Biologi Undip (Fanny)

Hi, intipers!

Kenalin namaku Fanny Amalina Mardhiani. Biasa dipanggil Fanny. Tapi kalau dipanggil dian juga kadang nengok tapi jangan hehe. Saya mahasiswa baru tahun kemarin. So, bisa dibilang saya semester 3 sekarang di Program Studi Biologi Universitas Diponegoro angkatan 2016.

Hmm, kalau denger Biologi murni, kira-kira apa yang ada di benak kalian? Hafalan yang berujung lupa atau praktikum yang tiada habisnya? Atau jangan-jangan tentang impian jadi dokter yang gagal? But, it’s not right at all guys. Jujur saja mindset pertama saya tentang prodi Biologi murni sebelum saya mendalaminya juga seperti itu. Tapi, it has changed 180̊ setelah   3 semester terlalui. Sedikit flashback gapapalah ya, saya diterima di prodi Biologi Universitas Diponegoro pada pilihan ketiga SNMPTN pada masa itu. Impian dokter gigi yang saya damba-dambakan akhirnya saya ikhlaskan karena emang ga keterima hehe sadar diri juga. Tapi I always believe that, Allah knows what is the best for me. So, dengan berat hati dan banyak pertimbangan akhirnya saya ambil prodi Biologi Universitas Diponegoro ini. Finally, I have found my world here.

Overall, Prodi Biologi murni nggak seserem kedengarannya. Jangan salah mengira prodi ini sedikit prospek kerjanya, kurang diminati banyak orang, dan  anggapan miring lainnya Justru prodi Biologi ini merupakan ilmu masa depan yang akan menjawab persoalan dan mengkajinya sampai tingkat molekuler. Penasaran kan? Let’s read my short story about Biology in Diponegoro University!

di-web

Biologi Universitas Diponegoro merupakan salah satu program studi di Fakultas Sains dan Matematika yang berakreditasi A. Nah, di Biologi murni ini kita belajar apa sih sebenernya? Apa melulu soal hafalan buku Campbell yang tebelnya setebel kitab suci atau melulu soal laporan praktikum yang tiada akhir?  Well, prodi Biologi mempelajari pelajaran Biologi yang dipelajarin di bangku SMP hingga SMA pada umumnya tetapi lebih mendalam dan terfokus. Di semester pertama, kita akan mempelajari ilmu-ilmu dasar yang kita butuhin selama jadi mahasiswa Biologi, contohnya seperti Biologi Dasar, Kimia Dasar, Bahasa Indonesia, Teknologi  Informasi dan sebagainya. Jangan salah kalau di Biologi ga akan ketemu Kimia. Justru Kimia dan Biologi itu sangat erat hubungannya. Jadi jangan kaget kalau di awal semester kalian udah dapet bekal mata kuliah Kimia Dasar. Kemudian di semester selanjutnya, kita bakalan belajar lebih mendalam tentang Biologinya yaitu mata kuliah Biokimia, Struktur Perkembangan Tumbuhan dan Hewan, Biologi Sel, Ilmu Lingkungan, Ekologi, Fisiologi Hewan dan Tumbuhan, Mikrobiologi, dan sebagainya.

Proses belajar mengajar di Prodi Biologi Universitas Diponegoro ini terbagi atas proses pembelajaran di kelas dan di laboratorium. Keduanya sama-sama imbang. Di laboratorium kita lebih belajar tentang praktiknya, kalau di kelas hanya belajar teori. Oiya, bicara soal praktikumnya anak Biologi pasti yang ada di benak kalian bakalan jenuh banget seharian ngelab dan pulangnya ada tanggungan laporan. Yaaa, it’s biology student’s life I think. Ya, pada awalnya emang susah ngikutin ritme praktikum-laporan-revisian-praktikum-laporan-revisian seperti itu. Tapi pada hakikatnya praktikumlah yang menuntut kita untuk belajar dan berproses. Jangan salah, praktikum di Prodi Biologi menyenangkan kalau dinikmati haha. Salah satu praktikum yang berkesan menurut saya praktikum Fisiologi Hewan yang di dalamnya ada sebuah mini riset. Di praktikum ini kita dituntut melihara tikus (Rattus norvegicus) selama sebulan dan mengontrol makan dan minum tikus-tikus itu pagi dan sore hari dan nimbang berat badan tikus dan ganti sekam tiap minggu sekali. Well, you know lah sebulan bukan waktu yang singkat buat melihara tikus. Pernah suatu hari tikus kelompok saya terlepas dan hilang dari kandangnya. What the unforgettable experience it was! But, akhirnya tikusnya kembali tertangkap dan nilai praktikum tidak jadi terancam minus hehe. Overall, kita berhasil ngerawat tikus selama sebulan dan bener-bener pada waktu hari-H pembedahan itu berasa udah kayak perpisahan sama peliharaan yang udah sebulan dirawat. Ini secuplik foto saat pembedahannya.

Beside that, praktikum di Prodi Biologi Universitas Diponegoro nggak melulu di laboratorium. Beberapa praktikum kayak Ekologi, Biodiversitas Tumbuhan juga ada praktikum di lapangan. Jadi, bisa sekalian jalan-jalan dan refresh our mind. Kadang, bahan praktikum juga harus nyari ke suatu tempat misalnya di Gedong Songo nyari beraneka macam Bryophyta dan Pteridophyta. Nah, seperti kata pepatah “Sambil menyelam minum air”. Sambil nyari bahan praktikum sekalian jalan-jalan deh hehe.

Oh iya bukan cuma itu, di Biologi Undip, kita nggak melulu belajar hardskill karena softskill-lah yang paling dibutuhkan di dunia kerja. Biologi Undip memiliki organisasi Himpunan Mahasiswa Biologi (HMB). Himpunan ini mewadahi dan memfasilitasi mahasiswa Biologi sesuai bidang-bidangnya contohnya bidang Penalaran dan Keilmuan. Di bidang Peka ini kita dibantu penelitian seperti LKTI, PKM, dan penelitian sejenisnya. Selain itu ada kelompok belajar yang namanya BRNA (Biology Research and Action) yang berupa kelompok belajar saat akan menghadapi ujian serta mempersiapkan lomba dan penelitian. Di bidang Minat dan Bakat, mahasiswa Biologi Undip bisa banget nyalurin bakatnya lewat Kombi (Komunitas Minat dan Bakat Biologi). Nah Kombi ini dari awal kita mahasiswa baru udah didata minat kita apa di berbagai cabang olahraga maupun seni).

Selain itu, di Biologi Undip ada 5 biro yang punya ranah berbeda-beda. Bironya terdiri dari biro pecinta alam (Haliaster) yang sudah melalang buana karena kegiatan dan prestasinya, Niche biro yang bergerak di bidang jurnalistik yang meliput kegiatan-kegiatan di Biologi, Fostibi yang disebut rohisnya Biologi, KMPL atau Kelompok Mahasiswa Peduli Lingkungan di Biologi Undip, serta BCM suatu biro yang mewadahi mahasiswa Biologi untuk berwirausaha. Nah, kita tinggal milih ikut biro yang mana disesuaikan dengan minat dan bakat.

Nah, paket lengkap banget kan jadi mahasiswa Biologi Undip. Biologi punya prospek kerja yang besar karena di prodi Biologi kita bakal memilih sesuai bidang yang kita suka. Kalau di Biologi Undip ada 3 macam lab. Laboratorium 1 tentang Mikrobiologi, Bioteknologi, Biokimia. Laboratorium 2 tentang Biologi Struktur dan Fungsi Hewan maupun Tumbuhan. Sementara Lab 3 merupakan Lab. Ekologi dan Biosistematika. Prospek kerja Biologi murni kedepannya sangat dibutuhkan mengingat semakin majunya perkembangan teknologi dan penelitian hingga skala molekuler. So, masih ragu buat daftar Biologi Undip?


Tentang penulis : Fanny Amalina Mardhiani

Mahasiswa semester 3 Prodi Biologi Universitas Diponegoro – FSM Undip. Hobi menulis, karena dengan menulis kita diakui keberadaannya. Berorganisasi, karena dengan berorganisasi kita mengenal berbagai kepribadian orang dan berusaha untuk menerimanya.

Twitter : @fannyamln | Instagram : https://www.instagram.com/fannyamln/ | Linked in : Fanny Amalina Mardhiani (https://www.linkedin.com/in/fanny-amalina-mardhiani-b16432155)

Kode Konten: X286

 

15 thoughts on “Biologi Undip (Fanny)”

  1. Assalamualaikum..
    Kak maaf mau nanya, di tiap prodi biologi itu emg selalu praktikum pake tikus ya ka terus di bedah jg lagi(?) Kalo yg(maaf)geli atau jijik gimana kak? :”D

  2. Assalamualaikum..
    Kak maaf mau nanya, di tiap prodi biologi itu emg selalu praktikum pake tikus ya ka terus di bedah jg lagi(?) Kalo yg(maaf)geli atau jijik gimana kak? :”D

    1. Waalaikumsalam dek, iyaa ada praktikum pake hewan coba tikus (Rattus norvegicus) pernah juga pake marmut gituu. Tapi tikusnya tikus putih bukan yg tikus got item gitu dek. Lucu bukan geli hehe. Yuk masuk bio undip. Nanti praktikumnya gitu juga kelompok jadi bisa minta temen

  3. Assalamu’alaykum. Kak Fanny boleh minta nomor wanya atau id linenyya nggak? Soalnya saya mau bertanya banyak hal lagi mengenai biologi undip ataupun univeristas itu sendiri kak. Please

  4. Ohh gitu ya kak, trus mau nanya lagi kak buat prospek kerja ilmu murni itu (kaya biologi murni, kimia, fisika,dll) emg nanti katanya ujung2 ny bkal jd guru ya ka?

    Makasih kaa

    1. Enggaaa. That’s the difference between pure science and science for education. Which is learn more than just to be educated as a teacher. Output from Bachelor science tuh lebih ke ilmunya diaplikasikan ke laboratorium. Such as laboran, reasercher, or forensic. It depends on what major you focus about

    1. Yaa wkwk tapi bukan cuma biologi. Rata2 semua jurusan yg basicnya mipa misal teknik, kimia, fis kalau di kuliahan banyak laporan banyak ngelab tinggal kitanya aja enjoy di sana engganya

    1. As I told above hehe. It depends on what major we focused about. That’s because biology is very large and we should to choose what we like (it seems to be passion). In case, we can took genetics, biotech, plant focusing, ecology, and many more.

    2. Oiyaa nambahin ya kita bisa kerja jadi apa aja si bisa jadi laboran,peneliti,dosen, forensic, dan masih banyak lagi bahkan entrepreneur di bidang biologi pun banyak

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *