Matematika ITB (Fakhita)

Halo intipers. Perkenalkan , saya Fakhita Tazki Nabilah, mahasiswi tingkat 3 S1 Matematika di Institut Teknologi Bandung. Berikut akan saya ceritakan pengalaman selama berkuliah di ITB. Seperti beberapa universitas di Indonesia, mahasiswa tingkat pertama di ITB akan menjalani masa Tahap Persiapan Bersama ( TPB ). Di ITB, masa TPB ini dilaksanakan selama 1 tahun ( semester 1 dan 2 ) di tingkat fakultas dengan mata kuliah yang sebagian besar sama untuk semua fakultas. Mata kuliah tersebut diantaranya Matematika, Fisika Dasar , Kimia Dasar, Bahasa Inggris, dll. Tujuan TPB sendiri menurut website resmi TPB ITB yaitu memberikan landasan sains, seni, dan teknologi bagi mahasiswa baru juga menjadi wahana pembinaan awal sikap ilmiah dan pengadaptasian tatacara belajar di perguruan tinggi. Tujuan tersebut memang sangat terasa saat saya menjalani masa TPB. Saya belajar beradaptasi dengan lingkungan dan cara belajar yang berbeda dari sebelumnya ( masa SMA ). Di masa ini juga, saya gunakan untuk menetapkan pilihan jurusan yang akan saya pilih. Metode pemilihan jurusannya yaitu dengan mengisi kuisioner selama 3 kali dalam 2 semester, dan entah bagaimana proses nya, mungkin akan dilihat dari minat dan hasil studi kita sehingga nantinya kita diterima di satu jurusan ( kecuali program peminatan yang sudah pasti diterima di jurusan tersebut ). Alhamdulillah sesuai minat atau keinginan saya, akhirnya saya diterima di jurusan Matematika karena tidak sedikit teman-teman saya yang diterima di jurusan yang tidak sesuai minat mereka.

Di tingkat 2, saya mulai mengambil mata kuliah sesuai jurusan . Mata kuliah yang ada di jurusan Matematika ini memang mendalami bebagai cabang ilmu matematika seperti analisis, aljabar, statistika, dll. Semua mata kuliah wajib di jurusan ini mempelajari dasar-dasar dari cabang ilmu tersebut.  Berbeda dengan jurusan lainnya yang berkutat dengan laboraturium, percobaan atau materi hafalan, jurusan Matematika ini lebih sering berkutat dengan kertas dan pen saja untuk membuktikan teorema, menghitung dan mengolah data, menganalisis geometri, dll. Walaupun begitu, kami juga cukup sering berkutat dengan komputer utuk melakukan fitting grafik, koding persamaan diferensial, dll yang memudahkan kami menyelesaikan suatu permasalahan.

 

400

Dari berbagai mata kuliah yang sudah saya ambil,  ada beberapa yang cukup berkesan . Yang pertama adalah mata kuliah Topik Wawasan Matematika. Mata kuliah ini memang bukan mata kuliah wajib, melainkan pilihan dalam . Mata kuliah ini akan membahas berbagai wawasan tentang matematika dengan topik tergantung dosen yang mengajar . Ketika saya mengambil MK (read: Mata Kuliah)  ini, membahas mengenai pemodelan matematika. Hal ini cukup seru dan berkesan bagi saya, karena pemodelan matematika ini suatu karya atau hasil atau solusi dari suatu permasalahan nyata. Saya juga senang karena saya bisa mencoba memodelkan permasalahan nyata di sekitar saya. Waktu itu, kelompok saya memodelkan masalah penggunaan kertas ujian agar efisien. Dalam pemodelan tersebut, kami harus mencari data akurat, melakukan abstraksi dari masalah, hingga nantinya keluar rumus atau solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

 

Selain MK di atas, ada juga MK lain yang cukup berkesan yaitu MK Statistika Non Parametrik. MK ini juga merupakan MK pilihan dalam, bukan MK wajib . MK ini mempelajari berbagai uji untuk mengolah suatu data real. Saya senang karena dapat mengolah data dari berbagai bidang , misal data hasil percobaan, data penduduk, dsb. Kami bisa menganalisis , mengolah dan memberi kesimpulan dari data-data tersebut.

follow_intipjurusan_COMPRES

 

Selanjutnya, saya akan menjelaskan Kelompok Keahlian yang ada di jurusan Matematika. KK (read:Kelompok Keahlian ) ini berguna untuk memfokuskan mahasiswa matematika dalam mengambil mata kuliah pilihan sesuai KK yang dipilihnya. KK ini juga akan berhubungan dengan bidang Tugas Akhir ( biasa disebut skripsi) yang akan kami kerjakan nantinya. KK yang ada di Matematika ITB yaitu KK Analisis dan Geometri, KK Matematika Industri dan Keuangan, KK Kombinatorika, KK Statistika dan KK Aljabar. Dari semua KK tersebut, saya memilih KK Statistika, sehingga mata kuliah yang saya ambil di tingkat 3 dan 4 harus berkaitan dengan Statistika. Saya memilih KK tersebut karena saya lebih senang mengolah data dibandingkan membuktikan teorema juga dirasa prospek kerja bidang statistika akan sangat dibutuhkan di masyarakat .

 

Berbicara prospek kerja, lulusan jurusan matematika itu cukup luas cakupan pekerjaaan yang bisa menunjang karirnya diantaranya menjadi konsultan, dosen, peneliti, aktuaris, analis di bidang financial, investasi,  industry minyak dan gas, industry makanan, industry telekomunikasi, dsb. Beberapa alumni matematika ITB banyak yang sudah berprofesi menjadi dosen, peneliti, data scienctist di suatu perusahaan, aktuaris, ada juga yang bekerja di bidang perbankan , industry, dan masih banyak lagi.

 

Karir lulusan matematika ITB di atas menunjukkan bahwa lulusan matematika bisa masuk di berbagai bidang di dunia pekerjaan. Hal itu juga bisa menjadi bukti untuk menyangkal berbagai opini keliru mengenai jurusan matematika itu sendiri. Banyak anggapan bahwa matematika hanya menghitung , hanya mengurusi objek yang tidak nyata, dsb. Menurut saya, anggapan itu jelas keliru karena seperti yang saya ceritakan di atas bahwa matematika tidak hanya menghitung, tapi juga melatih nalar kami dan cara logika berfikir kami agar lebih cepat dan sistematis. Lalu, anggapan bahwa kami berkutat dengan objek yang tidak nyata sebenarnya tidak salah ( dalam aljabar memang kita bermain dengan notasi-notasi ), namun sebenarnya banyak aplikasi di kehidupan nyata yang bisa diselesaikan dengan matematika. Contohnya saja pemodelan yang saya jelaskan di atas. Jadi, mengakhiri tulisan ini saya ingin menyampaikan bahwa di jurusan apapun kita mencari ilmu, pasti banyak manfaat yang bisa kita berikan untuk masyarakat.

Fakhita Tazki Nabilah

Fakhita Tazki Nabilah adalah mahasiswa S1 - Matematika Institut Teknologi Bandung angkatan 2014.

 

Kode Konten : X111

9 thoughts on “Matematika ITB (Fakhita)”

  1. Kak mau tanya cara penentuan jutusan setelah semester 2/ setelah TPB itu gimana ya kak? Yg menentukan itu dosen atau siapa kak? Mohon bantuannya ya kak

    1. Yang menentukan jurusan, pihak fakultas dan dosen. Mahasiswa hanya mengisi kuisioner pilihan jurusan. Kecuali yg peminatan, pasti masuk jurusan sesuai peminatan tsb.

  2. Kak mau tanya cara penentuan jutusan setelah semester 2/ setelah TPB itu gimana ya kak? Yg menentukan itu dosen atau siapa kak? Mohon bantuannya ya kak,

  3. wah pengalamanya lumayan menarik juga kak, memang saya juga sedang mencari universitas matematika yang bagus, dan saya juga sedang mempersiapkan untuk mengambil jurusanya…. BTW kalau saya mau tahu biaya matematika di ITB dmna yah:D

    1. biaya di ITB sama ko untuk semua fakultas atau jurusan . kecuali SBM ( sekolah bisnis manajemen) harganya lebih mahal. kalo mau tahu biayanya, cari aja di internet dgn key word : biaya UKT ITB .

    1. Jadwal perkuliahan sama aja sih kayak jurusan lain. Tergantung kamu ambil brp sks. Mungkin uliah yg ada praktikumnya lebih dikit dibandingkan dgn fisika kimia.

    2. Jadwal perkuliahan sama aja sih kayak jurusan lain. Tergantung kamu ambil brp sks. Mungkin bedanya, matkul yg ada praktikumnya lebih dikit dibandingkan dgn fisika , kimia.

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *