Bahasa Inggris Politeknik Negeri Madiun (Putri)

Hello smart people, hello Intipers…

Kita kenalan dulu ya, soalnya tak kenal maka tak ajak kenalan *ehh, bercanda. Kata pepatah tak kenal maka tak sayang, so let me introduce myself.

Okay, nama saya Putri Risqi Nur Hafidzah, biasanya di panggil Putri atau hanya put hingga tri. Saya ini mahasiswi Jurusan Administrasi Bisnis Prodi Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Madiun semester lima, angkatan 2015. Yaaa, pada kesempatan yang sangat berbahagia ini *cie yang bahagia* saya mau sharing aja nih tentang jurusan yang sedang saya jalani. Karena buat kalian di luaran sana yang sebenarnya suka dan ingin belajar bahasa Inggris tapi takut banget mau ngambil Bahasa Inggris sebagai makanan kuliah kalian sehari-hari, semoga artikel saya ini bermanfaat dan dapat menghapus rasa galau kalian. So let’s start it…

Haruskah menguasai bahasa inggris?

Biasanya, orang-orang takut banget daftar kuliah jurusan bahasa inggris karena banyak yang beranggapan harus menguasai bahasa inggris dulu kalau mau daftar buat ngambil Bahasa Inggris, iya apa iya?

Sebenarnya begini sahabatku sekalian, untuk memulai sesuatu yang kita sukai pastilah kita sudah mempelajari dasarnya dulu kan, kita pasti pengen tau lebih dan lebih tentang sesuatu yang bener-bener kita sukai dan itu memperkaya pengetahuan kita, dan sebenernya nggak cuman untuk Bahasa Inggris aja, tetapi berlaku untuk semua jurusan. Adapun yang ingin mencoba sesuatu yang baru contohnya, dari ngga kenal sama sekali dengan jurusan tersebut jangan khawatir karena di semester awal akan ada sesi pengenalan jurusan dan kita punya kesempatan untuk mempelajarinya. Sebenarnya Prodi bahasa Inggris ini termasuk sangat baru di Politeknik Negeri Madiun. Awalnya saya sendiri merasa sangat takut karena saya sendiri belum lancar dalam berbahasa inggris, lalu kok berani-beraninya saya ngambil bahasa inggris, bisa gawat kalau sampai mempermalukan diri kan? dan ternyata belajar bahasa inggris itu nggak susah, cuma butuh banyak latihan dan banyak kosa kata. Jadi pada semester satu, dan dua kami mendapat pelajaran grammar untuk me-refresh kembali pelajaran yang dulu-dulu, dan vocabulary untuk bisa menambah kosa kata khususnya dalam bidang yang ditempuh. Bahasa Inggris di Politeknik Negeri Madiun ini bukan termasuk kedalam bahasa inggris sastra dan bahasa inggris pendidikan melainkan bahasa Inggris Tourism dan Journalism (pariwisata dan Jurnalistik) jadi kami tidak hanya belajar bahasa ingrisnya saja tetapi kami juga mempelajari tentang pariwisata dan jurnalistiknya.  Udah gitu dapet dosen-dosen yang lulusan luar negeri atapun dosesn yang dulu pernah ngajar bahkan tinggal di luar negeri pula, jadi sistem belajar waktu dosen-dosen tersebut beneran berasa kayak belajar diluar negeri juga dan berpotensi banyak sharing kehidupan, sistem bembelajaran, hingga culture disana pada kelas-kelas beliau. Hehe

Mari kita bahas dari segi pariwisatanya. Buat kalian yang sukanya nongkrong ke tempat-tempat hits, atau suka nge-explore tempat wisata baru atau suka sama tempat yang bernilai sejarah, bahasa inggris pariwisata ini cocok banget buat kalian. Karena, belajarnya santai dan sering keluar untuk bener-bener survey tentang tempat wisata atau tempat yang berpotensi menjadi tempat wisata, entah dari tempatnya, hingga kulinernya. Setelah survey kita presentasikan deh dikelas lalu langkah selanjutnya kita promosikan. Tentunya mempresentasikan dan mempromosikan tempat wisata tidak hanya asal mempromosikan seperti biasa karena kami juga dibekali cara-caranya pada mata kuliah Speaking, Public Relation dan Communication Skill.

Lalu pada segi jurnalistiknya, seluruh mata kuliah yang berbau jurnalistik kami diajarkan untuk bagaimana memiliki kreatifitas dalam tulisan-tulisan kami, bagaimana untuk menentukan judul, content dan menjadikan suatu berita menjadi eye catching, dan kamipun mendapat tugas untuk bisa membuat majalah kami sendiri. Kadang juga dosen melakukan kombinasi antara pariwisata dan jurnalistik seperti kita membuat video tentang meng-explore tempat wisata, yaa kira-kira sejenis promosiin tempat wisata itu dan ada yang menjadi reporter nya, lalu ada yang jadi cameramen nya, dan memperkenalkan wisata yang belum terkenal bisa mendapat nilai plus. Bisa dibilang, ya mirip bikin video sejenis Wonderful Indonesia versi mahasiswa/i gitu. Selain itu kami juga diajari tentang aturan-aturan menulis berita, cara mencari berita, mengedit berita, bagaimana mengambil gambar untuk berita dan cara membuat caption pada foto berita, yaa kurang lebih hampir seperti reporter.  hehehe

Mata Kuliah Paling Berkesan

Kalau ngomongin masalah mata kuliah paling berkesan selama ini, kalau saya pribadi memilih mata kuliah Speaking di semester-semester awal. Kenapa? Selain karena dosennya yang lulusan Ohio university (ada yang masih beranggapan Ohio itu berada di Jepang? Enggak ya, Ohio itu di Amerika ya gaes, saya yakin bahwa kalian semua tahu, hanya saya sedikit memperjelas aja agar nggak terjadi kesalah pahaman dikemudian hari *ehh) dan beliau bernama Mrs. Steffi Mahardika. Cara beliau mengajar sangat asik, style anak muda gitu karena beliau ini memang masih sangat muda, dan beliau ingin sharing bagaimana situasi kelas saat beliau dulu jadi mahasiswi di Ohio dan menerapkannya kedalam kelas beliau. Pada saat mata kuliah beliau, masih sangat jelas dikepala saya saat diberi tugas praktek untuk memilih Negara yang berbeda dalam satu kelas dan berperan seolah-olah kami ini adalah duta besar sampai presiden di Negara yang telah kami pilih lalu mempromosikan Negara kami dalam pertemuan Internasional *ceileeh. Kami harus berjuang untuk mencari bahkan ada yang sampai membuat alat pendukung atau ciri khas dari Negara kami masing-masing, untuk kami kenakan saat giliran Negara kami untuk maju. Ada yang dari Algeria, Sweden, Arab, Thailand, China, Japan, dan waktu itu saya memilih menjadi duta besar Negara Qatar, dan aksesoris yang saya kenakan cukup mudah saya hanya memkai abaya dan membuat bendera Qatar. Jadi pada saat mata kuliah tersebut para mahasiswa/i sangat aktif sekali karena selalu ada sesuatu yang baru. Seru yaa, hehe. Sebenarnya semua ini berujuan agar kita bisa berbicara dengan cerdas di depan umum/khalayak dengan berkarakter, entah itu dalam suasana santai atau bahkan dalam under pressure. Bagaimana memutuskan solusi pada pertanyaan yang berat sekalipun, tidak menunjukkan emosi, atau kegelisahan di depan umum saat kita belum mengetahui jawaban dari persoalan yang ditanyakan.

Praktek Kerja Lapangan

Praktek Kerja Lapangan yang di lakukan pada Mahasiswa/I Bahasa Inggris Politeknik negeri Madiun, untuk yang mengambil pariwisata mencakup Dinas Pariwisata, Hotel, dan Instansi lainnya untuk ditempatkan di bagian Public Relation. Sedangkan yang memilih jurnalistik bisa di Radar, jawa pos, di bagian broadcast, dan segala tempat yang berbau kejurnalistikan. Kalau saya mengambil kepariwisataan lebih tepatnya Public Relation, jadi saya belajar tentang membangun kerjasama dengan perusahaan lain untuk menciptakan goals dari apa yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Contoh seperti target banyaknya pengunjung yang telah diperkirakan, membuat inovasi-inovasi acara demi menarik minat pengunjung dan sebagainya. Sebagai contoh adalah Suncity Waterpark Madiun yang menjalin kerjasama dengan sebuah instansi untuk mengadakan event Meet The Transformer, tentu saja dengan acara itu sukses menaikkan pamor dan meciptakan good-image bagi kedua instansi tersebut di mata masyarakat. Tentunya jika sebuah acara yang kita adakan berlangsung sukses menjadi kebanggaan tersendiri dong bagi seorang Public Realation. Saat meaksanakan praktek kerja lapangan pun mahasiswa/i Bahasa Inggris mengambil peluang dengan banyaknya jaringan yang mereka jalin dengan turut serta memasarkan produk jualan mereka, Karena Mahasiswa/i Bahasa Inggris sebagian besar berjiwa Entrepreneur.  Begitupun dengan saya yang juga berjualan coklat custom yang biasanya dipesan untuk kado Wisuda, ulang tahun, wedding dsb. Jika temen-temen semua penasaran seperti apa bentuk rupanya bisa di cek by you yourself on my Instagram @coklatsolo_.

Prospek Kedepannya

Nah, di jaman sekarang ini kan mana ada sih Bahasa Inggris yang ga kepake. Bahkan kadang untuk masuk ke dunia kerja itu sendiri ada tuh, minimal menguasai Bahasa Inggris standar/bisnis. Meskipun Politeknik Negeri Madiun ini hanya D3 dan bergelar A.Md. tetapi peluang kerja yang ditawarkan pun luas cakupannya, apalagi dengan Bahasa Inggris Pariwisata dan Jurnalistik ini. Pemerintah pun juga sedang bergerak di bagian mengembangkan nilai-nilai pariwisata yang ada di Indonesia bukan? Nah, temen-temen bisa tuh menjadikan itu sebagai peluang kerja yang menjanjikan seperti menjadi Tour Guide, atau bekerja di bagian Tour and Travelnya mengkin, diluar dari itu temen-temen juga bisa bekerja sebagai Reporter, Front Office, Customer Service, Broadcaster, Public Relation, sampai jika temen-temen ingin bekerja di bank sekalipun temen-temen bisa karena pada Bahasa Inggris Pariwisata dan Jurnalistik telah dibeli oleh kompetensi-kompetensi tersebut.


Bio penulis:

Assalamualaikum, halo semuanyaa…

Jadi, Putri Risqi Nur Hafidzah kelahiran Timika, 08 Agustus 1997 dan tinggal di kota kecil yang bernama Magetan, adalah mahasiswi semester V prodi Bahasa Inggris yang sekarang tengah berhijrah, memikirkan judul TA sambil berjualan di online shop @coklatsolo_ juga berbisnis PayTren cek @paytren_kitabersama and last tadaaa… it’s me. Hehe let’s sharing!

Kode Konten: X287

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *