Fisioterapi UMM (Rizka)

Halo Intipers!!! Sebelumnya perkenalkan nama saya Rizka Wulandari Putri biasa dipanggil Rizka atau Ica juga boleh. Saya mahasiswi fisioterapi angkatan 2015 dan sekarang sedang menjalani semester 5 di Universitas Muhammadiyah Malang. Sama seperti teman-teman yang lain, disini saya akan menjelaskan tentang apasih fisioterapi itu? Prospek kerjanya gimana? Dan hal-hal lain yang kayanya bakal penting banget buat teman-teman intipers tahu. Semoga apa yang saya tulis bermanfaat dan memberikan pencerahan buat teman-teman dalam memilih jurusan kuliah kedepannya, lets check it out!

Fisioterapi? Apasih itu?

Sebelum menjelaskan lebih jauh, gimana kalau kita tahu dulu apasih fisioterapi itu sendiri? Karena gak sedikit yang bilang fisioterapi itu tukang pijet walaupun memang ada benarnya juga, bedanya kita memijat dengan tehnik manipulasi tertentu dan berdasarkan ilmu yang mumpuni cieh. Fisioterapi adalah proses merehabilitasi seseorang agar terhindar dari cacat fisik melalui serangkaian penilaian, diagnosis, perlakuan, dan aktivitas pencegahan. Tujuan dari dilakukannya fisioterapi adalah untuk mengembalikan fungsi tubuh setelah terkena penyakit atau cedera. Banyak nih pertanyaan yang pernah aku denger sebelumnya, fisioterapi sama gak sih kak dengan dokter? Beda dong walaupun sama-sama boleh mendiagnosis dan buka praktik sendiri. Fisioterapi sama gak sih kak dengan perawat? Jelas beda walaupun sama-sama merawat pasien tapi dengan konteks yang berbeda. Fisioterapi adalah profesi yang berdiri sendiri dan tergabung juga dengan ilmu kesehatan. Prodi S1 fisioterapi di UMM adalah prodi yang baru lahir di UMM dan satu-satunya S1 Fisioterapi di Jawa Timur. Kebayang gak betapa banyak saingan kita untuk menduduki bangku di fisioterapi? Nah untuk menjawab kekepoan kalian yang lainnya, yuk intip terus infonya.

Ini anggota kelasku 38/50

Apa aja kak yang dipelajari di fisioterapi?

di-web

Apa yaa? Yang dipelajari di fisioterapi tentunya adalah dasar-dasar ilmu kesehatan, kedokteran, dan tentunya fisioterapi itu sendiri. Seperti psikologi kesehatan, ilmu perkembangan gerak, patologi neuromuscular, fisioterapi pediatric, fisioterapi musculoskeletal, biomekanika & kinesiologi dan mata kuliah lainnya. Ilmu-ilmu ini mengajarkan tentang berbagai macam penyakit muskuloskeletal, neuromuscular, dan kardiopulmonal. Setelah mendalami asal-muasal sebab-musabab penyakit itu selama kurang lebih 2 semester kita pun akan belajar tentang penanganan fisioterapinya selama bersemester-semester hehe. Pembelajaran fisioterapi cocok buat kalian yang lebih suka action daripada teori karena sehari-harinya pembelajaran kita lebih condong ke action dan skill. Bahkan pada pembelajaran fisioterapi olahraga, kita juga melakukan lari, sit up, push up untuk merasakan dan memahami bagaimana menjadi atlet itu sendiri agar lebih mudah menangani cedera yang dialami para atlet. Untuk mata kuliah pilihan yang nantinya akan diambil di semester 7 ada beberapa pilihan seperti spa & kecantikan, akupuntur, maupun homecare.

Mata kuliah yang paling berkesan

Absolutely anatomi. Why? Anatomi adalah pembelajaran dasar yang harus dipelajari bukan hanya oleh mahasiswa kedokteran melainkan ilmu kesehatan juga. Kenapa mata kuliah ini paling berkesan? Selain karena matkul ini adalah matkul yang paling pertama kita dapat saat semester 1 dan ini juga adalah awal mula bagaimana saya mulai jatuh cinta pada jurusan sendiri hehe. Di anatomi kita diharuskan bertemu dengan mayat yang sudah diawetkan atau disebut ‘cadaver’. Bersama ‘guru besar’ sebutan kami untuk para cadaver ini, kami bisa mempelajari banyak hal seperti organ manusia, otot, kulit, tulang hingga sel terkecil dari manusia itu sendiri. Awalnya takut dan grogi apalagi saat pertama kali jumpa dan diharuskan melakukan tradisi di laboratorium anatomi, memegang seluruh tubuh cadaver tanpa menggunakan handscoon. Gak jarang banyak dari teman-teman yang masih takut dan agak parno, ada yang harus nangis dulu sampai diberikan wejangan oleh kakak-kakak aslab. Anatomi adalah mata kuliah terberat waktu itu, karena tuntutan hapalan yang sangat tidak sedikit ditambah lagi harus lulus pre-test sebelum mengikuti praktikum membuat kami terlebih aku harus mati-matian berjuang menghapal seluruh komponen tubuh manusia. But, walaupun kedengerennya susah ya? Tapi semuanya mudah kalau dijalanin dengan sungguh-sungguh kok. Percaya gak aku pernah dua kali gak boleh ikut praktikum karena gak lolos pre-test loh? Hehehe. Semuanya mudah kalau dilakukan dengan sungguh-sungguh, alhasil lulus lah aku dari mata kuliah ini walaupun agak sedih karena harus pisah sama kakak-kakak aslab yang idaman banget hehehe.

Foto kelasku fisioterapi 2015 B setelah UAS Anatomi terakhir. Yang hijau ditengah itu kakak-kakak aslab nya.

Tugas dan kegiatan lapangan

Berbicara masalah tugas, tentunya di fisioterapi hal paling utama yang harus kita kuasai selain teori dan action dalam memberikan treatment kita juga harus memiliki komunikasi yang baik terutama kepada pasien. Saat di semester empat kemarin, kelas kami dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk melakukan visit pasien dan mencari pasien yang sesuai dengan kasus yang diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah. Berhari-hari ‘piknik’ ke rumah sakit yang ada di malang demi mencari pasien yang sesuai dan bersedia. Tak jarang pulang dengan tangan kosong karena pasien yang didapat belum sesuai atau belum bersedia untuk menjadi sasaran penelitian. Alhamdulillah setelah bekerja sama dengan kakak tingkat  yang sedang magang di rumah sakit akhirnya kami menemui pasien yang pas dan bersedia. Visit kerumah pasien tersebut membuat komunikasi antara kami dan pasien mulai terjalin. Pengalaman ini merupakan pengalaman yang menarik karena melalui cerita yang pasien sampaikan aku jadi merasa seperti… seperti jurusan ini amatlah bermanfaat bagi orang lain dan dapat menolong orang banyak. Selain itu ada juga nih salah satu tugas di semester 5 yang paling menarik, senam lansia dan pemeriksaan gratis di desa binaan. Teman-teman mempercayai aku sebagai ketua pelaksana walaupun banyak uji kesabaran dan keteguhan hati, Alhamdulillah acara ini berhasil dan sesuai target. Sangat terharu pas ngeliat banyak banget mbah-mbah yang untuk berjalan aja susah tapi masih antusias mengikuti acara kami dan peduli akan pentingnya kesehatan di usia senja. Banyak memori berkesan lain yang dialami selama menjadi fisioterapi, pengen sih diceritain semua tapi gak bakal cukup kalau dijabarin di artikel ini hehe. Jika sudah memilih fisioterapi maka harus siap terjun ke masyarakat karena menjadi calon tenaga medis berarti siap untuk mengabdi dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. (cailehh)

Setelah acara senam lansia selesai nih, mukanya pada lega banget yaa…

Prospek kerjanya gimana kak?

Nah ini pertanyaan paling menarik. Alasan utama aku dulu memilih fisioterapi karena bisa buka praktik sendiri, mirip-mirip dokter kan? Selain itu fisioterapi juga boleh mendiagnosa suatu penyakit tertentu. Banyak juga sih alasan lainnya, mulai dari fisioterapi adalah jurusan yang langka di Indonesia karena hanya beberapa universitas yang memiliki jurusan ini apalagi S1 nya. Dengan langkanya jurusan ini maka kebutuhan tenaga kerja di bidang fisioterapi amatlah luas tanpa batas. Fisioterapi juga gak cuma bisa kerja di rumah sakit atau puskesmas melainkan buka praktik sendiri seperti yang aku jelasin diatas, enak banget kan?. Selain itu fisioterapi juga bisa membuka klinik spa & kecantikan, klinik baby massage, menjadi tim medis di kesatuan tim olahraga, menjadi instruktur gym atau pemilik pusat kebugaran, atau mau jadi dosen fisioterapi juga bisa. Banyak hal yang bisa kita lakukan kedepannya, satu lagi nih yang paling kekinian yaitu menjadi pengusaha. Alat-alat fisioterapis yang menggiurkan juga bisa dijadikan ladang pemasukan kedepannya. Jadi tunggu apalagi intipers? Keep movin forward with physiotherapy yuhuuu.


Tentang penulis: Rizka Wulandari Putri

Mahasiswi semester 5 prodi fisioterapi – Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Sukanya dikamar tenggelam dalam buku dan menuangkan imajinasi, aktivis setengah malas yang kadang lebih berdedikasi untuk organisasi daripada jurusan sendiri. Sekarang sedang menunggu imajinasi untuk “proyek sejuta buku” selanjutnya. Minta doanya biar bisa segera keliling dunia yaa.

Kode Konten: X270

 

4 thoughts on “Fisioterapi UMM (Rizka)”

  1. Wah seru ya kak fisioterapi.. Kasih 1 alasan lagi dong kenapa kak rizka sebegitu tertariknya dengan jurusan fisioterapi yg sudah di jalan ini?

  2. Kak gimana dong kami yg lulusan d3 mau lanjut s1 Di sana, itu jadinya berpa tahun kuliah nya?
    Serta biaya nya??

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *