Bahasa dan Sastra Inggris UPI (Nadya)

Assalaamu’alaykum!

Halo, Sahabat Intipjurusan! Akhirnya bisa dimuat juga nih artikel review mengenai salah satu jurusan kuliah yang ditunggu-tunggu katanya. Saya, Nadya Mufida Ulfa, akan berbagi informasi dan per-tentang-an mengenai program studi (prodi) Bahasa dan Sastra Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tempat saya kuliah saat ini.

Tentang prodi Bahasa dan Sastra Inggris, informasi pertama yang perlu Sahabat Intipers ketahui ialah merupakan salah satu program studi di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) UPI.  Berdampingan dengan 7 jurusan studi bahasa lainnya, Bahasa dan Sastra Inggris menginduk bersama prodi Pendidikan Bahasa Inggris di Departemen Pendidikan Bahasa Inggris UPI. Yang membedakan dengan prodi satunya, Bahasa dan Sastra Inggris merupakan sebuah prodi dengan program non-kependidikan. Dalam sejarahnya, prodi Bahasa dan Sastra Inggris S1 UPI sudah berdiri semenjak 1998 pasca IKIP Bandung dikonversi menjadi UPI. Pada waktu itu, prodi ini dikonsentrasikan pada bidang keahlian translating (penerjemahan), interpreting (penerjemahan verbal), dan literature (sastra). Lulusan prodi Bahasa dan Sastra Inggris memperoleh gelar Sarjana Sastra (S.S.).

Ber-SMA dengan program akselerasi CIBI, saya ditempa menjadi siswa yang IPA banget. Bisa ditebak dong kampus impiannya ke mana? Yup, ITB. Saat menyusun strategi SNMPTN, saya berpikir cukup keras untuk mengisi posisi kampus pilihan prioritas kedua setelah ITB pada prioritas kampus pertama. Atas izin Allah, UPI-lah yang kemudian dipilih karena ada prodi Biologi seperti pilihan di ITB. Strategi pada waktu itu ialah memposisikan jurusan yang Passing Grade nya tinggi dulu, diikuti oleh pilihan dengan PG yg lebih rendah. PG Biologi UPI pada waktu itu cukup kecil, maka saya cari yang lebih tinggi yang keilmuannya ingin saya dalami. Terbersitlah bahasa Inggris sebagai pengisi ruang kosong itu. Saya merasa bisa untuk berbahasa Inggris walau kemampuannya masih pas-pasan.

400

Bersyukur; akhirnya saya bisa menerima kenyataan dan kembali meluruskan niat, kuliah buat apa. Namun setelahnya, saya digoyahkan oleh opini-opini yang muncul dari diri dan orang-orang sekitar. Berkuliah di bahasa Inggris sama saja seperti ikut les-les kaya di sekolah, itu yang saya pikirkan saat memilih jurusan waktu pendaftaran SNMPTN 2013. Belajar bahasa mah gausah kuliah kan gampang, paling nanti jadi guru bahasa kan, nanti ilmu-ilmu ke-IPA-an kamu ga kepake dong kan sayang…. Dan opini lain-lainnya yang mengisyaratkan pandangan sebelah mata tentang berkuliah di jurusan bahasa.  Masuk akal memang, dan entah kenapa dulu begitu ragu dan tidak begitu mengharapkan prodi Bahasa dan Sastra Inggris UPI menjadi destinasi pendidikan selanjutnya, pada waktu itu.

Hey! Ternyata tidak begitu, hadirin! Sama sekali berbeda: belajar bahasa Inggris di les-les dengan berkuliah. Di les-les, Sahabat Intipers gak akan dapat pelajaran mengenai studi sastra, kelas-kelas linguistik, ataupun analisis wacana kritis seperti saya yang berkuliah di Bahasa dan Sastra Inggris UPI. Pokonya gak bisa disamakan. Di semester awal, empat skill (reading, writing, listening, speaking) diasah betul-betul hingga semester 5. Mulai dari for general communication hingga yang terakhir for professional contexts. Tapi memang saya sarankan, ketika berani untuk mengambil kuliah Bahasa Inggris, setidaknya temen-temen ngerti ketika dosen ngomong… karena kita full English 😀

Sebelum penambilan drama kelas di pagelaran Apresiasi Bahasa dan Seni (ABS)

Jangan dulu khawatir, tidak usah cemas! Pengantar bahasa Inggris-nya hanya 95% kok, hehehehee

follow_intipjurusan_COMPRES

Tergantung dosennya juga, sih. Tapi kalo diratakan ya segitu.

Oh iya berbicara dosen, saya jadi kepingin banget share tentang ini. Dosen-dosen di prodi Bahasa dan Sastra Inggris itu….. idola bangeet! Bagi saya, para dosen saya itu inspiratif sekali haaampir semuanya. Gimana gak idola, lulusan luar negeri kabeh. Hampir sih, 95% lulusan master bahkan doktor di universitas di luar Indonesia. Coba deh kepoin english.fpbs.upi.edu. Ada list nama dosen, trus temen-temen cari namanya di Google. Kerennya juga, hampir semua dosen Bahasa dan Sastra Inggris UPI itu rajin-rajin, detail, dan sangat objektif terhadap nilai mahasiswa. Kalo kita dapet nilai A, itu berarti worth buat kita. Memberlajarkan banget deh pokoknya, kerasa ditempa jadi orang yang bertanggung jawab ke diri sendiri tuh. Merasa beruntung juga karena dosennya itu jarang-jarang tidak hadir yang tak beralasan, semuanya dikomunikasikan dengan ketua kelas.

Mata kuliahnya… hapalan apa hitungan? Kira-kira yang pas buat jurusan ini apa hayo.

Di sela-sela AECS 2015

Ternyata, sebagian besar mata kuliahnya itu bukan hapalan, apalagi hitungan. Sifat mata kuliah di jurusan ini comprehension. Pemahaman. Gak usah dihapal, gak usah dihitung. Cukup ngerti konsep, setelahnya kita kembangkan ke verbal yang lebih rapi. Di semester lima nanti, temen-temen bakal dikasih kesempatan buat milih konsentrasi: linguistik atau sastra. Bedanya? Linguistic is about the language sciences dan sastra/ literature is about…. apa yah? Intinya sastra tuh yang ngulik-ngulik karya sastra: novel, puisi, film, cerpen, drama, apa lagi? Ngulik tuh isinya gimana, unsurnya apa aja, ngandung tema nya apa. Lebih luas sebenernya dari soal membaca UN hehehe. Lebih dalem, lebih mantep pokonya. Keren-keren tuh yang sastra tugasnya nonton film, baca novel, baca baca baca. Rajin bener dah.

Linguistik, apa lagi tuh? Bisa diibaratkan kalo sastra itu IPS, linguistik itu IPA. Wah ada rumusnya dong kalo IPA? Yupp. Ada ternyata, tapi ga ngitung juga ko. Saya anak linguistik loh 🙂 ngapain aja tuh kuliah nya? Kalo yang linguistik, itu belajar tentang ilmu-ilmu bahasa. Grammar?  Tentu saja! Itu mah yang sastra juga dapet sih hehe. Beyond on that. Kenapa manusia bisa ngomong, kenapa dialek masing-masing bahasa beda-beda, kenapa kita kalo ngomong ke orang asing jadi rada formal, kenapa lantas kalo ngomong ke temen jadi cenderung kasual dan blak-blakan, dan kenapa kenapa lainnya tentang kebahasaan bisa kejawab kalo kita kuliah nya di linguistik.

Anak UPI, kalo udah lulus terus gak jadi guru, trus jadi apa? Jangan khawatir, waaupun prodi ini basisnya non-pedidikan, kita masih bisa punya kesempatan untuk mengajar. Banyak ko lulusan dari sini berujung di sekolah dan kampus-kampus untuk mengajar J. Yang gak kalah keren, ada juga yang menetap jadi interpreter, itu loh penerjemah yang langsung dan sambil ngomong. Gede loh, uangnya hehe. Ada juga kalo missal kita professional, menjadi penerjemah pun bisa sampai 2jt per satu lembar loh, Intipers. Atau temen-temen tahu juga ada editor.. kalo ga lolos dari pemeriksaan editor, tulisan gaakan dimuat alias diterbitkan loh. Dari prodi ini, akan melahirkan editor-editor professional itu salahasatunya. Atau ada yang pengen jadi penulis? Bisa banget kuliah di sini, karena kita akan dapat materi writing yang super kece dan mantap pisan pokonya. Ada yang suka speaking-speaking di sini? Tenang, di prodi ini, lulusannya bisa banget jadi tutor empat kemampuan dasar tadi (speaking, writing, reading, listening)

Dipisahkannya administrasi dua prodi di Departemen Pendidikan Bahasa Inggris tidak menjadikan keduanya benar-benar M-M alias Masing-Masing loh, Sahabat. Pimpinan ketua departemen dipilih di antara para dosen di kedua prodi sehingga tidak memunculkan pemisahan secara garis birokrasi. Atmosfir hubungan sosial di Departemen Pendidikan Bahasa Inggris dapat dibilang hangat dan kekeluargaan. Mahasiswa dan dosen lintas prodi setidaknya saling mengenali anggota Departemen Pendidikan Bahasa Inggris.  Hal ini didukung kuat salahsatunya oleh adanya satu himpunan mahasiswa yang menyatukan mahasiswa keduanya, yaitu English Students’s Assosication  (ESA) atau Hima Bahasa Inggris UPI. Kegiatan mahasiswa yang memberikan sarat pengalaman di ESA menjadi salah satu ajang bertemunya mahasiswa dan dosen lintas prodi ini.

Berkuliah, tidak melulu menghadiri ceramah dosen dan mengerjakan, tapi kita juga sedang menggunakan uang negara, uang rakyat. Siapa bilang kita bayar kuliah gak pake subsidi pajak hehe jadi kuliah itu jangan kita lupakan juga untuk berkontribusi untuk masyarakat. Dengan apa? Salah satunya sudah saya sebutkan: berorganisasi. Selain di ESA, saya juga pernah aktif di UKM BAQI, UKM KI Al Qolam, BEM Rema UPI, dan menjadi anggota ta’aruf LDK UKDM UPI. Ingin menyebar seluas-luasnya manfaat, itu poin yang selalu menjadi penyemangat untuk selu aktif dan proaktif. Karena dengan kita aktif, kita sebenarnya sedang menempa diri, membentuk diri yang tangguh, dan siap menghadapi kehidupan pasca kampus. Public speaking, multi-tugas, pengaturan waktu dan emosi, bersosialisasi, dan banyak hal lain yang akan kita dapatkan dengan aktif berkontribusi. Karena pada akhirnya, diri yang sudah dibentuk selama di kampus itulah yang akan terjun ke masyarakat :). Coba rada dikepoin siapa coordinator pemandu MOKA-KU UPI 2016 :D.

Pasca Diklat Pemandu 2 (2016)

Seribu dua ratus kata ini nyatanya belum cukup untuk menjelaskan serunya kuliah di Bahasa dan Sastra Inggris UPI, temen-temen boleh bersilaturahim dengan saya di Instagram via DM (id: namufmuf). Dari jenis-jenis kecerdasan, kan ada tuh ya kecerdasan lingustik, nah bisa jadi Sahabat Intipers memiliki kecerdasan ini juga 🙂 apalagi kamu penikmat sastra dan pegiat literasi juga pemerhati perkembangan bahasa, yuk masuk Bahasa dan Sastra Inggris UPI!

Kode Konten : X169

7 thoughts on “Bahasa dan Sastra Inggris UPI (Nadya)”

  1. asslamualaikum kak
    mau tanya,

    saya memang suka belajar bahasa asing terutama bhs ingg yg sudah diajarkan dr sy sd-sma skrg sy kls 12 dan hrs menentukan kemana tujuan sy selanjutnya. Sy minat ke sastra inggris ttp saya masih kurang Pd dengan skill saya sprti Speaking sy yg masih ‘wagu’ mnurut sy. apa sblm masuk di sastra inggris kita memang sudah hrs bnr” fasing speaking writing listening dll? oh iy kak klo kita masuk prospek kerja Sastra Inggris itu apa sj? thx.

    1. Wa’alaykumussalam, Dita 🙂
      FYI, saya ketika masuk jurusan ini, guru Bahasa Inggris SMA saya tidak percayaeun wkwk ya karena memang ehem memang saya pas pasan banget di bidang ini. Tapi kalau kita nya mau belajar, in syaa Allah bisa neng. Karena ternyata kalo orang Indonesia ngomong bahasa Inggris, gak begitu sulit untuk ditangkap maknanya oleh pendengar 🙂 semangat Dita!

  2. Assalamualaikum kak
    Kak aku mau nanya aku pengen masuk jurusan bahasa inggris dan aku tertarik tapi aku gak lancar berbahasa inggris aku ragu bisa masuk sastra bahasa inggris atau enggak, seandainya bisa masuk aku takut nanti aku sendiri yang gak bisa berbicara bahasa inggris dan lainya bisa

  3. Wa’alaykumussalam wr wb, Dwi..
    PErihal masuk atau tidak in syaa Allaah masuk kalo kriteria seleksinya terpenuhi, kalo SNMPTN biasanya dari nilai rapot kita selama sekolah SMA, kalo SBMPTN sama seleksi mandiri itu tergantung bagaimana kita kejar nilai tes nya heee typ yang paling penting yaitu DOA 🙂

Ayo tanya kak Nadya disini ! Kami akan kirim balasan melalui email kamu. :)

Your email address will not be published. Required fields are marked *