Pendidikan Bahasa Inggris IPTS (Gabby)

Hello adik-adik intipers yang lagi galau mau kuliah dan milih jurusan apa? Salam kenal, nama saya Gabby Maureen Pricilia. Biasa dipanggil Gaby oleh keluarga dan teman-teman saya. Dari nama saya yang kedengarannya blasteran bule sejalan dengan jurusan saya, program studi Pendidikan Bahasa Inggris di Tapanuli Selatan yang kini telah berubah menjadi Institut Pendidikan Tapanuli Selatan (IPTS), angkatan 2009. Wah, saya sudah tua ternyata. Sekarang kampus saya IPTS menduduki peringkat pertama sebagai perguruan tinggi swasta yang sehat dan berkualitas di Tapanuli Bagian Selatan (bisa dicek di http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id/index.php/pemeringkatan) tahun 2018. Sebagai informasi tambahan, Program studi Pendidikan Bahasa Inggris di IPTS telah terakreditasi B oleh BAN-PT tahun 2017. Alhamdulillah..

Khusus buat adik-adik yang baru tamat SMA sederajat yang lagi galau mikirin mau kuliah dimana dan jurusan apa, nih saya kasih bocoran tentang kampus dan jurusan saya. Satu hal yang mesti kamu tanamkan di pikiranmu adalah jangan gengsi kuliah di PTS, jangan malu kuliah di daerah. Sebab kesuksesan itu menanti pejuang yang bersungguh-sungguh meningkatkan kualitas dirinya, dimanapun ia berada. Kampus saya terletak di Jl. Stn. Mhd. Arif kota Padangsidimpuan, sebuah kota di Tapanuli bagian selatan, Provinsi Sumatera Utara yang terkenal dengan buah salaknya. Butuh sekitar sepuluh jam perjalanan darat dari kota Medan. Jauh ya? hehe. Saya yang alhamdulillah juara umum di sekolah dan berdomisili di kota Padangsidimpuan sejak lahir harus menempuh pendidikan disini karena keterbatasan biaya awalnya merasa gengsi. Wajarlah, kala itu masih labil. Namun akhirnya saya sadar dengan membuktikan diri mampu meraih juara dalam debat bahasa Inggris tingkat Kopertis Wil. I Sumut-NAD tahun 2010.

Kenapa mesti Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris?

Mampu berbicara bahasa Inggris seperti bule menjadi alasan utama saya memilih jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Ya, karena saya seperti ngiler saat melihat orang ngomong bahasa Inggris capcus begitu. Sehingga saya memilih jurusan ini. Disinilah saya ditempa untuk bisa berbahasa Inggris secara lisan maupun tulisan. Ditempanya gimana ya? Kuliahnya jurusan bahasa Inggris, tentu belajarnya pake bahasa Inggris, walau tidak full English. Apalagi kita tahu, hari gini gak bisa bahasa Inggris? Galau donk yau..

Zaman now semua-semua serba bahasa Inggris, tes CPNS, harus lulus tes bahasa Inggris. Mau kerja, harus bisa bahasa Inggris. Nah, untuk membuat kita bisa berbahasa Inggris, kita harus latihan sesering mungkin. Latihan mendengar, membaca, berbicara dan menulis tentunya. Prodi Pendidikan Bahasa Inggris IPTS yang mengusung visi mencetak sarjana pendidik yang cerdas, profesional dan berkarakter menjadi pilihan yang pas buat kamu yang bercita-cita mampu berbahasa Inggris.

di-web

Disini kita juga punya klub debat dan kelas Speech (Pidato) untuk menjadi wadah kamu berbicara bahasa Inggris dan seringkali mahasiswa yang dikirim menjuarai Speech Contest di kota Medan.

Kerennya lagi, minat dan bakat seni kamu dapat disalurkan karena ada sanggar seni yang namanya A&C. Kegiatannya berupa vocal group, solo dan tari yang kerapkali tampil memukau di acara-acara kampus seperti Wisuda dan pagelaran seni.

Penampilan A&C (Art and Culture)

Belajarnya gimana sih?

Meski di daerah, kampus ini terbilang keren. Karena masyarakat setempat tahu betul kampus saya itu mengutamakan kedisiplinan. Persentase kehadiran sangat diutamakan, jadi kalau absenmu kurang, jangan harap bisa ikut ujian akhir. Belajarnya cuma tiga hari, jadi di hari lain bisa bantu orangtua atau bekerja cari tambahan buat uang kuliah. Wah, mahasiswa disini banyak yang mandiri lho. Salut!

Di kelas juga asyik. Dosen-dosennya S2 dan S3 yang kece plus ramah. Dosen-dosennya banyak yang alumni S1 sini juga, rata-rata para alumni terbaik. Materi yang disampaikan jelas. Kalaupun ada yang kurang jelas, dosen bersedia ditanyai di luar jam pelajaran.

Lalu tentang tugas yang biasanya menggalaukan, di semua kampus kayaknya hampir sama ya. Mana ada jurusan yang no tugas. Tugas yang biasa diberikan itu tugas makalah kelompok kemudian dipresentasikan, tentunya pake bahasa Inggris donk. Disinilah kita ditempa untuk bisa. Mulai dari menjelaskan materi sampai menjawab pertanyaan. Disini, rasa percaya diri juga ditumbuhkan. Gimana enggak? Sejak semester satu disuruh praktek maju ke depan terus, gimana gak pede ya kan?

Soal karakter, disini juga ditempa. Jurusannya kan keguruan, calon guru harus punya karakter donk. Soal pakaian juga termasuk, guys! Semua perempuan wajib pakai rok dan sepatu. Lelaki wajib pakai kemeja, celana non jeans dan sepatu. Jadi, kalau kemari pakai celana jeans dan sandal, keliatan banget bukan mahasiswa sini. Hehe.

Terkekang gak sih rasanya? Gak kok. Malah seneng, dengan begitu jadi terlatih untuk rapih dan anggun. Anggun, ceh ilehh..

Terus cerita mata kuliahnya gimana?

Mata kuliahnya berbahasa Inggris kecuali mata kuliah umum. Semuanya berkesan, dan yang paling lengket di ingatan itu bagi saya adalah mata kuliah Speaking (Berbicara), English for Tourism, Microteaching (Mengajar), Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Di mata kuliah Speaking, mahasiswa dituntut mampu berbicara bahasa Inggris dalam setiap pertemuan. Dengan materi yang berbeda, seru sekali rasanya. Saya ingat sekali waktu belajar Speaking materi menyampaikan berita, saya jadi Jeng Kelin, presenter infotainment pake Bahasa Inggris. Kita jadi kreatif, dan penuh semangat setiap kali mau tampil.

Mata kuliah English for Tourism, kita belajar bahasa Inggris pariwisata dan di akhir semester kita akan melakukan praktek dengan native speaker langsung. Kita akan mengunjungi tempat-tempat wisata yang banyak bulenya seperti Bukit Lawang di Langkat, Sumatera Utara dan Toba Samosir. Kegiatan ini rutin dilakukan di setiap akhir semester ganjil. Jadi mahasiswa diarahkan untuk menabung sejak awal semester. Ini acara belajar sambil jalan-jalan yang sangat ditunggu-tunggu apalagi bisa ketemu dengan native speaker langsung. Saatnya speak up your English donk! Bagi saya it was an unforgettable moment.

Microteaching juga merupakan mata kuliah yang membuat saya sangat excited. Dimana kita belajar mengajar, jadi guru di kelas kita sendiri, teman-teman kita yang jadi muridnya. Kita harus lulus mata kuliah ini untuk bisa ikut program PPL. Serunya belajar mata kuliah ini, kita jadi memerankan diri sebagai guru beneran, nyiapin RPP (yang sudah dipelajari sebelumnya), materi dan media ajar sendiri. Sebelum ngajar mesti buat media dulu, gunting-guntingin kertas manila beragam bentuk dan warna sampai nyiptain lagu segala. Beneran, saya ngelakuin semua itu waktu belajar mata kuliah microteaching ini. Totalitas banget kan? Haha.

Masa-masa PPL adalah masa yang dinantikan sekaligus menegangkan. Karena kita dilepas dari kampus lalu diantarkan ke sekolah untuk mengajar disana sebagai guru praktek. Kita akan dinilai oleh guru pamong (guru di sekolah tersebut yang ditunjuk sebagai pembimbing kita). Guru pamong ini banyak juga lho, alumni kampus kita. Jadi jangan sampe kita buat malu. Duh, kebayang kan? Kamu ngajar murid-murid SMA terus dinilai langsung sama guru mereka? Tapi saya sangat menikmati pengalaman berharga itu. Secara mental kita sudah ditempa sejak semester satu dan menyiapkan materi sudah diajari di mata kuliah microteaching, ya tinggal praktekin aja. Walau tak mudah, tapi yang namanya belajar, jatuh bangun donk. Hehe.

Foto saat PPL di sekolah bersama siswa-siswi

Alumninya biasa kerja dimana?

Meski jurusan keguruan, alumni Prodi bahasa Inggris IPTS tidak semua jadi guru. Kebanyakan alumni sudah menjadi guru PNS di sekolah-sekolah yang tersebar di wilayah Tapanuli, bahkan banyak yang menjadi guru di kota Medan. Yang jadi dosen juga banyak, saya adalah salah satunya. Ya, saya sudah menjadi dosen di kampus tempat saya menimba ilmu sejak tahun 2016 setelah tamat S2 di UNIMED, alhamdulillah. Saat ini selain mengajar saya juga aktif mengikuti lomba kepenulisan. Beberapa karya saya sudah dibukukan dalam bentuk antologi cerpen dan puisi. Tahun ini saya mencoba untuk menerbitkan buku solo persembahan buat putra saya, in sya Allah. Bagi yang mau sharing bisa hubungi saya lewat @maureenhabibussiraj

Banyak alumni lulusan terbaik yang udah jadi dosen di kampus saya ini. Alumni juga banyak yang sudah bekerja di bank seperti BNI, BRI, Mandiri, BTPN, sampai HSBC Jakarta lho. Selain itu, alumni kita juga banyak yang bekerja di dunia perhotelan, perkantoran sampai pertambangan. Tentunya dengan nilai plus keterampilan berbahasa Inggris yang baik. Jadi, tak perlu takut untuk cari kerja kalau kita punya keterampilan yaa.. J apalagi di era ini membutuhkan orang-orang yang terampil dan kreatif. Semangatt, adik-adik!!

Saya bangga pada almamater saya. Meski saya kuliah di daerah, saya ingin membuktikan bahwa saya pun berhak untuk sukses. Jadi intinya saya mau menyampaikan, bahwa kesuksesan adalah hak semua orang. Kuliah di PTS, tak kalah keren. Kuliah di daerah, tak kalah oke. Semua tergantung kamu!


Tentang Penulis : Gabby Maureen Pricilia

Alumni S1 Prodi Pend. Bahasa Inggris STKIP Tapanuli Selatan yang kini menjadi IPTS telah menjadi dosen pendidikan Bahasa Inggris di IPTS memiliki hobi menulis dan beberapa karyanya sudah terbit dalam buku antologi. Saat ini sedang dalam proses penyelesaian buku solo cerita inspiratif perdananya.

Instagram: @maureenhabibussiraj

Facebook: Maureen Maureenaisyah

Kode Konten: X335

2 thoughts on “Pendidikan Bahasa Inggris IPTS (Gabby)”

  1. assalamualikum kk. saya lewa berasal dari sulteng, morowali mau bertanya mengenai jurusan yang seperti kakak.

    gini ya kak. kalau ambil jurusan begini nantinya peluang apa yang bisa kita ambil sesudah wisudah. maksudnya perkerjaan kelak.

    terima kasih

  2. assalamualikum kk.
    jurusan yang kaka ambil ini. peluang apa yang nantinya akan terbuka sesudah wisudah. maksudnya pekerjaan yang bisa di masuki.

    maaf kalau kata” salah. trimakasih, assalamualaikum.

Ayo komen disini untuk bertanya ke penulis ! Kami akan kirim balasan melalui email

Your email address will not be published. Required fields are marked *