Farmasi UGM (Lia)

Haloo teman-teman sesama mahasiswa maupun calon mahasiswa yang sedang mencari informasi jurusan kuliah! Perkenalkan saya Nur Aliyah tapi kalian bisa panggil saya Lia. Saya adalah mahasiswa angkatan 2014 dan saat ini saya sudah berada di semester VII di Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sebagai mahasiswa tingkat akhir udah taulah ya sibuk ngurusin apa, apa lagi kalau bukan s-k-r-i-p-s-i hehe. Mohon doanya ya teman-teman semoga skripsi saya lancar dan sesegera mungkin bisa di wisuda. Aaaamiinn…

Kali ini saya akan sharing tentang seluk-beluk kuliah di farmasi, bagaimana sih sistem perkuliahannya, prospek lulusannya seperti apa, dan lain-lain. Yuk yuk langsung aja disimak.

Sebelum membahas tentang farmasi, kalian tau apoteker kan? Apoteker itu salah satu tenaga kesehatan yang ahli mengurusi masalah obat-obatan dan berbagai terapi lainnya. Untuk menjadi seorang apoteker, mahasiswa harus menempuh studi S1 di jurusan farmasi lalu melanjutkan kuliah di program studi profesi apoteker. Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu kampus favorit di Indonesia lho. Di Fakultas Farmasi UGM sendiri tersedia program studi sarjana, profesi apoteker, dan pascasarjana untuk S2 dan S3. Biasanya studi S1 ditempuh selama 4 tahun lalu diwisuda dan mendapat gelar S.Farm. Untuk program studi profesi apoteker di UGM sayangnya hanya diperbolehkan untuk lulusan S1 farmasi UGM aja teman-teman. Program studi profesi apoteker (PSPA) ini ditempuh selama 1 tahun dan lulusannya akan mendapatkan gelar apoteker (Apt.). Walaupun masa studinya lumayan lama, tetapi ilmu yang diperoleh nantinya akan sangat bermanfaat di dunia kerja. Jadi, worth it kok!

 

Sistem program sarjana

 

Program sarjana di Fakultas Farmasi UGM tadinya dibagi menjadi 4 peminatan yaitu Farmasi Klinik dan Komunitas (FKK), Farmasi Bahan Alam (FBA), Farmasi Sains dan Teknologi (FST), dan Farmasi Industri (FI). Pemilihan minat ini dilakukan saat mahasiswa menuju ke semester VI, tapi mulai angkatan 2015 sudah tidak menggunakan sistem ini karena mulai 2018 nanti sudah menerapkan kurikulum baru dimana sudah tidak ada peminatan tetapi digantikan dengan paket-paket mata kuliah. Mungkin saya bisa sharing sedikit tentang peminatan yang ada di farmasi UGM. Minat yang pertama ada FKK yaitu peminatan farmasi yang berfokus pada pelayanan dan lebih banyak bersinggungan dengan pasien, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya. Oleh karena itu mata kuliah yang didalami meliputi farmakologi, farmakoterapi, toksikologi, farmakokinetik klinik, dsb. Lulusan dari FKK biasanya bekerja di apotek, klinik, puskesmas, rumah sakit, dll yang banyak membutuhkan skill komunikasi dengan pasien. Kalau FBA lebih banyak mendiskusikan potensi bahan alam yang dapat dijadikan sebagai kandidat obat baru. Mata kuliah yang diambil tidak jauh-jauh dari bahan alam seperti standardisasi obat alam, kosmetika alam dan aromaterapi, analisis jamu, dsb. Nah lulusan peminatan ini banyak yang menjadi wirausahawan karena mereka diajarkan bagaimana memperoleh, mengolah bahan alam hingga menjadi produk kefarmasian yang bermanfaat. Kemudian ada FI atau farmasi industri yang lebih banyak membahas tentang formulasi obat, bagaimana agar obat mencapai efektivitas yang baik, tidak mudah rusak, tapi juga ekonomis. Yang terakhir, adalah peminatan FST atau farmasi sains dan teknologi yaitu bidang yang berfokus pada penemuan dan pengembangan obat. FST ini bisa dibilang calon-calonnya peneliti atau dosen karena mereka banyak menerima ilmu tentang bagaimana proses mendesain obat, perkembangan terapi yang ada di seluruh dunia, dan analisis obat. FST lebih banyak mendalami teori ilmu kefarmasian dan skill teknik nge-lab.

follow_intipjurusan_COMPRES

Dari 4 peminatan tersebut sebenarnya tidak bisa menentukan pekerjaan apa yang nantinya diperoleh karena pada dasarnya minat apapun bisa bekerja di industri, RS, puskesmas, apotek, BPOM, BNN, Dinas Kesehatan, dsb tetapi mungkin ilmunya lebih mendalam jika antara peminatan dan bidang pekerjaan itu matching.

 

Masa-masa kuliah di farmasi

 

Masa-masa kuliah di farmasi? Sub judulnya berasa udah ga kuliah gitu ya, tapi memang di semester VII ini beban kuliah dan praktikumnya udah cukup berkurang dibanding semester-semester sebelumnya. Jadi, selama kuliah di semester I sampai semester VI tentu akan disibukkan dengan kuliah, praktikum, laporan, tugas dan presentasi. Rata-rata persemesternya bisa mencapai 19-21 SKS tergantung ada yang mata kuliah yang mengulang ngga atau mau nambah mata kuliah pilihan ngga. Di awal kuliah yaitu di semester I praktikumnya ada dua yaiu praktikum anatomi dan fisiologi manusia yang nge­-lab-nya di Fakultas Kedokteran dan praktikum kimia farmasi dasar yang mata praktikumnya seputar titrasi, ekstraksi, dsb hampir kayak praktikum di SMA. Lalu semester II sampai VI akan semakin berat dengan beban praktikum yang lebih banyak dan yang paling berat menurut saya ada di semester V. Kenapa di semester V? Karena praktikumnya ada 5 which is terbanyak selama di S1 yaitu praktikum ilmu resep I, biofarmasetika, imunologi farmasi, farmakologi eksperimental II, dan kimia produk alam. Yang bikin greget adalah di praktikum ilmu resep karena di praktikum ini nanti kita dikasih resep dokter dimana permintaan obat yang tertulis di resep itu udah pasti salah terus mahasiswa diminta mengkoreksi dimana kesalahannya dan harusnya seperti apa. Waktu yang diberikan untuk mengkoreksi resep itu cuma 15-20 menit setelah itu kita disuruh untuk meracik obat yang ada di resep. Meracik obat susah-susah gampang, kalau obatnya diminta dalam tablet itu enak tinggal bungkus aja pake plastik dan diberi label aturan pakai tapi kalau pasiennya anak-anak kan berarti tabletnya harus diserbukkan dan dibuat puyer. Membuat puyer mudah sih, tinggal gerus, dibagi sesuai jumlah yang diinginkan lalu dibungkus pakai kertas perkamen, tapi kalau dalam keadaan panik karena diburu-buru waktu selama 20 menit kan ya grogi dan suka ga konsen gitu. Ya pokoknya kalau bisa lulus di praktikum ini udah bersyukur banget.

Suasana praktikum formulasi dan teknologi sediaan padat

Mata kuliah favorit

 

Semua mata kuliah pasti bermanfaat, setuju? Saya setuju, tapi saya juga punya 2 mata kuliah yang saya sukai yaitu kimia medisinal dan bioteknologi. Kimia medisinal membahas tentang pengaruh struktur kimia obat terhadap efek terapi dan efek sampingnya, sedangkan bioteknologi membahas tentang rekayasa genetika untuk menciptakan produk yang lebih baik misalnya buah yang mengandung vaksin, mengobati pasien kanker dengan transplantasi, dsb. Untuk kimia medisinal sendiri ada kelanjutannya yaitu kimia medisinal II di peminatan FST dan kebetulan saya mahasiswa minat tersebut makanya saya mendapat mata kuliah kimia medisinal II dan bioteknologi.

Ngomong-ngomong soal tugas yang paling berkesan, jadi pada suatu hari dosen kimia medisinal II saya bertanya, “Adik-adik ingin UAS nya dengan cara yang konvensional yaitu mengerjakan soal ujian close book di tempat seperti biasanya, atau ujian open book atau take home?” Lalu serentak kami menjawab, “take home, Pak.” Setelah ada kesepakatan kedua belah pihak disimpulkanlah bahwa ujiannya take home dimana tugasnya meminta kami untuk mereview artikel dari jurnal-jurnal ilmiah internasional tentang proses desain obat yang rasional. Tugasnya dikumpulkan dalam bentuk makalah dengan konten dan format penulisan yang ditentukan. Lalu saya membahas tentang desain penemuan obat sildenafil sebagai antihipertensi. Di antara sekian banyak obat, saya memilih topik ini karena for your information sildenadil selama ini digunakan sebagai obat kuat tetapi baru-baru ini BPOM resmi merilis sildenafil sebagai obat hipertensi. Jadi saya penasaran kenapa obat ini bisa punya dua indikasi berbeda yang ternyata dikarenakan kedua indikasi tersebut sama-sama bertujuan untuk memperlebar pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lancar. Nah, kalau kita sebagai calon apoteker ga tau informasi ini kan mikirnya malah wah pasien bapak-bapak ini pake obat kuat padahal kan sildenafilnya buat mengatasi keluhan darah tingginya guys. So, harus sering update informasi ya!

Farmasi kuliah lapangan gak, sih?

S1 farmasi ga ada kuliah lapangan, tapi di peminatan FKK ada program magang di rumah sakit akademik (RSA) UGM dan apotek dimana mahasiswanya dijatah satu kali praktek di RSA dan beberapa kali di apotek. Saya dari minat FST makanya belum pernah magang dan berinteraksi langsung dengan pasien :”

Kunjungan ke BPOM RI

Tapi di semester VI kami ada KKL yaitu kuliah kerja lapangan yang lebih cocok disebut study tour karena ini semacam pengenalan singkat dunia kerja untuk apoteker. Minat FST mengunjungi BPOM, BNN, PT.Sidomuncul, LIPI, dan PT.Sanbe. Minat FKK kalau tidak salah ke RS dr.Kariadi, RS.Silhoam dan Kemenkes RI.

Farmasi mencari bakat memperingati HUT Fakultas Farmasi UGM

Buat adik-adik calon mahasiswa kalau memang minat di kuliah farmasi lanjutkan semangatnya ya semoga kita bisa jadi teman sejawat apoteker. Aaamiin..

Apoteker itu ranahnya luas, sangat prospektif dan calon menantu idaman deh pokoknya hehe. Semangat!!! Oh iya kalau ada pertanyaan bisa ditulis di kolom komentar ya ^^ Thank youuu all <3


Tentang Penulis : Nur Aliyah

Mahasiswa tingkat akhir Prodi Farmasi Universitas Gadjah Mada yang sedang memperjuangkan naskah skripsinya, pengunjung setia perpustakaan pusat, dan penikmat WiFi UGM-Hotspot. Hobinya menulis apapun yang terlintas di kepala yang kadang-kadang tulisannya ga berfaedah tapi yang penting ga jadi beban pikiran.

Instagram : https://www.instagram.com/aliyahnur10/

Blog : catatankuliah762.wordpress.com

LinkedIn : https://www.linkedin.com/in/nur-aliyah-225598126/

Tumblr : https://aliyahnur10.tumblr.com/

Twitter : https://twitter.com/Naliyahlia

Facebook : https://www.facebook.com/lia.ifala

Kode Konten: X221

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *