil aja Eyik. Mahasiswi semester nanggung antara pengen pindah program studi tapi sudah tua, pengen nikah tapi nggak punya calon, dan pengen bertahan tapi semangat semakin menurun, hahaha. Yap, saat ini aku duduk di semester 5 di program studi Geofisika Universitas Gadjah Mada.

Kalau di fakultas atau universitas lain barangkali sering menyebutnya dengan jurusan, tapi beda dengan fakultasku. Jadi, di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM ada yang namanya department (jurusan) dan sub-departement (program studi). Geofisika sendiri sebagai satu di antara tujuh program studi di FMIPA, dan masuk ke dalam department Fisika bareng program studi Fisika. Hayo, bingung nggak?

Sebelumnya kalau kalian dengar kata program studi Geofisika, apa yang ada di benak kalian? Dari pengalamanku setiap ditanya kuliah ambil apa respon orang-orang macam-macam. Ada yang bilang, “Wah, gimana tuh, udah Geologi campur Fisika lagi.” Ada juga yang penasaran, “Belajar apa sih di Geofisika?” Kalau anak SosHum yang nanya pasti responnya kebanyakan, “Wih”, “Ngeri”, “Apa tuh?”, “Banyak fisikanya dong?” Ya itu hanya sebagian stigma dari mereka yang awam dengan keilmuan yang sedang kutempuh. Tapi ada benarnya juga kok.

Memang nggak banyak yang tau program studi Geofisika karena di Indonesia sendiri nggak banyak universitas yang menyediakan program studi ini. Di beberapa universitas, program studi ini masuk ke fakultas Teknik sehingga menjadi Teknik Geofisika. Sedangkan di UGM program studi ini masuk fakultas MIPA karena dulunya merupakan bagian dari program studi Fisika. Nah, untuk beberapa universitas negeri seperti UNSOED, UNS, dan UNNES, Geofisika masuk ke peminatan di program studi Fisika.

Jadi sebenarnya Geofisika itu apa sih? Bedanya dengan fisika apa? Kalau sama Geologi? Kalau pengen tahu jawabannya ikut aja mata kuliah Pengantar Geofisika ya, hehe. Nggak kok, aku bercanda.

Geofisika adalah salah satu cabang ilmu kebumian yang mempelajari bumi dengan menerapkan metode-metode fisika. Nah, bedanya sama fisika murni ya pada penerapannya. Kalau di geofisika, ilmu fisika dipakai untuk memperoleh data pengukuran di bumi. Kalau dengan geologi perbedaan ada pada apa yang dilihat. Dimana geologi lebih melihat ke permukaan bumi, sedangkan geofisika mempelajari juga apa yang ada di bawah permukaan dengan melakukan pengukuran data. Sudah ada gambaran?

follow_intipjurusan_COMPRES

Kalian tahu isi perut bumi itu apa aja? Nah kalau isi perut manusia kan urusannya pak dokter, kalau isi perut bumi ya urusan geophysicist. Dalam geofisika, struktur internal bumi ini diketahui dengan menggunakan gelombang seismik. Bisa dibilang kita, mahasiswa geofisika ini calon dokter bumi yang siap mengungkap apa aja yang ada di bawah tanah yang kalian pijak.

Mata kuliah di Geofisika nggak semuanya tentang fisika dan hitungan kok. Ya walaupun kebanyakan itu, hehe. Kita belajar juga mengenai geologi sebagai dasar. Di semester-semester awal, pengetahuan mahasiswa akan lebih ke geologi. Mata kuliah untuk mahasiswa yang masih emesh ini seperti Geologi Dasar dan Petrologi. Di dua mata kuliah ini akan dipelajari segala hal tentang perbatuan. Ada praktikumnya juga, lho. Dari teori dan praktikum ini diharapkan mahasiswa mampu mengidentifikasi batuan, ya seperti geologis gitu. Dari yang dasar, semester berikutnya dipelajari Geologi Struktur, nah kalau sudah lulus mata kuliah geologi tersebut barulah bisa ikut Kuliah Lapangan Geologi. Yes, namanya juga mahasiswa kebumian, mainnya di lapangan dong.

Namanya kuliah di fakultas MIPA, urusan praktikum tentu bukan hal yang aneh, ya. Sama halnya dengan Geofisika, praktikum itu nggak pernah keluar dari matakuliah yang muncul di lembar SKS. Ada praktikum berbau geologi seperti yang sudah aku sebutkan, banyak juga praktikum lainnya seperti Fisika Dasar, Gelombang, Elektronika, Perpetaan, Metode Seismik, Metode Komputasi, dan sebagainya. Kalau aku sebutkan semua barangkali adik-adik SMA yang baca pusing duluan dengan program studi ini. Eits, tunggu dulu, nggak cuma ada praktikum yang memusingkan kok, ada juga jalan-jalannya.

Di Geofisika hari Sabtu-Minggu ada kegiatan itu hal biasa, jadi buat para jomblo program studi ini recommended banget mengusir kesepianmu. Kegiatan lapangan yang sering diadakan yaitu fieldtrip. Di kegiatan ini kita berkunjung ke lapangan untuk melihat dan mengidentifikasi singkapan. Ya sama sih dengan fieldtrip di program studi Geologi.

Fieldtrip Stratigrafi Geofisika UGM 2015 di Lava Bantal, Berbah. (4 November 2017)

Kalau kegiatan lapangan besar untuk Geofisika UGM sendiri ada 4, Kuliah Lapangan Geologi (KLG) seperti yang sudah disebutkan, Non Seismik, Fisika Gunung Api (FGA), dan terakhir Field Camp. Kalau sudah mengikuti rangkaian kuliah lapangan itu baru deh bisa lulus dari Geofisika. Asiknya Geofisika itu nggak cuma duduk di kelas dan dengarin dosen menyampaikan materi, tapi juga refreshing dan berkelana.

Aku sendiri sudah mengikuti KLG awal tahun lalu. Selama 6 hari aku dan angkatanku (Geofisika UGM 2015) berkeliling sekitar Kampus Geologi LIPI, Karangsambung dan belajar tentang geologi di sana. Nah 4 hari pertama sama seperti kegiatan fieldtrip, dimana dosen menjelaskan mengenai sebuah singkapan yang ada. Sedangkan dua hari terakhir ini yang berkesan banget menurutku. Kita melakukan pemetaan mandiri. Setiap kelompok dibagi kavling dan melakukan pemetaan untuk membuat peta geologi kavling daerah tersebut.

Tebak kelompokku di kavling 8 berhasil memetakan apa? Alhamdulillah, berhasil memetakan tempat foto instagramable, batu nisan, dan kandang babi :”)

Satu kelompok kami terdiri dari enam orang, nah di hari pertama dipecah jadi 3 kelompok nih untuk memetakan setiap bagian kavling. Aku sama temenku sempat naik ke sebuah bukit yang mencurigakan. Waktu itu hujan dan rumah di sekitar sepi banget. Kita harus melewati bukit itu karena mau memetakan batuan apa yang ada di atasnya. Tapi pas mau naik hawanya nggak enak. Ada gapura dan anak tangga buat naik. “Ini kuburan bukan sih?” aku sam temenku bingung. Antara garus naik tapi takut, akhirnya kami memutuskan untuk naik. Fyi temenku ini cowok. Pas udah naik beberapa anak tangga dia bilang “Kuburan, Yik.” Terus setengah lari ninggalin aku. Sontaklah aku teriak dan naik dia, wkwk.

Nggak cuma itu yang bikin KLG berkesan. Paginya sebelum tragedi batu nisan tersebut, kami berenam bareng sama asisten menyusuri sungai dan melihat batuan yang ada. Lama-lama semakin ke hulu kok baunya nggak enak. Terus kita naik ke perkampungan warga. Di situ tepat banget sumber bau berasal. Dan, ternyata, sungai yang sedari tadi kita lewati itu tempat pembuangan kotoran babi. Pas lewat kendang aku liat babinya gedhe banget warna pink. Antara jijik dan kesal tapi sudah terlanjur lewatin sungainya, huhu.

Mahasiswi Idaman Calon Mertua Paska Kuliah Lapangan Geologi 2017 di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah.

KLG sudah, kuliah lapangan lain gimana? Untuk kuliah lapangan Non Seismik, FGA, dan Field Camp akan kamu ikuti di semester akhir. Di kuliah lapangan ini bakalan ambil data lapangan pakai alat-alat super mahal. Alat-alat itu sebagai instrumen metode-metode geofisika. Nah setelah akuisisi/pengambilan data, data lalu diolah dan diinterpretasi. Hasil akhirnya ya berupa parameter yang terukur dan menunjukkan ada apa di wilayah pengukuran tersebut.

Apa lagi yang asik dari Geofisika? Karena sering ke lapangan bareng, Geofisika itu terkenal solid. Di fakultasku sendiri Geofisika tenar banget sebagai prodi yang tiap angkatannya menyatu. Barangkali karena jumlah tiap angkatan yang sedikit (rata-rata 50 orang) jadi kami kenal setiap orang di angkatan dan bahkan kakak tingkat dan adik tingkat. Kalau mau cari program studi yang menomor-sekiankan individualism sudah pasti Geofisika salah satu yang wajib kamu tuju.

Terus setelah lulus bisa kerja dimana, ya? Tenang, sampai saat ini Geofisika masih dibutuhkan kok. Kamu bisa kerja di BMKG, BPPTG, LIPI, dan instansi pemerintah lain yang membutuhkan. Kalau kerja di perusahaan swasta sudah tentu yang berhubungan dengan minyak dan gas seperti Elnusa, Chevron, Pertamina, dan lainnya. yang mau jadi entrepreneur tenang, ada mata kuliah Kewirausahaan dan Manajemen yang bakal melatih passion kamu berbisnis.

Jadi, Geofisika itu paket lengkap bukan? Ibarat beli makan sekali bayar dapat nasi, lauk, sayur, dan es teh. Di Geofisika bisa dapat jalan-jalan, praktik, teori, dan pegang alat super mahal. Gimana, tertarik? Aku tunggu kalian di Geofisika 😊

Wassalamu’alaykum warahmatulahi wabarakatuh


Profil Penulis :

Seorang mahasiswi yang sibuk mencari passion dan menyelesaikan urusan dengan diri sendiri. Berhenti naik gunung tapi tidak pernah berhenti mengagumi alam. Anak lapangan dengan khimar panjang dan cadar.

Catch me at :

Instagram : https://www.instagram.com/selisada/

Tumblr : https://selisada.tumblr.com/

Facebook : https://www.facebook.com/seli.sada.9

Email : seliaisada@gmail.com

Kode Konten: X223

1 thought on “Geofisika UGM (Seli)”

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *