Bimbingan & Konseling UAD (Fikri)

Hai guys, kenalan dikit boleh kali yaa.. okeey perkenalkan, saya Fikri Arif Gumelar, temen temen bisa panggil saya fikri, kiki atau aa juga boleh, hehe maklum saya berasal dari tatar sunda. Saya mahasiswa angkatan 2015 Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Oiya guys prodi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), termasuk dalam Universitas Swasta yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), walaupun mempunyai status sebagai Universitas Swasta tapi untuk masalah prestasi tidak bisa di pandang sebelah mata loh, alhamdulillah BK UAD sudah banyak mengukir prestasi baik di tingkat regional, nasional dan internasional, oiya guys prodi BK UAD punya jargon juga loh.. jadi kalo saya bilang “Proud To Be Counselor” temen-temen jawab dengan kalimat “Saya Bangga“ jargon tersebut secara tidak langsung dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa bangga bagi seluruh civitas akademik Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Baiklah disini saya punya tujuan yang sama seperti temen-temen yang lain yaitu untuk berbagi cerita tentang perkuliahan khususnya untuk prodi bimbingan dan konseling. Mudah-mudahan sedikit cerita ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi referensi untuk temen-temen yang akan melanjutkan ke jenjang perkuliahan.

 

Bimbingan dan Konseling ??

Bimbingan dan Konseling  merupakan salah satu program studi (prodi) yang termasuk dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Oh iya pasti dianatara temen-temen semua mengiranya bimbingan dan konseling itu merupakan satu kesatuan kalimat dan memiliki satu arti, tapi tidak seperti itu lho, bimbingan sendiri memiliki arti sebagai upaya bantuan dari seorang guru BK atau konselor untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh siswa, sedangkan konseling sendiri memiliki arti sebagai bantuan dari seorang guru BK atau konselor untuk mengentasan masalah yang dihadapi oleh siswa sehingga siswa dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya, jadi untuk bimbingan sendiri lebih pada pengembangan potensi sedangkan konseling lebih pada pengentasan masalah ya guys. Namun sangat di sayangkan masyarakat awam bila mendengar “Bimbingan & Konseling” atau “BK” pasti yang terlintas di pikiran adalah guru yang mengurusi anak-anak nakal di sekolah. Apalagi di mata siswa citra guru BK di sekolah selalu dipandang negatif karena biasanya guru BK adalah guru-guru yang galak dan lebih di kenal dengan sebutan “polisi sekolah”. Padahal guru BK adalah seorang guru yang memilikikemampuan berperan lebih dari satu peran loh, seorang guru BK dituntut agar bisa menjadi guru bagi siswanya, menjadi orang tua agar siswa dapat merasa aman saat berada disekolah dan sahabat bagi siswa agar siswa dapat merasa nyaman di sekolah.

Belajar apa saja ??

Dalam proses perkuliaahannya kita mempelajari mata kuliah teori yang berlangsung di dalam kelas, praktikum yang mulai menerapkan teori yang kita dapat selama pembelajaran dalam kelas dengan cara mencari klien kemudian belajar melakukan layanan bimbingan dan konseling, dan mata kuliah magang yang langsung terjun kedalam lembaga pendidikan (sekolah), selain itu dengan teori yang kita pelajari dalam proses perkuliahan kita juga dapat belajar memahami karakter setiap individu lhoo, kita juga mendapat mata kuliah pilihan seperti : Mata kuliah Bimbingan dan Konseling Keluarga (cocok nih bagi kalian yang ingin membangun keluarga sakinah mawadah dan warohmah ini bisa jadi ospi lho haha), Bimbingan dan Konseling Krisis (ada bk narkoba dan bk bencana cocok nih bagi kalian yang suka dengan tantangan) dan Bimbingan dan Konseling Anak Berkebutuhan Khusus atau inklusi (ini cocok bagi kalian yang memiliki jiwa sosial tinggi) dan masih banyak lagi mata kuliah yang seru dalam proses perkuliahan.

Mata Kuliah Paling Berkesan ??

Mata kuliah paling berkesan bagi saya yaitu program magang dan praktikum assessment, kenapa saya pilih dua mata kuliah tersebut karena pada saat magang saya dapat mengaplikasikan ilmu yang saya dapat di bangku perkuliahan di kehidupan nyata yaitu dunia pendidikan (sekolah), lalu kenapa saya pilih assessment karena pada saat assessment saya dapat menggali banyak informasi dari siswa, selain memperoleh data mengenai keadaan siswa saya juga dapat memperoleh masukan agar bisa menjadi seorang guru sekaligus sahabat bagi siswa.

follow_intipjurusan_COMPRES

Kegiatan dan Tugas Lapangan ??

Dalam proses perkuliahannya tidak selamanya belajar dalam kelas lhoo, banyak sekali kegiatan lapangannya, di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sendiri ada mata kuliah praktikum assessment, bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, konseling individu, konseling kelompok, ada juga kunjungan ke BKKBN (bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah BK keluarga), BNN, BASARNAS, (bagi mahsiswa yang mengambil mata kuliah BK krisis) dan Rumah Sakit Jiwa (bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah BK inklusi) oiyaa selain itu ada juga kegiatan lapahan seperti magang dasar, magang lanjut dan magang terapan.

Prospek Kedepanya ??

Lulusan S1 Bimbingan dan Konseling sebagian besar akan bergelut dalam dunia pendidikan terutama jenjang SMP/Mts dan SMA/SMK/MA, namun ada juga beberapa lembaga pendidikan terutama swasta yang membutuhkan tenaga konseling untuk TK, PAUD dan SD. Selain itu kebutuhan akan dosen bimbingan dan konseling sangat besar di perguruan-perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini disebabkan banyak dosen BK yang sudah menjelang masa pensiun, serta banyak dosen BK yang ternyata tidak berlatar belakang BK. Sementara perguruan tinggi BK membutuhkan dosen yang berlatar belakang BK secara linier (S-1 dan S-2 Bidang bimbingan dan konseling) untuk mendapatkan nilai akreditasi yang baik. Sehingga peluang menjadi dosen BK sangat terbuka lebar. Sementara jenjang karier lulusan BK pada umunya menjadi pegawai negeri sipil. Seorang lulusan BK dapat memulai karier dari menjadi Guru BK, Koordinator Guru BK, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah bidang bimbingan dan konseling, Kepala Dinas Pendidikan Kota/Provinsi. Tidak sedikit pula lulusan BK yang berkarier sebagai kepala sekolah atau pengawas sekolah. Ada pula lulusan BK yang menjadi Rektor Perguruan Tinggi seperti Bpk Prof. Dr, Sunaryo Kartadinata yang merupakan Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Dekan Fak. Ilmu Pendidikan UPI Prof. Dr. Ahman yang juga merupakan lulusan BK. Selain itu tidak sedikit lulusan BK yang mempunyai posisi penting di institusi sekolah maupun perguruan tinggi. Dan bagi temen-temen yang ingin berwirausaha bisa juga mendirikan Lembaga Konseling, Jasa Layanan Tes Psikologi, ataupun Lembaga Konsultasi Pendidikan. Kebutuhan terhadap layanan Konseling ini semakin besar terutama di kota-kota besar dimana masyarakatnya semakin terbuka, dan memiliki tingkat stress yang tinggi dengan syarat sudah menempuh pendidikan dan profesi. Bidang lain yang dapat diisi oleh lulusan BK adalah HRD/Pengembangan SDM di instansi/dunia usaha dan industri, bank; Tenaga Konselor di Pusat Rehabilitasi, Lembaga Pemasyarakatan, Perkumpulan Keluarga berencana Indonesia (PKBI); Konsultan pengembangan SDM; Motivator; Badan Penasehat Pembinaan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kementerian Agama; Konselor dan Konsultan Pendidikan di Lembaga-Lembaga Bimbingan Belajar (LBB).

So, bagi kalian yang lagi bingung dalam memilih jurusan untuk melanjutkan pendidikan, program studi Bimbingan dan Konseling bisa menjadi solusi yang tepat dimasa globalisasi ini. sekian dan salam hangat dari saya mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta “Proud To Be Counselor”…….. “Saya Bangga”….!!


Tentang Penulis : Fikri Arif Gumelar

Mahasiswa semester 5 Prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Hobi saya olahraga khusnya futsal, kuliner dan masak, saat ini saya mengikuti organisasi  Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa Sahabat Mentari (PIK-M Sahabat Mentari), saya masih belajar dalam hal menulis jadi maaf apabila ada kesalahan kata dalam tulisan yang saya buat.

Instragram : @fikri_arif_gumelar97  

Kode Konten : X197

 

2 thoughts on “Bimbingan & Konseling UAD (Fikri)”

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *