Desain Interior Universitas Trisakti (Nisa)

Hai intipers! Hai para calon Desainer Interior!

Yap, tergerak hati saya untuk bercerita sedikit tentang kuliah di jurusan/program studi Desain Interior. Tapi sebelumnya perkenalkan dulu, nama saya Resky Annisa Damayanti. Mahasiswa-mahasiswa di kampus memanggil saya dengan sebutan “Kak Nisa” atau “kak Chacha”. Mahasiswa? Yes, sekarang ini saya adalah seorang Dosen di Program Studi Desain Interior Universitas Trisakti Jakarta. Kebetulan saya juga merupakan alumni Program Studi Desain Interior tepatnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti. Saya angkatan 2006 dan lulus pada tahun 2010. Tidak terlalu tua lah ya? Hahaha.. That’s why mahasiswa-mahasiswa di kampus lebih memilih memanggil saya dengan sebutan “Kakak” atau “Mbak” daripada “Ibu”. Nah, sebenarnya kuliah di Desain Interior itu bagaimana sih?

Desain Interior atau Dekorator Interior?

Setiap saya bertanya ke mahasiswa-mahasiswa saya kenapa mereka memilih kuliah di Desain Interior, tau ngga jawaban mereka apa? Yeah, jawaban mereka selalu begini “karena saya senang dekor-dekor kamar saya kak” atau “saya pikir kuliahnya hanya menata-nata barang di ruangan saja kak”. Oh come on!

400

Jika kamu hanya ingin mendekor maka kuliahlah di D3 Desain Interior, jangan di S1. Pasalnya, yang membedakan D3 Desain Interior dengan S1 adalah mendekor dan mendesain. Lulusan D3 Desain Interior biasanya akan menjadi seorang dekorator, sedangkan lulusan S1 Desain Interior akan menjadi seorang Desainer Interior.

Nah, apa bedanya? Desainer Interior membutuhkan kuliah khusus yang mencakup studi tentang warna, konstruksi bangunan, menggambar manual, menggambar dengan komputer, perencanaan ruang, arsitektur hingga furnitur. Sementara itu, Dekorator Interior tidak perlu ilmu-ilmu sebanyak itu, sebab umumnya mereka hanya fokus pada estetika. Ya, Dekorator Interior biasanya bertugas membantu klien untuk menentukan gaya, warna, furnitur atau aksesoris yang ingin dipakai. Dekorator Interior tidak ambil bagian dalam renovasi. Pekerjaan Dekorator justru dimulai ketika renovasi telah selesai. Sedangkan Desainer interior dapat merancang dan merenovasi interior dari awal, mulai dari rencana lantai dasar hingga detail terakhir. Tidak heran jika para Desainer Interior kerap bekerja sama dengan arsitek dan kontraktor. Adapun Dekorator Interior umumnya berhubungan dengan klien, tukang pembuat furnitur ataupun pekerjaan sejenis.

follow_intipjurusan_COMPRES

 

Belajar Apa Saja di Desain Interior?
Berangkat dari pekerjaan seorang Desainer Interior, jika kalian memutuskan untuk kuliah di Program Studi Desain Interior, maka kalian akan bertemu dengan mata kuliah Menggambar (pastinya), Studi Warna, Gambar Teknik, Nirmana, Tinjauan Desain, Teori Dasar Seni Rupa, Konstruksi Bangunan, Merencana Interior, Desain Furnitur dan masih banyak lagi. Intinya, di Desain Interior kalian akan belajar arti-arti dari setiap warna yang ada, belajar tentang seni dan kebudayaan, belajar tentang psikologi bangunan, kenapa ada pintu yang arah bukaannya ke luar dan ke dalam? Kenapa rata-rata restoran fast food menggunakan dominan warna merah dan orange? Kenapa penggunaan lantai di lobi Rumah Sakit dengan di ruang rawat inapnya berbeda? Dan hal-hal lainnya yang tidak pernah terbesit kenapa suatu interior ruangan menggunakan material-material tersebut.

Jika kamu perhatikan dari nama-nama mata kuliahnya, bisa dibilang bahwa 70% mata kuliah di Desain Interior bersifat praktek. Jadi jangan heran jika banyak mahasiswa Desain khususnya Desain Interior yang santai jika akan UTS maupun UAS, karena memang jarang atau bahkan tidak ada catatan yang perlu mereka hafalkan. Tapi jangan senang dulu, jika menjadi mahasiswa Desain Interior kalian harus siap untuk menabung. Pasalnya, alat-alat kuliah mahasiswa Desain Interior itu terbilang cukup mahal. Mulai dari pensil mekanik, penggaris mor, jangka, rapido, cat air, pensil warna, kertas gambar, dan lain-lain. Semuanya bukan seperti yang biasa kalian gunakan di bangku sekolah, biasanya alat-alat itu keluaran luar negeri dan harganya cukup mahal.

Tidak hanya itu, menjadi mahasiswa Desain Interior juga harus siap begadang untuk mengerjakan tugas. Karena kuliahnya kebanyakan praktek, tidak heran kalau Dosen akan memberikan tugas gambar yang tentunya tidak akan selesai kalau kalian mengerjakan sejam sebelum kuliah dimulai atau pagi-pagi ‘nyontek’ punya teman. Sangat amat tidak mungkin!

Mata Kuliah Paling Berkesan

Jika masih berada di semester 1 semua mata kuliah pasti menarik buat kalian. Semuanya tidak seperti yang kalian bayangkan saat masih sekolah. Tidak ada hitungan yang ‘menjelimet’ dan tidak ada hafalan. Ya, itu semua karena mata kuliah di tingkat awal memang masih basic dan kalian pasti masih menerka-nerka apa gunanya sih bikin tugas beginian? Sebut saja mata kuliah Nirmana. Bagi orang awam yang melihat tugas Nirmana pasti bingung apaan sih yang dibikin? Tapi tujuan dari mata kuliah Nirmana itu sendiri adalah melatih kepekaan artistik agar memiliki jiwa seni yang tinggi. Bisa dibilang mata kuliah Nirmana itu kerjaannya Seniman banget, deh!

 

Nah, jika kalian mulai masuk semester dua, ada mata kuliah yang totalnya 6 sks. What? 6 sks? Bisa sampai 2 hari lho kuliahnya. Satu harinya bisa dihitung sekitar lima jam. Terbayang kan tugas-tugasnya seperti apa? Nama mata kuliahnya yaitu Merencana Interior. Mata kuliah ini merupakan mata kuliah prasyarat mulai dari semester dua sampai dengan semester enam. Semester dua disebut Merencana Interior Apartment, semester tiga Merencana Rumah Tinggal, semester empat merencana Toko, semester lima merencana Kantor, dan semester enam yaitu merencana interior kompleks, bisa hotel, rumah sakit, restoran, museum, galeri, dan lain-lain yang sifatnya merupakan bangunan kompleks. Diharapkan setelah lulus menjadi Sarjana Desain Interior (dengan gelar S.Ds), kalian sudah bisa merancang atau mendesain berbagai bangunan atau interior mulai dari kamar kalian sendiri, rumah teman, hunian apartment, kantor orang tua, restoran tempat usaha keluarga atau bahkan proyek-proyek BUMN yang jelas nominal Rupiahnya terbilang cukup besar.

 

Kegiatan dan Tugas Lapangan

Di Desain Interior kalian akan banyak sekali melakukan kegiatan lapangan. Baik yang bersifat kunjungan pabrik furnitur, kunjungan perusahaan, kunjungan hotel berbintang, kunjungan museum, kunjungan ke tempat-tempat yang sarat akan muatan lokal, seperti: Rumah Gadang, Rumah Toraja, ataupun tempat-tempat tradisional lainnya. Dan yang paling berkesan yang pernah saya alami yaitu ketika saya mengajak Mahasiswa saya ke Sumatera Barat. Budaya dan alamnya yang masih asli membuat kami betah sekali berada di sana. Setelah beberapa hari mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan kaya akan budayanya, di hari terakhir kami para Dosen bersama Mahasiswa berkesempatan untuk snorkeling dan bermain banana boat bersama-sama. Seru!

 

Prospek Kerja 

Perbedaan Desain Interior Universitas Trisakti dengan Desain Interior di kampus lain adalah kami para alumninya. Ya, bisa dibilang Desain Interior Universitas Trisakti adalah pelopor Desain Interior swasta di Jakarta. Alumni Desain Interior Universitas Trisakti sudah banyak yang kini menjadi pengajar di kampus-kampus lain. Banyak pula alumni Desain Interior Universitas Trisakti yang membangun perusahaan sendiri sehingga setelah lulus banyak mahasiswa yang langsung diterima kerja di perusahaan tersebut tanpa menunggu waktu lama. Terlebih di tengah pembangunan mall, hotel, apartment dan bangunan-bangunan megah lainnya yang jelas pasti memerlukan jasa seorang Desainer Interior. Jadi jangan takut tidak dapat kerja!

 

Selain sebagai Desainer Interior, lulusan Desain Interior juga bisa bekerja di media online atau cetak yaitu di majalah-majalah Arsitektur Interior, di televisi sebagai creative maupun sebagai Set Designer, di kantor kontraktor dan konsultan, di industri bangunan (seperti perusahaan furnitur, cat, furnitur, keramik, marmer), atau bahkan sebagai dosen atau pengajar seperti saya! Hehehe..

 

Sebenarnya masih banyak yang mau saya ceritakan tentang kuliah di Desain Interior karena tidak hanya sudah sebagai alumni, saya juga sudah pernah merasakan kerja sendiri sebagai freelancer, kerja di perusahaan, di mall, di media, hingga akhirnya melanjutkan kuliah S2 lagi di bidang Desain dan akhirnya memutuskan menjadi Dosen. Kalau mau tanya-tanya boleh banget menghubungi saya di DM intagram saya @chacoffee atau melalui email di annisadamayanti2@gmail.com.


Bio Penulis:

Alumni Prodi Desain Interior Universitas Trisakti. Hobi foto mainan, menyayi, menulis, menggambar, dan mendesain. Memutuskan menjadi Dosen dan mengabdi pada almamater tercinta. Sedang giat-giatnya melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan bantu orang tua buka kantin masakan Padang di kampus. 😀

Kode Konten: X251

4 thoughts on “Desain Interior Universitas Trisakti (Nisa)”

    1. Hai.. tes nya ada tes menggambar.. tp bukan jadi point utama penilaian kok.. yg penting kamu senang menggambar, skill jago apa engga nya itu bisa dilatih dari awal perkuliahan 🙂

    1. 1. Nah.. saingan memang pasti ada.. Believe it or not, kalau di lowongan tertulis mencari lulusan Arsitektur walau kamu lulusan interior biasanya pasti diterima, gitu juga sebaliknya.. jd ngga usah takut bakal sikut-sikutan sama lulusan Arsitektur, krn lowongan kita itu banyak hehe

      2. Arsitektur hitung-hitungannya lebih banyak.. hii.. intinya Arsitek itu bikin bangunannya, interior bikin/mendesain di dalam bangunannya

      3. Mau masuk desain ngga mesti jago desain dan menggambar, yg penting senang seni, desain dan menggambar.. karena kalau ngga senang pasti ngejalaninnya males-malesan nanti! Skill itu bisa dilatih 🙂

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *